Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Kedatangan Nyonya dan Tuan Bright


__ADS_3

Di sebuah ruangan presidential suite terdapat beberapa pengawal yang berdiri di sepanjang lorong kamar itu dan beberapa pengawal di dalam ruang tengah berdiri seperti patung.


Di ruang sofa terdapat dua orang tua paruh baya yang masih terlihat muda.


Mereka tengah berbincang ria menanti kedatangan seseorang.


Seorang gadis cantik dengan penampilan seperti biasanya menggunakan pakaian ala cewek tomboi dengan rambut di biarkan tergerai serta kacamata hitam besar menutupi sebagian wajahnya menyisakan bibir tipis warna alami.


Melangkah masuk ke lobi. Para pengawal yang sudah menanti kedatangan nya segera menyambut.


Seluruh tempat itu sudah di blok tidak mengijinkan siapapun bahkan kamera pengawas sudah di retas untuk menghilangkan jejak kalau ada yang ingin mencari tahu keberadaan orang besar itu.


"Nona Muda! Tuan dan nyonya sudah menunggu kedatangan Anda" ucap salah satu Pengawal menyambut gadis itu.


"Baiklah antar aku kesana" ucapnya santai.


Tidak lama kemudian suara dentingan lift tanda kalau mereka sudah tiba di lantai tujuan.


Para pengawal yang berada di sepanjang koridor lantai ini membungkuk hormat kepada sosok gadis yang mengangkat tangannya untuk tidak melakukan hal itu.


Dengan cepat para pengawal itu mempersilahkan gadis itu masuk.


"Hai Mom! Dad!" ucap girang gadis itu sekarang wajahnya terlihat sangat ceria dan berwajah kekanakan.


"Oh kesayangan Mommy! Mommy sangat merindukan mu sayang" ucap Nyonya Bright bangkit berdiri memeluk Putrinya itu.


Terakhir kali beberapa bulan yang lalu setelah kedatangan Putranya ke Korea dia bertemu. Tentu dia sangat merindukan putrinya yang sudah dewasa ini.


Yah dia adalah Jenny. Dia melakukan penerbangan lagi setelah semua jadwalnya di kosongkan hanya sekedar untuk menyaksikan pertandingan sang adik tercinta.


Berita kedatangannya tentu di ketahui oleh nyonya dan tuan Bright karena dia yang memberitahu mereka untuk menyaksikan pertandingan sang pangeran kecil.


Bahkan Jenk tidak mengetahui kedatangan kakaknya yang baru seminggu yang lalu kembali ke Amerika sekarang datang kembali.


Mengetahui orang tuanya datang ke Korea bahkan sang Mommy tercinta yang jarang meninggalkan kediaman sekarang memaksa sang Daddy yang super sibuk datang hanya sekedar menyaksikan pertandingan nya yang bahkan itu yang awalnya terlihat biasa saja menjadi luar biasa karena kedatangan orang-orang terkasih.


Tentu ketika kau mengalami kesuksesan yang walaupun bagimu atau bagi orang lain biasa saja tetapi ketika kesuksesan itu di saksikan langsung oleh orang terdekat mu tentu menjadi berbeda. Rasa seperti itu yang di alami oleh Jenk sendiri ketika mendengar sang mommy mengatakan kalau dia menyaksikan pertandingan nya secara langsung.


Orang tuanya yang sangat super sibuk masih memberikan waktu hanya sekedar menyaksikan pertandingan nya.

__ADS_1


Di sinilah Jenk berada setelah berhasil menyelinap keluar dari grup teman.


Dia berjalan ke arah tempat yang di tuju dengan penampilan yang tidak terlalu mencolok dan tidak menarik perhatian dia berjalan dengan tenang memasuki lift.


Para pengawal yang berada di koridor yang sedikit merasa familiar dengan anak remaja yang berjalan santai segera menyapa.


"Maaf apakah anda ada keperluan datang kesini? ucap pengawal sedikit membungkuk untuk memastikan mereka tidak salah mengenali.


"Aku mau bertemu Daddy dan Mommy" mendengar suara familiar.


"Silahkan Tuan Muda maaf atas kelancangan kami menahan Tuan Muda! ucap pengawal yang bertanya tadi.


"Paman sudah melakukan yang terbaik" ucap Jenk berlalu masuk.


"Tuan! Tuan Muda telah tiba" ucap seorang pengawal melaporkan.


"Biarkan dia masuk" ucap Tuan Bright.


Begitu Jenk mau melangkah ke dalam ruangan tiba-tiba di kejutkan oleh sebuah suara yang tidak asing dan sedikit berisik.


"Tararrraaa Welcome my boy! ucap Jenny mengeluarkan sebagian kepalanya dari balik pintu dengan dua balon di tangannya yang berisi kertas warna warni telah pecah membuat partikel-partikel kecil dari guntingan kertas warna warni itu berhamburan keluar.


Mengambil jadwal cuti mengosongkan seluruh jadwalnya.


Seolah profesi modelnya itu tidak terlalu penting padahal itu adalah impian dia sedari kecil.


"My boy selamat ya akhirnya adik kecil ku ini mewujudkan salah satu impian kecilnya dengan sederhana" ucap Jenny mengecup singkat pipi adiknya.


Kecupan seperti ini sudah biasa Jenk dapatkan dari kedua orang terkasihnya siapa lagi kalau bukan Mommy dengan sang sista satu ini.


Kalau Tuan Bright palingan mencium puncuk kepalanya.


"Oh my dear! My baby boy sudah besar sekarang" ucap Mommy nya dengan mata terharu bahagia.


Bangga terhadap Putranya ini yang sudah beranjak dewasa dan berpikir dewasa tidak sesuai dengan usianya.


"Congratulation Son! ucap Tuan Bright memeluk Putranya tidak kalah bangga juga mendapati Putranya meraih juara dengan cara berbeda keluar dari identitas nya.


Tuan Bright bangga memiliki kedua anak jenius yang selalu memiliki cara untuk tidak terikat dengan identitas mereka.

__ADS_1


Mereka bergerak bebas tanpa kekangan dari mereka. Tapi Tuan Bright selalu memantau mereka dari jauh.


"Terimakasih Daddy Mommy dan dearest sist telah datang ke acara pertandingan basket Prince! Ucap Jenk


"Sebenarnya Daddy dan Mommy tidak usah datang ini hanya pertandingan kecil" ucap Jenk.


"Prince! tidak ada kata tidak bisa jikalau itu bersangkutan dengan kedua anak Daddy dan Mommy" ucap Nyonya Bright cepat mengelus kepala putrinya yang sedang bersandar.


"Apalagi ini pertandingan pertama pangeran kecil mommy tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja" ucapnya lagi.


"Jadi acara puncak pesta malam ini Daddy yang mengatur? ucap Jenk yakin pasti ini ada hubungannya dengan kedua orang tuanya itu.


"Bukan. Itu Mommy yang mengatur karena mommy tahu dengan cara ini mommy ikut meramaikan kemenangan kesayangan Mommy ini" yang jawab adalah Nyonya Bright sedangkan Tuan Bright hanya mengiyakan saja.


Yah kedua orang tuanya ini paling mengerti dengan keinginan nya tidak mengijinkan kedua orang tuanya untuk mengekspos keberadaan dirinya.


"Daddy dan Mommy baru terbang tadi pagi jam sembilan dari sanghai." Lanjutnya lagi.


Sungguh Jenk sendiri sedikit terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya ini setelah mendapatkan pesan dari Jo dan meminta dia untuk bertemu mereka.


"Prince maafkan Mommy dan Daddy karena tidak akan lama berada di Korea. Daddy dan Mommy harus segera kembali ke rumah si kecil Cleo sendirian" ucap Mommy.


Cleo yang tidak lain adalah si puppy kecil yang di temukan Jenk di pinggiran jalan kedinginan ketika Jenk masih di Cina dulu.


Jadi si kecil Cleo inilah yang selama ini menemani nyonya Bright di rumah jadi wajar kalau Cleo adalah anak ketiga nyonya Bright.


"Bagaimana kabar Cleo mommy? ucap Jenk mengingat si puppy kecil ini.


Dia masih ingat waktu dia membawa Cleo di rumah masih bayi mungkin sekarang puppy itu sudah besar.


"Dia sehat dan sudah besar sekarang" ucap Nyonya Bright.


Hai hai hai sobat 👏 Author baru come back nih 🥰


Apa kabar kalian?


Sehat sehat sehat?


Terimakasih sudah selalu dukung Author dengan cara readers masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2