Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Usil


__ADS_3

"Berita heboh sang idola mengendarai sebuah motor sport keluaran terbaru" ucap seorang gadis kepada temannya.


"Wah benarkah?


"Ya aku tadi melihat langsung sang idola turun dari motornya" jawab gadis itu lagi.


"Aku mau ketemu pacarku dulu" ucap gadis yang terlihat modis mengabaikan teman-teman yang bercerita heboh.


Dia mau membuktikan sendiri apa benar calon pacarnya itu mengendarai motor mewah.


Aduh kasihan sekali hari-hari Jenk ke depan tidak akan mudah karena sudah banyak perempuan yang mengklaim dia sebagai pacar.


Nasip pria tampan memang sedikit merepotkan.


Jenk dan Yan berjalan berdampingan tidak ada yang mengetahui kalau Yan itu sebenarnya pengawal dari Jenk orang hanya mengetahui kalau dia adalah salah satu sepupu dari Jenk.


Sebenarnya sekolah memiliki asrama hanya saja banyak anak murid yang selalu pulang ke rumah seperti Jenk dan Yan.


Mereka memiliki kamar tersendiri dan sudah di beri kunci loker dan belum pernah mengunjungi kamar mereka.


Karena hari ini pulang cepat dan karena Jenk dan Yan tidak ada mengambil les maka sekarang Jenk dan Yan mengunjungi kamar yang akan di tempati oleh mereka.


Kamar asrama yang di tempati oleh Jenk dan Yan adalah kamar asrama yang lumayan besar dan mewah. Di kamar mereka terdapat sebuah kasur queen size dan ada meja belajar dengan lampu serta rak buku dan tak lupa lemari pakaian beserta loker untuk menyimpan barang-barang berharga mereka.


Melihat kamar ini lumayan besar Jenk tidak keberatan untuk tinggal di asrama biar apartemen nanti di tempati oleh Jo nanti.


"Jo nanti sore saya akan pindah di asrama dengan Yan" ucap Jenk di telpon.


"Baik Tuan Muda akan saya persiapkan perlengkapan Anda" ucap Jo di seberang.


Jenk tidak ada pembicaraan lagi. Ruang yang mereka tinggali terdapat tiga buah kamar yang saling berhubungan. Masing-masing kamar bisa dapat saling melihat hanya di batasi tembok kaca.


Jenk menghampiri Yan setelah berkeliling sebentar mereka kembali ke apartemen untuk mempersiapkan semua barang yang di perlukan.


Jenk dan Yan sudah kembali ke kamar asrama yang akan mereka tinggali tidak terlalu banyak barang yang di bawa hanya beberapa lembar pakaian dan alat canggih yang di butuhkan oleh Jenk untuk bekerja.


Jenk tidak ada bingkai foto atau pun suatu gambar atau poster di kamarnya hanya segala jenis macam alat canggih yang terdapat yang tidak semua orang mengerti alat-alat apa itu dan kegunaan dari benda tersebut.


Jenk sibuk menempatkan sesuatu di setiap ujung kamar tidurnya beserta tempat tidur juga.

__ADS_1


"Prince Mommy kangen pangeran kecilnya mommy" ucap Mommy di seberang sana begitu panggilan video di jawab oleh Jenk.


"Hai Mommy kabar apa masih sehat? ucap Jenk jahil


"Dasar anak nakal. Kau mendoakan mommy mu ini cepat mati? ucap perempuan paruh baya di seberang sana yang masih terlihat muda dan cantik.


"Apa mommy merasa begitu? jangan pergi dulu mommy aku sama kak Jenny belum menyiapkan rumah untuk mommy" ucap Jenk


Perkataannya itu membuat perempuan paruh baya itu kesal tetapi yang walaupun begitu keusilan putranya itu lah yang membuat dia merasa anaknya itu masih merasa pangeran kecil nya.


"Aku kabar baik mommy. Disini Prince banyak teman jadi mommy jangan kuatir ya. Mommy jaga kesehatan" ucap Jenk tersenyum kecil melihat wajah mommy nya yang merajuk seperti anak kecil.


"Mommy kangen Prince! kalau begitu mommy akan terbang ke Korea nanti biar ketemu pangeran kecil mommy" ucap nyonya bright semangat


"Eh? ngapain mommy terbang ke Korea? tanya Jenk heran dengan perubahan mood mommy nya.


"Yah mau jenguk kamu anak nakal" ucap mommy


"Jangan nanti kalau identitas Prince terbongkar bagaimana mommy? percuma dong Prince jauh-jauh sekolah ke sini" ucap Jenk.


Karena dia tahu persis kehebohan mommy nya itu. Kalau sudah menyangkut ke dua buah hatinya.


"Mommy biar Prince yang berkunjung ya" ucap Jenk membujuk mommy nya.


"Ya sudah nanti info mommy kapan datang ya biar mommy menyiapkan makanan enak" ucap mommy nya di seberang setelah memikirkan segala hal yang bersangkutan dengan nya.


Karena dia sendiri juga sedikit sulit kontrol emosi kalau sudah menyangkut orang kesayangannya.


Dan ini dia sedikit tidak bisa menganggap remeh karena dia tahu sekarang banyak orang yang mengawasi anaknya dan kalau sampai dia bertindak di luar dari jalur maka identitas anaknya akan gampang terbongkar.


"Nanti Prince akan info mommy kalau sudah mendapatkan jadwal libur" ucap Jenk setelah lama diam untuk beberapa saat.


"Ya sudah Prince istirahat. Bye kesayangan mommy" ucap mommy di sertai kiss jauh


"Ia mommy jaga kesehatan kami belum menyiapkan rumah buat mommy" ucap Jenk cepat dan mematikan obrolan sebelum mendengar omelan wanita paruh baya itu.


"Aish dasar anak nakal masih mendoakan mommy nya mati" gerutu nyonya bright.


Para pelayan di rumah hanya tersenyum tertahan mendapati nyonya mereka kesal.

__ADS_1


Siapa lagi pelaku kalau bukan sang Prince. Putra dan pangeran kecil mereka yang tinggal di kediaman Bright.


"Ada apa nyonya Bright? tanya Daddy begitu masuk mendapati sosok wanita yang sangat di sayangi nya menggerutu kesal.


Sambil merangkul pinggang sang istri, Daddy memeluk istrinya.


"Itu anak nakal satu mendoakan mommy nya cepat mati" lapor sang nyonya.


"Hehehe anak kita sudah dewasa bagaimana kalau kita membuat adik untuk mereka" ucap sang Daddy.


"Ihh Daddy sama anak sama saja sama-sama mengesalkan" ucap nyonya Bright berlalu.


Sedangkan sang Daddy hanya terkekeh mendapati sang istri berlalu karena malu wajahnya yang sudah Semerah tomat itu.


Inilah yang di sukai oleh Tuan Bright selelah apapun dia dari kerja setiap pulang selalu mendapati sang istri dan anak yang selalu harmonis membuat dia semangat dari rasa lelah itu.


Di luar memang Tuan Bright di kenal dengan pria dingin tapi tampan dan kejam tetapi dia mempunyai hati yang lembut penuh kasih.


Dia menjadi sosok Daddy yang sangat di kagumi oleh kedua anaknya. Biar Tuan Bright menyayangi mereka tidak menjadikan ke dua anaknya bertindak semena-mena mereka selalu di ajarkan untuk mandiri sedari kecil.


Karena itu jugalah yang membuat Jenk selalu keliaran di luar menantang bahaya. Dia selalu menyukai segala macam hal yang berbahaya dan menantang.


Mendapati sang istri yang sudah berlalu karena ngambek dan malu Tuan Bright segera berlalu ke kamar untuk mandi dan istirahat pastinya.


Walaupun sibuk dengan urusan bisnis Tuan Bright selalu memantau keberadaan kedua anaknya.


Hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih


Mana suaranya nih?


Apa kabar kalian?


Semoga dalam lindungan Tuhan selalu πŸ˜‡


**Jangan lupa dukung dengan cara Like πŸ‘ Vote ❀️ kritik dan saran πŸ“ kakak readers dong ❀️ terimakasih πŸ™


Terimakasih yang sudah baca, like dan komen bahkan Vote di karya ini. Saya sangat menghargai apresiasi dari para readers Terimakasih banyak dari hati β€οΈπŸ™**

__ADS_1


__ADS_2