Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Menemukan


__ADS_3

Seorang anak muda berpakaian lusuh tampak memasuki sebuah butik ternama untuk membeli beberapa set pakaian.


Pakaian yang Ia kenakan warnanya sudah sangat pudar sehingga penampilannya saat ini seperti seorang pengemis.


"Permisi Nona! Bisa tolong ambilkan saya satu set pakaian dengan warna yang sama seperti ini" ucapnya pada penjual sambil memperlihatkan model pakaian yang Ia mau.


"Eh apa yang kau lakukan disitu? bentak seorang wanita muda menyadari ada pengemis yang masuk.


"Nona tolong carikan saya satu set pakaian yang model seperti ini" ucap anak muda itu menghiraukan perkataan wanita yang kurang menyenangkan.


"Eh semua pakaian yang ada di sini tidak ada yang selevel untukmu. Pergilah jangan mengotori pakaian itu dengan tangan kotormu" ucap Wanita itu lagi.


Anak muda itu memperhatikan tangannya yang bersih hanya pakaian nya saja yang lusuh.


"Nona tangan saya bersih dan juga saya tidak akan mengotori pakaian yang ada di sini. Saya hanya mencari set pakaian seperti ini." ucap pemuda itu masih dalam rendah hati.


"Sebelum saya mengusir anda dengan kata kasar lebih baik silàhkan keluar sendiri" ucap wanita itu.


"Tapi saya tidak melakukan kesalahan Nona? ucap anak muda itu.


"Tapi kau merusak pemandangan orang yang datang shopping" ucap Wanita Muda itu.


"Karena penampilan Saya yang seperti ini membuat Anda memandang saya rendah Nona? Pemuda itu terpancing emosi


"Saya memiliki uang sehingga saya memasuki butik ini tetapi pelayanan anda sungguh sangat mengecewakan" ucapnya lanjut.


"Orang miskin berlagak kaya. Saya sudah seringkali berjumpa dengan orang seperti itu" ucap wanita muda itu tidak mau mengalah.


"Pengawal! Ada pengemis yang tidak mau keluar dari sini" ucap wanita itu.


Dua orang satpam penjaga pintu yang memiliki badan layaknya pengawal memasuki butik.


"Tolong untuk Anda memberikan pengertian" ucap kedua pengawal itu masih memperlakukan anak muda itu dengan halus.


"Nona tolong kemari! panggil pemuda itu kepada gadis muda yang baru tiba.


"Ada yang bisa Saya bantu Tuan? ucap gadis itu dengan sopan.


Rupanya dia gadis yang ramah yang memiliki wajah imut dan cantik.


"Tolong carikan saya satu set pakaian seperti ini" ucap pemuda itu tidak mempedulikan wajah orang-orang yang menatapnya emosi.


"Kita lihat apakah dia sanggup membayar biaya pakaian itu" ucap sinis wanita itu menyerah.

__ADS_1


"Baik Tuan! Mohon tunggu sebentar" ucapnya berlalu untuk mencari setelan pakaian yang di tunjukkan kepadanya.


"Tuan kami masih memiliki satu set kebetulan ini adalah setelan pakaian yang Tuan pilih adalah yang paling terbatas dan juga harganya akan sedikit lebih mahal dari setelan pakaian yang lain di sini" ucap gadis itu menjelaskan pakaian yang di pilih itu adalah yang paling mahal.


"Tidak masalah ambilkan saya satu set. silahkan Nona charge lewat kartu ini" ucap pemuda mengeluarkan beberapa kartu yang ada di dalam plastik yang sudah lusuh membuat orang-orang yang berada di situ terbelalak kaget.


Bukan karena plastiknya tetapi jenis kartu yang berada dalam plastik itu yang membuat mereka shock.


Kartu yang ada dalam genggaman pemuda itu mampu membeli sebuah pulau bahkan lebih.


Bukan hanya satu jenis tapi itu lebih dari dua. Kartu kelas elit semua. Kartu yang hanya beberapa orang dapat memilikinya.


"Baik Tuan" ucap gadis itu dengan cepat melakukan transaksi.


"Palingan itu kartu yang di pungut di jalanan" ucap Wanita itu tidak mau mengakui.


Pemuda itu hanya tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan orang-orang muda jaman sekarang.


Kenapa tak jarang sekali mereka mendeskriminasi orang dari penampilan luar tanpa mengetahui orang lebih jauh lagi.


"Ini Belanjaan dan kartu Anda Tuan. Terimakasih telah berkunjung dan selamat datang kembali nanti" ucap gadis muda itu dengan ceria.


"Terimakasih. Anda pantas untuk menjabat sebagai menejer butik ini selanjutnya" ucap pemuda itu sebelum meninggalkan tempat itu.


"Jaga kata-kata anda Nona. Jangan sampai kata-kata Anda yang menjerumuskan Anda dalam ketidak beruntungan" ucapnya ketika berdiri tepat di depan wanita yang tidak menggubris nya sedari tadi.


"Sebaiknya saya mencari penginapan terlebih dahulu" ucapnya melanjutkan perjalanan sambil menenteng tas yang berisi pakaian yang Ia beli beserta beberapa alat yang tidak di ketahui apa fungsinya.


Sebelum melangkah lebih jauh dari butik itu sebuah mobil hitam melintas di depannya dan berhenti tidak jauh.


Seorang pemuda yang berpakaian resmi keluar dari dalam mobil dan berlari kecil memastikan orang yang berada di depannya adalah orang yang Ia cari.


"Tuan Muda! panggil orang itu dengan sedikit keras dan jejak kegembiraan terdapat dalam kata-katanya.


"Akhirnya saya menemukan Anda di sini" ucapnya setelah berhasil memastikan dia tidak salah mengenali orang.


"Aish" Pemuda yang di panggil yang tidak lain adalah anak muda yang baru saja meninggalkan butik hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Astaga Tuan Muda! penampilan anda kenapa bisa seperti ini? ucapnya melihat tampilan Tuanya seperti pengemis.


"Aish panjang ceritanya" ucapnya


"Bagus akhirnya ada kau di sini"

__ADS_1


"Tolong bawa Saya ke penginapan terdekat di sini" ucapnya langsung masuk mobil begitu saja.


"hah Tuan Muda? pemuda itu seperti orang bego melihat perubahan tuannya itu.


Dengan cepat dia segera berlari ke arah kemudi.


"Bagaimana kabar Tuan Muda? ucapnya tidak tahu mau menanyakan apa kepada Tuannya itu.


"Hah begitu saja" Jawaban macam apa itu.


"Haha maafkan Saya Tuan Muda" ucapnya canggung.


"Ayo tolong bawa Saya ke penginapan terdekat sini. Saya sudah risih dengan pakaian yang Saya kenakan dan belum mandi seharian" ucapnya mendapati badannya sudah penat dan gerah.


"Baik Tuan Muda" ucapnya langsung menancap gas membawa Tuannya ke hotel terdekat setelah mencari lokasi yang tepat sesuai keinginan Tuan Muda nya itu.


Tidak membutuhkan waktu lama setelah mereka tiba di hotel yang ternyata tidak jauh dari tepi pantai.


"Kau kembalih terimakasih sudah mengantar Saya ke tempat ini" ucapnya setelah berdiri di luar mobil.


"Tuan biarkan Saya menemani Anda di sini" ucapnya cepat sebelum Tuan Muda nya itu pergi lagi.


"Tidak apa-apa. Kau kembalih sampai kan salam ku pada yang lain" ucapnya berlalu begitu saja.


"Kalau Anda membutuhkan sesuatu tolong hubungi Saya Tuan Muda" ucapnya tidak membantah perintah mutlak dari Tuan Muda nya itu.


" Pasti" jawabnya sambil mengacungkan jempolnya bahkan sekarang dia tersenyum.


"Tunggu!


"Tuan Muda baru saja tersenyum? ucapnya seperti orang bego.


"Apa yang terjadi padamu selama dua bulan ini Tuan Muda? ucapnya melihat Tuan Muda nya itu dari kejauhan yang sudah masuk ke dalam lobi hotel.


"Tuan! Saya baru saja bertemu dengan Tuan Muda. Dia berada di kota M hotel sky" pesan singkat terkirim ke seberang beserta foto pemuda tadi.


"Hah akhirnya kami menemukan keberadaan mu Tuan Muda" ucapnya menghela nafas lega setelah tertekan selama dua bulan ini.


Hahayyy Sobat Author.


Maaf baru update lagi 😊


Jaga kesehatan selalu 😇

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu dukung ya dengan cara like Vote komentar dari para readers sangat di butuhkan 🥰


Terimakasih sudah berkunjung 🤍


__ADS_2