Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Hyun Ji juga bergabung


__ADS_3

"Masa pintu orang Kaya tidak ada bel? ucap Min Sik menyerah mendobrak pintu gerbang itu yang keras seperti baja.


drek


Tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya dan suara operator terdengar.


"Selamat datang di rumah keluarga" bunyi suara operator lewat telkom yang ada di samping pintu.


Min Sik dan Hyun Ji saling memberikan tatapan mata terkejut.


"Silahkan masuk Tuan rumah sudah menunggu" bunyi suara telkom lagi.


Min Sik dan Hyun Ji masuk bersamaan karena Min Sik menarik paksa tangan Hyun Ji terpaksa laki-laki itu harus mengikuti dari belakang.


Untuk sesaat mereka berdiri diam melihat bangunan megah dan masih jauh dari pintu gerbang itu.


Sampai seorang wanita muda keluar menyambut mereka.


"Selamat datang silahkan mengikuti saya" ucapnya menyadarkan kedua orang itu dari keterpukauan.


"Wah ada wanita cantik" ucap Min Sik dengan cepat sambil memperbaiki kerapian pakaiannya.


Kalau hal seperti ini dia cepat sekali nyambung. Hmm jangan salah Min Sik sangat mengagumi wanita cantik jadi di maklumi saja dengan tingkah anehnya sekarang.


"Hmm itu anu.." sekarang dia gagap tidak bisa berbicara dengan benar.


"Maaf kita mau bertanya apakah ini benar alamat yang disini? tanya Hyun Ji kepada wanita muda itu setelah memberikan jitakan manis di kepala Min Sik. Sambil memperlihatkan kartu nama yang dari Jenk.


Wanita muda itu mengangguk dan melanjutkan perjalanan dia masih ingat pesan Tuan Muda untuk mengurus mereka dengan baik.


Setelah sampai di lobi wanita itu membawa sebuah dokumen yang berisi formulir.


"Silahkan di isi data diri lengkap" ucap wanita itu menyerahkan dokumen itu.


Tanpa menunggu lama Min Sik mengisinya dengan cepat dan membacanya ulang-ulang memastikan tidak ada yang salah.


"Sudah selesai" ucapnya mengangguk berkali-kali memandang kertas yang dia angkat tinggi-tinggi.


"Hyung juga mau bergabung? Heran Min Sik melihat Hyun Ji mengisi formulir pendaftaran.

__ADS_1


"Humm" Hyun Ji menjawab dengan anggukan kepala.


"Kenapa berubah pikiran? ucapnya lagi masih setia memandang Hyun Ji yang tetap fokus mengisi data dirinya.


"Kenapa? ucap Hyun Ji menyerahkan data dirinya yang sudah di isi begitu rupa.


"Tidak hanya sedikit heran saja" Jawab Min Sik cepat.


Setelah mengisi formulir pendaftaran mereka kembali di arahkan ke sebuah ruangan yang berisi beberapa alat scan.


Ada kursi listrik dan terdapat beberapa alat yang menyambung di beberapa titik vital manusia seperti leher, kepala, dada dll.


Fungsi alat-alat ini untuk mendeteksi seluruh isi tubuh mereka baik organ dalam mereka masih sehat atau tidak dan juga fungsinya ya kembali alasan utama tidak ada penghianat.


Di pergelangan tangan dekat jempol terdapat sebuah tatto kupu-kupu dan itu sangat cantik seperti gambar.


Lambang kupu-kupu itu adalah lambang pasukan Jenk mulai saat ini.


Bukan karena apa dia menggunakan kupu-kupu sebagai lambang hanya karena kupu-kupu adalah salah satu binatang terbang yang dia sukai keindahannya.


Dan tidak ada arti tertentu dalam lambang kupu-kupu itu hanya sekedar sebagai tanda pengenal.


Min Sik dan Hyun Ji di bawah keliling melintasi ruang bawah tanah milik gedung itu di mana terdapat banyak sekali benda teknologi yang di luar nalar.


"Organ tubuh manusia? dengan segera kedua orang tanpa sadar memegang dada memastikan jantung mereka masih aman.


"Hyung kita bukan di sarang mafia kan? cicit Min Sik pelan sambil menyenggol lengan manusia patung berjalan di sampingnya.


Hyun Ji yang di tanya hanya mengangkat bahu tidak mengetahui.


Tentu mereka takut karena tempat ini di penuhi oleh seluruh benda teknologi membuat pergerakan seekor semut saja terdeteksi.


Kalau perguruan biasa pasti tidak sampai segitu ketat dan canggih juga kan.


"Hyung aku tidak bisa membayangkan seandainya ada nanti yang berkhianat dan berakhir seperti apa? ucap Min Sik menerawang.


Lagi lagi Hyun Ji mengangkat bahunya tidak tahu.


"Membayangkan saja aku tidak berani" ucap Min Sik bergidik sendiri.

__ADS_1


"Tapi bagaimana Hyung Jenk mendapatkan kartu nama ini? Min Sik sedikit bermonolog sendiri.


Tidak lagi memikirkan hal yang tidak menjawab kedua orang itu kembali di giring untuk mengunjungi sebuah ruangan yang tidak lain itu adalah ruang eksekusi.


Di sini saja ada ruang eksekusi dan ruangan itu sedikit seram di mana di setiap sudut ruangan terdapat beberapa jebakan salah satunya sebuah rantai yang dapat mengikat kaki tangan serta leher orang yang dieksekusi.


Dan setiap sudut terdapat patung harimau yang mana di mulut harimau terdapat beberapa anak panah yang beruncing logam dan di plafon terdapat sebuah pendingin yang mana kalau di nyalakan di pastikan orang itu akan mati membeku.


"Ruang eksekusi yang begitu menyeramkan" ucap Min Sik dengan bergidik ngeri begitu juga dengan Hyun Ji walaupun dia terlihat datar tetapi dalam hati juga tidak memungkiri kalau ruangan ini menyeramkan.


Orang mati bukan karena penyiksaan langsung tetapi mati karena jebakan yang ada.


"Kalian akan mendapatkan informasi ketika pelatihan di mulai" ucap wanita muda itu setelah selesai menjelaskan semua ruangan yang ada di gedung itu.


"Baiklah terimakasih sudah membantu kami kakak cantik" ucap Min Sik dengan alay membuat dia lagi-lagi mendapatkan jitakan keras dari Abang patung berjalan.


"Aww sakit kepala cantik ini Abang" ucapnya masih dengan alay lagi-lagi Hyun Ji mengangkat tangannya untuk menjitak.


"NO STOPP! Bisa-bisa kepala cantik yang membuat ketampanan ku bertambah akan bocor" teriak Min Sik dengan keras dan menjauh dengan cepat sebelum mendapatkan jitakan manis dari Abang patung berjalan nya itu.


Tidak lagi mempedulikan Min Sik yang berteriak seperti orang kesurupan Hyun Ji berlalu setelah mengucapkan terimakasih kepada wanita muda itu.


"Oii tunggu Hyung" ucapnya melihat Hyun Ji yang meninggalkan nya begitu saja.


"Aish benar-benar patung es" gerutunya setelah berhasil menyusul.


"Kau tidak mau pulang? heran Hyun Ji melihat Min Sik masih berdiam tidak bergeming di tempat menatapnya dengan kesal.


"Baiklah kalau kau tidak mau pulang" ucap Hyun Ji menstarter motor miliknya.


Melihat Hyun Ji yang akan meninggalkan dia segera naik dengan cepat tetapi mulutnya itu masih terus mengoceh layaknya remaja pada umumnya yang menggerutu kepada abangnya.


Hyun Ji menggelengkan kepalanya melihat bocah lelaki itu mengomel layaknya wanita.


Dengan otomatis pintu gerbang yang awalnya terbuka sekarang tertutup dengan rapat bahkan sekarang keberadaan pintu itu tidak begitu terlihat atau biasa disebut transparan.


Seolah sebuah penghalang tipis dan tak terlihat melingkupi tempat itu.


Hai hai hai sobat ๐Ÿ‘ Author baru come back nih ๐Ÿ˜€

__ADS_1


Apa kabar kalian?


Sehat?


__ADS_2