
Setelah layar komputer milik Freddy sudah menampilkan sebuah video yang menampilkan keadaan Tood Jean dan juga beberapa bodyguardnya Freddy menyerahkan sebuah alat pengeras suara yang sudah tersambung dengan kamera pengawas, William mulai menetes suaranya di alat pengeras suara itu setelah ia rasa cocok ia pun memulai pembicaraan dengan empat raja dunia bawah.
" Bangunkan Tood Jean." Ucap William dengan dingin.
Setelah mendengar suara William tanpa pikir panjang Jhon yang sudah tidak sabar langsung mengambil satu ember air dingin yang sudah disiapkan oleh anak buahnya untuk membangunkan Tood Jean, ia langsung menyiramkannya kepada Tood Jean hingga membuat seluruh tubuh Tood Jean basah kuyup oleh siraman dari Jhon Tood Jean langsung bangun dari pingsannya dan langsung melihat Richard dan juga Jhon yang berada di hadapannya.
" Akhirnya kau bangun juga jika kau tidak bangun maka aku akan menyirami mu dengan air panas." Ucap Jhon dengan dingin.
Tood yang melihat kedua tangannya telah diikat Dengan menggunakan rantai ia pun mulai meronta dengan kuat hingga membuat kedua pergelangan tangannya berdarah karena gesekan rantai yang mengikat kedua tangannya, ia menatap Jhon dan juga Richard dengan dingin setelah itu ia langsung memaki mereka berdua.
" Apa yang kalian lakukan brengsek beraninya kalian melakukan ini kepadaku, apa kalian tidak tahu siap aku ini." Ucap Tood dengan marah.
Jhon Hart yang mendengar perkataan dari Tood langsung menjadi tambah emosi ia maju dan langsung menampar Tood Jean dengan sangat cepat dan keras hingga ada bekas tamparan berwarna merah di pipi sebelah kanan milik Tood, William yang melihat itu hanya menunjukkan wajah datar ia kembali berbicara melalui alat pengeras suara yang ada di hadapannya.
" Tood Jean kau pikir kau sekarang berada di kota Amber dimana kau bisa menggunakan nama keluarga Jean untuk berbuat semau mu." Ucap William dengan dingin.
Tood Jean yang mendengar suara William melalui alat pengeras suara segera mencari sumber suara itu, tetapi ia tidak menemukan William dan juga alat pengeras suara itu setelah bosan mencari ia kembali ke Richard dan juga Jhon ia, William yang melihat itu hanya diam saja sambil melihat adegan yang ada komputer milik Freddy sedangkan Quinton ia tidak bisa menahan tawanya ia tertawa dengan keras sampai-sampai Tood mendengarnya melalui alat pengeras suara yang ada didalam ruangan interogasi.
Tood yang mendengar suara tawa dari Quinton segera menjadi marah tanpa pikir panjang ia langsung berteriak dengan keras.
" Quinton jadi ini semua adalah perbuatan mu, beraninya kau melakukan hal seburuk ini kepadaku, aku berjanji jika aku sudah keluar dari sini aku akan menghabisi mu." Ucap Tood dengan marah
Quinton semakin tertawa mendengar ancaman dari Tood ia tidak menyangka bahwa Tood benar benar sangat berani mengancam dirinya bahkan Damian Jean tidak berani melakukan hal itu kepada dirinya, William memberikan perintah kepada Jhon untuk mencambuk Tood menggunakan sebuah cambuk yang terbuat dari ekor ikan pari Jhon menyuruh anak buahnya untuk mengambilkan nya cambuk, tidak sampai lima menit anak buahnya telah kembali dengan membawa sebuah cambuk yang terbuat dari kulit ikan pari Jhon mengambilnya dan langsung melayangkan cambuk itu kebagian punggung Tood.
Sebuah sayatan panjang terlihat di punggung Tood sayatan itu mengeluarkan darah segar Tood hanya bisa meringis menahan sakit Jhon yang melihat itu kembali melayangkan cambuknya ke bagian punggung Tood, Tood berteriak kesakitan setelah cambuk itu mengenai punggungnya kali ini sayatannya sangat besar hingga memperlihatkan daging milik Tood Jean Jhon yang melihat itu tidak merasa kasihan sama sekali justru ia kembali mencambuk Tood berkali kali dengan sangat keras.
Hingga delapan sayatan panjang terlihat di punggung putih milik Tood Jhon yang ingin melanjutkannya segera dihentikan oleh Tood Jean, Tood memohon agar Jhon mengasihani dirinya tetapi sayang Jhon tidak memperdulikannya, ketika ia ingin melayangkan cambuknya William menyuruhnya berhenti seketika Jhon berhenti dan langsung berjalan mundur menjauhi Tood Jean ia pikir William akan menghentikan Tood untuk menyiksanya tetapi ia salah kali ini William menyuruh Richard untuk melanjutkan kegiatan tadi.
Richard mengambil cambuk yang ada di tangan Jhon dan langsung berjalan menuju Tood Jean wajahnya sangat dingin ada aura pembunuh yang terpancar di kedua matanya, setelah sampai ia langsung melayangkan cambuknya dengan cepat dan keras seketika sebuah sayatan panjang dan lebar terpampang di dada milik Tood, Tood yang mendapatkan luka itu seketika berteriak kesakitan ia menangis dengan keras bahkan ia kencing di celana Richard terus mencambuknya hingga ia pingsan karena mengeluarkan darah yang cukup banyak.
William yang melihat itu segera menyuruh mereka berempat untuk pergi meninggalkan mereka William berdiri.
" Aku ingin pulang dulu aku serahkan mereka kepadamu, aku akan kembali besok untuk bermain main dengannya kembali." Ucap William dengan dingin.
Freddy hanya membungkuk setelah William pergi meninggalkan ruangannya William, Quinton, dan juga Peter pergi menuju mobil mereka dan langsung pergi meninggalkan diamond surface, sementara di China Adrian sedang berada di sebuah restoran mewah ia sedang bersama seorang wanita yang cukup misterius wanita itu menggenakan sebuah masker dan kacamata hitam untuk menutupi wajahnya ia juga menggunakan topi.
__ADS_1
" Bagaimana kabarmu apa kau baik-baik saja." Tanya Adrian dengan dingin.
" Tidak perlu basa basi Adrian Taylor dimana anakku, dimana kau membuang anakku sudah dua puluh tujuh tahun aku tidak bertemu dengan anakku dan itu semua karena mu." Ucap wanita itu dengan dingin.
" Anakmu masih hidup saat ini ia sedang berada di Amerika aku menyuruhnya untuk mengurus perusahaan ku yang berada di sana." Ucap Adrian dengan dingin.
" Untuk apa kau menyuruh anakku mengurus sesuatu yang bukan miliknya, apa kau ingin memanfaatkan anakku." Ucap wanita itu dengan sedikit nada yang menekan.
" Itu terserah aku lagipula dia juga anakku darah daging ku ia pantas mewarisi kekayaan ku." Ucap Adrian dengan sedikit emosi.
" Anakmu bukannya dulu kau tidak mengakui anak itu bahkan kau menyuruhku untuk menggugurkan kandungan ku saat itu waktu usia kandungan ku masih dua bulan." Ucap wanita itu yang mulai merasa sedih.
" Aku tahu waktu itu aku salah tetapi ketika aku melihat anak itu aku merasa bahwa ia memang darah daging ku." Ucap Adrian yang mulai merasa bersalah.
" Aku ingin bertemu dengan anakku ia harus tahu bahwa ibunya masih hidup." Ucap wanita itu dengan dingin.
" Aku akan mempertemukan kalian berdua, apa kau masih tinggal di kawasan kumuh itu." Tanya Adrian dengan lirih.
" Tentu saja hanya rumah itu yang aku punya saat ini, jika aku tidak tinggal di sana mau dimana lagi aku akan tinggal." Ucap wanita itu dengan dingin.
" Tidak perlu aku sudah nyaman tinggal di sana." Ucap wanita itu dengan dingin.
" Jangan anggap saja ini sebagai tanda permintaan maaf ku kepada mu." Ucap Adrian dengan dingin.
" Terserah kau, aku ingin pulang dulu aku tunggu kabar dari mu." Ucap wanita itu sambil berjalan meninggalkan Adrian.
Adrian hanya diam sambil menatap makanan wanita itu yang tidak disentuh sama sekali ia berdiri dan langsung pergi menuju meja kasir setelah membayar makanan ia pergi menuju mobilnya, sesampainya di mobil ia mengeluarkan Handphonenya dan langsung menghubungi seseorang.
" Aku ingin kau mencarikan rumah ataupun apartemen untukku." Ucap Adrian dengan dingin.
" Baik tuan Adrian aku akan mencarikan yang terbaik untuk anda, kapan anda ingin menempati rumah itu." Jawab pria itu sambil bertanya kepada Adrian.
" Bukan untukku tetapi untuk temanku aku ingin besok, besok aku akan kesana mengecek tempat itu." Ucap Adrian dengan dingin.
" Baik tuan Adrian." Ucap pria itu dengan hormat.
__ADS_1
Setelah selesai menghubungi seseorang Adrian pergi meninggalkan restoran dengan mobil miliknya didalam mobil Adrian masih teringat masa lalunya dimana ia masih berpacaran dengan wanita yang ia temui tadi di restoran, bahkan saking teringat masa lalunya ia sampai tidak fokus membawa mobil hingga hampir saja ia menabrak sebuah mobil di hadapannya, untung saja tidak terjadi apa-apa hingga ia kembali melanjutkan perjalanannya sesampainya di villa ia langsung masuk kedalam kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya.
William, Peter dan juga Quinton telah sampai di villa mereka langsung pergi ke kamar mereka masing-masing ketika ingin memasuki kamarnya ia didatangi oleh ayahnya, ayahnya memanggilnya karena ada sesuatu yang perlu ia bicarakan dengan anaknya itu William pun pergi bersama ayahnya ke area kolam renang mereka duduk di sebuah gazebo kayu Lexington yang sangat besar, setelah duduk Wayne mulai membuka pembicaraan empat mata dengan William.
" Ada yang ingin ayah bicarakan denganmu." Ucap Wayne dengan serius.
" Memangnya apa yang ingin ayah bicarakan, hingga sampai belum tidur." Ucap William dengan tersenyum.
" Tadi ayah mendapatkan telepon dari keluarga Jean kata mereka kau sudah menculik keponakannya." Ucap Wayne dengan dingin.
William terkejut mendengar perkataan ayahnya ia tidak menyangka bahwa berita ini bisa secepat itu masuk ke telinga ayahnya, ia terpaksa jujur kepada ayahnya karena ia tahu ia tidak bisa membohongi ayahnya.
" Ayah benar aku sudah menyekap Tood Jean di ruang bawah tanah diamond surface, aku melakukan ini karena mereka telah mengganggu keluarga Malik." Jawab William dengan dingin.
" Kaluarga Malik bukannya mereka keluarga terkaya di kota ini apa hubungannya dengan mereka." Tanya Wayne dengan serius.
" Keluarga Malik mempunyai sebuah perusahaan yang bekerja di bidang konstruksi bangunan dulu keluarga itu mempunyai sebuah kendala keuangan pada perusahaan itu mereka meminta bantuan kepada ku dan aku membantu mereka dengan syarat mereka menyerahkan empat puluh persen saham perusahaan mereka kepadaku dan bukan hanya itu saja aku juga meminta dua puluh persen saham di setiap perusahaan milik mereka, tetapi setelah kedatangan keluarga Smith mereka ingin membeli perusahaan itu kembali karena dulu itu adalah milik mereka putra dari pemimpin keluarga Smith sangat tergila-gila kepada istriku bahkan ia pernah ingin meniduri istriku untung saja aku datang tepat waktu dan menyelamatkan istriku beserta keluarganya." Ucap William dengan santai.
Wayne yang mendengar itu seketika terkejut ia tidak menyangka bahwa seseorang ingin memperkosa istri anaknya, William melanjutkan perkataannya tadi.
" Karena hal itu aku dan juga keluarga istriku di keluarkan dari keluarga Wilson karena keluarga Malik tidak ingin menjualnya mereka melaporkan hal itu kepada keluarga Jean hingga membuat keluarga Jean turun tangan langsung menghadapi keluarga Malik, aku ingin tahu apakah Tood Jean juga berniat menganggu istriku jika iya aku tidak akan membiarkan anak itu meninggalkan kota ini dalam keadaan hidup." Ucap William dengan dingin.
" Baiklah ayah akan mendukung mu kali ini, ayah juga merasa keluarga Jean sudah keterlaluan." Ucap Wayne dengan dingin.
" Oh iya ayah apa ayah ingat dengan berita tentang kecurangan keluarga Jean beberapa tahun yang lalu aku rasa berita itu memang benar adanya, aku berencana ingin mencari tahu tentang itu jika ayah mengizinkan aku akan melakukannya tetapi jika tidak aku tidak akan melakukannya." Ucap William dengan tersenyum.
"Dulu ayah pernah membahas ini dengan beberapa kepala keluarga seperti keluarga Atkinson, Amstrong, Stone, dan juga Robinson, menurut mereka ada sesuatu yang disembunyikan oleh keluarga Jean terutama Drake, ayah mengizinkan mu mencari tahu hal itu tetapi ingat kau harus berhati-hati dalam mencari tahu hal itu sistem keamanan di perusahaan keluarga Jean terlalu ketat kita tidak boleh bertindak sembrono ketika memasuki sistem data perusahaan." Ucap Wayne dengan tegas.
" Ayah tenang saja kita mempunyai seseorang yang sangat pandai dalam hal beginian." Ucap William dengan tersenyum.
Wayne mengerti siapa orang yang William maksud Peter adalah orang yang paling pandai dalam hal meretas situs bahkan dulu ia pernah meretas situs perusahaan Alexander tetapi ia berhasil dikalahkan oleh Sebastian, Sebastian dan juga Wayne yang mengetahui identitas orang yang berhasil meretas situs perusahaan mereka terkejut dan tertawa, mereka tidak menyangka bahwa Peter adalah orangnya Pedahal saat itu usia Peter baru lima belas tahun sedangkan Peter, William, dan juga Quinton merasa kesal karena mereka berhasil dikalahkan oleh Sebastian dalam melakukan peretasan sistem perusahaan.
William izin pergi ke kamarnya untuk beristirahat sesampainya di kamarnya ia langsung mengganti pakaiannya dan langsung tidur keesokan harinya William dibangunkan oleh ibunya karena ia harus berangkat ke kantor sedangkan Peter, Quinton, dan juga Clara sudah bersiap siap, William bangun dan langsung pergi menuju kamar mandi setelah selesai mandi ia sudah mendapati pakaiannya sudah siap di atas tempat tidur ia pun langsung memakai pakaiannya sebuah jas berwarna hitam dan juga kemeja berwarna putih ada juga sebuah dasi berwarna biru tua, setelah selesai memakai pakaiannya ia pun memakai sepatunya sebuah sepatu pantofel buatan Italia.
Sepatu kulit berwarna coklat muda sepatu itu sangat mengkilap setelah semuanya selesai William turun dan langsung bergabung sarapan bersama mereka setelah selesai sarapan ia pun langsung pergi menuju mobilnya di ikuti oleh yang lainnya, saat ingin memasuki mobil handphone miliknya berdering itu adalah panggilan dari ibu mertuanya yang memberi tahunya bahwa hari ini adalah hari dimana Jacob melepaskan gipsum di kakinya, William yang mengetahui hal itu memutuskan untuk pulang ke apartemen sebelum itu ia memberi tahu Quinton bahwa ia harus ke apartemen terlebih dahulu setelah selesai memberi tahu Quinton ia pun langsung pergi meninggalkan villa mewah miliknya.
__ADS_1
Sementara di Bandara sebuah jet pribadi telah mendarat di Bandara tujuh pria turun dari pesawat empat orang di antara mereka memiliki aura yang sangat kuat mata mereka memancarkan aura pembunuh yang sangat kuat, ketika ketujuh pria itu sudah turun seorang pria muda turun dari seorang diri, pria ini menggenakan jas berwarna biru tua dan kemeja berwarna hitam pria itu memakai sebuah kacamata hitam dan sepatu pantofel berwarna hitam yang sangat mengkilap pria itu adalah Elvin Taylor.