
Mereka menikmati seluruh fasilitas yang terdapat di dalam Lone Club sampai jam sepuluh malam.
Dari jam tiga sampai menunjukkan pukul sepuluh malam benar-benar waktu yang sangat cukup untuk mereka.
Keesokan paginya anak-anak kelas sepuluh A kembali heboh menceritakan pengalaman mereka kemarin.
Seolah teman ngobrol mereka tidak datang padahal semua teman ikut kemarin seolah tidak ada bosannya mereka bercerita.
Seorang guru killer memasuki kelas menghentikan keributan yang sementara berlangsung.
Semua duduk di kursi mereka masing-masing dengan rapi siap untuk menerima pelajaran.
"Selamat pagi anak-anak" ucap seorang wanita paruh baya berkaca mata hingga ujung hidung.
Menunjukkan jati dirinya sebagai guru killer yang tidak mudah di tangani.
"Selamat pagi Bu" ucap mereka serempak dengan semangat.
Tumben mereka kompak karena ini hari bahagia mereka semangat mereka yang kemarin masih terasa sampai hari ini.
Guru killer yang melihat hal itu tentu merasa heran mengapa anak-anak ini begitu semangat tetapi tidak menemukan kejanggalan.
Melihat tidak mendapatkan kejanggalan akhirnya dia hanya tersenyum tipis tentu melihat senyum di wajahnya yang terlihat galak itu membuat murid kelas sepuluh A terheran-heran bingung.
"Apakah Ibu Kim salah makan ya tadi pagi? celetuk seorang murid dengan heran melihat ibu yang wajah dingin dan galak tiap hari tiba-tiba tersenyum.
Siapapun pasti akan merasa aneh melihat orang yang jarang memberikan senyum itu tersenyum lebar sekarang.
"Eh kau cari kerjaan tambahan ya" ucap temannya di sebelah sambil menyenggol kepala temannya itu untuk turunin volume suaranya yang sedikit keras itu.
"Aish sudah berapa kali aku katakan untuk tidak menyentuh mahkota emas ini" ucapnya menoyor kembali temannya itu.
"Diam dodol jangan cari gara-gara kita di hukum" ucap temannya menatap kesal kawannya yang masih sempat membalas itu.
"Woiiii Bambang suara itu di kontrol" umpat seorang gadis di samping meja mereka sambil melototkan kedua bola matanya yang sipit itu.
Barulah kedua orang itu menutup mulut mereka rapat untung ibu guru galak itu tidak memperhatikan mereka kalau tidak bisa berabe nantinya.
Pelajaran dari ibu killer ini berjalan lancar tanpa ada yang dapat hukuman karena kelas sepuluh A hari ini otak mereka tidak geser dan masih pada tempatnya.
Mereka semua mengambil note sendiri tanpa di minta membuat guru killer itu merasa sedikit bangga.
Tringgg
Bel tanda istirahat berbunyi.
__ADS_1
"Oke anak-anak pelajaran cukup sampai disini sampai jumpa lagi minggu depan". Ucap ibu Kim.
"Kuy kantin. Mumpung kita di tanggung uang makannya" ucap Teriak seorang murid cewek yang bernama Park Shin
"Oh iya hampir lupa kalau bulan ini uang jajan ku cukup tidak terpakai" sambung murid yang lainnya.
Wajar mereka ingat karena itu sudah di umumkan kemarin bahwa uang makan mereka aman dan akan di traktir makan selama sebulan.
Kebetulan Yang menanggung traktiran ini adalah Jenk sendiri. Dimana yang kalah kemarin harus mentraktir makan sebulan sesuai kesepakatan.
Jenk memang lemah di permainan bola sodok. Bukan karena apa, dia pernah hampir membunuh orang ketika bola bilyard melambung karena sodokan nya entah dia menggunakan tenaga yang besar atau apa? Tidak ada yang mengetahui.
Di situlah dia tidak mau ada korban selanjutnya karena tidak bisa mengontrol tekanan tenaga nya bila permainan itu.
Dan sebisa mungkin dia akan menghindari permainan ini tetapi kemarin kejadian itu hampir terulang kembali akhirnya untuk menempuh jalan terbaik dia lebih memilih mengalah terhadap teman-teman nya sendiri.
Mengeluarkan uang yang tidak seberapa itu tidak langsung membuatnya bangkrut.
Bahkan membeli seluruh restoran terbaik di negara ini tidak ada apa-apanya bagi Jenk.
Sekali-kali mengalah demi kepentingan bersama juga tidak buruk.
"Eh kalian masih ingat untuk memorot uang jajan pangeran tampan kita ya" Sinis Hyun Narra menatap temannya yang duduk cengengesan di sebelahnya.
"Hihihi kapan lagi kita bisa memalak pemberian Pangeran es kita" ucap Kim
"Hmm" Jenk bangkit berdiri dan mengangguk.
"Ayo girls boys kita pesta makan lagi" ucap Park Shin kembali heboh mengalahkan si kepala geng Hyun Narra.
"Park Shin? Kau tidak salah minum obat tadi pagi kan? ucap Hyun Narra memeriksa kening gadis di depannya.
Pasalnya salah satu temannya ini cerewet dari tadi jarang sekali dia mengeluarkan kata-kata tiba-tiba rewel sekali hari ini siapa yang tidak heran?
"Aku masih sehat bege. Hanya aku terlalu bahagia saja dari kemarin" ucap Park Shin menepis tangan Hyun Narra dari kepalanya.
"Oh" jawaban teman-temannya yang hanya beroh ria membuat Park Shin cengo.
"Kalian hanya bilang Oh gitu? ucapnya.
"Memang nya kita harus bilang apa? ucap Hyun Narra.
"Ah kalian kurang asik! kesal Park Shin keluar dari kelas sambil menghentakkan kakinya di lantai dan itu terlihat lucu bagi teman-temannya.
"Astaga kau imut sekali ketika lagi merajuk Park Shin" ucap Kim Yoo cepat mengejar Park Shin.
__ADS_1
Membuat teman-teman mereka yang lain terlihat bodoh. Pasalnya kedua manusia tadi itu bertolak belakang dengan karakter mereka.
Satunya tidak bisa menahan keinginan untuk mencubit pipi temannya yang terlihat imut sedangkan satunya tidak mau di sentuh oleh siapapun.
Siapapun tidak boleh bersentuhan dengannya bukan karena apa? Memang Park Shin tidak bisa di sentuh baik itu laki ataupun teman perempuannya.
Karena dia memiliki sedikit masalah sentuhan. Dia akan merasa merinding di seluruh tubuhnya bila bersentuhan dengan makhluk lain.
(Author mau sedikit berbagi ini sebenarnya fobia atau apa ya? Author mengalami hal ini sebenarnya tidak bisa di sentuh oleh siapapun selain diri sendiri. Kalau ada yang mengetahui boleh berbagi pengetahuan?
Tidak lagi berlama-lama mereka semua keluar menuju kantin sekolah.
Pemandangan gerombolan pria tampan dan beberapa orang gadis memang bukan hal terbaru lagi tetapi tetap saja mereka menjadi pusat perhatian.
Karena hanya mereka siswa kelas sepuluh A yang selalu bersama ketika ke kantin dan kegiatan seperti itu menjadi nilai plus untuk kelas sepuluh A.
Dan jarang bahkan tidak pernah terdengar adanya pembulian di kelas itu. Mereka memang rada-rada otak gesrek tetapi kompak itulah julukan yang pas untuk mereka.
Mereka berjalan ke arah kantin berbayar. Di sekolah menengah atas internasional xx Korea ini memiliki kantin berbayar dan gratis.
Dimana kalau kantin gratis bermodel buffett. Sedangkan kalau kantin berbayar di buatkan sesuai pesanan.
Ibu kantin yang melihat kedatangan mereka segera menghampiri untuk menanyakan mereka memesan apa?
"Tuan dan Nona kalian mau memesan apa? ucap ibu kantin itu.
"Bibi aku bubur kacang dengan segelas susu." ucap seorang siswa
"Eh bibi saya mendengar ada menu baru ya? ucap Park Shin.
"Iya Nona kita memiliki penambahan menu nasi goreng namanya" jawab Ibu kantin itu.
"Aku penasaran bagaimana dengan rasa makanan yang di sebut Nasi goreng ini? Bibi aku memesan satu ya dengan segelas susu coklat panas" ucap Park Shin.
"Disamakan saja Bibi semuanya" ucap Hyun Narra juga penasaran sambil menatap teman-temannya dan mendapatkan anggukan kepala.
"Ya sudah itu aja Bi" ucap Hyun Narra lagi.
Nasi goreng di buat sendiri oleh ibu kantin itu karena menantunya seorang warga asli Indonesia sehingga Nasi goreng di tambah lagi di list menu setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga bahwa makanan sederhana tetapi rasa internasional dan sekaligus memperkenalkan salah satu makanan khas Indonesia itu.
Harum masakan dari dapur anak-anak itu dapat mereka cium. Perut mereka tambah keroncong.
Hai hai hai sobat ๐ Author baru come back nih ๐
Apa kabar kalian?
__ADS_1
Sehat?
Jangan lupa dukung ya kakak readers ๐ฅฐ