
"Tuan Muda Anda di minta untuk kembali ke rumah oleh Tuan Besar" ucap seseorang dari seberang telepon.
Seorang remaja laki-laki yang menerima telepon mengernyitkan keningnya bingung.
"Baiklah" jawabnya setelah terdiam sejenak.
Setelah mematikan teleponnya Michael segera menaiki mobil mewah yang menjemputnya kembali ke rumah.
Kediaman keluarga Lee dari sekolah lumayan jauh menempuh 45 menit.
Tidak memikirkan apa yang terjadi Michael memilih untuk memejamkan matanya untuk istirahat karena akibat full membuat dia masih mengantuk.
Sopir yang menjemputnya juga tidak menggangu istirahat Tuan Muda nya.
Waktu perjalanan menempuh jarak setengah jam itu akhirnya berakhir di sebuah kediaman mewah.
"Tuan Muda" panggil pelan sang sopir.
Michael membuka matanya dan mengedip beberapa detik menyesuaikan cahaya matahari siang yang masuk melalui kaca mobil yang sudah di buka.
Michael berjalan pelan menelusuri setiap belokan dari isi rumah hingga berhenti di depan kaca pembatas yang membatasi ruang tengah dan pertemuan.
Dia dapat melihat kalau ada beberapa orang yang jarang muncul juga berkumpul di sana.
Sampai suara teduh membuyarkan lamunannya
"Duduk Michael" itu suara ayahnya.
Tanpa banyak bertanya dia duduk bersebelahan dengan paman ketiga generasi kedua.
Setelah melihat semua orang duduk di depannya segera kepala keluarga Lee mengumumkan apa maksud pertemuan itu.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul maka pertemuan ini saya mulai." ucap kepala keluarga.
"Kalian tentu telah mengetahui bahwa keluarga kita turut mengambil kontribusi kepada pembangunan di daerah selatan" ucapan nya sambil melihat wajah-wajah di depannya yang mengangguk mengerti.
"Seharusnya pembangunan ini menjadi salah satu tanggung jawab kita karena sudah di percaya oleh Black Shadow menghandle proyek ini." ucapnya lagi.
Nama Black Shadow tidak di ragukan lagi. Dia adalah sosok pembisnis yang mengguncang daerah Korea dan bagi orang-orang yang berada di dalam dunia bisnis tentu sedikit mengetahui sepak terjangnya.
Karena pekerjaannya yang menangani segala hambatan dari pesaing bisnis yang berjalan begitu rapi dan bersih membuat orang-orang menjulukinya dengan nama Black Shadow (Bekerja dalam bayangan dan tak terlihat).
Diskusi segera berlanjut banyak dari memberikan solusi dan ada juga yang menyimak.
Menurut dari perkataan yang di dapat sebagian orang mulai paham kalau ada penghianat di antara mereka.
Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang berani melakukan hal tersebut?.
__ADS_1
Perlu di ketahui kalau keluarga Lee di kenal sebagai keluarga bangsawan yang tidak memperebutkan harta maupun posisi.
Mereka sama-sama menjaga apa yang di titipkan oleh leluhur kepada mereka.
Dan mendengar kalau keluarga mereka mengalami kerugian besar karena penghianat membuat mereka meledak.
Siapa yang tidak emosional mendengar kabar buruk ini? Mereka tentu sudah saling mengenal karakter masing-masing bahkan mereka berlomba-lomba bekerja keras untuk menambah kekayaan keluarga mereka bukan memperebutkan harta dan posisi.
Sepertinya orang yang berani melakukan hal ini tentu telah bosan hidup enak di keluarga Lee.
Mendengar kabar ini tidak banyak yang mereka komentar mereka terdiam dalam pikiran mereka masing-masing.
Di sebuah gedung tertinggi di Seoul seorang pemuda dewasa berdiri membelakangi pintu masuk dan menghadap ke indahan kota pada siang hari dari balik kaca tebal.
Seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun berdiri di belakangnya.
"Tuan kalau boleh mengetahui siapa orang yang perlu kami layani" ucap pria itu dengan hati-hati kepada Tuan yang berada di depannya ini.
Auranya saja orang tidak bisa berdiri di dekatnya. Siapa orang yang bisa membuat Tuan mulia ini mau melakukan tugas.
"Orang yang tidak bisa kau prediksi" ucapnya tenang.
Dia memberikan beberapa dokumen terhadap orang itu untuk di baca.
Tanpa menunggu lama pria paruh baya itu membuka amplop cokelat yang di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas yang berisi beberapa informasi.
"Baiklah sekarang kau mengetahui apa yang perlu anda kerjakan" ucap pria dewasa itu.
"Saya mengerti Tuan" ucapnya.
Pria paruh baya itu keluar dari ruangan dengan sedikit keringat di dahinya.
Bohong kalau dia tidak merasakan tekanan berada di dekat Tuan itu.
Padahal dia sendiri adalah sosok yang di takuti oleh seluruh orang besar yang berada di Korea tetapi di hadapan orang yang meminta nya untuk bertemu dia seperti semut yang tidak bisa bergerak leluasa.
Auranya terlalu luar biasa bagi mereka yang orang kecil.
"Benar-benar aura yang menyeramkan" gumamnya menggelengkan kepalanya.
Para bodyguard yang melihat Tuan mereka seperti itu tentu sedikit terkejut. Tentu mereka mengetahui pasti identitas tuan mereka.
Black shadow bukan julukan biasa. Seorang black shadow bahkan berkeringat menghadapi tuan yang berada di ruang itu dan siapa Tuan itu sebenarnya? itulah yang menjadi pertanyaan bagi para bodyguard.
"Ayo kembali" ucapnya menatap asistennya yang berada di belakangnya.
"Baik Tuan" ucap asisten itu dengan tenang.
__ADS_1
"Kalian memiliki tugas untuk melindungi Tuan kecil ini" ucapnya sambil memberikan lembar foto seorang remaja kepada asisten nya.
"Kalian hanya perlu memantau dari jauh dan ingat jangan sampai kalian ketahuan" ucapnya tegas.
"Di mengerti Tuan" jawab asisten itu tidak kalah tegas.
Black shadow masih mengingat jelas dengan pesan yang di sematkan untuknya "Jangan menampilkan diri" Arti dari kata itu sangatlah dalam kalau mereka di haruskan untuk sebaik mungkin tidak menampakkan diri di publik.
Kenapa akhir-akhir ini banyak orang luar biasa yang menemuinya hanya untuk melindungi sosok yang sama dan siapa sebenarnya remaja itu?
Pertanyaan membingungkan dan penuh penasaran serta misterius siapa yang tidak pusing.
Mencoba menyelidiki tetapi tidak menemukan identitas apa-apa selain sekolah di SMA internasional xx Korea itu.
Hanya sebatas tempat belajar selain itu tidak ada petunjuk sama sekali.
Jenk yang kembali dari markas berkunjung ke rumah makan milik kakek Kim.
Sesampainya di sana ternyata warung makan lagi ramai banyak anak muda dan juga orang dewasa yang makan.
Ini sebenarnya restoran tetapi Jenk menamai restoran itu seenak jidatnya dengan sebutan warung makan.
Melihat kedatangan Jenk kakek Kim hanya memberikan senyum dan mengangguk karena restoran begitu ramai membuat semua orang kewalahan.
Melihat masih banyak hidangan dan juga pelanggan yang belum di tanya pesanan Jenk berinisiatif sendiri untuk membantu.
Dia mengambil celemek waiters yang tergantung yang masih bersih dan memasang di pinggangnya.
Kakek Kim juga tidak melarangnya. Semua sibuk mengantar dan mengambil pesanan.
Sampai suara yang sedikit keras menghentikan aktivitas setiap orang.
Dimana di sudut restoran terdapat sepasang kekasih memarahi Seo Oh karena salah memberi pesanan.
Dimana seorang wanita cantik berdiri dengan gaya angkuh menatap Seo Oh.
"Heh restoran kalian memang untuk kalangan bawah ya? pantasan tidak ada orang kaya yang mau makan disini pelayanan kalian terlalu buruk" ucapnya pedas.
"Maafkan ini kesalahan Kami membuat Tuan dan Nona tidak senang" ucap Seo Oh tulus karena memang ini murni kesalahan mereka.
Hai hai hai sobat ๐ Author baru come back nih ๐
Apa kabar kalian semua?
Sehat sehat sehat?
Ya dong harus sehat jiwa muda na
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya