Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Pulang


__ADS_3

Hari pertama di asrama Jenk dan Yan bersebelahan kamar dan salah satu tetangga kamar mereka adalah seorang remaja laki-laki yang tidak banyak berbicara.


Akhir pekan telah tiba Jenk akan berangkat sore ini ke China sesuai dengan perjanjian kepada sang Mommy.


Jenk dan Yan beserta Jo juga pastinya. Dengan penampilan biasa menaiki pesawat umum Klass ekonomi.


Ini memang sudah menjadi kebiasaan Jenk untuk tidak menarik perhatian. Dengan penyamaran seperti ini menghindari publik.


Dengan penerbangan kecepatan 900Km/jam memakan waktu 2 jam 21 menit.


Sesampai di bandara mereka bertiga sudah ada mobil yang berdiri di depan pintu masuk bandara yang menjemput mereka.


"Selamat datang kembali Tuan Muda" ucap sopir yang menjemput mereka.


"Kalian ikut denganku di rumah" ucap Jenk


Mereka bertiga masuk dan yang duduk di depan adalah Jo sedangkan di belakang Jenk dan Yan.


"Apa kabar pak Lu" ucap Jenk.


"Kabar saya baik Tuan Muda terimakasih" ucap sopir sekaligus pengawal itu.


Selama perjalanan tidak ada percakapan kecuali sesekali Jenk bertanya sama Jo tentang pekerjaan.


Dua puluh menit tempuh perjalanan dari bandara menuju mansion mewah keluarga Bright.


Mansion yang berada di sisi bukit di kawasan danau Lubai. Seluruh perbukitan yang hampir belasan kilometer luas dan lebar adalah milik keluarga Bright terdapat beberapa Villa yang di bangun yang berada di sisi bukit yang di bangun khusus untuk para pelayan dan pengawal tinggali bersama keluarga.


Sedangkan puncak bukit itu terdapat kediaman mewah bak istana yang seperti istana yang berada di negeri dongeng.


Kediaman yang mempunyai lapangan bola dan golf beserta danau buatan.


Suasana di halaman kediaman itu menggambarkan suasana pedesaan yang asri tetapi mewah dan elegan.


Di setiap dinding rumah terdapat berbagai macam barang antik dan lukisan antik dari jaman kerajaan.


Lukisan yang hanya ada satu di dunia yang harganya sampai ratusan miliar hingga triliunan rupiah.


Di pintu masuk kediaman bukit Lubai itu terdapat pengawal keamanan yang ketat. Bahkan penghuni Villa yang berada di kawasan elit itu harus melalui proses pemeriksaan yang benar ketat untuk menghindari masalah.


Seperti sekarang Jenk juga di periksa di minta identitas diri. Jenk menyerahkan tanda pengenal khusus nya.


Setelah memastikan tanda pengenal itu bukan tiruan dan juga mereka harus melakukan verifikasi wajah dan identitas apakah semua data yang terekam palsu atau asli.

__ADS_1


Semua alat pendeteksi wajah dan seluruh tubuh juga bukan alat yang bisa di kelabui kalau berbohong akan ketahuan oleh sistem.


Ini salah satu sistem kuat yang di rancang oleh tim Ayahnya untuk bisa menghalau para musuh untuk menyamar masuk.


Jadi jangan heran ketika Jenk juga harus melalui proses pemeriksaan yang begitu melelahkan untuk Jenk.


"Maaf dan terimakasih Tuan Muda" ucap para pengawal itu setelah memastikan kalau itu adalah Prince.


Mobil terus melaju dengan santai menuruni bukit sungguh pemandangan di sekitar area sini udara suasana gunung sangat pekat di sini.


Di pos kedua yang berada di pertengahan bukit itu terdapat pemeriksaan lagi konfirmasi dari laporan pos satu.


Di sini tidak terlalu ribet hanya mengkonfirmasi identitas saja setelah itu baru mereka tiba di pintu gerbang kediaman keluarga Bright.


Di pos mereka harus melalui proses pemeriksaan lagi sungguh ini sedikit membuat Jenk kesal tetapi tetap melakukan pemeriksaan karena dia tahu juga untuk keamanan seluruh penghuni bukit Lubai.


Setelah mereka selesai baru mobil melaju masuk ke pintu masuk kediaman utama yang menyerupai istana itu.


Para pengawal dan pelayan yang melihat Tuan Muda mereka kembali membungkuk hormat serta menyapa.


"Selamat datang kembali Tuan Muda" ucap mereka serempak.


Jenk dan yang lainnya hanya melambaikan tangan dan tersenyum.


"Mommy" panggil Jenk dari ruang tamu.


"Uhukk uhukk" suara batuk dari nyonya Bright


Dia yang sementara minum air harus tersedak karena kaget mendengar suara yang sangat familiar untuknya.


"Aish dasar anak nakal kebiasaan kalau pulang pakai teriak tidak mau menyapa dengan baik" ucap nyonya Bright kesal setelah mengetahui pelaku tadi.


"Hehe takutnya mommy sudah tidak mendengar suara merdu anak tampan mu ini" ucap Jenk konyol sontak kedua manusia es di samping dia menatap ngeri kepada Jenk.


"Kau mendoakan mommy mu untuk mati" ucap kesal nyonya Bright memukul lengan Jenk dan kemudian memeluk Jenk dengan manja.


"Prince kenapa tidak kabarin mommy kalau pulang? ucap nyonya Bright.


"Surprise" ucap Jenk dengan senyum lebar.


Nyonya Bright meminta para koki untuk menyiapkan makan malam ini sesuai dengan makanan kesukaan Jenk.


Para koki di rumah sudah menghafal makanan kesukaan tuan dan nona mereka. Apa yang mereka sukai dan tidak di sukai serta makanan yang menjadi pantangannya.

__ADS_1


Dan ini memang harus di wajibkan untuk mereka ketahui.


"Kapan pulang balik Prince? tanya nyonya Bright membawa Jenk dan teman-teman ke ruang keluarga.


Jenk langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuan sang Mommy.


Memang Kalau sudah di rumah Jenk kerap kali manja kepada mamanya.


Karena sudah mengetahui kebiasaan Prince dengan sendirinya Nyonya Bright mengelus lembut rambut anak bungsunya itu.


"Anak nakal ini masih saja manja. Mommy pikir dengan kau bersekolah di sana akan mengurangi manja dan nakal tapi tetap saja itu tidak bisa di hilangkan" ceramah nyonya Bright.


"Mommy anak tampan ini sangat merindukan elusan mommy" ucap Jenk sambil menuntun tangan nyonya Bright untuk memijit kepalanya pelan.


Nyonya Bright aktif menanyakan aktivitas mereka selama di Korea dan apakah mereka menemukan kendala atau masalah. Semua ini di tanyakan oleh nyonya apakah mereka bisa istirahat yang cukup dan bisa makan dengan enak.


Semua pertanyaan yang masuk akal sampai yang konyol di tanyakan oleh nyonya Bright mengharuskan dua manusia es harus banyak berbicara apalagi Jo yang sangat irit bicara harus melatih berbicara lama.


Karena pertanyaan itu hanya mereka yang bisa Jawab sedangkan Jenk sendiri sudah masuk alam mimpi karena elusan lembut di kepalanya membawa dia ke alam mimpi.


Melihat Jenk yang tertidur akhirnya nyonya membiarkan Jenk tertidur di atas pangkuan nya.


Sedangkan Jo dan Yan sudah di minta untuk segera beristirahat di kamar yang sudah di siapkan untuk mereka.


Jo mempunyai kamar pribadi di kediaman Jenk karena memang sedari Jenk kecil Jo sudah selalu berada di samping Jenk.


Untuk Yan di persiapkan kamar tamu untuknya. Rupanya nanti Nyonya Bright akan membuat kamr lagi satu khusus untuk Yan.


Memang nyonya dan tuan Bright itu akan menganggap sebagai anak kepada teman dekat Jenk.


Kalau sudah ada orang lain yang berani Jenk bawa pulang di rumah berarti itu adalah orang yang di bisa di percaya oleh Jenk.


Karena Jenk tidak sembarangan bergaul apalagi membawa teman di rumah. Karena dia tidak mau ada orang yang mengetahui pasti identitas nya.


Hai hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih πŸ˜€


Apa kabar?


Sehat sehat sehat?


**Jangan lupa untuk selalu dukung dengan cara Like πŸ‘ Vote ❀️ kritik dan saran πŸ“ kakak readers.

__ADS_1


Terimakasih untuk selalu dukung Author dalam berkarya


God bless πŸ˜‡**


__ADS_2