
Di negara adikuasa khususnya di salah satu kota terkenal terdapat acara pameran hasil karya dari para desainer.
Termasuk Jenny Bright juga ikut andil dalam kegiatan tersebut.
Begitu memasuki gedung pertemuan salah satu gedung pameran yang menjadi penilai acara itu Jenny langsung di sambut oleh sang sekretaris pribadi.
Penampilan Jenny juga berbeda dia menggunakan Wig sesuai dengan rambut asli pada umumnya serta masker muka dan juga di poles dengan makeup yang jauh dari wajah aslinya tidak di temukan celah sedikitpun dari penyamarannya.
Dia melakukan hal ini juga untuk menghindari karirnya di dunia hiburan.
"Mana desain yang di rampas oleh para lalat itu? ucap Jenny sambil terus jalan dengan elegan ke dalam gedung itu.
"Ini Nona" ucap sekretaris memberikan beberapa sampel.
Jenny langsung menuju ruang desain miliknya yang di sediakan khusus untuk para desainer oleh pihak panitia.
Jenny dengan cekatan merobek setelan gaun yang sudah Ia rancang dan langsung merubah dengan tampilan sederhana tetapi memikat.
Kalau orang tidak memperhatikan baik-baik mereka akan merasa kalau itu desain biasa saja tetapi kalau orang yang sudah terbiasa berkecimpung di dunia fashion akan menemukan perbedaan besar.
Gaun itu tampak cantik dengan warna yang kalem menambah pesona bagi orang yang menggunakannya.
Model gaun yang ****sudah**** di rombak oleh Jenny
(Sumber pinterest by Rover. ebay.com)
Tidak memakan waktu Jenny memperbaiki gaun itu. Gaun itu terlihat lebih baik dari sebelumnya dan satu pelajaran yang Ia petik kalau cecunguk itu tidak melakukan kecurangan mungkin gaun nya kurang sempurna.
Bertepatan dengan selesainya Dia menjahit para tim penilai masuk bersama dengan orang penting yang menyelenggarakan kegiatan ini.
Seseorang itu berdiri pas di tempat Jenny melihat dia yang begitu serius membuatnya sedikit memberikan senyum tipis yang tidak kentara.
"Ada yang Anda butuhkan Tuan" tanya seorang pengawal melihat Tuannya berhenti.
"Tidak" ucap orang itu berlalu meninggalkan Jenny yang tidak peduli masih sibuk memotret karyanya untuk dia review nanti.
Di Korea Selatan,
Di pinggiran kota banyak remaja dan pemuda dewasa yang berlatih di sebuah halaman utama.
Mereka berjejer rapi mendengar instruksi dari seorang wanita cantik di depan mereka.
Yang menatap mereka begitu datar. tidak ada satupun ekspresi di wajah cantik itu hanya kedua bola mata cantik yang mondar-mandir menatap mereka.
"Saya yang akan melatih kalian terlebih dahulu ada saatnya nanti kalian mendapatkan pelatihan dari Tuan Muda sendiri" ucapnya begitu tegas.
Para remaja itu hanya mengangguk kepala mengerti. Mereka terlalu sibuk memperhatikan wajah cantik yang tidak berekspresi itu sehingga mereka dengan sendirinya mengangguk.
"Baiklah karena kalian sudah siap maka latihan pertama akan di mulai" ucapnya dengan tegas.
"Sekarang kalian melakukan pemanasan terlebih dahulu" ucapnya meninggalkan mereka di lapangan luas itu.
__ADS_1
Segera tanpa di minta dua kali mereka segera melakukan gerakan pemanasan simpel sebelum mulai berlari mengelilingi lapangan yang seukuran lapangan bola kaki.
Lain di markas yang latihan sedangkan di tempat sebuah ruangan sederhana tapi mewah.
Seorang anak tengah berkeringat dingin dan seluruh tubuhnya di penuhi kabut putih.
Anak itu tengah mengalami sebuah mimpi yang sedikit mengerikan.
Seorang pemuda dewasa berdiri di tengah-tengah peperangan yang dahsyat terjadi. Di antara peperangan itu mereka bukan melawan pasukan manusia tetapi pasukan monster berada di bawah pengaruh kekuatan gelap.
Pemuda dewasa itu berdiri dengan tatapan datar tanpa ekspresi memandang gerombolan monster yang terus membantai manusia tidak bersalah.
Tetapi hatinya mendidih hawa membunuh terlintas di kedua bola mata hitam itu. Dia berusaha keras untuk membantu para warga itu tetapi badannya tidak bisa di gerakkan.
Seolah tubuhnya terkunci membuat dia menggertak giginya marah.
Rupanya dia mengamati peperangan itu seolah mimpi itu adalah kehidupan masa lampau.
Ketika dia dalam mode mengamati tiba-tiba muncul suara di sampingnya tetapi dia tidak dapat melihat siapa pemilik suara itu.
"Bagaimana? tindakan apa yang akan kau ambil melihat kejadian di depan?
"Tugas mu melanjutkan apa yang belum di selesaikan"
Hanya dua pernyataan itu yang terlontar suara itu tidak lagi terdengar seperti suara itu tidak pernah terdengar.
Pemuda dewasa itu kembali berpikir tapi kali ini ada ketenangan dalam matanya bukan kemarahan atau jejak membunuh seperti sebelumnya.
Sekarang dia mengerti sebuah hal bahwa gambaran di depannya adalah kejadian yang benar-benar terjadi sebelumnya tetapi dia belum mengetahui untuk apa dia menyaksikan peperangan itu.
"Hufttt mimpi itu lagi"gumamnya mengusap wajahnya dengan kasar.
Mimpi itu datang sudah beberapa kali membuatnya sedikit frustasi.
Kalau hanya mimpi sekali mungkin dia akan berpikir kalau itu hanya sekedar bunga tidur karena kelelahan bekerja.
Tapi ini, Mimpi itu datang akhir-akhir ini secara berturut-turut.
Tidak lagi memikirkan mimpi aneh itu dia beralih ke kamar mandi untuk segera berendam memulihkan pikirannya yang sedikit kacau.
Acara pameran segera di mulai acara kali ini tersiar secara live jadi seluruh warganet dari berbagai negara dapat melihat acara resmi yang jarang kali terjadi.
Beberapa media mewawancarai para desainer berbakat dalam ajang kali ini termasuk Jenny mendapatkan wawancara juga.
Dimana hasil desainnya mendapatkan perhatian bukan bagusnya yang menjadi perhatian tetapi terdapat sebuah karya yang menyerupai miliknya.
Di katakan pihak lain menjiplak dan ada juga yang mengatakan kalau Jenny yang meniru gaya desain itu.
Tentu permasalahan ini memberikan dukungan dalam dua kubu. Di komentar para netizen juga memberikan komentar pedas dan ada juga yang memberikan komentar motivasi.
"Saya tidak tahu kalau ada yang menyerupai karya desain saya" ucap seorang wanita muda yang terlihat cantik menatap sinis Jenny membuat beberapa media langsung mengarahkan kamera kepadanya.
"Apakah Anda merasa kalau karya Anda di tiru? ucap seorang wartawan.
__ADS_1
"Saya tidak bisa memutuskan tetapi para wartawan dan para hadirin di sini dapat melihat perbedaan karya di sini apakah ada peniruan? ucap wanita itu masih dalam mode mempertahankan rona wajahnya.
Jenny tidak menyahut melainkan tersenyum tipis ah tidak lebih tepatnya seringai dingin.
Hehe kau membuka kedok mu sendiri. Batin Jenny tersenyum jahat.
Orang-orang penting yang menghadiri acara pameran itu segera membandingkan kedua karya yang sama-sama tidak memiliki celah.
Dari jahitan sehingga model karya itu tidak ada selisih sama sekali.
Karya yang di tampilkan Jenny adalah karya pertamanya yang belum dia rubah.
Dia memiliki rencana tersendiri untuk menyingkirkan kecoak yang berusaha menjatuhkannya.
"Percuma cantik tapi jiplak"
"Kalau tidak bisa berkarya kenapa harus tampil? Memalukan"
"Percaya diri dengan hasil jiplakan" ucap mereka.
Berbagai macam tanggapan massa dalam komentar akun resmi pihak penyelenggara.
Mereka mengkritik habis karya yang di miliki oleh Jenny.
"Kenapa diam?
"Ah dia tidak bisa mengelak karena memang kenyataannya"
"Mungkin dia ingin terkenal melalui jalur ini"
Komentar pedas tidak berhenti membanjiri akun resmi milik penyelenggara kegiatan tersebut.
"Bagaimana pendapat Anda ketika mendengar sanggahan dari Nona Austin? ucap seorang wartawan kepada Jenny yang masih berdiri dengan elegan.
Jenny sedikit mengangkat retina hitam langsung menyorot ke arah kamera yang berada di depannya.
Membuat para warganet yang melihat tatapan matanya yang begitu dalam itu sedikit terkejut.
"Saya mendesain gaun ini dengan hasil pemikiran. Dan saya percaya seluruh desainer pasti memiliki alasan di balik terbuatnya karya hebat. Begitu pula dengan saya. Saya memiliki kisah tersendiri alasan dan cerita terbentuknya gaun cantik ini" Jenny sedikit menjeda ucapan sambil mendekat ke arah Patung tempat gaun hasil desainnya terpasang.
"Dan cerita dari warna dan bentuk gaun ini serta beberapa pola yang terdapat di dalamnya saya memiliki gambaran jelasnya"
"Saya bisa menjelaskan semuanya secara mendetail tetapi bagaimana dengan Nona Austin seharusnya dia memiliki cerita di balik hasil desainnya itu? ucap Jenny menatap Liora Austin itu sejenak dan menghadap ke arah kamera dan orang yang berada di depannya.
"Bukankah begitu Nona Austin? ucap Jenny tersenyum tipis.
Hai hai hai hai sobat π Author baru come back nih π
Apa kabar kalian semua?
Sehat
Jangan lupa dukung ya guys
__ADS_1
Terimakasih π