
Di kota X Korea Selatan terdapat seorang wanita cantik yang di kejar beberapa motor sport sambil senjata api di tangan mereka mengincar sebuah sosok yang dengan lihainya menghindari kejaran mereka.
Seperti adu balap di jalanan, mereka berkelok-kelok menghindari setiap kendaraan yang mereka lewati. Dengan lihainya sosok kecil yang menjadi incaran mereka kini sudah terdapat sebuah peluru bersarang manis di betis kaki kanannya.
Membuat laju motornya sedikit lebih lambat dari yang pertama kali mereka mengejarnya.
Darahnya sudah mengalir seperti setitik air hujan di celana legging hitam yang dia kenakan.
Tapi dia memaksa kan diri untuk tidak tertangkap oleh orang-orang itu. Sampai di lampu merah mereka kehilangan jejak wanita itu.
Bertepatan dengan menghilangnya dia dari pandangan orang itu. Penglihatan dia mengabur setelah itu semuanya gelap.
Yah dia pingsan karena kehilangan banyak darah. Peluru yang bersarang di kakinya lumayan tertanam terlalu dalam dan mengenai urat nadinya.
Bertepatan dengan pingsannya dia seseorang menemukan dia.
"Jo kirim seseorang ke jalan xxx seseorang pingsan rupanya dia mengalami sesuatu." ucap orang itu yang tidak lain adalah Jenk yang baru saja pulang sekolah.
Jenk yang baru dari sekolah memutuskan untuk berjalan kaki sambil menikmati pemandangan kota X.
Ketika dia memasuki sebuah jalan sepi dia tidak sengaja melihat seorang yang turun dari motornya berjalan tergopoh-gopoh sambil menyeret kaki kanannya dan belum lama tiba-tiba orang itu jatuh.
Jenk segera menghampiri orang yang terjatuh dan memeriksa yang ternyata pingsan dan mengalami Luka di kaki.
Selang beberapa menit mobil hitam berhenti tepat Jenk berada. Lalu turun beberapa orang yang tidak lain adalah bawahan Jenk sendiri.
"Tuan Muda" ucap mereka
"Tolong bawa dia ke markas dan periksa rupanya dia terluka" ucap Jenk
"Baik Tuan Muda. Apa Tuan Muda mau ikut? tanya salah satu Pengawal itu.
Kenapa dia bertanya seperti itu karena biasanya Jenk yang meminta terlebih dahulu kalau tidak ada perintah para pengawal tidak akan bertindak.
"Tidak. Terimakasih Paman saya mau jalan saja" ucap Jenk
"Baiklah Tuan Muda hati-hati" ucap Pengawal itu sambil masuk ke mobil.
Setelah menghilangnya mobil itu dari pandangan nya Jenk melanjutkan perjalanan tetapi tiba-tiba dia di hentikan oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam layaknya Intel.
"Permisi! apa ade dapat melihat seseorang yang terluka? tanya orang itu sambil menjelaskan ciri-ciri orang yang terluka tersebut yang tidak lain adalah orang yang baru saja di tolong oleh Jenk.
__ADS_1
"Tidak ada" ucap Jenk tegas karena dia sedikit mengerti apa yang mereka tanya kan kepadanya.
Orang itu tidak lagi menanyakan keberadaan orang itu kepada Jenk.
Jenk terus berjalan menikmati keindahan sore hari itu apalagi dengan banyak orang yang berlalu lalang yang sudah pulang dari beraktivitas.
Belum juga jauh dari tempat dia menolong seorang yang sekarat nah sekarang malah dia ketemu seorang anak perempuan yang tengah mau di lecehkan oleh segerombolan pemuda nakal.
"Hei! ucap Jenk dengan nada dingin
Mendengar ada orang yang memanggil, mereka menoleh dan hanya mendapati seorang remaja laki-laki yang bahkan lebih sangat muda dari mereka.
"Lepaskan gadis itu! ucap Jenk lagi
"Kalau tidak kenapa? tanya balik mereka dengan tawa khas yang mengejek.
"Pergi ******** sebelum kami menghajarmu" ucap salah satunya
"Sebelum kalian melepaskan dia saya tidak akan pergi" ucap tegas Jenk
"Wah rupanya kau mau di beri pelajaran brengsek" ucap orang itu lagi
"Kalian tangkap dia dan bawa ke hadapanku" ucapnya lagi yang mungkin menjadi ketua geng
"Ayo kita berolahraga" ucap Jenk sambil menggenggam tas ransel memukul satu persatu orang itu.
Jenk tidak kesulitan menghadapi mereka. Para pengawal yang memantau Jenk dari jauh segera mendekat setelah melihat pemuda itu mau menyerang.
Jenk sudah menghajar mereka terlebih dahulu sebelum mereka membantu.
"Tuan Muda" ucap mereka serempak
"Syukur kalian di sini bawa mereka ke kantor polisi! Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan? ucap Jenk
"Baik Tuan Muda kami mengerti.
Mereka membopong para pemuda itu yang sudah tidak berdaya karena di hajar oleh Jenk.
"Terimakasih Tuan" ucap gadis itu dengan seluruh badannya masih gemetar.
"Baiklah kau boleh pulang sekarang. Jangan kuatir orang-orang itu tidak akan mudah lepas dari penjara" ucap Jenk dengan bahasa Korea yang masih belum fasih.
__ADS_1
"Te__te_rimakasih Tuan" ucap gadis itu lagi sedikit terkejut dengan logat bicara Jenk yang masih kental dengan bahasa Inggris.
Gadis itu langsung berbalik dan sesekali menoleh ke belakang melihat Jenk yang masih menatapnya.
Berulang kali gadis itu mengangguk kan kepalanya tanda dia berterima kasih.
Hal itu tidak luput dari penglihatan Jenk membuat dia sedikit lucu.
"Benar benar lucu" gumam Jenk sebelum pergi dari tempat itu.
Segerombolan pemuda nakal yang telah di bawah oleh pengawal Jenk telah memenuhi ruangan interogasi.
Para polisi di buat bingung dan juga takjub dengan orang-orang yang berpakaian hitam itu yang terlihat sangat santai.
"Cepat urusi mereka. Mereka baru saja mau melecehkan seorang gadis dan beruntung Tuan Muda kami cepat menolong dia." Ucap salah satu pengawal itu dengan nada tegas dan terkesan dingin.
"Baik Tuan akan kami usahakan yang terbaik." ucap polisi cepat sebelum terjadi hal yang di luar pemikiran.
"Kami percayakan mereka kepada Kalian. Awas jangan sampai kalian gagal" ucap Pengawal itu sedikit mengancam.
Para pengawal itu terus memberikan kesaksian untuk para pemuda itu membuat mereka sangat ketakutan untuk di penjara.
Karena bukti yang akurat dan juga kurangnya pertahanan dari pemuda itu membuat mereka harus di jatuhi pidana penjara selama dua tahun. Itu juga karena permintaan dari Jenk untuk hanya memberikan mereka pelajaran agar tidak terjadi lagi di masa depan.
Para pengawal segera keluar dari kantor polisi dan memastikan bahwa hal yang di inginkan oleh Tuan Muda mereka sesuai.
"Tuan para pemuda nakal itu di jatuhi hukum penjara selama dua tahun sesuai dengan yang Tuan Muda perintahkan" ucap orang itu melalui telepon ke Jo yang tersambung langsung ke Jenk.
Nomor telepon Jenk tidak sembarangan orang menyimpannya hanya orang tertentu seperti Daddy, Mommy, Jenny, sama Jo. Sedangkan untuk Yan dia tidak perlu nomor telepon Tuannya karena dia selalu berada di sekeliling Tuan Muda nya dan akan muncul kapan saja.
"Kerja bagus. Jo akan memberikan kalian hadiah" ucap Jenk.
Mereka yang mendengar tentang hadiah tentu sangat senang apalagi yang memberikan mereka hadiah adalah Tuan Muda Bright.
"Terimakasih banyak Tuan Muda" ucap mereka serempak karena memang hp Pengawal itu me loud speaker.
Hai hai hai sobat ๐
Author baru Come back nih ๐
Kerjaan numpuk ๐
__ADS_1
Jangan lupa dukung selalu kakak โค๏ธ