TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
PERSIAPAN ADRIAN TAYLOR


__ADS_3

di sebuah villa di dekat pelabuhan Victoria sebuah mobil Mercedes Benz Maybach S Class berwarna hitam telah sampai seorang pria berbadan besar dan berwajah dingin turun dari mobil, pria ini memancarkan aura yang sangat mengintimidasi seseorang bukan hanya itu pria ini juga memancarkan mata yang Dingin ia adalah Don Lee pemimpin. beberapa saat kemudian ada sebuah mobil Ferarri 458 spider berwarna merah yang melaju masuk kedalam villa ia adalah anak pertama dari Jhonatan Zeki Taylor.


Zeki adalah orang yang menyandang gelar pangeran Taylor ia sangat ditakuti oleh semua orang ia kakak tiga tahun dari William, Zeki menjabat sebagai wakil direktur utama di Taylor Group ia sangat pintar ia lulusan S3 dari Harvard university ia mengambil jurusan bisnis dan manajemen keuangan, selain menjabat sebagai wakil direktur utama ia juga mengelola beberapa anak perusahaan dari Taylor group ia juga mempunyai beberapa bar mewah di seluruh negara China.


ketika Zeki melihat Don Lee ia segera memberhentikan mobilnya di belakang mobil Don Lee ,setelah itu ia turun dan langsung menyapa Don Lee biarpun bagaimana Don Lee adalah guru beladiri setiap putra keluarga Taylor kecuali William karena semenjak kecil ia dilatih dengan keras oleh Julian.


" paman Lee apa kabar ada apa Paman berkunjung kesini hari ini." tanya Zeki dengan tersenyum.


" aku kemari karena dipanggil oleh tuan besar Taylor." jawab Don Lee dengan dingin.


beberapa saat kemudian ada dua mobil yang masuk kedalam villa milik Jhonatan itu mobil yang didepan adalah Lexus LS dan dibelakangnya adalah RollsRoyce Cullinan berwarna putih, mobil yang ada didepan adalah milik Jhonatan sedangkan yang ada dibelakangnya adalah milik Zang jiangwu pengacara keluarga Taylor.


keluarga Zang adalah keluarga yang sangat terkenal dalam dunia pengacara hampir semua dari anggota keluarga adalah pengacara terbaik, dimulai dari kakeknya Zang Hong ia adalah pengacara yang sangat terkenal sejak masa lord Taylor, ketika tuan Hong mati ia meminta anaknya untuk menggantikannya menjadi pengacara lord Taylor karena keluarga Zang sangat berhutang Budi kepada keluarga Taylor, anaknya bernama Zang Mu ia sangat pintar bahkan ia banyak mendapat penghargaan internasional sebagai pengacara terbaik sepanjang masa di negara China.


ia juga masuk kedalam sepuluh pengacara terkaya dan terkenal di dunia banyak keluarga besar yang merekrut nya untuk menangani masuk mereka, ketika lord Taylor meninggal ia menjadi pengacara Jhonatan tetapi sayang belum lama ia menjadi pengacara Jhonatan ia mengalami kecelakaan serius yang mengakibatkan kedua kakinya lumpuh total, karena itu ia menunjuk anaknya untuk menggantikannya sebagai pengacara Jhonatan, zang Jiangwu hampir sama seperti ayah dan juga kakeknya ia sangat pintar walaupun ia masih muda tetapi ia sudah diakui oleh para pengacara senior bahkan beberapa dari mereka mengatakan bahwa Jiangwu bisa menjadi lebih sukses dari ayah dan juga kakeknya.


Jonathan dan juga Jiangwu turun dari mobil mereka mereka berdua berjalan menuju Don Lee dan juga Zeki, ketika Zeki dan juga Don Lee melihat Jhonatan mereka langsung membungkuk memberi hormat.


" selamat datang ayah aku pikir ayah sedang sibuk di ruangan ayah jadi aku tidak mau mengganggu waktu ayah." ucap Zeki dengan hormat.


" tuan Jhonatan selamat datang." ucap Don Lee Dengan hormat.


" Zeki beri tahu kepada pelayan untuk membuatkan teh kesukaan ayah." ucap Jhonatan dengan tegas.


" baik yah." jawab Zeki lalu pergi meninggalkan mereka.


" kalian berdua ikut aku, ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan kalian." ucap Jhonatan kepada Jiangwu dan Don Lee


sementara di Phoenix comporation William sedang duduk bersama Olivia dan juga ibunya beberapa saat kemudian Peter, Quinton, dan juga Clara masuk.


" Will kakak dan ibu ingin meminjam Peter sebentar, Karena kau sibuk ibu meminta Peter untuk menemani kami jalan jalan di kota ini." ucap Olivia dengan tersenyum.


" kalau Peter tidak sibuk boleh saja tetapi jika ia sedang ada kerjaan kalian jangan memaksanya." ucap William dengan tersenyum.


" kak saat ini aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan ku." ucap Peter dengan tersenyum.


" baiklah kau boleh pergi tetapi ingat jaga mereka dengan baik jika terjadi sesuatu hubungi aku." ucap William dengan santai.


William, Quinton, dan juga Clara mengantarkan Elizabeth dan yang lainnya menuju depan kantor sesampai di depan Peter masuk kedalam mobil ia mengambil alih kemudi sedangkan Elizabeth dan juga Olivia mereka berdua duduk di belakang, setelah mereka pergi William juga pamit untuk pulang Karena ia tidak ingin meninggalkan Chelsea terlalu lama apalagi kondisinya sedang sakit.


" Quinton aku harus pulang saat ini Chelsea sedang sakit aku tidak ingin meninggalkan ia terlalu lama, aku ingin kau mengambil alih pekerjaan ku selama aku tidak masuk kantor." ucap William dengan santai.


" apa kakak ipar sedang sakit memangnya ia sakit apa kak?." tanya Clara dengan khawatir.


William ingin menceritakan apa yang terjadi barusan kepada Chelsea tetapi ia rasa tidak perlu memberi tahu mereka.

__ADS_1


" ia hanya demam." jawab William dengan tersenyum.


" kak berapa lama kakak akan pergi." tanya Quinton dengan santai.


" mungkin dua atau tiga hari, sudah dulu aku pergi dulu." jawab William sambil pamit kepada kedua adiknya.


William masuk kedalam mobilnya setelah itu ia pergi meninggalkan Phoenix comporation, sementara di Adenville Wayne sedang menatap hujan yang sedang membasahi kota indah itu dari dalam ruangannya beberapa saat kemudian, Billy masuk kedalam ruangan nya, Wayne yang menyadari kedatangan adiknya itu hanya diam sambil menatap langit.


" kak Sebastian telah berhasil mendaftarkan Alexander group di acara pelelangan Alpha company, acara pelelangan akan dilaksanakan bulan depan." ucap Billy dengan hormat.


" aku ingin tahu keluarga mana saja yang turut serta dalam pelelangan perusahaan itu." tanya Wayne dengan dingin.


" kalau di negara kita ada enam keluarga yang ikut serta dalam pelelangan ini, yaitu Amstrong Group, Stone Group, Robinson company, dan juga Atkinson Corporation." jawab Billy dengan hormat.


" nampaknya lima dari posisi teratas juga turut andil dalam pelelangan ini, aku lebih waspada kepada keluarga Atkinson biarpun bagaimana mereka bukan keluarga sembarangan." ucap Wayne sambil berdiri dan menuju ke jendela kaca ruangannya.


keluarga Atkinson memang sangat kuat mereka menempati posisi kedua sebagai keluarga terkaya di negara Nordik, selain itu mereka adalah keluarga bangsawan asli dari negara Nordik keluarga ini adalah enam dari keluarga kuno di negara Nordik, mereka sudah ada dari ratusan tahun yang lalu pemimpin keluarga ini yang paling terkenal adalah Rowan Atkinson ia adalah orang yang paling ditakuti dan disegani oleh semua orang termasuk Zeus Alexander.


walaupun mereka berada di posisi kedua tetapi sebenarnya keluarga ini sangat kuat dalam segi otoritas mereka bisa menghancurkan siapa saja bahkan itu Owen Sullivan presiden negara Nordik, keluarga ini sangat jarang muncul di hadapan publik bahkan mereka jarang muncul di rapat keluarga terkaya di negara Nordik.


saat Billy sedang menatap kakaknya handphone nya berdering itu adalah pesan dari Sebastian.


" kak nampaknya kakak akan melawan William dalam pelelangan nanti." ucap Billy dengan tersenyum.


" apa dia ikut dalam pelelangan ini." tanya Wayne dengan dingin.


sementara di China Jhonatan, Don Lee, dan juga Jiangwu telah sampai di ruangan pribadi Jhonatan ruangan ini didesain khusus untuk kepala keluarga Taylor bekerja melalui rumah, mereka bertiga duduk di sofa mewah yang terletak di tengah ruangan beberapa saat kemudian pelayan datang membawakan teh kesukaan Jhonatan, setelah pelayan pergi Jhonatan dan juga yang lainnya meminum teh setelah selesai Jhonatan mengeluarkan dokumen.


" Don Lee, Jiangwu aku ingin kalian berdua menyimpan dokumen ini." ucap Jhonatan dengan serius.


" tuan besar Taylor apa ini." tanya Jiangwu dengan hormat.


" ini adalah dokumen yang telah keponakan ku tandatangani, saat ini adik angkatku sedang berada disini aku rasa dia mengincar kekayaan keluarga Taylor, saat ini semua orang masih mengetahui kalau aku adalah kepala keluarga Taylor tetapi sebenarnya aku bukan lagi kepala keluarga Taylor." jawab Jhonatan dengan serius.


Don Lee yang mendengar Adrian telah di China segera mengerti maksud Jhonatan.


" tuan besar Taylor aku akan menjaga dokumen ini dengan nyawaku, jadi anda tenang saja aku akan menyerahkan dokumen ini kepada tuan muda Alexander." ucap Don Lee dengan dingin.


" baguslah kalau begitu, Don Lee, Jiangwu aku ingin kalian berdua mengantarkan William menuju tahtanya." perintah Jhonatan dengan serius.


seketika mereka berdua membungkuk di hadapan Jhonatan, Beberapa saat kemudian mereka kembali membahas di mana tempat yang cocok menyimpan dokumen ini.


" aku rasa kita harus mencari tempat yang tidak diketahui oleh para anggota keluarga Taylor." ucap Jiangwu dengan hormat.


" untuk tempat tuan besar Taylor dan juga tuan Jiangwu tidak usah khawatir, lord Taylor mempunyai sebuah tempat rahasia, hanya aku dan juga lord Taylor yang mengetahui tempat ini lord Taylor menggunakan tempat ini sebagai tempat persembunyian dari musuhnya dan juga pembunuh bayaran yang mengincarnya." jawab Don Lee dengan hormat.

__ADS_1


" baiklah Don Lee aku serahkan tugas ini kepadamu." perintah Jhonatan dengan serius.


" baik tuan besar." jawab Don Lee dengan hormat.


mereka bertiga melanjutkan minum teh bersama hingga Wang Jiangwu pamit kepada Jhonatan untuk pergi deluan karena ada urusan penting yang tidak bisa ia tunda, sementara Adrian ia sedang berendam di kolam air panas sambil menikmati sebotol sampanye law masuk dan membisikkan sesuatu.


" bos semuanya sudah siap kapan kita akan bergerak." tanya law dengan dingin.


" belum saatnya, aku ingin kau mencari tahu siapa saja yang ada di pihak lawan." jawab Adrian dengan dingin.


" baik bos aku akan mencari tahu semuanya." ucap Adrian dengan dingin


William telah sampai di apartemen ia langsung masuk kedalam kamar ia mendapati Chelsea yang sedang tertidur pulas, ia mengganti pakaiannya dan langsung duduk di depan istrinya William merasa sudah saatnya mengungkapkan identitas aslinya kepada istrinya, tetapi ia tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkannya, ia tidak ingin istrinya mengetahui ini dari orang lain.


sementara di kota Lencester di sebuah gunung Blackpool ada sebuah villa bergaya kerjaan villa ini dikelilingi oleh tembok tinggi dan juga tingkat keamanan yang sangat tinggi, ada beberapa pria menggunakan jas berwarna hitam dan membawa senjata api jika dilihat pria ini bukan pria sembarangan pria-pria ini memancarkan aura pembunuh yang sangat kuat, didalam villa di tepi kolam ada seorang pria paruh baya ia adalah Rowan Atkinson mantan kepala keluarga Atkinson.


pria ini berusia delapan puluh tahun walaupun sudah berkepala delapan tetapi tubuhnya masih kuat nampak seperti pria berusia empat puluh tahun, pria ini sedang berlatih beberapa seni beladiri kuno setelah selesai berlatih seorang pelayan pribadinya datang membawakannya sebuah pakaian, itu adalah Jubah putih yang bermotifkan naga motif naga itu terbuat dari kain emas setelah memakainya ia duduk di sebuah kursi kayu mahoni.


" lord Atkinson bulan depan adalah ulang tahun anda apa anda ingin mengadakan sebuah pesta mewah." tanya pelayan itu dengan hormat.


" oh aku hampir lupa untung saja kau mengingatkanku, aku berencana mengadakan pesta tetapi aku hanya mengundang para teman dekatku." jawab Rowan dengan tersenyum.


saat mereka sedang berbincang seorang pemuda dingin tanpa emosi datang menghampiri mereka, pemuda ini memancarkan aura membunuh yang sangat luar biasa, tetapi ketika dihadapkan dengan aura milik Rowan anak ini belum ada apa-apanya pemuda ini adalah Alvin Atkinson tuan muda Atkinson, Alvin adalah anak laki laki tertua dari Leonard Atkinson pemimpin keluarga Atkinson saat ini, Alvin mempunyai satu orang kakak perempuan dan juga dua orang adik laki laki.


ketika Alvin telah sampai dibelakang kakeknya ia segera membungkukkan badannya.


" kek aku ingin minta izin untuk pergi ke Paris malam ini, karena ayah sedang sibuk terpaksa aku yang harus mewakilinya kesana." ucap Alvin dengan hormat.


" baiklah kau boleh pergi." jawab Rowan Atkinson dengan dingin.


Alvin berdiri dan langsung pergi meninggalkan kakeknya pelayan pribadi Rowan hanya bisa diam karena dua aura membunuh yang sangat kuat,Alvin adalah seseorang yang pandai dalam menganalisis lawannya, kemampuan Alvin hampir sama dengan William dan juga Niel bahkan mungkin bisa melebihi mereka, kota lencester adalah kota terbesar keempat setelah monarki walaupun kota ini ada di urutan keempat tetapi kota ini ada di bawah pengawasan keluarga Atkinson, semua orang yang ingin membangun bisnis disini harus punya izin dari mereka hanya ada tiga keluarga yang mereka izinkan yaitu keluarga Alexander, keluarga Amstrong, dan juga keluarga Stone.


Alvin keluar dari villa dengan Lamborghini Aventador SV miliknya ia harus pergi ke kantor utama keluarga Atkinson saat ini ia menjabat sebagai wakil direktur dari ayahnya, sementara Adrian ia telah selesai berendam di kolam air panas saat ini ia sedang duduk di sebuah sofa yang menghadap ke jendela kaca besar, law kembali dan membawa sebuah map berwarna merah.


" bagaimana apa kau sudah mendapatkan informasi yang aku inginkan." tanya Adrian dengan dingin.


" tentu saja di pihak lawan ada empat orang penguasa dunia bawah dan juga empat keluarga kelas atas, empat orang penguasa dunia bukan orang sembarangan mereka mendapatkan julukan sebagai empat raja dunia bawah, yang pertama ada Bellamy Blake ia adalah yang termuda di antara mereka ia dulu adalah seorang gangster kecil yang sangat kuat bahkan ia banyak mendapat perhatian dari para pemimpin dunia bawah hingga salah satu dari raja dunia bawah menjadikannya sebagai anak buahnya, yang kedua ada Pablo Oscar ia adalah yang tertua di antara mereka ia dulu adalah seorang gangster yang sangat disegani dan ditakuti oleh semua orang tetapi ia dikalahkan oleh seseorang dan menjadi anak buahnya, yang kedua adalah Jhon Hart ia adalah mantan pembunuh bayaran paling disegani dan ditakuti ia adalah yang terkuat kedua di antara mereka selain itu ia adalah adik angkat dari Richard Marx orang terkuat nomor satu di antara mereka." ucap Kung Law dengan serius.


" terus siapa lagi yang lainnya." tanya Adrian dengan dingin.


" mereka adalah keluarga terkaya di kota itu mereka adalah keluarga Malik, keluarga Lington, keluarga Filan, dan juga keluarga Yun, dan orang yang paling ditakuti di kota itu adalah Freedy More." ucap Law dengan tersenyum.


" kalau soal empat raja dunia bawah aku belum pernah mendengar tentang mereka tetapi kalau soal empat keluarga itu aku pernah mendengar tentang mereka, apalagi Freddy more ia adalah yang paling berbahaya di antara mereka ia dulu orang yang paling ditakuti di dunia gangster bahkan siapa saja yang mendengar namanya akan menjadi ketakutan." ucap Adrian sambil memandang keluar jendela.


" bos semua pasukan kita sudah siap mereka tinggal menunggu perintah kita." ucap law dengan dingin.

__ADS_1


" perintahkan mereka semua untuk tetap mengawasi William, tunggu sampai saatnya tiba." jawab Adrian dengan dingin.


setelah memberikan perintah kepada law Adrian pergi meninggalkan law seorang diri, Adrian merasa bahwa William bukan anak yang mudah ia tangani apalagi ia adalah tuan muda Alexander tetapi sekuat apapun William ia tidak akan menang melawan ratusan bahkan ribuan anak buah Adrian yang sudah memasuki kota berilon..


__ADS_2