Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Salah target


__ADS_3

Di sebuah pulau terpencil yang jarang diketahui terdapat beberapa orang yang duduk di sebuah balkon rumah kuno yang terdapat di pulau itu dan terdapat beberapa bodyguard yang berdiri di setiap sudut rumah itu.


Di tengah balkon terdapat beberapa pemuda dan paruh baya memperbincangkan sebuah rencana.


Orang-orang ini adalah satu komplotan mereka tengah membahas tentang penyerangan dan misi yang gagal beberapa hari yang lalu.


Misi penyelundupan senjata dan juga anggota anak kecil yang akan di jual oleh mereka.


Mereka sedikit terkejut dengan kegagalan misi mereka yang seharusnya mereka yakin berhasil seratus persen malah gagal total.


Sekarang mereka tengah berbeda pendapat karena salah satu yang memimpin atau yang menangani misi yang gagal beberapa hari yang lalu sedikit tidak terima karena di persalahkan dengan kegagalan yang menimpa mereka.


Beberapa pihak organisasi dan juga pihak kepolisian masih menyelidiki kasus penyergapan bus milik sekolah menengah internasional xx Korea ini.


Karena sekarang sekolah menengah internasional xx Korea ini menjadi sorotan media dan masa jadi wajar kejadian yang menimpa mereka akan menjadi trending topik juga.


Mereka sedikit di buat bingung dengan hilangnya jejak tanpa celah sama sekali.


Sedangkan pihak korban yaitu seluruh siswa dan guru yang berada di bus itu di wawancara mereka juga tidak dapat melihat wajah orang yang menolong sehingga membuat pihak berwajib stuck ide.


Untuk sementara kasus penyergapan ini di berhentikan karena belum menemukan titik terang.


Di sebuah perbatasan terdapat beberapa prajurit negara yang memblokir jalan para *******.


Suara tembakan bergema di hutan yang berada jauh dari keramaian warga. Kedua belah pihak sama-sama mempertahankan posisi mereka.


"Bagaimana dengan team yang berada di sisi selatan? tanya Im Byun pemimpin dari prajurit negara itu.


"Masih dalam posisi bertahan kapten" ucap tegas bawahan itu.


"Tetap pertahankan posisi kalian masing-masing jangan sampai ada yang terluka" ucapnya tegas lewat walkie talkies.


Di sebuah apartemen mewah Jenny sudah kembali dari Korea langsung menuju ruang kerjanya.


Sekarang dia sudah kembali ke apartemen dan sudah malam.


Perjalanannya kali ini lumayan memakan waktu yang tidak sebentar dan juga menguras tenaga dan pikiran.


Jenny memijit pelipisnya dengan ujung jari telunjuk sambil menggumamkan sesuatu.


" Mereka benar-benar menguji kesabaran"


Jenk yang berjalan sendirian di sekitar gang sepi dan juga lapangan luas yang jauh dari pemukiman warga tiba-tiba di sergap oleh beberapa orang bersenjata.

__ADS_1


Jenk yang melihat itu tidak ada kepanikan di wajahnya sama sekali melainkan memberikan senyum tipis oh bukan senyum tetapi seringai kejam.


Tentu dengan kemunculan mereka yang tiba-tiba membuat pengawal bayangan yang selalu memantau Jenk dengan sigap segera muncul dan mengarahkan pistol balik.


Kemunculan para pengawal yang tidak di ketahui tentu sedikit memberikan mereka kejutan.


"Berani sekali kalian mengarahkan pistol busuk ke arah Tuan Muda kami! ucap salah satu bodyguard geram.


"Urusi mereka kalo bisa kaki dan tangan mereka di hilangkan" ucap Jenk menjauh membiarkan para pengawal yang mengurusi mereka.


Saat ini belum saatnya dia menampilkan diri di publik. Sebisa mungkin dia menghindari hal itu.


Yah kalau ada yang menjual nyawa ya dia akan beli.


Jenk dengan santai keluar dari tengah kerumunan orang tak dikenal karena sudah ada beberapa pengawal elit yang menghadang orang itu.


"Kalian mengerti apa yang harus kalian kerjakan? ucap Jenk sebelum meninggalkan tempat itu.


"Serahkan kepada kami Tuan Muda" ucap mereka serempak.


Segera orang-orang itu terlibat perkelahian yang tidak bisa di elak lagi. Karena kekuatan dari pengawal Jenk dan memang kekuatan yang tidak bisa di anggap remeh mampu menumbangkan mereka semua.


"Bawa ke markas" ucap kepala pengawal itu.


Dengan sigap langsung mobil Van hitam berhenti tepat di hadapan para pengawal dan mengangkut orang-orang yang sudah tidak berdaya itu dan meninggalkan tempat itu tanpa adanya jejak pertarungan sama sekali.


"Tuan orang kita gagal menjalankan misi" lapor seorang pengawal kepada seorang tua paruh baya di depannya.


"Apa? bagaimana bisa gagal? teriak pria itu


"Menurut informasi dari orang kita mereka salah menargetkan orang" jawab pengawal itu.


"Bagaimana rupa orang yang mereka targetkan? tanya pria itu setelah tenang mendengar bahwa bawahannya salah menangkap orang.


"Di lihat dari penampilan orang itu di katakan kalau dia masih remaja bisa kemungkinan anak itu masih sekolah" ucap pengawal itu memberikan sebuah dokumen yang berisi gambar seseorang.


Lelaki paruh baya itu mengamati gambar yang berada di depannya dengan teliti. Wajah anak itu tidak jelas tetapi dari penampilannya di pastikan memang masih remaja.


"Sekarang di mana mereka? tanya pria itu setelah menyimpan kembali dokumen itu.


"Anak buah kita di tangkap oleh orang anak itu Tuan" ucap pengawal itu.


"Segera hilangkan semua bukti yang mengarah kepada kita" ucap pria itu.

__ADS_1


"Dan selidiki siapa anak remaja ini." Lanjutnya lagi.


"Baik Tuan" ucap pengawal itu berlalu pergi.


Rupanya pengawal bayangan melupakan sesuatu hal yaitu kamera pengawas untung wajah Jenk tidak terlihat jelas.


Apakah memang mereka sengaja untuk memancing ikan besar? atau memang mereka tidak menyadarinya.


Di sebuah kediaman bak istana seorang Tuan Besar duduk dengan kuas di tangannya. Beberapa kaligrafi sederhana terpampang di hadapannya.


tak tak tak


Bunyi sepatu seseorang bergema memasuki ruangan.


"Tuan baru saja beberapa pengawal melaporkan kalau Tuan Muda di serang" ucap orang itu yang tidak lain adalah tangan kanan Tuan Bright.


"Apakah ada yang terluka? tanya Tuan Bright


Bukan menanyakan kabar anaknya? melainkan lebih menghawatirkan keadaan musuhnya dan pelindung anaknya itu.


Tuan Bright mengetahui anaknya memiliki suatu kelebihan yang tidak di miliki oleh orang lain jadi kekuatiran dia tidak terlalu berefek.


"Tidak ada yang terluka tuan sekarang para penyerang itu lagi di sekap oleh Tuan Muda" ucap pengawal itu.


"Hmm" ucap Tuan Bright melanjutkan kaligrafi sederhana itu.


Melihat reaksi Tuannya yang biasa saja sudah menjadi kebiasaan yang dia temukan di wajah Tuan besar itu.


Bahkan Nona Muda mereka yang hampir kehilangan karir Tuan Bright hanya menanggapi dengan santai bahkan seolah tidak peduli.


Itulah cara Tuan Bright membiarkan anak-anak mengetahui dunia yang kejam. Bukan tidak menyayangi mereka melainkan dia sangat mengasihi anak-anak nya itu dan juga sudah menjadi permintaan kedua anaknya untuk tidak membantu ketika mereka dalam kesulitan.


Bahkan Tuan Bright memberikan anak-anak kebebasan untuk mengetahui dunia luar.


Kembali ke Korea dimana saat ini Jenk berdiri di depan gerbang sebuah bangunan tua. Dia tidak mengetahui kenapa dia bisa berada di tempat tersebut.


Dia berjalan seolah di tuntun dan keberadaan bangunan itu jauh dari pemukiman warga membuat dia yakin suatu hal.


Hai hai hai sobat ๐Ÿ‘ Author baru come back nih ๐Ÿ˜€


Maaf membuat kalian menunggu lama update


There was something urgent happened membuat saya sedikit mengalami kemunduran dalam menulis.

__ADS_1


__ADS_2