Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Hasil akhir


__ADS_3

Update 20:43


Setelah semua orang berkumpul segera seorang moderator menyapa.


"Selamat siang Nyonya dan Tuan selamat datang di acara pelelangan rumah lelang ini" ucap moderator yang memimpin jalannya pelelangan ini.


Semua mata fokus kedepan menanti acara inti.


"Tanpa basa-basi lagi tentu Tuan dan Nona yang terhormat telah mendengar sebuah kilang anggur yang berada di pesisir pantai selatan dan saat ini sedikit mengalami hal yang walaupun hal itu terjadi tetapi tidak mengurangi rasa antusias para Tuan dan Nyonya untuk menghadiri pelelangan hari ini" ucap Moderator itu sekedar basa-basi.


"Oke untuk mempersingkat waktu maka pelelangan segera resmi di mulai. Silahkan Tuan dan Nona yang terhormat memberikan harga awal" ucap Moderator.


Segera seorang pria muda yang duduk bagian selatan mengangkat papan harga.


"500 juta" ucapnya sambil memperlihatkan papan harga yang dia tulis.


"520 juta" seorang pria paruh baya menyambung.


"550 juta"


"700 juta"


"1 miliar"


Dalam beberapa detik saja harga perusahaan itu sudah mencapai satu miliar.


Masih banyak yang mempertimbangkan pemikiran mereka apakah tetap mengambil perusahaan ini atau tidak.


Jenk sendiri belum menyebutkan harga masih terus memantau keadaan.


Scorpio juga menoleh ke arah Tuannya yang belum memberikan harga.


"Apakah masih ada yang memberikan harga? ucap Moderator setelah semua tamu terdiam.


"1,2 miliar" tiba-tiba sebuah suara muncul itu dari pria yang duduk di pojokan.


Pria itu bukan Jenk. Posisi duduknya saat ini hampir sama seperti Jenk yang duduk di pojokan.


Jenk mengangkat kepalanya dan mulai mengeluarkan harga juga.


"1,5" Suara Scorpio


Segera kepala orang kembali melihat ke arah tempat duduk Scorpio yang baru saja menurunkan papan harga.


"1,7" Saut pria itu lagi.

__ADS_1


"2 miliar" ucap Scorpio lagi


"2,2 miliar"


Hanya kedua orang itu yang saling memperebutkan harga.


Setelah harga 3 miliar setelah pria muda itu menyebutkan harga yang lebih dari 3 miliar Scorpio yang ingin menyebutkan harga lagi segera berhenti setelah Jenk menahannya.


"Apakah Tuan Muda tidak lagi menginginkan kilang anggur ini? Tanya Scorpio.


"Awalnya memang saya tertarik tetapi apakah kau tidak menyadarinya kalau sedari tadi kamu di jebak? ucap Jenk.


Scorpio langsung tersadar dan menatap ke arah lawan banting harga nya.


Pria muda yang terus beradu harga dengan Scorpio segera melihat ke arah tempat duduk Jenk dan tidak membuat dia sedikit terkejut tidak lagi mendengar penawaran harga.


Ini yang membuat dia sedikit panik kehilangan pelanggan.


"Baiklah karena sudah tidak ada yang menawarkan harga lagi maka saya akan menghitung mundur.


Satu kali, dua kali ,dan tiga kali sekarang perusahaan kilang anggur ini jatuh kepada Tuan yang berada di pojok" ucap Moderator tidak menangkap sinyal dari pria muda itu.


"Tidak" ucap Keras pria itu membuat orang-orang yang mengikuti lelang menatapnya heran.


"Saya tidak jadi mengambil perusahaan ini silahkan di berikan kepada Tuan yang berada di pojok sana" ucapnya kepada kelompok Jenk lebih tepatnya kepada Scorpio.


"Saya tidak jadi mengambil perusahaan ini sehingga saya memberikan kesempatan kepada Tuan untuk mengambil perusahaan ini jadi sekarang Tuan lah yang memenangkan lelang ini" ucap Pria itu berjalan ke arah Scorpio.


"Tapi saya sudah tidak tertarik lagi dan juga saya tidak memiliki dana sebanyak yang Anda sebutkan" ucap Scorpio.


"Kalau begitu Anda tetap memenangkan dengan harga lelang terakhir yang Tuan sebutkan" ucap Pria muda itu.


"Maaf tapi saya sudah tidak tertarik lagi memang tadi Saya masih sangat menginginkan kilang anggur ini tetapi karena Anda yang memenangkan nya sehingga saya tidak tertarik lagi" ucap Scorpio masih menggelengkan kepalanya.


Mendengar jawaban Scorpio yang sepertinya sudah tidak bisa merubah pendapat lagi membuat pria itu merasa sangat gelisah.


Bahkan beberapa orang masih merasa heran mendengar perkataan pria yang memenangkan tender ini.


Kalau memang tidak tertarik kenapa terus memperebutkan harga ketika ada yang menginginkan nya giliran memenangkan kenapa menolak?


Itulah yang tertanam dalam pikiran para pembisnis yang ikut andil dalam pelelangan.


"Apakah memang pria muda itu sedari tadi adalah pembohong yang hanya menginginkan ketenaran?


Berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran para orang orang itu lebih membuat pria muda merasa tertekan lagi.

__ADS_1


"Kenapa anda tidak tertarik lagi? ucap Jenk setelah lama terdiam sedari tadi.


Mendengar pernyataan Jenk membuat pria muda itu lebih tidak memiliki kata-kata lagi.


"Apakah Anda tertarik dengan kilang anggur ini? ucap Pria muda itu.


"Jawaban itu sudah di jawab oleh orangku dan jawaban nya masih sama yaitu tidak tertarik lagi" ucap Jenk.


Mendengar perkataan Jenk membuat pria itu mengerti kalau kedua orang ini adalah Tuan dan bawahan.


"Oke saya jujur kalau kilang anggur ini adalah perusahaan milikku" ucap Pria muda itu akhirnya menyerah untuk membujuk dan jujur kalau dia adalah pemilik kilang anggur itu sebenarnya.


Akhirnya semua orang mengerti dan menebak kenapa pria itu menolak dan juga sedikit mendapatkan gambaran kasar dari masalah tersebut.


Jenk mengangguk mengerti dan jawaban ini yang dia tunggu sedari tadi bahkan Scorpio terkejut dengan analisis Tuannya.


"Tapi saya sudah tidak memiliki harga yang di tentukan dari sebelumnya kalau 2 miliar saya akan mengambilnya" ucap Jenk dia mengurangi satu miliar ini juga karena dia tidak ingin mempermalukan pria muda di depannya lagi.


Apalagi uang segepok seperti itu bukan masalah besar baginya.


"Tidak bisa lebih lagi Tuan? ucap Pria muda itu masih menawarkan harga sedikit gelisah.


Melihat itu Jenk sedikit memahami keadaan pria di depannya.


"Baiklah 2,5 tidak ada kenaikan lagi" ucap Jenk Final.


"Baik itu tidak masalah" ucap Pria muda itu melihat Jenk tidak keberatan.


"Baiklah sekarang pemenang lelang ini adalah Tuan Muda? ucap Pria muda itu.


"Bintang" ucap Jenk.


"Tuan Muda Bintang yang memenangkan lelang ini." ucap Pria pemilik kilang anggur sebelumnya.


Sekarang kilang anggur itu resmi menjadi milik seorang Jenk.


Walaupun dengan cara sedikit licik dia mendapatkan nya.


Awalnya Jenk ingin mengambilnya secara normal tetapi karena pria muda itu sengaja bersaing harga dennganya supaya harga kilang anggur itu jatuh di harga yang lebih tinggi membuat seorang Jenk kembali bermain licik.


Kalau orang lain yang mungkin beradu harga dengan pria itu bisa di pastikan kalau dia akan berhasil memancing ikan besar masuk ke dalam jebakan nya tetapi karena Jenk sudah membaca gerak gerik lawannya ke depannya sehingga dia tidak berhasil.


Makanya Jenk menghentikan Scorpio yang akan memberikan harga lagi secepat mungkin karena setelah mereka akan memberikan harga kembali setelah pria pemilik kilang anggur sebelumnya menyebutkan harga dan Jenk mengetahui kalau itu adalah harga terakhir yang di sebutkan oleh Pria muda itu.


Semua orang meninggalkan tempat lelang dan Jenk juga Scorpio meninggalkan tempat itu setelah berhasil menandatangani surat pengalihan perusahaan.

__ADS_1


Bersambung>>>>>>>


__ADS_2