Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Lone Club


__ADS_3

Semua orang diam sekaligus bingung termasuk Jenny sendiri terkejut.


Sebelum dia bergerak menghalangi jalan peluru itu seseorang dengan cepat menghalau laju peluru itu dengan sebuah kerikil dan itu berhasil memutar laju peluru kembali ke arah tuannya.


Tidak ada yang mengetahui bagaimana kerikil itu bisa memutar keadaan.


Jenny masih dengan wajah terkejut plus shock melihat kejadian di depannya. Bukan karena takut tetapi hanya sedikit tidak percaya wanita di depannya ini melakukan bunuh diri.


Ya pistol yang di pegang oleh Nona Austin mengarah ke tubuhnya sendiri seolah bunuh diri tapi yang sebenarnya tidak ada yang mengetahui termasuk Nona Austin itu sendiri terkejut kalau peluru mengarah kepadanya.


"Hei Bangun" ucap Jenny mengguncang bahu wanita itu yang sudah meluruh di depannya.


"Cepat panggilkan ambulans" teriak Jenny dengan raut wajah kuatir tercetak jelas di wajah putih dan cantik itu.


Dengan segera semua orang kalang kabut. Jenny memiliki hati yang lembut tetapi lebih tertutup dengan aura dingin miliknya.


Ini juga untuk melindungi dirinya dari dunia yang kejam. Yang walaupun dia hampir terbunuh karena wanita itu tetapi dia lebih memikirkan bagaimana perasaan orang tuanya melihat hal ini terjadi kepada putri mereka.


Hal itu yang membuat Jenny berpikir manusiawi.


Karena kamera yang terus menyorot tentu hal itu mengundang banyak perhatian para netizen.


Semua orang dapat melihat apa yang terjadi bahkan tidak percaya gadis itu bunuh diri sendiri.


Di sini tidak ada yang di salahkan dan Jenny menjadi tersangka dalam kasus ini ah tidak lebih tepatnya hanya untuk memberikan kesaksian.


Tentu hal yang terjadi hari ini menjadi trending topik dunia karena kegiatan acara desainer ini adalah acara para desainer ternama dari berbagai negara dan selaku panitia penyelenggara ini di sponsori oleh sebuah perusahaan besar yang lumayan terkenal yang di dirikan oleh seorang pembisnis muda di usia mudanya.


Pemuda ini sering masuk majalah bisnis ternama jadi tidak asing bagi para pembisnis senior ataupun pendatang baru.


Tidak ada yang mengetahui siapa yang menghadang peluru itu mereka hanya dapat menyimpulkan bahwa Nona Muda Austin menembak dirinya sendiri.


Seseorang di ketiadaan tersenyum lega mengetahui Jenny baik-baik saja kalau tidak mungkin dia yang akan kena amukan.


Tidak lama ambulans tiba langsung beberapa perawat dengan berlari menjemput gadis yang sudah banyak kehilangan darah itu.


Para pihak berwajib juga mendatangi tempat itu dan Jenny di minta untuk mengikuti mereka untuk memberikan keterangan.


Jenny tidak menolak dia dengan elegan naik ke mobil polisi.


Dengan kejadian Nona Muda Austin itu menyiapkan pistol seperti itu hanya karena kalah dari Jenny tentu mengundang konsumsi publik dari berbagai sisi.


Ada yang berasumsi bahwa Nona Austin memang sengaja menyiapkan pistol itu membunuh Jenny ada juga yang berpikir sebaliknya.


Dan ada sebagian orang juga yang berpikir mungkin ada sesuatu hal yang terjadi di balik penyerangan itu.


Mungkin mereka memiliki dendam pribadi atau alasan lainnya hanya orang bersangkutan yang mengetahui kejadian tersebut.


Di kantor kepolisian Jenny tidak banyak di interogasi hanya sekedar memberikan kesaksian sebagai korban karena banyaknya pembelaan diri dari berbagai pihak baik para netizen maupun wartawan serta beberapa orang penting yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.


Semua orang orang ini adalah orang berpengaruh di tembah mereka mendapatkan pesan penting dari para atasan mengenai kebebasan Jenny untuk tidak terlalu menyulitkan Jenny cukup dia hadir memberikan kesaksian sebagai korban.

__ADS_1


Tentu polisi yang bertanggung jawab mengenai kasus ini tidak perlu bertanya banyak kalau atasan mereka sudah memberikan informasi penting itu.


Tidak ada yang dapat melihat seseorang keluar dari kerumunan seperti tidak mengetahui sesuatu yang terjadi di dalamnya.


Semua orang kalang kabut dengan kejadian barusan semua layar cctv-nya sudah di acak sehingga sosoknya tidak akan di ketahui.


"Terimakasih Nona Bintang telah bekerjasama dengan kami" ucap seorang kepala polisi menjabat tangan seorang Jenny setelah berhasil memberikan kesaksian.


Jenny menyambut uluran tangan itu dan mengangguk mengerti.


Beberapa pengawal dan sekertaris nya sudah menunggu di depan pintu masuk gedung kepolisian itu dan ada beberapa wartawan juga yang masih mewawancarai dirinya.


Dia tidak menghindari mereka melainkan menjawab kalau semuanya baik-baik saja.


Dia hanya menjawab seadanya saja tanpa menutup hal lain.


Jenny kembali ke kediamannya waktu sudah menunjukkan pukul sore.


Memejamkan matanya sejenak di ruang tengah memikirkan semua hal yang terjadi hal ini dia justru tidak habis pikir dengan tindakan yang di ambil oleh wanita itu.


Dia memang berpikir mungkin akan ada perdebatan tidak memikirkan sampai harus mengalami peristiwa yang hampir merenggut nyawa.


Dia hanya kasian memikirkan nasib wanita muda yang lebih Kakak darinya melakukan niat seperti itu.


Jenny tidak lagi memikirkan hal yang menguras tenaga dia beralih berendam air mawar di bath tub kesayangannya di temani oleh anggur merah di tangannya yang di apit dengan jari-jari lentik itu.


Di sekolah Jenk dan kawan-kawan berkumpul di mana mereka merencanakan sebuah kegiatan setelah pulang sekolah ini.


"Apakah ada tempat rekomendasi yang bagus untuk di kunjungi? ucap salah satunya membuka percakapan.


"Sepertinya Lone Club tempat yang bagus" ucap seorang siswa.


"Tetapi untuk akses masuk di sana tidak mudah. Mereka harus memiliki kartu keanggotaan supaya bisa mengakses tempat itu." Tanggap siswa yang lainnya.


Walaupun mereka kaya tetapi bukan hal itu yang menjadi masalahnya tetapi akses ke tempat itu yang sedikit unik yang susah di dapatkan di tempat lain.


Bukan hanya berduit tetapi juga harus berprofesi. Sistem ini di adakan untuk menghindari kekacauan yang tidak perlu.


Dan juga untuk menarik perhatian masyarakat umum.


Dengan memancing rasa penasaran mereka ini memudahkan perkembangan club juga melejit.


Club yang di lengkapi dengan fasilitas kolam renang umum dan pribadi serta room pribadi dan lapangan golf serta berbagai permainan lain seperti billiar dan bowling serta semacam permainan yang di gemari anak muda.


Juga ada ballroom. Club ini layaknya seperti hotel.


Melihat mereka yang terlihat tidak semangat mengetahui kalau Lone Club tidak bisa di masuki oleh sembarang orang membuat Jenk tersenyum tipis.


Memang benar Clubnya memiliki aturan ketat.


"Apakah kalian sangat ingin masuk ke Club itu? tanya Jenk.

__ADS_1


"Ya aku sangat penasaran dengan pembicaraan orang dan aktivitas yang terdapat dalam Club itu" jawab seseorang dan di angguki oleh yang lainnya.


"Aku memiliki kartu ini" ucap Jenk mengeluarkan sebuah Hitam dari saku celana yang dia gunakan.


Melihat kartu hitam yang terlihat cantik tentu mereka membulatkan mata.


Jenis kartu yang di gunakan di Lone Club adalah, Putih kalangan bangsawan bawah atau rakyat bawah, Ada Ungu kalangan bangsawan tengah dengan pejabat setingkat, Ada Biru gelap di mana ini adalah kartu ketiga dan Hitam yang mana pemilik kartu ini adalah tamu yang sangat penting dan terakhir adalah kartu hitam gold pemegang nya adalah pemilik itu sendiri.


Dan kebetulan Jenk memiliki dua kartu di tangannya salah satunya kartu hitam.


Jenis-jenis kartu tersebut memiliki limit tertentu dan juga penggunaan fasilitas di dalam Club harus sesuai dengan kartu yang mereka miliki.


"Astaga bagaimana bisa kau memiliki kartu mewah ini? ucap Hyun Narra merampas kartu itu dari tangan Jenk dan meneliti dengan baik.


"Itu di berikan oleh seseorang untukku dan itu tidak terlalu berguna untukku" ucap Jenk santai seperti di pantai yang tidak ada beban.


Mereka yang mendengar perkataan Jenk yang kelewat batas hanya tersenyum masam dan shock.


"Ide bagus sekarang kita bisa memiliki Lone Club dengan kartu ini" ucap Hyun Narra.


Ya kartu milik Jenk bisa mengundang siapapun dan sebanyak lima puluh orang batas orang yang boleh di undang dan kebetulan mereka hanya berjumlah sembilan belas orang jadi cukup untuk masuk.


"My beb yang tampan boleh kita menggunakan kartu milikmu ini? ucap Hyun Narra.


Menatap Jenk dengan mata berbinar beserta tatapan mata berharap dari teman-teman yang lain.


Jenk merasa lucu melihat tampang mereka yang seperti itu.


"Buahhahhhahhhh" Jenk tertawa lepas membuat orang yang menatap berharap tadi sedikit terpesona dengan tawa Jenk yang terlihat begitu bersinar itu.


Wajah yang kelewat datar selama ini begitu sempurna saat tertawa seperti ini.


"kyaaaaa kau begitu sempurna tampan babe" teriak heboh Hyun Narra melihat tawa indah itu.


Menjadi sorotan semua teman membuat Jenk kembali dalam mode datar seperti tidak pernah tertawa sebelumnya lagi-lagi temannya menjatuhkan rahang tidak percaya.


"Oh oke kalian bebas menggunakan kartu itu." ucap Jenk karena Jenk sudah memastikan kartu itu telah terisi melebihi batas minimal.


"Sekarang kita bubar dan ingat untuk mengosongkan jadwal yang tidak penting untuk acara kita sebentar sore" ucap Hyun Narra.


Biasa hari sabtu mereka tidak memiliki banyak kegiatan karena itu weekend di mana banyak anak-anak menghabiskan waktu bersama orang terdekat.


Hai hai hai sobat ๐Ÿ‘


Author baru come back nih ๐Ÿ˜€


Apa kabar kalian?


Jangan lupa dukung ya kakak readers ๐Ÿฅฐ


Biar semangat update karena dukungan kalian sangat berarti untuk Author

__ADS_1


__ADS_2