Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Memberikan tanda


__ADS_3

Jenk yang sudah sadar mengerang merasakan seluruh tubuhnya sakit seperti orang yang baru selesai di gebuk.


"Isshhh" Dia mengatupkan kedua rahangnya karena seluruh tubuhnya seperti di tusuk ribuan jarum.


Jenk mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat dia berada dan mengernyit bingung perasaan tadi sebelum pingsan dia melompat di sebuah lorong lah sekarang kenapa dia malah berada di tempat seperti gubuk.


"Ini dimana? gumamnya.


Sambil mengedarkan pandangannya seseorang masuk dan berkata.


"Bagaimana perasaan mu? ucap seseorang dari arah belakang.


Jenk memutar badannya ke belakang dan melihat seorang pria tua paruh baya masuk bersama keranjang bambu yang berisi tanaman herbal.


"Lumayan membaik Kakek terimakasih" ucap Jenk dengan nada sopan.


Walaupun Jenk anak triliuner tetapi dia sangat menghargai orang yang lebih tua bahkan yang lebih muda darinya selama orang-orang itu menghargainya.


"Ini Kakek membuatkan mu ramuan karena beberapa luka lebam terdapat di bagian tubuh mu" ucap kakek tua itu sambil menyerahkan tanaman herbal yang sudah di tumbuk halus untuk di oleskan pada bagian luka luar dari se mangkuk obat yang sudah di rebus.


Jenk menerimanya dengan dua tangan dan meminumnya langsung.


"Terimakasih Kakek" ucap Jenk setelah berhasil meminum ludes rebusan obat itu.


Yah lumayan banyak luka lebam yang terdapat di beberapa bagian tubuh tertentu seperti lutut sikut sama belakang karena daerah itu yang menahan beban tubuhnya pas mendarat tadi.


"Istirahat lah akan memudahkan obat itu bekerja" ucap Kakek itu sebelum pergi.


Jenk mengangguk mengerti dia masih merasa kelelahan dia butuh tidur untuk beberapa saat.


Lain tempat lain waktu.


Di sekolah Jenk terlebih khususnya di kelas sepuluh A. Para penghuni kelas lagi nge gibahin sesuatu topik yang lagi hot.


"Eh katanya sekolah kita mengadakan perlombaan kesenian yang mana ada lomba menyanyi, melukis dan Drama" ucap seseorang.


"Oh yah? trus apa lagi? ucap seorang murid laki-laki yang deman sekali kalau ada perlombaan.


"Katanya kalau yang juara satu nanti akan mendapatkan kesempatan tour ke Prancis dengan biaya gratis di tanggung oleh suatu perusahaan yang bergerak di bidang kesenian" ucap seorang yang rupanya mengetahui pasti kegiatan ini.


"Seriously? saut yang lainnya.


"Dan juga akan mendapatkan kesempatan belajar di bawah bimbingan seorang musisi terkenal di Prancis dan Italia" ucap yang lainnya.


"Wah hebat. Kesempatan emas ini guys jangan di sia-siakan kapan lagi kita memiliki kesempatan belajar di bawah bimbingan seorang musisi terkenal" ucap mereka serempak.


Rupanya berita ini sangat baik untuk kemajuan mereka.


"Kantin yok lapar aku" ucap Park Shin

__ADS_1


"Yok"


Mereka bersama keluar dari kelas menuju kantin dan duduk di tempat biasa mereka nongkrong.


Tidak ada satupun siswa yang berani duduk di tempat mereka entah kenapa para siswa seperti sudah menandai tempat duduk itu adalah tempat duduk kelas sepuluh A.


Oh bukan karena apa ternyata sudah ada tulisan di depan kantin yang terpasang kalau deretan meja yang di susun secara memanjang sudah di booking oleh kelas sepuluh A wajar kalau para murid yang lain tidak memilih untuk duduk di sana.


Mereka bisa mengetahui kalau kelas sepuluh A ada beberapa kumpulan para Tuan Muda dan Nona Muda dari keluarga terpandang.


Para pewaris tahta milik keluarga mereka. Jadi bukan hal tidak wajar kalau mereka membooking tempat itu. Apalagi kantin itu kantin berbayar jadi wajar kalau ada sistem pemesanan tempat terlebih dahulu.


"Oh apakah kalian melihat sesuatu yang berbeda? ucap seorang murid setelah mereka duduk di kantin sekolah.


"Apa maksudmu? ucap yang lainnya karena tidak mengerti arah pembicaraan.


"Cobalah kalian melihat di pintu masuk kantin" ucapnya melihat teman-temannya itu pada loading semua.


Mereka melihat ke arah yang di tunjuk dan tidak menemukan sesuatu hal yang aneh atau apapun itu.


"Apa maksudmu bod0h kau jelaskan lah" ucap yang lainnya hampir menjitak kepala temannya yang hobi sekali memainkan pertanyaan.


"KANTIN INI SUDAH DI BOOKING OLEH KELAS SEPULUH A" ucapnya dengan lantang.


"Kalian lihat kantin ini khusus untuk kita" ucapnya lagi dengan semangat.


"O" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut mereka sedangkan yang lainnya manggut-manggut mengerti.


"Dan kalian tidak ada rasa senang sedikit pun? ucapnya setelah lama terdiam.


"Biasa aja" ucap mereka lagi.


"Arghhh sudahlah malas aku ngomong ma kalian" ucapnya dengan kesal pindah tempat duduk.


"Hahahaha " Mereka tanpa aba-aba tertawa bersama melihat salah satu teman mereka yang usil di usilin balik dan terlihat sangat menyenangkan.


"Wehhh Bod0h itu cuma bercanda" ucap mereka serempak.


"Tau ah" ucapnya kesal.


"Yok lah kemari kau akan jelek kalau merajuk" ucap salah satu dari mereka.


Ibu kantin yang melihat kedatangan mereka segera menghampiri dan menanyakan pesanan mereka apa seperti biasanya atau berbeda.


"Seperti biasanya Bibi" ucap Hyun Narra mewakili teman-temannya.


"Pangeran es kita pergi kemana ya? ucap seorang anak yang pendiam dari dulu mengundang perhatian temannya.


"Tumben Lu ngomong? Tidak salah makan obat? celetuk temannya yang duduk persis di sebelah.

__ADS_1


"Pangeran es kita tidak hadir tapi uang makan bulanan kita tetap tertanggung. Memang teman terbaik" ucap yang lainnya.


"Kau makan melulu yang kau ingat" saut yang lainnya beserta hadiah paling laris menoyor kepala teman.


"Sudah berapa kali aku katakan jangan menyentuh mahkota emas ini. Apakah kau tidak mengetahui seberapa besar buah semangka yang aku jual untuk merawat rambut ini" ucapnya menghempaskan tangan temannya dari kepala.


"Oh ma dear maafkan aku yang Tampan ini" sambil memasang wajah pose.


Ckck Teman-temannya yang lain sudah bosan dengan kelakuan laki-laki satu ini. Narsisme yang sangat tinggi emang sih orangnya tampan.


"Heh kalian tidak mau makan? ucap Hyun Narra sama mereka.


Melihat hidangan mereka sudah tersedia mau tak mau perdebatan yang sedikit lagi akan memanjang harus terpaksa di berhentikan kalau tidak jatah makan siang mereka akan ludes di lahap oleh manusia rakus.


Jenk yang sudah terbangun dari tidurnya segera melakukan sesuatu yang mungkin menjadi petunjuk keberadaannya.


Karena dia yakin berita kehilangan nya ini akan menggemparkan seluruh pihak petinggi yang berada di bawah pimpinan ayahnya.


Bisa-bisa dunia kacau. Apalagi Mommy nya atau Nyonya Bright tahu tentang keberadaan nya yang menghilang akan lebih repot.


Jenk juga sedikit menyadari kalau tempat dia berada saat ini tidak bisa di jangkau oleh alat yang dia miliki karena dia merasakan keanehan di tempat ini.


Dia bangkit berdiri dan mencari sesuatu yang mungkin menjadi petunjuk.


Dia meraba-raba tubuhnya dan menemukan yang mungkin menjadi petunjuk.


"I got u" ucapnya memegang permata kalung yang tergantung indah di lehernya.


Dia membongkar permata menjadi dua yang mana di balik belahan permata itu terdapat benda kecil yang sangat penting untuknya.


Tidak ada yang mengetahui apa fungsi dari benda itu selain Jenk sendiri.


"Ah Thank you kau masih di sini. Aku membutuhkan pertolongan mu." ucap Jenk setelah berhasil mengeluarkan benda kecil itu.


"Si kecil siap menerima perintah" suara seperti suara robot berasal dari benda kecil itu.


"Apakah kau bisa memberikan sinyal kepada orang-orang di camp kalau aku baik-baik saja' ucap Jenk menatap benda kecil itu.


"Di kecil sanggup Tuan" ucapnya.


Benda kecil itu melepaskan diri dari tangan Jenk dan memutar di udara sebuah cahaya kehijauan seperti cahaya laser meluncur dan menghilang begitu saja.


"Perintah telah di laksanakan" ucap benda kecil itu langsung bergabung dengan permata yang berada di kalung Jenk tanpa menunggu perintah selanjutnya.


"Baiklah sekarang tinggal mencari tahu maksud dari semua ini" gumam Jenk.


Hahay sobat Author.


Author baru kembali dari perjalanan panjang.

__ADS_1


Sebagai informasi tambahan Author tidak akan update untuk beberapa hari kedepan karena hp author mau di servis dulu. Ada kendala.


Have a nice evening☺️😊


__ADS_2