
Disinilah mereka sekarang sesuai dengan perjanjian mereka tadi pagi di sekolah.
Mereka menggunakan kendaraan masing-masing kecuali teman-teman yang tidak memiliki mobil dan beberapa teman dengan senang hati menjemput mereka dari tempat masing-masing sekaligus minta ijin dari ortu teman-teman yang sedikit tidak mengijinkan anak mereka salah bergaul.
Padahal umur mereka masih ada yang di bawah umur aish anak jaman sekarang sedikit sulit di hadapi ke keras kepala mereka.
Sederetan mobil sport mewah memasuki halaman parkir Lone Club. Mobil mewah yang berjejer rapi memasuki halaman parkir itu terlihat sangat indah untuk di pandang.
Kebetulan Club hari ini belum ada pengunjung lebih tepatnya di kosongkan hanya untuk menyambut kedatangan tamu Tuan Muda Bright yang tidak lain adalah teman-temannya.
Jo menghubungi pengurus Club untuk mengosongkan club karena teman-teman Tuan Muda akan berkunjung ke sana hari ini.
Mendengar pemberitahuan itu segera para pengurus penting Club mengadakan rapat dan melakukan penyambutan tamu istimewa Tuan Muda mereka.
Memang Jenk tidak memberitahu mereka tetapi Jo sendiri peka melihat Tuannya memberikan kartu hitam dan mengetahui teman Tuan Mudanya itu tulus tentu dia harus memberikan mereka juga terbaik.
Satu persatu remaja keluar dari mobil sport mereka masing-masing dengan gaya cool tetapi tidak berlebihan.
"Wah sepertinya Club belum kedatangan tamu" ucap seseorang melihat parkiran mobil belum terisi mobil apapun hanya mobil mereka yang berada di parkiran itu.
"Apakah semuanya sudah tiba? ucap Michael
"Belum teman-teman yang lain masih dalam perjalanan kesini" saut seseorang.
"Ya sudah kita tunggu mereka sebentar sebelum masuk" ucap Michael bersandar cool di samping mobil mewah miliknya.
Beberapa mobil mewah akhirnya memasuki Club yang tidak lain itu adalah mobil milik Ki Joon dan yang lainnya.
Yang mengendarai motor sport hanya Jenk dan Yan karena memang baru motor sport yang di beli oleh Jenk.
Sedangkan mobil yang selalu menjemput selama ini adalah mobil yang lain.
Setelah mereka lengkap baru mereka beranjak memasuki Club yang selama ini mereka ingin kunjungi akhirnya keinginan itu terwujud sebentar lagi.
Mereka sudah sedikit tidak sabar merasakan fasilitas dan suasana Club itu.
Sudah ada beberapa penjaga di depan pintu masuk Club yang berdiri menyambut mereka.
"Halo Paman" ucap mereka sedikit membungkuk badan sebagai tanda sopan anak muda kepada yang lebih berumur dari mereka.
Mereka melakukan prosedur masuk terlebih dahulu sebelum beranjak masuk.
__ADS_1
Walaupun mereka adalah tamu Tuan Muda mereka tetap menjalankan proses masuk.
Setelah memastikan semua data yang dimiliki sesuai dengan prosedur Club itu kecuali satu usia mereka karena masih banyak yang di bawah umur salah satunya Tuan Muda mereka.
Kalau di lihat sebenarnya paling bungsu dari mereka semua itu adalah Jenk yang baru saja menginjak usia 15 tahun.
Semua rata-rata teman sekelas berusia 17 dan 16 tahun.
Mengetahui usia mereka yang masih muda ada larangan khusus untuk mereka yaitu tidak akan di sajikan minuman beralkohol.
Dan itu tidak masalah bagi mereka karena tujuan mereka di sini hanya sekedar merasakan fasilitas Club dan juga mereka mengetahui kalau mereka masih di bawah umur.
Begitu mereka memasuki lobby Club sudah di suguhkan dengan ruangan yang begitu besar dan megah layaknya aula milik istana kerajaan.
Ruangan yang di dominasi warna keabuan dengan sentuhan emas murni memberikan kesan misterius dan megah.
"Wah bahkan luas ruangan ini tidak seluas keseluruhan rumah ku" ucap seorang siswa laki-laki menatap takjub dekorasi ruangan itu.
"Lobby nya saja sudah semegah ini apalagi fasilitas pasti mendukung dungs" Ucap seorang murid perempuan yang bernama Kim Yoo
Mereka langsung di arahkan ke sebuah private room.
Dekorasi kamar yang mereka masuk juga tidak jauh berbeda dengan aula di temani dengan lampu yang temaram menambah suasana Club.
Terdapat bilyar juga di ruang itu memang ruangan ini adalah ruang VVIP jadi maklum terdapat banyak fasilitas untuk anak muda di dalam karena ini adalah ruang Jenk sendiri dan ini pertama kalinya juga Jenk masuk.
Memang bawahannya menyediakan ruangan ini khusus untuknya.
Dan baru saat ini ruangan itu di gunakan atas perintah Jenk sendiri juga.
Ruangan ini terdapat di lantai tertinggi dan di luar ruangan terdapat lapangan luas yang tidak lain itu adalah lapangan basket.
"Woah ternyata ada lapangan basket di sini" ucap seorang anak laki-laki yang sedari tadi diam.
Mereka berdiri di pembatas gedung itu dan dapat melihat langsung pemandangan laut biru di kejauhan sana dan keindahan kota yang ramai.
Di samping itu terdapat kolam renang di dalam ruangan itu menambah pesona ruangan itu dan terdapat layar lukisan yang menggambarkan alam hidup.
Sehingga orang yang melihat lukisan alam itu akan berpikir kalau itu adalah layar film.
Segera mereka semua berpencar ada yang berenang ada yang main bilyard ada juga yang menuju lapangan basket ada yang sekedar duduk bercerita dengan minuman di tangan mereka.
__ADS_1
Tak lupa ada yang karaoke juga mereka semua menikmati kesenangan hari ini.
Bahkan mereka tidak segan-segan memasang taruhan kalau ada yang kalah dalam bermain.
Salah satu taruhannya adalah traktiran selama satu bulan untuk seluruh kawan kelas.
Lumayan mampus. Kalau Tuan Muda kita Bright itu tidak masalah baginya.
Traktiran yang hanya mengeluarkan segepok uang itu bagaikan debu baginya. Terlalu bingung bagaimana menghabiskan uang jajan yang di siapkan untuknya dari ortu belum lagi dari kakaknya apalagi dari beberapa perusahaan yang dia miliki.
Kakaknya Jenny selalu memberikan dia uang jajan padahal Jenk sendiri lebih kaya tetap saja namanya juga seorang kakak yang selalu memanjakan sang adik.
Tidak akan ada penolakan. Entah berapa kartu kredit yang di miliki oleh Jenk itu sendiri.
Kartu-kartu itu adalah kartu yang bikin orang shock. Kartu yang memiliki jumlah lebih dari triliunan.
Holang kaya mah bebas ๐ค
Yah dia memiliki banyak kartu kredit di dalam dompetnya. Kartu dari berbagai warna.
Ada yang hitam Gold yaitu kartu atas namanya yang memiliki logo bright di ujung kartu kredit itu.
Dan ada yang berwarna silver metalik, dan warna ungu, dan terakhir gold.
Warna-warna kartu yang hanya beberapa orang memiliki.
Jumlah kartu itu berdasarkan dari pemberian.
Seperti uang jajan dari ortunya, kartu khusus untuk uang jajan dari Jenny, uang jajan dari bonus masing-masing perusahaan yang dia dirikan.
Hasil dari masing-masing perusahaan nya juga serta kartu yang memang di wajibkan setiap bulan terisi yaitu kartu atas namanya sebagai Tuan Muda Bright.
Bayangkan saja sendiri bagaimana reportnya banyak kartu kredit.
Saya yakin Jenk tidak akan mengingat kartu-kartu itu berdasarkan jenisnya.
Hai hai hai sobat ๐ Author baru come back nih ๐
Apa kabar kalian?
Sehat sehat sehat?
__ADS_1
Jangan lupa dukung ya kakak readers ๐ฅฐ