
Keributan itu mengundang perhatian pengunjung karena keberadaan mereka yang mencolok membuat seluruh mata tertuju tanpa halangan apapun.
"Maaf Nona dan Tuan saya akan membawa kembali pesanan Tuan dan Nona" ucap Seo Oh dengan mengangguk kepala beberapa kali.
prakkk
Itu suara tamparan dari wanita yang berdiri sombong itu.
Tamparan itu lumayan keras membuat Seo Oh terjatuh. Jelas sekali bekas tamparan di pipinya.
Lama Seo Oh memegang pipinya yang perih. Menarik nafasnya dalam-dalam untuk tidak mengumpat.
"Maaf Tuan dan Nona membuat Anda berdua tidak nyaman" ucap Seo Oh menggertakkan giginya.
Lagi-lagi wanita sombong itu mengangkat tangannya untuk menampar kedua kalinya.
"Anda tidak bisa main kekerasan disini silahkan Anda mengangkat kaki sebelum bodyguard di luar mengusir anda berdua" Suara dingin memasuki Indra pendengaran semua orang.
"Kami memang bersalah tetapi Anda tidak memiliki hak untuk harus menampar karyawan. Kalau Anda menolak untuk di perlakukan semua aksi Anda terekam oleh CCTV dan Anda bisa menuntut Saya kalau merasa tidak puas dan ini kartu nama saya" ucap suara itu lagi.
Semua orang dapat melihat seorang remaja blasteran Asia Eropa itu berdiri tenang menatap dingin kedua pasangan itu.
Dan tangan wanita itu merasakan ngilu akibat di remas oleh Jenk.
"Lepaskan br£ngsek" wanita itu meringis.
"Hati-hati dengan kata-kata Anda Nona" ucap Jenk mengalihkan perhatian dari Seo Oh kepada wanita itu.
"Apa anda tidak memiliki rasa bersalah telah menampar wajah teman saya Nona? ucap Jenk lagi masih setia menatap tajam wanita itu.
"Heh seharusnya kalian yang meminta maaf telah membuat pelanggan marah" ucap wanita itu dengan kata-kata bodohnya.
"Apakah anda membutuhkan wartawan untuk menyiarkan permintaan maaf Anda Nona? Ucap Jenk pelan-pelan tetapi makna kata-katanya sangat dalam.
"Apakah kau tidak mengetahui siapa pacar saya? ucap wanita itu menatap balik Jenk.
Jenk mengangkat kedua alisnya apakah wanita ini bodoh tidak bisa membaca situasi.
Di berikan kesempatan untuk tidak mempermalukan diri malah masih tetap ngotot.
"Saya tidak perlu mengetahui siapa Anda berdua tetapi yang Saya inginkan Anda meminta maaf sebelum para bodyguard di luar menyeret anda berdua" ucap Jenk tepat di telinga wanita itu.
Wanita itu tertegun sejenak sebelum menoleh ke arah luar jendela dan benar saja di sana sudah ada beberapa bodyguard dan juga wartawan.
Astaga ini akan menjadi masalah besar Siapa yang mengundang banyak wartawan di luar.
Wanita itu mendengus dan mengambil tasnya langsung keluar tidak mempedulikan Jenk dan Seo Oh yang berdiri di dekatnya.
Melihat kekasihnya keluar pemuda dewasa tadi juga tidak tinggal diam langsung menyusul kepergian wanita sombong itu.
__ADS_1
Melihat kedua orang yang seharusnya berpendidikan tetapi memiliki attitude buruk membuat dia menggelengkan kepalanya tidak berdaya.
Banyak anak-anak muda sekarang melupakan attitude karena masalah latarbelakang yang berpengaruh atau apapun.
Bahkan yang triliuner lebih rendah hati dari pada orang kaya baru.
Tetapi tidak sedikit juga anak-anak muda yang konglomerat tetap merakyat.
Salah satunya Jenk walaupun dia tidur di atas tumpukan kekayaan tetapi tetap juga dia jajan di pinggiran jalan.
"Kembalilah kakak perlu mengompres pipi kakak memerah" ucap Jenk melihat pipi kiri Seo Oh yang memerah dan sudah membengkak.
"Terimakasih" ucap Seo Oh membungkuk sedikit sebagai ucapan terima kasih.
Jenk kembali ke dapur begitu juga keramaian kembali melanjutkan makan mereka.
Seolah yang terjadi tadi adalah angin lalu. Siapa yang tidak mengetahui kalau sepasang kekasih tadi adalah anak orang berpengaruh di Korea tetapi Jenk tidak peduli.
Kalau merasa di permalukan dan mereka menuntut dia dengan tangan terbuka akan menerima mereka.
Sultan mah bebas tidak ada yang di khawatirkan.
Hyun Ji yang melihat Seo Oh membawa kotak P3K langsung merampas kotak itu dan menarik tangan Seo Oh untuk duduk diam.
"Biarkan aku saja yang mengobati sendiri. Ini tidak apa-apa" ucap Seo Oh kembali merampas kotak itu.
"Diam biar aku yang mengobati" ucapnya sambil mengompres pipi bengkak Seo Oh.
"Aku tidak apa-apa..." belum juga Seo Oh melanjutkan perkataannya sudah mendapatkan tatapan tajam dari patung es di depannya yang masih sibuk mengompres pipi nya.
"Ushh" Seo Oh sedikit meringis ketika air menyentuh ujung bibirnya yang berdarah.
"Apakah sakit? ucap Hyun Ji lembut.
Astaga author jadi terjungkal sendiri mendengar nada lembut ini.
Seo Oh hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ini memang sedikit parah kau nanti akan sedikit kesulitan saat makan" ucapnya melanjutkan aktivitasnya mengoleskan alkohol dengan kapas di luka yang berada di samping bibir Seo Oh.
"Sudah selesai istirahat lah biar aku yang melanjutkan pekerjaanmu" ucap Hyun Ji menata kembali isi kotak obat.
"Tapi pelanggan masih ramai" ucap Seo Oh tidak enak hati.
"Kau istirahat saja masih banyak anak-anak di depan yang membantu" ucapnya melihat kedepan.
Benar saja di luar ruangan terdapat beberapa remaja laki-laki yang mondar-mandir membawa pesanan.
"Siapa mereka? tanya Seo Oh sedikit penasaran dari mana datangnya remaja-remaja itu apa lagi mereka memiliki wajah tampan di atas rata-rata.
__ADS_1
Dilihat dari penampilan mereka bukan anak yang berasal dari ekonomi rendah.
"Sepertinya mereka adalah teman-teman dari Tuan Muda Jenk" ucap Hyun Ji.
Bukan karena apa Hyun Ji memanggil Jenk dengan sebutan Tuan Muda. Di lihat dari cara berbicara dan juga cara jalan hingga pemberian tips yang tidak sedikit membuat Hyun Ji menyimpulkan bahwa Jenk berasal dari keluarga yang terhormat.
Aura darah bangsawan milik Jenk memang tidak bisa di sembunyikan membuat siapapun yang menatapnya terpesona dan segan.
Mereka yang berasal dari keluarga yang tidak ada apa-apanya tentu memanggil sosok seperti Jenk dengan sebutan Tuan Muda.
Dan juga Hyun Ji tidak merasa rendah diri ketika memanggil Jenk dengan sebutan Tuan Muda.
Panggilan itu memang cocok untuk Jenk karena kerendahan hati yang dia miliki.
"Hm kau benar terimakasih aku akan istirahat" ucap Seo Oh memecahkan lamunan Hyun Ji.
Kembali ke depan anak-anak remaja laki-laki yang baru saja bergabung tampak terorganisir menata makanan di setiap meja pelanggan.
Dengan penampilan mereka yang terlihat mencolok membuat ratusan mata tidak mudah berpaling dari mereka.
Pelanggan tahu pasti kalau anak-anak remaja ini bukan pelayan di warung makan ini apalagi mereka memiliki ketampanan dan penampilan di atas rata-rata.
Banyak yang mengira kalau mereka adalah grup Idol yang baru bergabung.
"Ah ibu aku akan selalu berkunjung ke rumah makan ini" ucap seorang remaja perempuan yang masih duduk di bangku SMP kepada ayah dan ibunya.
Orang tuanya hanya menggelengkan kepala melihat antusiasme di wajah putri mereka.
"Oppa boleh aku mengambil gambar mu? ucapnya melihat salah satu teman Jenk membawakan pesanan mereka.
Ji Joon tersenyum tipis dan mengangguk.
"Oppa boleh aku mengambil gambar teman-teman oppa juga? ucapnya lagi.
"Boleh tetapi setelah pesanan mu habis" ucap Ji Joon menatap gadis remaja di depannya.
"Baiklah aku akan meminta gambar Oppa nanti" ucap gadis itu kembali menatap makanan yang ada di atas meja.
"Selamat menikmati Tuan dan nyonya" ucap Ji Joon sebelum meninggalkan meja sepasang keluarga itu.
Hai hai hai sobat 👏 Author baru come back nih 😀
Apa kabar kalian semua?
Maaf banyak yang meminta untuk segera update banyak. Author sendiri juga usahakan tetapi Author memiliki keadaan drop selama tiga hari ini karena pekerjaan di dunia real.
Hmm Mohon dukungan dari para readers ya ☺️
Jangan lupa tinggalkan jejak like Vote dan komentar terimakasih
__ADS_1