Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Binatang Iblis


__ADS_3

Jenk yang sudah merasa baikan segera berlari kecil di luar gubuk.


"Kau sudah bangun nak? kemari lah" ucap Kakek itu memanggil Jenk yang baru saja keluar dari gubuk.


Jenk mendekat ke arah dua orang berbeda usia itu.


"Kakak kemarilah aku baru saja menangkap seekor kelinci" ucap anak laki-laki remaja yang sibuk membolak-balik kelinci yang tengah di panggang.


"Bagaimana keadaan mu? ucap kakek itu.


"Sudah lumayan membaik Kakek" ucap Jenk melirik sesaat sebelum fokus ke arah kelinci yang tengah di panggang.


Melihat tatapan Jenk yang begitu intens ke arah kelinci membuat remaja laki-laki itu tersenyum tipis.


"Kakak apakah kau mencoba untuk memanggang nya? Tanya anak laki-laki itu.


"Apakah boleh? tanya Jenk


"Tentu" ucap anak laki-laki itu sambil mengalihkan pegangan nya ke arah Jenk dan memberikan kesempatan untuk Jenk membumbui kelinci itu.


"Kakak jangan lupakan ini" ucapnya sambil menyerahkan beberapa bumbu sederhana yang sudah di siapkan.


"Baiklah terimakasih" Jenk mengambil bumbu yang sudah dihaluskan dan mengoleskan di atas daging kelinci yang mulai matang.


"Yeah Kakak melakukan nya dengan baik dan cepat" ucap anak laki-laki itu memandang daging kelinci yang sudah matang.


Kedua orang itu sibuk dengan daging kelinci sedangkan kakek yang melihat interaksi mereka tersenyum tipis.


"Kakek daging kelinci sudah matang" ucap anak itu memberikan bagian untuk kakek.


Anak itu terus mengoceh kalau rasa bumbu dan tekstur matang daging kelinci itu lebih lembut dan kenyal sedangkan si patung es hanya mengangguk tanpa mengeluarkan kata-kata.


"Kakak apakah kau mau ikut dengan ku berburu hewan cantik dan imut? ucap anak laki-laki itu setelah beberapa saat mereka selesai makan.


"Boleh" ucap Jenk.


Dia ingin mencari tahu jalan keluar dari hutan ini.


Kedua orang itu segera meninggalkan gubuk dan membawa peralatan berburu di belakang mereka seperti panah beserta anaknya.


Begitu memasuki hutan udara juga semakin dingin seperti suhu es.


Semakin dalam mereka masuk semakin gelap juga pencahayaan.


"Ayo kakak cepat melompat" seru anak itu dengan tiba-tiba.


Jenk yang masih kaget langsung mengikuti petunjuk dan melompat di atas pohon yang berada tepat di hadapannya.


"Roarrrr"


Di bawah sana terdapat seekor harimau yang sangat besar melebihi bentuk harimau normal.


Jenk baru kali ini melihat harimau yang dua kali lipat besar nya dari seukuran harimau biasa.

__ADS_1


"Ayo kak sebelum memasuki waktu malam" ucap anak itu lagi.


Mereka kembali jalan setelah harimau itu pergi.


"Kakak apakah kau bisa mengikuti langkah ku? tanya anak laki-laki itu


""Boleh" jawab Jenk


Dengan segera kedua anak itu kembali berlari.


Srekkk


Bunyi di semak-semak mengalihkan atensi mereka.


Jenk mengambil anak panah di belakangnya dan memasang kewaspadaan.


"Roarrrr" Di balik semak-semak terdapat seekor kelinci tapi auman nya seperti singa bentuknya juga sedikit melenceng dari kelinci.


Ternyata hewan itu perpaduan dari tiga jenis binatang.


Binatang itu adalah sejenis binatang iblis yang mana hanya ada di dunia fantasi untuk para kaum awam atau manusia biasa.


Warna mata dari binatang itu berwarna merah menyala siapapun yang menatap langsung mata itu akan ketakutan.


Bentuk tubuh nya juga tidak normal itu seukuran dengan anjing bulldog.


Jenk dapat merasakan kebuasan dari aura binatang itu.


"Ayo Kakak waktunya melatih kemampuan beladiri kakak" teriak anak laki-laki itu sudah duduk manis di dahan pohon menonton Jenk di bawah sana.


"Oke mari kita lihat" ucap Jenk menyimpan alat panah nya mengambil salah satu anak panah untuk dia jadikan senjata.


"Ayo kita berdamai" ucap Jenk mengajak kompromi binatang iblis itu.


Kedua makhluk berbeda itu memulai pertarungan.


Jenk cukup kewalahan karena binatang iblis di depannya ini bukan binatang biasa tetapi binatang yang memiliki kepintaran dan kemampuan abnormal.


Apalagi Jenk hanya mengandalkan kekuatan fisik dan kecepatan gerakan nya membuat dia sedikit tidak berdaya dia hanyalah manusia biasa yang memiliki otak jenius dan beruntung.


"huftt" Jenk menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan aksinya.


Binatang itu terus menyerang Jenk tanpa jeda dan teratur serta Binatang itu juga mengeluarkan energi tak kasat mata.


"Shisss" Jenk meringis mendapat lengannya terluka.


"Kalau begini terus aku yang akan kalah" gumam Jenk menatap binatang iblis di depannya dan terus menghindar sambil merobek pakaian yang Ia kenakan untuk membalut lengannya supaya pendarahan berhenti.


Jenk masih terus menghindar sambil mencari celah yang mungkin menjadi kelemahan binatang iblis di depannya.


Jenk melakukan gerakan zig zag yang mana membuat lawan pusing arah tujuan.


Yah seperti perkiraan Jenk binatang iblis itu masuk dalam jebakan. Jenk memasang kuda-kuda dan waktu yang di perlukan oleh Jenk tepat binatang iblis itu melompat menerjang saat itu pula Jenk menunduk dan dan mengangkat tangan kanannya yang berisi anak panah.

__ADS_1


Dapat di lihat dari perut binatang iblis itu yang memiliki luka yang sangat lebar.


Binatang iblis harus tamat riwayat di hadapan Jenk.


"Wahhh Kakak hebat" teriak anak laki-laki itu dari atas pohon dan melompat ke bawah.


Jenk tidak mengambil pusing dengan komentar. Dia lebih memilih untuk membalut lengannya yang kembali terbuka ikatannya.


Anak laki-laki itu lebih memilih menghampiri binatang iblis yang sudah tidak bernyawa itu untuk mengambil daging dan kristal kehidupan milik binatang iblis itu.


"Kakak ini untukmu" ucap anak laki-laki itu setelah berhasil mencongkel kristal dari tempatnya.


Jenk cukup terkejut dengan kristal yang berwarna hijau zamrud itu. Dia memiliki hobi mengoleksi barang langka apalagi yang keberadaan nya mustahil.


Sekarang salah satu kristal langka ada di depannya dan di dapatkan langsung dari pemiliknya siapa yang tidak terkejut dan bangga.


Sekarang dia cukup meyakini satu hal bahwa yang di anggap mistis di dunia ini benaran ada.


"Kau bawa kan untukku" ucapnya pada anak laki-laki itu.


"Baiklah"


"Apakah ingin melanjutkan perjalanan atau kembali? ucap anak laki-laki itu memastikan Jenk bersedia.


"Lanjut" ucap Jenk


Dia semakin penasaran isi dalam dari hutan ini. Luka seperti ini sudah menjadi biasa untuknya.


Kedua orang itu kembali melanjutkan perjalanannya.


"Kakak ini sudah malam sebaiknya kita istirahat" ucap anak laki-laki itu setelah menemukan tempat yang aman untuk mereka berteduh.


Jenk mengangguk setuju. Tidak bagus kalau mereka melanjutkan perjalanan tanpa cahaya atau tenaga yang cukup.


Anak laki-laki itu sibuk menyusun kayu bakar untuk membuat api unggun sekaligus untuk memanggang daging buruan.


Batu kristal yang mereka gunakan untuk sebagai penerangan juga sudah mulai meredup.


"Siapa namamu? ucap Jenk sedari mereka bersama dia belum mengetahui nama anak itu.


"Panggil aku tanpa nama" ucap anak laki-laki itu membuat Jenk mengernyit keheranan.


"Oke tanpa nama" ucap Jenk.


Hahayy sobat 👏


Author baru keluar kandang hihi


Apa kabar semuanya?


Terimakasih sudah mampir dan terimakasih dukungan para readers


Jangan lupa untuk like dan berkomentar ya

__ADS_1


__ADS_2