
ketika William dan teman temannya ingin pergi meninggalkan aula hotel termahal tiba tiba ada seorang pria yang menegurnya.
" bukannya kau William lelaki paling miskin di kampus kita." tanya dia dengan sombongnya.
" maaf tuan tetapi aku tidak mengenal mu." jawab William dengan santai.
" William dia adalah Sam Wane putra dari keluarga Wane."jawab Jenifer ke William.
" oh jadi kau Sam Wane putra dari keluarga Wane maaf tapi aku tidak punya urusan dengan mu." jawab William sambil tersenyum
" ternyata kau cukup pintar, walaupun kau miskin tapi kau cukup sombong. " ucap Sam kepada William.
" Sam jaga ucapan mu kau tidak berhak menghina temanku." jawab Andy Murray dengan marah .
" Andy kau pikir kau siapa berani memarahiku,kau pikir kau siapa , kau hanya orang miskin sama seperti nya . jawab Sam dengan marah.
Andy memang berasal dari sebuah desa kecil dan tidak berasal dari keluarga kaya , mereka hanya Keluarga kecil yang hidup berkucukupan , Andy memutuskan untuk merantau ke kota dan mendapatkan beasiswa di kampus.
" BANG ! " William pun maju dan langsung menendang perut Sam dengan kencang hingga ia terlempar ke belakang, ia maju ke depan sang menginjak tangannya hingga patah .
" sekali lagi kau menghina temanku di depanku ,bukan hanya ku buat tanganmu patah tetapi akan aku hancur kan tanganmu." ucap William dengan dingin kepada Sam .
teriakan Sam terdengar begitu kesakitan bahkan semua orang di hotel pergi untuk melihat nya.
" William kau cari mati aku akan membunuh mu dan seluruh keluarga mu." ucap Sam kepada William dengan marah .
" oh kau ingin membunuh ku aku tunggu sebaiknya cepat jangan lama lama . " ucap William sambil memandang jijik kepadanya.
" ayo kita tinggalkan tempat ini . " ucap William kepada mereka.
mereka pun naik ke atas dan mulai berbicara satu sama lain, berencana mengadakan mereka bekerja di perusahaan milik nya .
" aku ingin mengajak kalian kerja denganku apa kalian bersedia untuk itu." tanya William kepada mereka.
" William aku bersedia bekerja di perusahaan milik mu , biarpun bagaimana kau sudah banyak membantu ku dan juga keluarga ku. " jawab Andy Murray dengan senang.
" ok bagaimana yang lainnya apa kalian bersedia sebaiknya kalian memikirkannya terlebih dahulu, tetapi jika kalian berminat hubungi aku, aku ingin pulang dulu ." jawab William dengan tersenyum.
William turun ke bawah dan langsung menuju mobilnya, ia melihat ada 3 mobil Van dan satu mobil BMW seri 7 ia tau itu adalah Sam Wane dengan teman temannya.
setelah itu William pergi meninggalkan hotel dengan mobil nya , ia memancing mereka ke sebuah tempat sepi , ketika sudah sampai William menurunkan kecepatan mobil nya agar mereka bisa menghalanginya.
setelah itu dua mobil Van menghadang Dari depan dan satu mobil Van ada di belakangnya, seketika kelompok pria berpakaian hitam turun dan langsung berjalan menuju mobil William.
" cepat keluar " teriak salah satu pria berbadan besar .
William pun turun dan langsung tersenyum.
" tidak perlu marah marah ,tanpa kau suruh aku akan turun " ucap wiliam dengan tenang.
" jadi kau orang yang mematahkan tangan saudara ku." kata pria besar dengan tatapan ingin membunuh .
" sebaiknya kalian berlutut atau aku akan membunuh kalian semua." ucap William dengan dingin kepada mereka.
" kau pikirkan kau siapa berani menyuruh kami berlutut, kami adalah anak buah Don Albert orang paling ditakuti di dunia bawah." ucap salah satu dari mereka.
" jadi kalian anak buah Albert apa kalian orang-orang baru sampai sampai kalian tidak mengenali tuan kalian. " ucap William dengan tersenyum.
" kau pikir kau siapa jika bos kami mendengar ini dia akan membunuhmu." ucap salah satu dari mereka.
" baiklah kalian lebih memilih mati ." ucap William sambil maju ke depan dengan aura yang haus akan membunuh .
seketika William menendang perut orang yang dari tadi banyak bicara kepada nya ,ia juga mematahkan tangan dan kaki orang itu. seketika semua orang terdiam beberapa saat.
" apa yang kalian lihat habisi dia " ucap pemimpin dari mereka.
Bang, bang, bang !
__ADS_1
semua orang sudah jatuh di tanah dengan keadaan yang tragis.
"ahhh kakiku patah!"
"tanganku,tanganku!"
untung William tidak membunuh mereka ,dan hanya mematahkan tangan dan kaki mereka , William maju kedepan pemimpin mereka dan mengeluarkan aura haus darah yang menakutkan.
" berhenti di situ jika kau memukulku ayah baptis ku Don Albert akan membunuhmu." ucap Tony Blair anak baptis Don Albert.
" ohh jadi kau anak baptis Albert pantas kau punya nyali untuk melawanku. " ucap wiliam dengan dingin kepada Tony .
" berhenti, berhenti, berhenti." kata Tony dengan panik.
belum selesai berbicara wiliam memukul pelipis kiri nya hingga keluar darah , bukan hanya itu wiliam juga menendang perut Tony hingga meringkuk di tanah, William mengeluarkan ponsel nya dan menelpon Don Albert.
" halo Albert anak baptis mu sudah membuat ku marah cepat kemari aku beri waktu lima menit jika tidak aku akan membunuhmu." ucap William dengan Dingin kepada Albert.
belum sempat Albert berbicara William sudah mematikan hati nya Albert terlihat marah dan langsung menuju mobilnya.
belum sampai lima menit mobil Chevrolet Camaro warna hitam sampai di tempat, Albert langsung turun dan langsung berjalan menuju ke Tony dan langsung menampar nya .
" dasar anak kurang ajar sudah berapa kali aku bilang jangan bekerja tanpa perintah ku , apa kau bosan hidup jika iya cepat katakan ." bentak Albert dengan marah bahkan ia menamparnya hingga jatuh ke tanah.
" Albert aku butuh penjelasan mu mereka mencoba menghabisi ku bahkan mereka ingin membunuh ku , apakah ini didikan ku Kepada kalian mempekerjakan seseorang untuk menghabisi seseorang tanpa tahu masalah nya apa ." kata William dengan tenang.
kali ini Albert benar benar marah ia menendang Tony berkali kali hingga pingsan.
" dasar biadab apa kau tidak tahu siapa orang ini dia adalah kakakku , jika bukan karena dia aku sudah mati dari dulu ." ucap Albert sambil menendang Tony tanpa berhenti , memang benar William menemukan Albert ketika ia pingsan di dalam sebuah gang , William membawa nya kerumah keluarga Alexander, saat itu usia William baru 10 tahun, sedangkan Albert 20 tahun.
" ayah maafkan aku, aku tidak tahu kalau dia adalah kakak ayah aku sungguh bodoh . ucap Tony dengan menangis.
" cukup Albert," baiklah aku akan memaafkannya mu tetapi aku ingin tau apa benar Sam Wane yang membayar mu." tanya William sambil tersenyum.
" iya benar dia yang membayar ku ." jawab Tony dengan tersenyum.
" kakak apa aku perlu membunuh nya ." tanya Albert dengan tenang.
"tidak perlu bawah mereka ke rumah sakit dan kumpulkan semua orang besok di tempat biasa." perintah William kepada Albert.
" baik kak ." Jawab Albert sambil membungkuk.
William pun sampai di rumah keluarga Alexander dan langsung menuju ke tempat Peter , Peter saat ini sedang bersama Quinton, Clara, Daniel ,dan juga Gerald, walaupun mereka tidak seumur tetapi mereka sangat dekat.
Wiliam , Peter, dan juga Quinton mereka seumuran William adalah yang paling kakak , Quinton kedua, dan Peter ketiga, mereka hanya berbeda beberapa bulan. sedangkan Clara, Daniel, dan juga Stefany mereka seumuran , Daniel adalah anak pertama dari Sofia Alexander ia sangat mengidolakan William baginya William sangat keren, ia hanya beda satu bulan dengan Clara.
sedangkan Stefany ia adalah adik dari Peter , saat ini ia sedang berada di Rusia untuk memantau pembangunan perusahaan. sedangkan Gerrad dia adalah anak kedua dari Felicia Alexander , ia sangat pintar bahkan ia berhasil meraih gelar S2 hanya dalam 5 tahun, ia hanya beda 1 tahun dari mereka.
" ternyata kalian ada disini." tegur William kepada mereka.
" kak William lama tidak berjumpa." ucap Daniel dengan senang.
" lama juga tidak berjumpa kau sudah semakin besar, dulu kau pernah diganggu oleh seseorang hingga membuat tangan kiri mu terluka, kakek marah dan menyuruh ku untuk datang ke sekolah mu , aku datang dan mematahkan tangan kiri orang itu " ucap William sambil tersenyum.
" sedangkan kau Clara kau pernah bermasalah dengan manejer tokoh LV ,kau ditampar karena kau lupa membawa dompetmu mereka mengira kau mau menipu mereka karena kau sudah menyuruh mereka membungkus semua barang keluaran terbaru, kau menelpon ayahmu untuk datang kesana, tetapi paman menyuruh ku untuk pergi menggantikannya Aku menampar manejer tokoh itu dan membeli tokoh itu dan lalu membakarnya.
" Peter , Quinton kalian berdua pernah disandera oleh geng lain saat itu kalian dijebak oleh seseorang, mereka menyiksa kalian selama 3 hari tanpa henti, walaupun siksaan mereka tidak sebanding dengan guru Julian, tetapi kalian tidak takut menghadapi nya , kakek marah dan menyuruh semua orang untuk mencari kalian , aku menemukan lokasi kalian dan aku pergi sendiri untuk menyelamatkan kalian , aku membunuh mereka semua dengan tangan ku sendiri bahkan saat itu kita masih berusia 15 tahun , semua orang datang dan kaget melihat semuanya sudah mati , semenjak saat itu aku mendapatkan julukan itu. " kata William sambil tersenyum kepada adik adiknya.
" kakak benar setiap kita mempunyai masalah kau yang deluan turun tangan , karena kau tidak ingin kami kenapa-napa, bahkan dulu ketika Gerrad jatuh dari pohon karena aku , tetapi kau yang maju dan menerima cambukan dari kakek " ucap Peter dengan sedih .
" dari kecil kau memang sering buat masalah kau ingat kau memecahkan vas bunga kesayangan guru Julian , sampai sampai kak William yang kena hukuman ." ucap Quinton kepada Peter sambil ketawa.
" hahahah maaf, maaf , guru Julian terlalu galak bahkan ayahku , pernah bercerita paman Wayne pernah dihukum karena karena berkelahi dengan paman Billy ." ucap Peter sambil tertawa
" aku juga ingat dulu kakak tertua pernah bertengkar dengan seorang pria terus kak William datang dan memukuli pria itu, bahkan pria itu sampai koma di rumah sakit. " ucap Gerald dengan tersenyum.
" Kalau begitu aku pamit tidur dulu." kalian jangan terlalu banyak minum alkohol.
__ADS_1
William pun naik ke atas dan langsung menuju ke kamar ia pun langsung menghubungi Chelsea, tetapi handphonenya tidak aktif, ia pun panik dan langsung menelpon Richard Marx.
" Richard apakah terjadi sesuatu kepada istri ku, saat ini aku menghubungi nya tetapi handphone nya tidak aktif." tanya William dengan panik.
" tidak ada terjadi apa apa Don saat ini nyonya sedang rapat dengan keluarga Wilson." Jawab Richard sambil memantau rumah keluarga Wilson.
" baiklah awasi dia dan jangan sampai lengah ." perintah William kepada nya.
" Don kemarin ada seorang pria yang datang ke rumah anda, nampaknya dia bertengkar dengan istri anda. " Ucap Richard kepada William.
" siapa dia apa kau mengenalnya, apakah dia ricko Sanders." tanya William dengan penasaran.
" bukan tuan muda usianya sekitar 40 tahun dan kayaknya dia orang kaya."Jawab Richard dengan serius.
" cari tau siapa dia , jika dia datang lagi awasi dia ." perintah William kepada Richard."
" baik tuan " Jawab Richard dengan tegas.
setelah itu William langsung pergi menuju teras kamar nya ia pun mengisap rokoknya dan menelpon Peter.
" halo Peter bisa kau datang ke kamarku ajak Quinton dan juga Clara ." Tanya William kepada Peter.
" baik kak kami segera kesana." jawab Peter sambil memainkan gelas wine di tangannya.
" kalian berdua ayo ikut aku kak William memanggil kita ." kata Peter kepada mereka.
kebetulan sekali Peter sedang bersama mereka berdua , Gerald, Daniel sudah Kembali ke kamar mereka karena mereka kurang suka minum terlalu banyak.
di rumah keluarga Wilson kakek wilson memanggil semua orang untuk membahas kontrak kerja sama dengan Phoenix comporation bahkan kakek wilson juga mengundang Jacob dan keluarga nya untuk datang ke rapat keluarga
" derryl kakek ingin kau pergi ke perusahaan Phoenix comporation untuk mengajukan kontrak kerja sama ." ucap Markus Dengan tersenyum kepada cucu kesayangan nya
" kakek aku akan pergi dan membawa pulang kontak itu ." jawab derryl dengan tersenyum kepada Chelsea.
" ayah percayakan saja ini kepada derryl dan Angela untuk bertemu dengan nyonya Aurora." jawab Hendrik dengan tersenyum.
" baiklah ayah serakan padamu." jawab Markus dengan tersenyum kepada Hendrik.
" kakek apakah aku juga bisa pergi untuk mengajukan kontrak kerja sama." jawab Chelsea dengan tersenyum kepada kakeknya.
" hahahaha Chelsea kau pikir kau siapa kau hanya seorang OB di perusahaan kami " Jawab Angela sambil tersenyum.
" Angela benar seharusnya kau tahu diri hei Jacob apa kau bisa mendidik anak mu " jawab Hendrik dengan tersenyum.
" Hendrik jaga ucapan mu biarpun bagaimana aku kakakmu." ucap Jacob dengan marah .
" cukup Chelsea sebaiknya kau tidak pergi kakek takut tuan muda Alexander akan marah jika tau aku memutus seorang OB ." ucap Markus sambil memandang dingin.
tiba tiba William mengirim pesan ke Jacob , karena ia khawatir terjadi sesuatu kepada istrinya.
" ayah apa kah terjadi sesuatu kepada kalian aku dengar dari temanku yang datang untuk membawakan makanan untuk kalian kalian sedang pergi ke rumah keluarga Wilson untuk rapat keluarga ."tanya William Dengan sopan.
" ia saat ini kami sedang rapat dengan keluarga Wilson , Chelsea ingin pergi ke Phoenix comporation untuk mengajukan kontrak kerja sama dengan mereka , tetapi kakek menolak nya karena Chelsea hanya seorang OB . " Jawab Jacob .
" ohh ternyata begitu , begini saja aku akan menelpon mu dan nyalakan speaker nya ." balas wiliam .
" oke " jawab Jacob dengan senang.
tidak lama setelah itu William menelpon Jacob.
" Jacob apa kau tahu etika saat ini kita sedang Rapat kau malah menjawab telepon dari orang lain." ucap kakek wilson dengan marah
" ada yang ingin bicara dengan kalian ." jawab Jacob dengan tenang, ia tahu apa yang akan dilakukan William bahkan ia mendukung William.
" halo kakek wilson ini aku William aku sengaja menelpon ayah mertuaku karena aku juga ingin ikut dalam rapat ini, aku dengar kalian menolak istriku untuk pergi ke Phoenix comporation. " tanya William dengan tersenyum.
" jika iya memangnya kenapa aku rasa kau sebaiknya tidak usah ikut campur urusan keluarga ku." jawab Markus dengan sombongnya.
__ADS_1