
Jenk yang berjalan sendirian di taman kembali berjumpa dengan seorang anak kecil perempuan yang menangis di pojok bangku taman.
Hiks
hiks
Itu suara tangisan dari balik kursi taman. Orang yang menangis itu tidak kelihatan tubuhnya tetapi dari isakan nya membuktikan bahwa dia masih anak-anak.
Jenk yang kebetulan melintas di depan kursi itu mengangkat sebelah alisnya dan mencari sosok orang yang menangis tetapi dia tidak melihat siapa sosok itu.
Hiks hiks hiks
Suara tangisan itu kembali terdengar tetapi dengan bernada seperti bergema.
Jenk kembali lagi mencari tapi belum juga bertemu. Tiba-tiba Jenk memasang kewaspadaan dan memejamkan matanya sebentar untuk mendeteksi dari mana datangnya suara tangisan itu.
Perlahan suara tangisan itu berhenti dan kembali terdengar dengan jelas Jenk juga masih terus mencari sumber suara itu.
Jenk mengikuti sumber suara itu dengan mata terpejam tanpa menyadari kalau dia sudah jauh dari keramaian taman bahkan bodyguard nya tidak mengetahui apa yang terjadi.
Jenk membuka matanya setelah tidak mendengar suara tangisan itu lagi tetapi dia berada di tempat yang asing dan menyadari kalau dia tidak berada di taman lagi melainkan dia seperti berada di sebuah bukit dan di puncak bukit itu hanya ada sebuah pohon besar seperti pohon beringin di bawah bukit terdapat lembah.
Jenk berdiri tepat di depan Pohon besar itu di sekitar pohon itu tidak ada satupun tumbuhan lain selain rerumputan yang tumbuh subur.
Di bawah pohon itu terdapat sebuah Nisan. Jenk mengernyit bingung maksud dari semua ini.
Dengan tanpa aba-aba Jenk mendekati nisan itu. Nisan terlihat bersih dan juga terlihat sudah lama muncul.
Makam itu seperti makam kuno. Jenk duduk jongkok di samping batu nisan itu dan di atas batu nisan terdapat sebuah kaligrafi kuno.
Jenk sendiri tidak mengetahui bacaan itu.
"Hm mungkin ada petunjuk" ucapnya setelah memperhatikan ukiran di atas batu nisan itu.
Jenk berjalan mengelilingi sekitar nisan itu untuk mencari sesuatu yang mungkin jadi petunjuk.
Berbeda Jenk yang masih sibuk berpikir sedangkan di dunia nyata semua pengawal sibuk mencari keberadaannya karena hilang jejak begitu saja.
Bahkan alarm tanda keberadaan dia berbunyi itu menandakan kalau sesuatu terjadi padanya.
Entah itu buruk atau kabar baik semuanya kalang kabut.
__ADS_1
Bukan hanya saat ini para pengawal kehilangan jejak Tuan Muda mereka tetapi kali ini sedikit berbeda dimana mereka benar-benar tidak menemukan petunjuk apapun.
Mereka juga tahu kalau Tuan Muda mereka menghilang dari pandangan berarti emang Tuan Muda mereka butuh waktu sendiri tanpa harus di pantau dan itu mereka sedikit paham.
Kalau saat ini berbeda dimana tanda keberadaan Jenk di bumi berbunyi. Alarm itu emang khusus di ciptakan untuknya supaya mereka mengetahui keberadaannya dan melacak bahwa dia baik baik saja.
Alarm itu tidak akan berbunyi jikalau Tuan nya itu baik-baik saja dan wajar kalau Jo juga ikutan panik.
Beberapa saat yang lalu Jo yang kebetulan berada di ruang kerja Jenk mendengar suara bunyi tanda peringatan dari benda kecil milik Jenk yang memang di pasang di ruang pribadi nya itu.
Dan juga Jo sudah mendengar fungsi dari benda kecil itu langsung dari Tuan Muda nya.
Mendengar bunyi peringatan itu Jo langsung melacak keberadaan Tuannya dari layar smartwatch nya dan benar titik keberadaan Tuannya Zonk alias tidak ada warna sama sekali menandakan bahwa memang terjadi sesuatu.
Fungsi dari benda milik Jo adalah untuk melacak keberadaan seseorang terlebih khusus Jenk. Yang walaupun keberadaan Jenk tidak di ketahui oleh smartwatch tetapi dia akan memberikan sinyal kalau Tuannya akan baik-baik saja dengan memberikan tanda tiga warna.
Hitam: Menunjukkan kalau keberadaan Jenk tidak bisa di akses oleh siapapun kecuali ada ijin dari dia langsung.
Putih: Bahwa Jenk masih berada di pengawasan para pengawal.
Merah: Kalau Jenk lagi melakukan sesuatu yang menjadi pribadi.
Dari ketiga warna tersebut Jo bisa mengetahui kalau Tuannya sedang melakukan sesuatu yang rahasia ataupun tidak.
Wah bisa-bisa seluruh dunia kacau kalau keberadaan Tuan Muda Bright tidak di temukan.
"Segera nyalakan penghubung satelit milik kita" Perintah Jo singkat lewat jalur khusus milik Jenk dan bawahan.
Sekaligus Jo juga mengumumkan untuk jangan bertindak terlalu mencolok agar kejadian ini tidak memancing konsumsi publik.
Sebaik mungkin mereka bertindak dalam kegelapan.
Apalagi banyak pihak yang sangat penasaran dengan keberadaan Tuan Muda Bright itu.
Di ruang khusus pemantauan ruang angkasa semua sibuk. Mengotak atik layar mengapung di udara menekan banyak kode yang di pastikan hanya orang-orang tertentu yang bisa mengetahui kode-kode itu.
Semua orang was-was menantikan hasil pencarian dari Kode-kode itu.
Semua orang penting yang jarang muncul keberadaannya kini ikut andil dalam mengotak-atik layar yang tidak bisa di lihat itu.
Ini menyangkut kepentingan seluruh pihak. Yang mereka cari sekarang adalah orang penting yang berkuasa.
__ADS_1
Berita kehilangan jejak Jenk sudah langsung terdengar ke telinga Tuan besar Bright. Belum juga sampai sejam kehilangan Jenk berita itu sudah sampai kepadanya.
Reaksi Tuan Bright santai kali padahal ini menyangkut nyawa putranya.
"Ada pihak penyelidikan serahkan Tugas ini untuk mereka. Waktunya mereka bergerak" Ucap santai Tuan Bright sambil terus mengukir kaligrafi di atas kertas lukisan.
Kepala pelayan sekaligus tangan kanan Tuan Besar Bright hanya bisa menghela nafas sudah terbiasa dengan reaksi Tuannya. Padahal berita ini menyangkut keselamatan Tuan Muda.
Reaksi orang tua sultan emang beda ya. Tetapi berbeda dengan Tuan Bright sedangkan Nyonya Bright tidak akan tinggal diam kalau menyangkut kedua buah hatinya.
Makanya berita Jenk tidak di sampaikan kepadanya bahkan di sembunyikan darinya untuk menghindari hal yang tidak di inginkan terjadi.
Tidak ada yang mengetahui rencana dari Tuan besar Bright.
Rasa kuatir sebagai orang tua memang ada tetapi rasa kepercayaan terhadap putranya itu lebih besar sehingga dalam keadaan seperti ini dia menanggapi dengan santai.
"Apakah menemukan petunjuk? ucap seorang kepala pengawal yang berada di ruang pengendalian.
"Belum Tuan kami masih berusaha menemukan titik Tuan Muda" jawab salah satunya sambil tangannya tetap menari di atas layar kontrol.
"Ya tetap lanjutkan" ucapnya setelah melihat sebuah titik di layar terus berpindah tempat.
Memindai seluruh tempat yang ada di Korea bahkan sampai di negara tetangga.
"Tuan kami kehilangan jejak Yang Mulia" ucap seorang pria muda kepada seseorang yang sementara duduk di kursi kebesarannya di ruangan yang serba gelap yang di soroti sebuah cahaya lampu yang temaram.
Wajah kedua orang itu tidak dapat di lihat hanya kedua bola mata yang terus berkedip.
"Hm" hanya deheman yang keluar dari kedua belah bibir tipis yang tertutup rapat itu.
Setelah tidak ada tanggapan dari Tuan yang berada di depannya pemuda itu meninggalkan ruangan yang penuh aura curam dan tak tersentuh itu.
"Sepertinya waktunya akan tiba" barulah pemuda itu berucap setelah lama terdiam.
Hahay teman Readers semua terimakasih kalian semua sudah lama menunggu karya Author yang recehan ini.
Author mau berbagi sedikit cerita kalau Author setelah keluar dari rumah sakit 2 Minggu lalu kakak Author lagi yang di rujuk ke rumah sakit dan sekarang kakak Author masih dalam keadaan kritis atau (Koma) belum ada tanda-tanda akan segera sadar. Selama waktu tidak update ini Author habiskan di rumah sakit dan tempat kerja sehingga Author tidak memiliki waktu hanya sekedar untuk menulis.
Salam damai semuanya.
Terimakasih kalian sudah menanti karya Author yang mungkin kadang tidak masuk di akal jalan ceritanya.
__ADS_1
Mohon kritik dan saran dari para readers semua