Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Perusahaan Teknologi


__ADS_3

Jenk terus berjalan masuk ke dalam perusahaannya sambil melihat para karyawan yang sibuk bekerja.


Tidak ada satupun karyawan yang mengenali nya. Padahal di depan mereka ini adalah Bos Muda mereka yang sebenarnya dan sangat mereka penasaran akan identitas nya.


Setiap orang yang berada di perusahaannya benar-benar bekerja keras tidak ada yang terlihat begitu santai walaupun tidak di awasi oleh pengawas.


Para karyawan hilir mudik melakukan pekerjaan mereka tanpa mempedulikan orang lain di sekitarnya.


Jenk cukup puas melihat karyawannya bekerja keras.


Jenk dengan santai duduk di ruang tunggu sambil mengutak-atik barang yang berada di dalam tasnya.


Suara langkah kaki terdengar mendekat di sertai suara yang lembut.


"Maaf Tuan apakah ada yang bisa di bantu? ucap seorang wanita dengan penampilan rapi serta setelan hitam layaknya pekerja kantoran.


Jenk mengangkat kepalanya dan memperhatikan penampilan wanita di depannya.


Tinggi badan maksimal pinggang ramping di sertai kaki ramping tinggi dan lurus jangan lupakan senyuman tipis profesional benar-benar tubuh proporsional untuk seorang model.


Jenk tidak tertarik cuma sedikit kagum dengan para karyawannya benar-benar pihak HRD melakukan tugas mereka dengan baik.


"Tidak apa-apa. Hanya menunggu kedatangan direktur Park" ucap Jenk mengangguk ringan.


"Apakah Anda sudah buat janji Tuan? ucap wanita itu.


"Tidak." Jenk menggeleng ringan tetapi dalam perjalanan mengirim pesan singkat.


"Tapi baru saja di kirim" ucap Jenk.


"Baik Tuan. Silahkan nikmati waktu anda" ucap perempuan itu sebelum berlalu pergi dan kembali dalam beberapa waktu dengan nampan yang berisi ketel dan teko serta beberapa tumpukan teh datang menyajikan ke arah Jenk.


Jenk cukup berkesan dengan pelayanan para karyawannya rupanya direktur Park benar-benar melatih mereka dengan baik.


Biasanya penampilan Jenk yang acuh tak acuh itu seharusnya mendapatkan pandangan sebelah mata apalagi perusahaan ini bukan perusahaan yang di datangi oleh sembarang orang.


Mereka harus memiliki janji terlebih dahulu dengan petinggi perusahaan untuk bisa duduk dengan manis di ruang tunggu seperti ini.

__ADS_1


Setiap pengunjung memiliki kualifikasi tersendiri bukan sombong atau menatap rendah para pengunjung yang datang tetapi ini juga salah satu karakteristik perusahaan itu sendiri.


Bahwa perusahaan itu memiliki nilai keunggulan tersendiri yang tidak bisa di klaim begitu saja oleh pihak lain apalagi kompetitor lainnya.


"Selamat menikmati Tuan" ucap wanita itu membungkuk sopan sebelum pergi kembali ke tempat kerjanya.


Jenk menghentikan tugas yang sementara dia lakukan dan memilih meracik teh sendiri.


Tidak lama seorang paruh baya berjalan dengan tergesa-gesa ke arah ruang tunggu.


Beberapa bulir keringat cukup membasahi jas bagian belakangnya. Bagaimana dia bisa tenang kalau sosok kecil kelihatan santai dan tidak berekspresi itu sudah menunggunya.


Jangan liat umurnya yang masih begitu muda sudah bisa memimpin perusahaan yang begitu besar ini. Baru setahun berjalan saja sudah begitu melejit apalagi dalam beberapa tahun mungkin perusahaan teknologi ini akan berkembang pesat ke seluruh negeri bahkan mungkin bersaing ke luar negeri.


Dan bos kecilnya ini masih begitu muda dan masih memiliki banyak kesempatan kedepannya tetapi memiliki kecakapan dalam menggerakkan bisnisnya dari belakang layar.


Ya benar mereka pemimpin yang di luar yang di ketahui orang banyak tidak ada yang menyangka kalau perusahaan yang begitu besar dan sementara naik daun ini ada sosok kecil sebagai pemimpin sebenarnya yang hanya bergerak di belakang layar.


Setiap bawahan langsung Jenk yang memimpin perusahaannya benar-benar mengagumi sosoknya dalam memberikan instruksi perkembangan setiap perusahaannya.


Setelah menarik nafas dalam-dalam dan sedikit tenang Tuan Park memasuki ruang tunggu itu.


Melihat ke arah Tuan Park tidak bisa untuk tidak tersenyum pahit.


Semua bawahannya tidak ada yang terlalu mendengarkan perkataannya ketika meminta mereka berbicara santai dengannya.


"Duduk Paman" ucap Jenk.


"Aku hanya kebetulan singgah saja Paman karena sudah lama tidak berkunjung." ucap Jenk menawarkan teh yang sudah di seduh.


*Ini nih hal yang terkadang para karyawannya hindari karena kedatangannya yang tiba-tiba tanpa pemberitahuan untung semua bawahannya orang jujur dan setia.


Untung saya berada di posisi yang tepat*.


Tuan Park tidak bisa untuk tidak bersyukur karena pilihan nya untuk mengikuti sosok anak muda ini. tidak salah.


"Apakah ada masalah Paman? ucap Jenk bersandar santai di pinggiran sofa.

__ADS_1


Setelah membahas beberapa hal yang tidak terlalu berarti Jenk kembali karena dia datang ke perusahaan hanya menanamkan sebuah virus baru yang lebih maju yang baru saja di kembangkan dan belum pernah di coba oleh Jenk itu sendiri.


Sehingga sekarang dia datang ke perusahaan ini untuk mencobanya dan benar-benar hasilnya tidak mengecewakan.


Keluar dari gedung perusahaan raksasa itu Jenk menghela nafas. Akhir-akhir ini lumayan dia memiliki banyak waktu luang dan sedikit menghabiskan waktunya bersama temannya karena banyaknya bawahan yang sedikit membantu dan juga Jo benar-benar bekerja keras membiarkan Tuan Muda Nya menikmati waktu remajanya.


Kalau ada masalah yang begitu penting dan memang harus di ketahui oleh Jenk dan butuh persetujuan nya baru Jenk memegang laptopnya.


Memegang laptopnya paling hanya untuk sekedar iseng bermain saham dari pada nganggur karena terbiasa kerja sedari dia berumur lima tahun membuatnya ketika dia tiba-tiba berhenti dan merubah aktivitas nya sedikit merasa membuang waktu sia-sia.


Jenk juga sudah mengijinkan Tuan besar Bright mengetahui usaha yang dia bangun selama di Korea yaitu Lone club karena kecerobohan yang tidak di sengaja.


Yaitu Jenk yang membiarkan Jo untuk membuka perayaan pembukaan Lone club beberapa bulan yang lalu.


Tentu dengan kemunculannya Jo memicu para bawahan ayah nya mengetahui bisnis yang dia jalankan.


Untung Lone club berjalan di jalan yang benar kalau tidak mungkin akan segera langsung di tutup dan Jenk juga tidak cukup bodoh untuk membiarkan hal itu terjadi.


Mengetahui kalau Ayahnya mengetahui tidak lagi menyembunyikan hal itu dia sebagai putra yang baik dan patuh.


Eahhhh bukan Tuan Muda Psycho hm?


Mungkin di mata bawahannya Tuan Muda mereka adalah sosok nya para Jenius dan menganggap kalau Tuan Muda mereka benar-benar memikirkan masa depan siap menerima tahta kerajaan bisnis keluarga Bright.


Alasan Jenk bekerja keras di masa muda tentu untuk membiarkan para bawahannya memiliki kerjaan agar tidak menganggur.


Membangun usaha untuk orang dan memberikan pekerjaan untuk orang lain juga bukan hal yang buruk okay!


Melihat bawahan nya berjaya tentu sebagai Tuan juga ikut berjaya


Karena secara tidak langsung kitalah yang memberikan mereka harapan untuk memilih.


Hahayyy Sobat Author baru back nih πŸ‘


**Dari chapter pertama author sedikit malu karya tulis yang begitu berantakan dan blakblakan dan juga masih begitu sedikit lebay πŸ€§πŸ™ˆ


Saya benar-benar merasa bersembunyi di lubang semut dan ada rencana untuk revisi kata-kata tapi Saya masih benar-benar malas koreksi nanti akan saya koreksi pelan-pelan πŸ€—

__ADS_1


Maafkan saya masih memiliki banyak kesalahan dan banyak belajar dari senior penulis 😊**


__ADS_2