
berita tentang hancurnya Gren nice company tersebar cepat di kalangan pebisnis kota berilon bukan hanya di kota berilon tetapi berita ini juga tersebar luas di setiap negara Nordik, di Kota Sandberg di di area perbukitan kota Sandberg ada sebuah villa mewah yang sangat besar dan luas hanya ada satu villa di sekitar perbukitan ini, villa ini adalah milik keluarga Ramsey seorang pria berumur lima puluh lima tahun sedang asik meminum secangkir teh, pria ini memiliki aura yang mendominasi ia juga mengenakan pakaian sederhana tetapi terlihat mewah.
saat sedang asik meminum tehnya seorang pria muda datang menghampirinya pria ini memiliki wajah yang sangat tampan ia juga memiliki aura mendominasi, walaupun tidak sebesar aura milik lelaki tua yang sedang meminum teh, pria ini berjalan menuju pria tua itu dan langsung membungkuk di hadapan pria itu.
" ayah salah satu putri dari keluarga Zouch telah tewas di kota berilon." ucap pria itu dengan hormat.
" terus apa yang akan dilakukan oleh keluarga Zouch, apa mereka berencana untuk pergi ke kota berilon untuk mencari pembunuhnya." tanya pria itu dengan dingin.
" aku rasa tidak barusan aku menghubungi tuan muda Zouch katanya keluarga Zouch tidak akan melakukan balas dendam terhadap orang itu." jawab pria muda itu dengan hormat.
" tentu saja Lark hanyalah anak haram dari anak terakhir tuan besar Zouch, ketika kakeknya mengetahui hal itu ia terkena serangan jantung sampai ia meninggal, anak pertamanya mengambil alih kepala keluarga ia menyuruh adiknya untuk tetap membiarkan anak itu hidup tetapi dengan satu syarat, jika anak itu mencari masalah dengan orang lain maka Keluarga Zouch tidak akan ikut campur dengan masalah anak itu bahkan jika nyawa anak itu mati." ucap pria tua itu sambil memandang langit.
" ayah apa ayah tahu siapa orang yang telah disinggung oleh Lark Zouch." tanya pria muda itu dengan tersenyum.
" Samuel menurut ayah hanya ada satu orang yang mampu melakukan itu yaitu William Alexander anak dari tuan Wayne Alexander." jawab pria itu dengan tersenyum.
Samuel Ramsey adalah tuan muda dari keluarga Ramsey ia dikenal sebagai tua muda yang sangat baik dan juga dermawan tetapi jika ada seseorang yang menyakiti keluarganya ia akan berubah menjadi sosok yang sangat kejam, sikap ini diturunkan dari ayahnya dan juga kakeknya ayahnya adalah orang yang paling ditakuti di kota Sandberg ayahnya adalah Pierr Ramsey, Pierr adalah pria yang sangat kuat dan juga pintar ia mampu membawa keluarga Ramsey menempati posisi keenam sebagai keluarga terkaya di negara Nordik.
sementara William ia telah membawa Chelsea menuju rumah sakit terdekat saat ini Chelsea masih pingsan didepan ruangan ada Jhon Hart dan juga Freddy yang menemani William mengantar Chelsea menuju rumah sakit, Chelsea sadar dari pingsannya dan langsung melihat William Chelsea merasa bahwa ia hanya menjadi beban bagi William jika ia tidak pergi melamar pekerjaan di perusahaan itu semua ini tidak akan terjadi.
" sayang akhirnya kau sadar juga." ucap William dengan tersenyum.
Chelsea merasa sangat bersalah kepada William ia mencoba meminta maaf kepada William.
" sayang maafkan aku jika hanya bisa membebani mu selama ini." ucap Chelsea dengan meneteskan air mata.
" dasar bodoh untuk apa kau minta maaf, aku ini suamimu sudah seharusnya aku melindungi mu dari bahaya yang akan datang.." jawab William dengan dingin.
Chelsea segera memeluk tubuh suaminya William yang melihat istrinya menangis dipeluknya segera mengelus kepala istrinya dan juga memberikan kecupan di kening istrinya, saat sedang memeluk istrinya dokter datang dan memberi tahu bahwa Chelsea boleh pulang tetapi dokter mengingatkan Chelsea untuk tetap beristirahat di rumah, William menyerahkan pakain yang baru ia beli setelah ia ia keluar dari ruangan rawat Chelsea.
" tuan muda aku sudah menyiapkan mobil untuk anda di depan." ucap Jhon dengan tersenyum.
" terima kasih Jhon, kalian berdua boleh pergi aku tidak ingin istriku melihat kalian." ucap William dengan tersenyum.
setelah menyuruh Freddy dan juga Jhon pergi ia masuk kembali kedalam ia sudah mendapati istrinya sudah selesai mengganti pakaian, setelah itu mereka berdua pergi berjalan menuju depan rumah sakit didepan sudah ada sebuah mobil Lamborghini Aventador berwarna putih yang sudah siap menunggu mereka, William membukakan pintu untuk Chelsea dan setelah itu ia masuk ke kursi pengemudi dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit.
William terlihat tampan ketika duduk di mobil Lamborghini Aventador berwarna putih itu Chelsea yang memandang suaminya itu merasa bahwa William berbeda dari biasanya, setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam mereka sampai di apartemen milik Richard William langsung turun dan menggendong Chelsea ia tidak Chelsea kelelahan, Chelsea yang merasa William terlalu berlebihan segera menolaknya tetapi William tidak memperdulikannya sama sekali.
__ADS_1
mereka telah sampai di didalam Jacob dan juga Erina yang melihat keadaan Chelsea segera berlari menghampiri mereka, wajah mereka berdua sangat panik.
" astaga apa yang terjadi mengapa wajahmu lebam seperti ini nak." tanya Erina dengan khawatir kepada anaknya.
" aku baik baik saja Bu." jawab Chelsea dengan sedikit takut.
" William bawa istrimu ke kamar kalian." ucap Jacob dengan tegas.
setelah sampai di kamar William meletakkan Chelsea di tempat tidur mereka ia juga menyelimuti istrinya dengan selimut milik mereka, beberapa saat kemudian Erina dan Jacob datang Erina membawa beberapa ramuan herbal untuk Chelsea, handphone William berdering itu adalah panggilan dari ibunya William segera menjauh dari mereka.
" halo Bu ada apa." tanya William dengan santai.
" William dimana kau saat ini ibu dan juga kakakmu sedang berada di kantor mu." jawab Elizabeth sekaligus bertanya kepada William.
" aku sedang ada urusan penting tetapi sebentar lagi aku akan kembali ke perusahaan." jawab William dengan dingin.
" baiklah ibu tunggu, ada sesuatu yang perlu ibu bahas denganmu." ucap Elizabeth dengan tegas.
William mematikan telepon dan langsung kembali kepada istrinya sebenarnya William tidak ingin meninggalkan Chelsea yang sedang sakit, tetapi ia juga tidak bisa menolak ibunya Chelsea yang melihat William kembali segera bertanya kepada William.
" apa bos mu menyuruh kau kembali." tanya Chelsea dengan sedih.
"sebaiknya kau cepat pergi siapa tahu itu sesuatu yang penting." ucap Chelsea dengan sedikit sedih.
William segera pergi meninggalkan Chelsea ia langsung pergi menuju mobil setelah sampai di depan mobil ia langsung masuk dan langsung menekan tombol power pada mobil, setelah mobil menyala ia langsung menancap gas meninggalkan apartemen, beberapa saat kemudian ia sampai di di Phoenix comporation ia langsung masuk dan langsung berjalan menuju ruangan nya, ketika sampai di ruangan ia mendapati Olivia dan juga ibunya sedang duduk di sofa mewah di ruangan nya.
" memangnya apa yang perlu ibu bahas denganku." tanya William sambil duduk di depan ibunya.
" tadi pamanmu menghubungi ibu katanya paman Adrian sedang berada di China saat ini, ibu merasa ada sesuatu yang direncanakan oleh nya." jawab Elizabeth dengan sedikit khawatir.
William terkejut ia tidak menyangka bahwa Adrian akan bergerak secepat ini ia takut terjadi sesuatu kepada pamannya, William juga sempat berpikir bahwa insiden kecelakaan tiga tahun yang lalu ada hubungannya dengan orang ini, tetapi William tidak tahu bahwa ibunya juga mencurigai adik angkatnya itu.
" sebenarnya aku mencurigai paman Adrian tentang sabotase rem mobilku tiga tahun yang lalu aku rasa ini ada hubungannya dengannya, Karena saat itu tanpa diduga paman Adrian datang ke kota Adenville hanya untuk bertemu denganku bahkan orang terakhir yang aku temui sebelum kecelakaan itu adalah dia." ucap William dengan dingin.
" William apa yang perlu kita lakukan bagaimana jika paman Adrian mengambil alih semua aset milik keluarga Taylor." tanya Olivia dengan khawatir.
" Kakak dan ibu tidak perlu khawatir saat ini aku adalah kepala keluarga Taylor, jika benar paman Adrian adalah dalang dari kecelakaan ku tiga tahun yang lalu apalagi ia berencana merampas Semua aset keluarga aku tidak akan memaafkannya, bahkan jika perlu aku akan membuatnya merasakan kejamnya diriku ini." jawab William dengan dingin.
__ADS_1
Elizabeth yang mendengar perkataan William seketika merasa bahwa William memang sangat sama dengan suaminya mereka berdua bagaikan pinang dibelah dua, ia juga merasakan aura membunuh William yang sangat besar dan kuat, ia juga terkejut mendengar perkataan William tentang ia menjadi kepala keluarga Taylor.
" William apa kau serius apa benar kau sudah menjadi kepala keluarga Taylor saat ini." tanya Elizabeth dengan penasaran.
" iya Bu aku sudah menjadi kepala keluarga Taylor, paman Jhonatan menyerahkan kekuasaan kepada ku ketika ia datang kesini, ia khawatir aset keluarga akan jatuh ke tangan orang lain." ucap William dengan tersenyum.
keluarga Taylor bukan keluarga sembarangan selain mereka menjadi keluarga kedua terkaya di dunia mereka adalah keluarga yang sangat kuat dan jauh diluar imajinasi orang biasa, keluarga Taylor adalah keluarga campuran kakek dari Elizabeth adalah orang asli Amerika sedangkan neneknya adalah seorang putri dari salah satu keluarga terpandang di Hongkong dan juga Makau, keluarga Taylor sangat terpandang di Amerika Mereka adalah keluarga yang sudah berdiri ratusan tahun di sana.
kakek dari Elizabeth adalah orang yang membawa keluarga ini menempati Piramida tertinggi di benua Amerika dan juga membawa keluarga ini ke daftar sepuluh keluarga terkaya di dunia, bahkan ia berhasil membawa keluarga ini menempati posisi kelima, ketika ia pensiun ia menyerahkan jabatannya kepada anak pertamanya yaitu Hermes Taylor ayah dari Elizabeth, Hermes mempunyai kedua adik, salah satunya adalah ayah dari Jhonatan Taylor, ayah Jhonatan adalah seorang tentara dari negara China ia adalah mantan pemimpin snow leopard.
salah satu dari lima pasukan khusus terbaik di dunia ayah Jhonatan adalah orang yang paling penting di pasukan snow leopard, ayah Jhonatan bernama Chen Taylor ia gugur dalam tugas penyelamatan warga China yang ditahan oleh kelompok pemberontak negara China demi menyelamatkan para tahanan dan juga anak buahnya ia rela menahan musuh seorang diri, ia berhasil membunuh semua musuh tetapi sayang ia menerima beberapa luka tembak hingga ia kehabisan darah dan meninggal di tempat.
istrinya yang mendengar berita tentang kematian suaminya menjadi depresi dan ketergantungan terhadap obat penenang, hingga pada suatu saat ia ovordosis dan meninggal, Jhonatan yang baru berusia lima tahun di asuh oleh Hermes dan juga istrinya dan juga adik perempuannya.
Elizabeth yang mendengar itu langsung merasa lega ia tidak perlu khawatir tentang semua ini, sementara di China Adrian telah pergi meninggalkan Taylor group Jhonatan yang kembali ke ruangan nya segera menghubungi Don Lee.
" halo Don Lee apa kau sedang sibuk, ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan paman." tanya Jhonatan dengan tersenyum.
" kebetulan sekali aku sedang santai, tuan besar Taylor sedang dimana aku akan kesana sekarang juga." tanya Don Lee dengan hormat.
" kita ketemu di villa keluarga ku saja karena saat ini aku akan pulang ke villa." jawab Jhonatan dengan tersenyum.
" baik tuan besar aku akan pergi kesana sekarang juga." jawab Don Lee dengan hormat.
Don Lee adalah orang kepercayaan keluarga Taylor ia sudah menjadi pengawal keluarga Taylor sejak ia masih berumur tujuh belas tahun, ia sangat menghormati lord Taylor setelah lord Taylor meninggal ia menjadi pengawal Jhonatan dan juga keluarga Jhonatan, Don Lee bukan orang sembarangan ketika ia ditemukan oleh Hermes di usia lima belas tahun ia dimasukkan kedalam pendidikan prajurit angkatan darat negara China.
ia sempat menjadi salah satu pasukan terbaik dari tim khusus Falcon commander pasukan khusus yang menangani terorisme, setelah selesai ia kembali mengabdi kepada keluarga Taylor dan menjadi pemimpin dunia bawah kota Hongkong bahkan negara China
Jhonatan keluar dari Taylor group di depan sudah ada sebuah Lexus LS yang menunggunya ia masuk dan langsung memerintahkan sopir untuk kembali ke villa, sementara Adrian ia pergi ke makam ayah angkatnya Adrian sangat menghormati ayah angkatnya karena baginya Hermes adalah penyelamat hidupnya ketika ia berjuang keras di jalanan kota Hongkong saat itu.
" ayah aku datang." ucap Adrian dengan lirih.
Adrian menaruh beberapa bunga mawar dan melati setelah itu ia menyirami makam itu dengan sebotol air, ia juga tidak lupa membakar dua batang dupa dan membakar sebatang rokok dan lalu menghisapnya, setelah menghisapnya sekali ia meletakkan rokok itu di batu nisan ayah angkatnya itu adalah rokok yang biasanya di hisap oleh Hermes Taylor, tanpa sadar Adrian mulai menangis sejadi jadinya law yang berada di belakangnya segera memberikan sebuah kain untuk menghaluskan air mata ayah angkatnya itu.
Adrian mengambilnya dan langsung menghapus air matanya ia berdiri dan langsung pergi meninggalkan makam ayah angkatnya, law mengikutinya dari belakang setelah itu mereka berdua masuk ke dalam RollsRoyce Pantom berwarna hitam.
" kita kembali ke villa." perintah Adrian kepada sopir.
__ADS_1
" baik tuan." jawab sopir dengan hormat.
mobil berjalan pelan meninggalkan makam milik keluarga Taylor Adrian masih memandang makam itu, ia merasa kalau Jhonatan tidak pantas menjadi kepala keluarga Taylor ia akan menyingkirkan Jhonatan walaupun harus membunuhnya, tetapi Adrian tidak bisa membunuh Elizabeth karena ia sangat menyayangi kakak perempuannya itu.