
Seorang remaja laki-laki duduk di sebuah kursi kebesaran dan seorang pria paruh baya berdiri di depannya melaporkan situasi perusahaan BB entertainment saat ini.
Sudah lama Jenk tidak berkunjung ke perusahaan ini.
Perusahaan entertainment ini adalah perusahaan pertama yang di dirikan oleh Jenk pada saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Dia menanam modal waktu dia masih duduk di bangku sekolah dasar dan mulai resmi mendirikan perusahaan BB entertainment di saat masuk sekolah menengah pertama.
"Apa ada yang bisa saya bantu Tuan Muda? ucap direktur BB entertainment selaku pengelola kepercayaan Jenk.
"Kau kembalilah dahulu bawakan semua dokumen yang perlu saya tinjau" ucap Jenk
Tidak lama sekretaris direktur membawa beberapa dokumen kepada Jenk.
Jenk memeriksa sebentar karena semua dokumen itu sesuai yang diharapkan olehnya tidak ada yang mengecewakan.
"Semua ini tidak ada masalah hanya perlu menambahkan beberapa poin. Semua poin yang perlu di koreksi sudah saya tambahkan tinggal kalian menyusun ulang" ucap Jenk mengangguk puas dan menyerahkan kembali dokumen itu.
"Baik Tuan Muda" ucap direktur menyerahkan kembali dokumen kepada asisten nya.
Setelah mendiskusikan beberapa hal Jenk kembali ke apartemen.
Tring tring!
Bunyi dering telepon dari Jenk dan melihat si penelepon ternyata dari sang kakak tercinta.
"Prince kau ada waktu? ucap Jenny dari seberang telepon
"Kakak bisakah menanyakan kabar adiknya dulu? ucap Jenk dengan nada mengeluh mendengar suara kakaknya di seberang telepon heboh.
"My boy bagaimana kabar mu? ucap Jenny sedikit terkekeh di seberang telpon melupakan sesuatu hal yang seharusnya dia tanyakan karena terlalu semangat.
"Umm baik dearest sista ada keperluan apa? tanya Jenk.
"Prince sebentar lagi your sista mendarat di Korea. Apakah kau ada waktu? ucap Jenny memainkan gelas yang berisi anggur di dalamnya.
Melihat jam di tangannya Jenk berkata: Tidak. Apakah dearest sista mau di jemput? ucap Jenk
"ah itu bagus. Boleh kalau prince lagi free" ucap Jenny
"Mau berapa mobil yang menjemput? ucap Jenk bercanda.
"Anak kecil ini. Kakak datang hanya dengan asisten" ucap Jenny
__ADS_1
"Baiklah dua puluh menit sudah akan tiba di bandara" ucap Jenk.
Setelah mematikan teleponnya Jenk meminta Jo untuk menyediakan dua buah mobil menjemput sang kakak.
Senyum tipis muncul di wajahnya. Kakak nya ini selalu muncul dengan tiba-tiba.
Dua buah mobil Range Rover keluar dari bagasi bawah tanah. Jenk dan Yan beserta beberapa pengawal di belakang yang mengawal mereka secara diam-diam.
Dua puluh menit mereka sudah tiba di bandara dan pesawat yang di tumpangi oleh Jenny juga sudah mendarat.
Seorang gadis yang biasa menggunakan setelan gadis tomboi keluar dari pintu gerbang arrival.
Gadis itu adalah Jenny dengan seorang asisten wanita muda yang berpenampilan hampir sama dengan penampilan Jenny di depan.
Jenny dengan lollipop pelangi di tangannya beserta kacamata hitam menutupi seluruh area mata bertengger manis di hidung mancungnya beserta topi warna putih di kepalanya.
Penyamaran Jenny kali ini akan sulit di ketahui oleh orang lain. Masing-masing gadis ini menarik koper mereka sendiri.
Jenk yang sudah menunggu di depan pintu kedatangan tersenyum ketika melihat kakaknya yang tidak pernah berubah penampilan kalau sudah keluar dari profesinya sebagai model.
Jenk segera menghampiri sang kakak yang datang dengan koper dan lollipop di mulutnya.
Kadang Jenk bingung apa kakaknya ini sudah dewasa atau masih remaja? di lihat dari penampilannya seperti bukan wanita karir terlihat seperti badgirl.
Berulang kali Jenk mengeluh untuk jangan memperlakukan dirinya seperti anak kecil tetap saja kakaknya yang satu ini selalu melakukan apa yang dia mau.
Dengan kesal Jenk menggerutu mengusap pipinya.
"Kebiasaan" ucap Jenk.
"My boy kamu semakin tampan saja apakah sudah dapat pacar? dimana pacarnya? biarkan kakak menemuinya dan memberikan dia hadiah pertemuan" ucap Jenny dengan semangat seolah calon adik iparnya itu berada di depannya.
"Dearest sista nanti saja ya di keep saja hadiahnya itu" ucap Jenk menahan kesal
"Ah kenapa begitu? beritahu saja nomor rumahnya biar kakak langsung ke sana" ucap Jenny.
Jo dan Yan hanya memalingkan wajah mereka dari tatapan Jenk dan menahan tawa melihat muka Jenk sudah berwarna merah entah itu marah apa malu.
Jenk akan selalu kalah jika sudah berhadapan dengan ke kepo-an Jenny yang tingkat dewa.
"Kakak seharusnya aku yang bertanya ada dimana calon kakak ipar? ucap Jenk balik.
"Biarlah memang susah di ajak kompromi" ucap Jenny mengalihkan pertanyaan
__ADS_1
"Nah itu kan di tanya kakak cepat mengelak" ucap Jenk meledek kembali.
Jenny dengan manja bersandar di pundak adiknya.
"Prince kau sudah dewasa sekarang. Hah adikku yang dulu manis dan lucu sekarang sudah dewasa" ucap Jenny menghela nafas panjang seperti memikirkan hutang sebanyak puluhan triliun.
"Ada kegiatan apa kakak datang ke Korea? ucap Jenk
"Ada undangan untuk menghadiri pesta penghargaan untuk aktris dan aktor terbaik untuk tahun ini lusa" ucap Jenny
"Jadi kakak tamu undangan? ucap Jenk mengingat lusa adalah ajang pemilihan para pemeran terbaik untuk tahun ini.
"Ya sekaligus mengisi acara nanti" ucap Jenny.
Jenny di utus dari perusahaan untuk mewakili ini sebenarnya Jenny tidak terlalu memusingkan tetapi karena tempatnya adalah negara Korea dengan senang hati Jenny menerimanya sekaligus mengunjungi adiknya. little boy nya yang sudah beranjak dewasa.
Acara ini sekaligus untuk mengenalkan Jenny agar di ketahui oleh seluruh dunia. Apalagi negara Korea Selatan adalah negara yang dunia hiburan nya sudah mendunia. Dan drama-drama banyak di minati oleh para pecinta drama di seluruh dunia.
Dengan begini Jenny menghadiri ajang pemilihan ini akan membantu dia melebarkan sayapnya.
"Kenapa tidak ada yang menjemput kakak? heran Jenk
"Hehe buat apa aku mempunyai little boy?🤨
"Yayaya apa Daddy mengetahui kakak kesini? ucap Jenk
"Pasti nya Daddy sudah mengetahui sejak kapan Daddy lepas pemantauan untuk kita? ucap Jenny.
Mereka makan di sebuah restoran barat. Restoran berbintang yang berada di lantai tertinggi yang menampilkan pesona kota.
Mereka membooking sebuah ruang privat memudahkan mereka ngobrol dengan lepas dan para pengawal juga tidak ada yang berjaga di depan pintu mereka bergabung makan bersama.
Karena ini sudah menjadi aturan dua kakak beradik jadi dengan sendirinya mereka bergabung tanpa di minta.
Inilah yang pengawal suka dari karakter Kakak beradik ini mereka tidak membeda-bedakan jarak antara mereka.
Mereka mengobrol dan tertawa lepas dan Jenk yang selalu bahan olokan untuk mencari adik ipar untuk si Nona Muda Bright.
Dan pastinya Jenk juga tidak akan menyerah begitu saja tanpa sungkan dia akan membalas.
Hai hai hai sobat 👏 Author baru come back nih 🥰
Apa kabar kalian?
__ADS_1
Thank you selalu support Author ❤️