
Jembatan Royal adalah jembatan sekaligus salah satu destinasi wisata. Kebanyakan anak-anak muda menghabiskan waktu di situ dengan barbeque seperti yang di lakukan oleh tim Jenk.
Hampir dua ember makanan laut mereka habiskan dan masih setia para pelayan membantu mereka.
Hampir mereka semua sudah pada teler karena makanan laut.
Beragam jenis makanan laut seperti kerang, ikan, belut, udang, cumi, ubur-ubur, kepiting dll.
Pukul sepuluh malam baru mereka kembali ke tempat masing-masing.
Jenk dan Yan di jemput jadi mereka tidak lagi menumpang di mobil temannya.
"Benaran nih bro tidak mau di antar? ucap Michael
"Ya kalian pulang kami akan pulang naik taksi" ucap Yan dan di angguki oleh Jenk.
"Ya sudah duluan bro" ucap Michael dan teman-teman yang lain.
Setelah kepergian teman-temannya tidak lama kemudian sebuah mobil hitam Maybach exelero menghampiri mereka berdua.
"Tuan Muda" ucap Jo
Jo langsung membuka pintu untuk Jenk begitu juga Yan duduk di samping kemudi.
Mobil dengan desain interior yang mewah dan elegan.
Maybach exelero
Desain interior seperti ini (sumber google.com)
Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata sedangkan sang Tuan Muda sudah memasuki alam mimpi. Karena perut yang terisi full membuat dua sosok baru saja menempatkan bokong langsung menuju alam mimpi.
Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di kawasan elit apartemen.
"Tuan Muda kita sudah tiba" ucap Jo memanggil Jenk kembali dari alam mimpi.
"Kalian kembali saja tidak usah mengantar ku" ucap Jenk berlalu pergi
Melihat Tuan Muda mereka masuk akhirnya Jo dan Yan tidak memaksa lagi dan langsung balik.
Jenk yang kekenyangan terduduk di sofa ruang tamu apartemen.
Duduk bersandar untuk menunggu semua makanan yang dia makan tersimpan rapi di dalam lambung.
drtttttt
__ADS_1
bunyi hp Jenk ternyata yang menelpon sebuah nomor asing.
Jenk mengerutkan keningnya.
"Halo bro kalian sudah tiba? ucap suara di seberang begitu telpon di angkat
"Siapa? tanya Jenk bingung siapa orang yang menelpon nya
"Michael itu nomor telepon ku" ucap Michael
"Oh" hanya jawaban oh dari si patung es berjalan.
"Ya kalian sudah tiba? tanya Michael seperti menghawatirkan pacar saja.
"Ya ada lagi kalau tidak saya mau tidur" ucap Jenk langsung mematikan teleponnya sepihak
"Ah dasar manusia es" umpat Michael mendapati telponnya di matikan sepihak padahal dia hanya menanyakan keberadaan mereka.
Apalagi sekarang turun hujan kuatir kedua temannya itu belum mendapatkan taksi.
Udara malam ini sangat dingin membuat Jenk yang tertidur di sofa terbangun karena suara petir dan gemuruh hujan.
"Hujan lagi" ucap Jenk berlalu ke arah kamarnya dan bersembunyi di bawah selimut.
Keesokan harinya di sekolah pertandingan basket antara Tim Gedy dan Tim Jenk menjadi topik hangat di kalangan para murid dan guru.
Mereka dapat melihat kalau bakat murid baru itu akan meningkat pesat kalau di asah terus dan mendapatkan bimbingan.
Bagaimana tidak berbakat para pemain dari kelompok Jenk adalah holang kaya semua dengan pasti mereka sudah di fasilitas sedari kecil.
Hanya beberapa teman dari keluarga kurang mampu yang memang hanya mengandalkan latihan basket di sekolah dan berlatih sendiri tanpa pembimbing.
Walaupun mereka kelompok konglomerat semua tetapi tidak ada yang mengetahui pasti kalau mereka anak miliader.
Kehidupan mereka di sekolah sama seperti Jenk yang menyembunyikan identitasnya. Hanya segelintir anak muda yang mengetahui kalau mereka Tuan Muda.
Kehidupan mereka yang sederhana dan bergaul dengan siapa saja membuat mereka tidak nampak kalau mereka adalah kelompok elit.
"Woi kelas kita jadi trending topik tau kalian? ucap seorang gadis dengan suara cempreng memasuki kelas dengan dandanan ala gadis sosialita.
"Tidak usah teriak begitu juga kali" saut seorang remaja laki-laki yang kebetulan dekat dengan pintu karena sungguh telinganya sudah berdengung hebat akibat toa rusak.
"Ya elah mau kena hajar kau? ucap wanita itu melotot.
"Kita sudah tahu" ucap yang lainnya melerai biar tidak jadi adu mulut di kelas.
Selama beberapa minggu ini kelas Jenk ramai dan berisik bukan karena perdebatan pelajaran berharga tetapi berdebat dengan hal tidak penting sama sekali berujung saling melempar dan berakhir tertawa terbahak-bahak.
Seperti yang sudah berlalu kelas Jenk di huni oleh manusia otak gesrek dan hanya di penuhi dengan hal serba mesum.
__ADS_1
Jangan bilang ini karena sekolah internasional jadi murid mereka adalah murid yang tentram dan damai.
Big No khusus untuk kelas sepuluh A.
Seorang guru Tampan memasuki kelas di sertai dengan suara suit keluar dari mulut murid nakal yang di pimpin oleh si Hyun Narra badgirl kelas sepuluh A.
"Selamat pagi Pak" ucap seisi kelas tanpa komando.
"Selamat pagi anak-anak" ucap Pak Jery Bright
Karena jam kelas pertama adalah jam pelajaran matematika.
Tring
Bunyi bel istirahat tak terasa. Semua isi kelas langsung berhamburan keluar begitu guru matematika keluar dari kelas.
Teman-teman Jenk yang tidak lain adalah Tim basket sudah berkumpul di sudut ruangan kantin yang terdapat beberapa meja yang mereka sudah atur membentuk meja makan layaknya keluarga.
"Bro" panggil mereka ketika melihat dua orang manusia es kelas sepuluh A.
Sontak menjadi sorotan murid yang lain karena teriakan mereka yang keras.
Jenk dan Yan setelah mengambil makanan dari kantin segera menuju tempat teman-teman mereka berkumpul.
Bukan hanya murid laki-laki yang berkumpul satu meja anak perempuan juga bergabung dengan mereka.
Kelihatan sekali mereka seperti sebuah keluarga besar. Karena keakraban mereka yang tidak membedakan membuat kelas lain merasa iri.
Apalagi para gadis mereka iri dengan anak perempuan dari kelas sepuluh A di kelilingi oleh anak laki-laki tampan.
Bayangkan saja kalau saudari berada di dalam kelompok mereka. Saudara yang hanya mempunyai kecantikan rata-rata dan bahkan di bawah rata-rata duduk ngobrol dengan laki-laki tampan yang ketampanannya di atas rata-rata.
Rasa bahagia itulah yang tengah di alami oleh para gadis dari kelas sepuluh A.
Mereka di hargai dan di hormati oleh mereka membuat mereka bersyukur berada di kelas sepuluh A.
Hiruk pikuk, bisikan-bisikan terjadi selama para penghuni kelas sepuluh A masih di kantin.
Gelak tawa sekali sekali terdengar dari bibir mereka karena ulah si Ratu rempong Hyun Narra dan ulah Michael.
Dimana mereka berdua berkumpul pasti akan ada bahan pembicaraan yang mengejek. Berakhir dengan tawa keras dari teman-teman yang lain.
Hai hai hai sobat 👏
Author come back nih 😀
apa kabar kalian?
Jangan lupa like dan Vote ❤️ kakak readers
__ADS_1