
Pertandingan terakhir yang menentukan juara pertama sampai ketiga akhirnya tiba.
Setelah beristirahat selama lima belas menit para pemain kembali di minta untuk segera mengambil tempat masing-masing.
Kali ini pertandingan benar-benar sengit dimana semua pemain yang berhasil lolos harus mengerahkan seluruh tenaga ekstra.
Begitu juga kepada tim Gedy dan Jenk dimana mereka semua sekarang benar-benar harus ekstra hati-hati untuk menjaga stamina mereka.
Di saat mereka sibuk mengurut kaki dan tangan mereka agar lebih rileks setelah pertandingan terakhir mereka tadi untuk bisa memasuki babak ini.
Yan datang dengan membawa beberapa minuman penambah stamina.
"Ayo kalian minum ini" ucap Hyun Narra membantu Yan membagikan beberapa minuman kaleng itu.
"Apa ini? ucap salah satunya.
"Jangan banyak tanya diminum saja" ucap Hyun Narra masih sibuk membagikan minuman itu.
Segera anak anak itu meminum minuman kaleng yang sangat menyegarkan tetapi ada yang aneh dari minuman tersebut.
Mereka yang sangat kelelahan tadi seperti mendapatkan kekuatan baru seluruh rasa lelah mereka tergantikan dengan semangat baru.
"Wah sungguh minuman yang memiliki energi". ucap salah satunya.
Rupanya minuman itu adalah hasil olahan dari Yan itu sendiri. Karena Yan hidup di jaman berbeda tentu dia mengetahui minuman apa itu dan tujuan nya apa.
Minuman itu mengandung energi yang mana orang yang mengonsumsi memiliki energi baru dan tidak cepat lelah.
Karena minuman itu berbentuk seperti jamu dan juga Yan menambahkan sedikit air mata dewa yang mana air itu mengandung energi spiritual.
Segera semua tim itu memiliki kebugaran tersendiri.
"Ini lebih bagus kita biasa menghadapi orang-orang itu" ucap Michael.
Pertandingan pertama juga sudah berlangsung sejak beberapa menit yang lalu.
Para pemain yang bermain kali ini adalah tim yang berhasil masuk ke dalam babak tiga besar ini.
Tim yang berhasil masuk ke final ada empat tim termasuk tim kejuaraan tahun lalu.
Tim basket dari sekolah menengah atas internasional xx Korea.
Tim basket dari sekolah menengah atas satu Seoul
Tim basket dari sekolah menengah kejuruan 1 Busan
Tim basket dari sekolah menengah atas 3 Seoul.
__ADS_1
Tim yang sementara bertanding adalah tim basket dari sekolah menengah atas 1 Seoul melawan tim basket sekolah menengah kejuruan 1 Busan.
Tim mereka sama-sama kuat. Pertandingan kali ini benar-benar menguras tenaga dan juga pikiran.
Semua bekerja keras untuk memberikan yang terbaik.
"Kami akan selalu mendukung kalian jadi kalian berikan yang terbaik saja" ucap salah satu guru mereka melihat anak-anak muridnya sedikit gugup dan tidak sabar.
Yang memiliki ketenangan luar biasa di sini adalah Jenk matanya masih menelusuri setiap sudut stadion dan juga lapangan basket.
Entah kenapa dia seperti di awasi tetapi tidak menemukan keberadaan orang yang mengawasi nya.
"Apa perasaanku saja ya? batinnya.
Menghela nafas panjang membuat Yan yang duduk persis di samping menoleh heran kepada majikannya baru kali ini dia melihat Tuannya itu seperti mengalami hal yang ganjil.
"Apa Anda baik-baik saja? ucap Yan.
"Hah? Jenk menoleh kesamping sedikit melirik ke arah Yan yang menatapnya dengan bingung.
"Tidak apa-apa hanya sedikit kepikiran sesuatu" ucap Jenk kembali mengarahkan pandangannya ke arah lapangan di mana permainan kedua tim itu berakhir.
Sorak Sorai terdengar di seluruh penjuru stadion meneriakkan nama idola mereka.
Pertandingan kali ini di menangkan oleh sekolah menengah pertama 1 Seoul.
Sekarang yang bermain adalah tim basket dari sekolah menengah pertama internasional xx Korea melawan tim basket sekolah menengah pertama 3 Seoul.
Kedua tim bersama menuju ke arena pertandingan. Mereka keluar dari arah yang berbeda.
Semua tim sudah berkumpul di lapangan masih satu orang yang kurang dari tim basket Jenk.
Jenk memisahkan diri tadi masih sedikit ke kamar kecil untuk menuntaskan panggilan alam.
Begitu waktu pertandingan mau di mulai baru Jenk muncul. Kedatangan nya bersinar tersendiri semua mata terhipnotis olehnya.
Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian karena baru kali ini dia muncul dan bergabung dengan timnya.
Karena kemunculan mereka yang berhasil mengalahkan beberapa tim tanpa kalah sekalipun membuat beberapa orang benar-benar menaruh perhatian terhadap tim mereka.
Kemunculan anggota baru pasti ini menjadi perhitungan banyak orang.
"Wah sepertinya sekolah internasional xx menyembunyikan kartu trufnya. "Ucap seorang Tuan Muda dari keluarga Shin
"Sepertinya permainan kali ini akan sedikit menarik" ucap seorang pemuda tampan yang tidak jauh dari kedua orang yang berbincang tadi.
Pluit!
__ADS_1
Bunyi peluit dari wasit tanda bahwa permainan segera di mulai. Kedua tim memberikan tatapan mata tajam dan saling mengintimidasi.
Segera kedua tim merebut bola dari masing-masing lawan untuk bisa mencetak gol secepatnya.
Karena sama-sama memiliki semangat baru membuat Tim itu mengerahkan seluruh tenaga mereka.
"Michael kau ke sebelah kanan senior Gedy" ucap Jenk memberi tahu kepada Michael untuk mengcover Gedy dan Joy yang membawa bola tersebut.
Mendengar namanya di sebut Michael segera mengikuti arahan dari Jenk tanpa protes.
Gedy yang membawa bola di hadang beberapa orang dari pihak lawan mendapati kode dari Michael dan Joy segera Gedy mengover bola kebelakang dan mengoceh pertahanan lawan.
Joy yang berada tepat di belakang Gedy segera menangkap dan mengalihkan bola ke arah Michael segera Michael yang mendekati ring dan posisinya berdiri cukup membuang bola ke ring segera melompat dan membuang bola nya dari jarak yang masih di bilang Jauh.
Doll
Bolanya masuk ring segera riuh tepuk tangan dari stadion terdengar.
setelah bola mendarat kembali ke lantai Yong Wook yang free segera menangkap bola dan melakukan seperti yang di lakukan oleh Michael tadi kembali bola memasuki ring.
Suara riuh di stadion benar-benar mengalahkan suara mic komentator.
Lagi-lagi kejadian serupa terjadi tim Jenk benar-benar unggul dalam pertandingan kali ini benar-benar tidak bisa memberikan tim basket sekolah menengah atas 3 Seoul itu kesempatan.
Mereka benar-benar kesulitan menghadapi strategi yang di mainkan oleh pihak Jenk. Mereka tidak bisa menebak arah permainan mereka.
Bahkan Jenk sendiri belum mencetak bola ke ring sama sekali. Ini baru tiga orang yang terus-menerus mencetak gol yaitu Michael, Timmy dan Yong Wook.
Sedangkan ketiga orang lainnya belum menunjukkan skill sama sekali.
Dengan cepat pertandingan berakhir dan pemenang adalah dari tim Jenk.
Tim basket sekolah menengah atas 3 Seoul itu tidak merasakan kalah karena apa? karena mereka merasa terhormat bisa berhadapan tim Jenk yang walaupun mereka kalah telak.
Segera kedua tim itu berjabat tangan sambil memberikan selamat.
"Kalian memang pantas mendapatkan kemenangan Bro" ucap kapten dari tim lawan kepada Gedy.
"Terimakasih anggap ini pujian" ucap Gedy tersenyum tipis menyambut uluran tangan dari kapten tim lawan.
Sepertinya kedua orang ini saling mengenal. Yah Gedy dan kapten tim lawan adalah sepupu jadi wajar kalau kapten tim itu tersenyum.
Hai hai hai sobat 👏 Author baru come back nih 🥰
Apa kabar kalian semua?
Sehat sehat sehat?
__ADS_1
Jangan lupa dukung kakak author ya Kaka readers 🥰