
Perjalanan yang tidak begitu jauh akhirnya bis yang mereka tumpangi tiba.
karena waktu sudah mau hampir sore anak-anak segera menuju kamar mereka masing-masing ketika sudah selesai registrasi data.
Satu kamar di tempati oleh dua orang murid sehingga tidak memakan banyak biaya dan juga tempat.
Jenk dan Yan satu kamar dan Yan juga langsung meminta tuan nya untuk membiarkan Ia memesan satu kamar tidak mungkin dia tinggal satu kamar dengan majikannya. Dalam adat kesopanan itu sangat tidak boleh bagi mereka kaum bangsawan rendah.
"Aku tidak apa-apa Yan. Kita sekarang datang sebagai rekan bukan sebagai Tuan dan bawahan oke? ucap Jenk mengetahui maksud dari perkataan Yan.
"Tapi Tuan Muda" ucap Yan kondisi seperti ini baginya sangat kurang ajar untuk Tuannya.
Karena adat dan juga aturan dalam masa kerajaan itu akan mendapatkan hukum gantung atau eksekusi.
"Sekarang kita berada di era modern oke" ucap Jenk menghentikan perkataan Yan.
"Baiklah Tuan Muda" Yan juga tidak protes lagi mengetahui perintah Tuan adalah mutlak.
waktu malam telah tiba semua orang sudah berkumpul di ballroom hotel sesuai dengan pengumuman sebelumnya.
Semua anak-anak sudah berkumpul. Mereka menggunakan pakaian seadanya yang sopan karena ini hanya pesta sambutan kecil.
Anak-anak muda mengenakan kemeja serta celana kain.
Minuman yang di sajikan terdapat anggur dan jus dan banyak makanan yang tersaji.
"Baik Selamat datang buat teman-teman dari Korea Selatan dan kita juga kedatangan teman-teman dari Indonesia dan China" ucap Pembawa acara menyambut kedatangan beberapa tamu.
Yah dalam studi tour kali ini bukan hanya teman-teman dari Korea tetapi ada juga dari Indonesia dan China.
Barulah saat itu seluruh murid dari Korea menatap teman-teman dari negara lain.
Bukan hanya mereka yang semuanya siswa laki-laki dari negara China dan Indonesia ada murid perempuan.
Anak-anak yang memiliki keramah-tamahan yang baik mereka segera mendekat dan saling menyapa lain lagi yang memiliki kesulitan berinteraksi dengan orang lain.
__ADS_1
Mereka hanya menonton dalam diam hampir semua murid larut dalam berkenalan dan bertukar informasi tentang kebudayaan dan juga tentang keindahan negara mereka masing-masing.
Berniat mengajak kalau mereka ada kesempatan untuk liburan di negara mereka dan merekomendasikan beberapa destinasi wisata yang patut mereka kunjungi.
"Baiklah untuk kelanjutan acara silahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia" lanjut pembawa acara.
Setelah menyampaikan beberapa informasi terkait kegiatan mereka selama berada di Italia ini tidak ada lagi penyampaian lainnya dan mempersilakan semua tamu undangan untuk menikmati hidangan.
Jenk dan teman-teman yang memang sudah lapar segera menuju tempat makan dan mengambil sesuai porsi mereka masing-masing.
Acara malam itu begitu hikmat saling mengenal dan bertukar membuat beberapa murid memiliki pengetahuan lainnya.
Kebudayaan yang berbeda dan adat-istiadat benar-benar mengubah pandangan para sultan muda.
Sampai Jam sepuluh malam pesta berakhir dan semua siswa kembali ke kamar mereka masing-masing dan menyiapkan tenaga ekstra untuk aktivitas keesokan paginya.
Malam telah berlalu di gantikan oleh mentari pagi yang menampilkan pesona nya tidak mau kalah dengan keindahan bulan pada malam hari.
Memberikan perasaan hangat dan semangat untuk penghuni bumi.
Tuan Alexander kembali muncul dan menyapa anak-anak.
"Selamat pagi anak-anak sudah siap" tanya nya semangat.
"Siap" jawab murid serempak.
"Baiklah perjalanan di mulai. Kita akan mengunjungi salah satu museum peradaban negara Eropa" ucap pembina itu sambil mempersilahkan seluruh murid menaiki kendaraan masing-masing yaitu bus pariwisata yang menjemput mereka.
Keberadaan museum tidak terlalu jauh dari tempat mereka menginap hanya menempuh waktu 25 menit.
Memasuki museum yang begitu besar dengan gaya desain kerajaan Eropa pada abad pertengahan.
Banyak murid mengabadikan setiap sudut museum itu bahkan mereka tidak terlalu mendengarkan penjelasan dari pembina.
"Eh lihat bukankah ini lukisan antik yang beberapa tahun lalu menggemparkan dunia para pelukis dan peneliti barang antik dari Pelukis terkenal si Keindahan malam " pekik seorang siswa terkejut.
__ADS_1
Seluruh mata tertuju kepadanya dan juga lukisan yang menggambarkan sebuah dunia yang gelap dan hanya setitik cahaya yang menyinari dunia itu tanpa penghalang sama sekali.
"Ah kau benar ini adalah lukisan yang melegenda itu. Aku tidak bisa menyangka kalau lukisan yang menjadi mitos ini benaran ada" ucap seorang murid karena dia juga salah satu penggemar barang antik karena keluarganya memiliki hobi mengoleksi barang antik.
"Benar kah? sepertinya sangat luar biasa" saut yang lainnya mendengar ucapan satu teman mereka.
"Yah menurut sejarah dan cerita leluhur kalau lukisan ini di lukis oleh seorang legenda pelukis dan juga seorang ahli beladiri yang di beri julukan Keindahan malam karena setiap lukisan nya hanya tentang kegelapan dan sebuah cahaya" ucap Seorang anak itu yang menunjuk lukisan itu pertama kali tadi dengan nafas memburu karena terlalu senang dan juga mengingat cerita para tetua di keluarga.
Seorang murid itu adalah berasal dari keluarga bangsawan yang berada di negara China. Sebuah keluarga yang masih mempertahankan sejarah dan budaya kerajaan abad pertengahan jadi wajar anak itu mengetahui sedikit dan menjunjung tinggi nilai yang di terapkan oleh leluhur keluarga mereka.
"Seharusnya lukisan ini tidak muncul tetapi tidak tahu kenapa bisa muncul di sini" lanjut murid tadi sambil merenungkan sesuatu.
"Kenapa? penasaran yang lainnya.
"Karena ada cerita di balik lukisan itu sehingga semua lukisan dari penulis Tuan yang Agung di sembunyikan dan tidak di munculkan lagi" ucap Murid itu dengan wajah yang di tekuk.
Semua mata menuju ke arah lukisan yang menjadi topik pembahasan itu.
"Ah ini adalah lukisan antik yah mungkin kalian pernah dengar cerita di balik lukisan ini yang walaupun hanya sejarah bahkan mitos tetapi buktinya lukisan ini berada di hadapan kalian. Lukisan ini di bawah oleh seorang Tuan untuk di abadikan di dalam museum ini sebagai bukti kalau leluhur dari pemilik lukisan ini sangat menyayangi adiknya." ucap pemandu wisata.
Katanya bukan hanya satu lukisan yang di tempatkan di beberapa museum terkenal di dunia. Tujuan saat ini untuk menemukan petunjuk kalau orang yang bersangkutan dengan lukisan tersebut bisa menjumpai nya dan menggali ingatan yang mungkin sudah terkubur karena waktu.
Semua orang diam termasuk Jenk dan Yan.
Semua orang kembali menelusuri seluruh isi museum ternyata banyak lukisan yang menjadi legenda juga sampai penulis terkenal saat ini.
Semua orang sibuk merekap dan merekam serta menulis setiap detail yang di sampaikan untuk menjadi bahan referensi mereka kedepannya.
Tak lupa kamera digital yang tergantung di leher beberapa siswa yang membawa kamera untuk mengambil gambar banyak.
Siang hari seluruh siswa kembali ke tempat mereka masing-masing menginap. Dan acara selanjutnya akan di adakan di sebuah yayasan yang mengumpulkan banyak anak-anak yatim piatu yang menghasilkan beberapa karya mereka.
Bersambung>>>>>>>>
***Jangan lupa bantuan rate cinta semua.
__ADS_1
Salam Minray***