
setelah Don Albert selesai dengan pekerjaannya William menyuruh Don Albert untuk membuang mereka kedepan rumah keluarga Sanders, bahkan ia meminta Freddy untuk menyita semua properti milik keluarga mereka, William juga membatalkan kontrak kerja sama dengan mereka dan meminta mereka mengembalikan uang investasi perusahaan sebesar lima miliar dolar, William memberi mereka waktu satu hari jika tidak William akan membunuh mereka semua.
Saw Sanders hanya bisa terdiam, ia merasa keluarga Sanders telah hancur, setelah itu Jhon hart membawa mereka ke rumah keluarga Sanders dan memberi tahu seluruh keluarga Sanders bahwa mereka telah bangkrut, keluarga sanders hanya bisa menangis, karena mereka tidak ingin menjadi orang miskin.
William dan kedua adiknya pulang ke vila keluarga Alexander, kali ini Pablo Oskar yang mengantarkan mereka kembali, William menyuruh Pablo agar menunggu nya, karena ia hanya ingin memberi tahu sesuatu perintah kepada semua orang.
" Quinton tiga hari ini aku tidak akan masuk kantor, oh iya beberapa hari lagi ada pertemuan dengan beberapa investor kota, aku ingin kau menemaniku biarpun bagaimana kau adalah wakil CEO." ucap William dengan tersenyum.
" baik kak aku akan menemanimu, oh iya kak besok pekerjaan proyek sudah bisa dimulai karena tadi bahan bahan bangunan baru datang, mungkin besok aku dan kakak ipar akan berada di sana untuk memantau pembangunan." ucap Quinton dengan tersenyum.
" baiklah kau jaga kakak ipar dengan baik, jika terjadi apa apa dengannya kau akan tahu akibatnya." ucap William dengan tegas.
" tentu saja kak." ucap Quinton dengan takut.
" apa aku boleh ikut, aku ingin lihat seperti apa kakak ipar hingga kakak kita yang satu ini sampai tergila-gila dengan nya." ucap Peter dengan tersenyum.
" kau tetap di perusahaan, aku tidak ingin istriku digoda playboy seperti mu." ucap William dengan santai.
" kak William benar siapa yang tidak kenal Peter Alexander sang Playboy sejati di Adenville." jawab Clara dengan santai.
" bilang saja kalian iri dengan ketampanan ku yang bisa memikat hati para wanita Adenville." ucap Peter dengan bangga.
" baiklah aku pulang dulu, jika kalian butuh sesuatu hubungi paman Freddy dia akan membantu kalian." ucap William dengan tersenyum.
setelah itu William pulang di antar oleh Pablo Oskar, William menyuruh Pablo agar berhenti di depan supermarket saja ia ingin membeli rokok dan juga bir kaleng, setelah itu William langsung berjalan menuju rumah ia melihat rumah yang ia rindukan, William masuk ke dalam dan disambut oleh Stefan, William dan Stefan memang dekat.
" kak William sudah pulang, apa kakak membawakan oleh oleh untukku." tanya Stefan dengan gemas.
" tentu saja, Kakak membawakan hadiah untukmu, dimana kak Chelsea dan juga ayah, dan ibu." tanya William dengan tersenyum.
" mereka sedang kerumah kakek, kata kak Jasmine mereka di panggil oleh kakek." ucap Stefan sambil memegang perutnya.
" kau lapar, dimana kak Jasmine." tanya William dengan tersenyum.
" kak Jasmine sedang pergi membeli makanan." jawab Stefan dengan tersenyum.
setelah itu William langsung menghubungi Chelsea tapi sayang tidak diangkat, ia juga menghubungi ayah mertua nya tetapi sama handphone nya tidak aktif, ia menghubungi ibu mertuanya untung saja diangkat.
" halo Bu, ibu lagi dimana saat ini aku sudah di rumah tetapi kalian tidak ada, aku hanya menemukan Stefan." ucap William dengan tersenyum.
" kau sudah pulang nak, saat ini ibu dan ayah sedang berada di rumah baru keluarga Wilson." ucap Erina dengan tersenyum.
" baiklah aku akan menunggu kalian disini saja." jawab William dengan tersenyum.
setelah beberapa menit Jasmine datang ia tidak membawa makanan, Jasmine terkejut karena kakak ipar nya sudah pulang.
" kakak ipar baru datang." tanya Jasmine dengan tersenyum.
" Iya Kakak baru datang, mana makanannya adikmu sudah lapar." tanya William dengan tersenyum.
" maaf kak, restoran yang dekat sini sudah habis jadi aku tidak membawa makanan." ucap Jasmine dengan sedih.
" tidak apa apa ayo ikut kakak kita pergi makan." kata William sambil mengeluarkan handphone nya, ia mengirim pesan kepada Chelsea untuk mengajak kedua adiknya makan diluar.
__ADS_1
setelah itu mereka berangkat menggunakan mobil milik William, mereka pergi ke macdonald terdekat setelah itu William memesan beberapa potong ayam dan minuman dingin, mereka bertiga makan dengan lahap, setelah itu mereka kembali ke rumah, William yang melihat handphone milik Jasmine sudah agak rusak ia pun mengajak Jasmine singgah di toko Apple.
" kakak ipar mengapa kita mampir kesini." tanya Jasmine dengan heran.
" ayo kita turun, kakak ipar ingin membelikan kamu handphone baru." kata William sambil tersenyum.
" tidak perlu kakak ipar handphone ku masih bagus." jawab Jasmine dengan tersenyum.
" sudah tidak perlu takut, lagian kakak ipar juga ingin membelikan kakakmu handphone baru." jawab William dengan baik.
setelah itu mereka turun Jasmine memegang tangan Stefan karena ia takut Stefan hilang, setelah itu William membeli dua iPhone dua belas pro max William langsung membayarnya, Jasmine juga melihat sebuah MacBook pro terbaru ia sangat ingin mempunyai laptop William yang melihat itu langsung meminta pelayan untuk membungkus kan dua untuk nya, setelah itu mereka pulang sesampainya di rumah ayah dan yang lainnya juga telah sampai di rumah.
" sayang kau sudah pulang." tanya Chelsea sambil berlari memeluk suaminya.
" iya aku baru sampai, saat aku sampai aku mendapati Stefan dan Jasmine kelaparan jadi aku membawa mereka ke restoran terdekat, oh ya ini ada hadiah dari ku aku dengar hp mu sering eror dan laptop mu sering bermasalah, ini ada hp dan laptop baru untuk mu." kata William sambil menyerahkan kotak hp dan laptop.
" Jasmine ini laptop untuk mu, sebentar lagi kau mahasiswa kau pasti membutuhkan nya untuk mengerjakan tugas." ucap William sambil menyerahkan does laptop kepada Jasmine.
" sayang ini kan iPhone dua belas pro max dan juga MacBook pro terbaru, lagi lagi kau membuang buang uang mu." ucap Chelsea dengan kesal.
" tidak perlu di pikir temanku memberikan aku sedikit bonus, tidak banyak hanya sebesar dua juta dolar." ucap William sambil tersenyum.
setelah itu William dan Chelsea pergi ke kamar mereka, William membersihkan diri di kamar mandi, sedangkan Chelsea ia masih memindahkan file nya ke laptop barunya, setelah selesai mandi William duduk di samping Chelsea.
" ada apa kakek memanggil kalian, apa dia menindas kalian lagi." tanya William dengan dingin.
"dia memanggil kami hanya untuk sombong, ia memamerkan rumah baru nya kepada kami." ucap Chelsea dengan sedih
setelah itu mereka berdua melakukan hubungan suami istri, keesokan paginya William terbangun Chelsea sudah tidak ada disampingnya, ia mencari Chelsea hingga ke kamar mandi ia pikir Chelsea sudah pergi, tetapi sebuah harum masakan dari bawah membuat William langsung pergi menuju dapur, ia melihat Chelsea sedang memasak nasi goreng.
" sayang mengapa kau belum ke kantor." tanya William dengan tersenyum.
" aku ada urusan di proyek pembangunan perumahan elite, oh iya tuan muda Alexander mengundang kita untuk makan malam apa kau mau, tuan muda Alexander adalah orang baik ia memberi aku enam puluh persen saham kerja sama , dan juga Sebuah mobil." ucap Chelsea sambil meletakkan nasi goreng di depan William
" baiklah aku mau, kalau begitu mari kita makan." ucap William sambil mengambil sesendok nasi goreng di depan nya.
" bagaimana enak kan." ucap Chelsea dengan panik, ia takut nasi goreng nya keasinan.
" wow ini enak sayang, aku ingin setiap pagi makan ini sebelum berangkat kerja." ucap William sambil menggodanya.
" ok aku janji mulai sekarang setiap pagi aku akan memasakkan makanan untuk mu.
setelah selesai makan Chelsea bersiap siap untuk berangkat menuju lokasi pembangunan, ia melihat William yang sedang baring baring di tempat tidur.
" sayang apa kau tidak pergi kerja." tanya Chelsea dengan tersenyum.
" temanku memberikan cuti selama tiga hari untuk ku, jadi aku tidak akan kemana mana, sudahlah kau pergi saja aku akan menunggumu sampai pulang kerja." ucap William dengan tersenyum.
" baiklah aku pergi dulu, aku akan naik taksi untuk kesana, karena saat ini ayah dan ibu sedang meminjam mobilku." ucap Chelsea dengan tersenyum.
" pakai mobilku, atau aku mengantarmu." tanya William dengan santai.
" apa tidak apa apa." jawab Chelsea dengan ragu.
__ADS_1
" kau istriku sudah kewajiban ku mengantar mu, kau tunggu aku di bawah." ucap William dengan santai.
setelah itu William dan Chelsea pergi menuju tempat lokasi pembangunan, disana sudah ada Quinton dan aurola setelah menurunkan Chelsea William mengantarnya menuju ke dalam, sebenarnya William juga ingin memantau pembangunan ini tetapi karena Chelsea ada ia membatalkan nya.
" halo tuan muda Alexander, pekenalkan ini suami saya." kata Chelsea sambil memperkenalkan William kepada Quinton.
" halo tuan muda Alexander, pekenalkan saya William suami Chelsea wilson." kata William sambil tersenyum.
" senang bertemu dengan mu tuan William, pekenalkan saya Quinton Alexander tuan muda keluarga Alexander." jawab Quinton dengan pasrah.
setelah itu William berpamitan kepada Chelsea, ia meminta Chelsea untuk menghubungi nya jika ia sudah pulang, William pergi meninggalkan mereka ia tidak tahan jika bersikap seperti itu kepada adiknya, William pergi ini merokok di depan ia juga membeli minuman kaleng untuk dirinya, setelah beberapa saat merokok Aurora menghubungi nya kalau Keluarga Sanders telah mengembalikan uang mereka, beberapa saat kemudian Chelsea datang dan menghampiri nya.
" sayang, sebaiknya kau pulang deluan soalnya aku harus menemani, tuan Quinton dan juga nyonya Clara untuk mencari beberapa pakaian untuk mereka, soalnya mereka hanya membawa beberapa baju saat kemari." ucap Chelsea dengan takut.
" baiklah, aku pulang dulu." ucap William sambil mencium kening istrinya.
setelah itu William langsung pulang, saat ini ia sudah lapar karena hari sudah semakin siang hari, saat sedang dalam perjalanan ia mendapat pesan dari Quinton bahwa ia ingin meminjam istrinya untuk menemani nya membeli beberapa setelan jas pria, Quinton juga berencana membeli sebuah mobil baru.
saat sedang dalam perjalanan pulang Digo Lington menelpon nya.
" halo tuan muda, apakah tuan muda sibuk." tanya Digo dengan takut-takut.
" kebetulan tidak, memangnya ada apa." tanya William dengan santai.
" jika tuan muda berkenan, saat ini kami sedang berada di vila keluarga Malik, kami ingin sekali tuan muda datang minum teh bersama kami." jawab Digo dengan sopan.
" baiklah aku akan datang kirimkan saja alamatnya, aku akan datang." jawab William dengan tersenyum.
" baik tuan muda segera saya kirim kan alamat nya." jawab Digo dengan senang.
setelah menerima alamat vila keluarga Malik, William langsung berangkat kesana rumah keluarga Malik terletak di daerah perkebunan teh kota berilon rumah yang besar dan mewah, walaupun tidak semewah rumah keluarga Alexander tetapi ini sudah cukup besar bagi keluarga kelas satu, William sampah dan langsung masuk kedalam, William dihadang oleh beberapa pelayan keluarga Malik.
" maaf tuan apa anda sudah membuat janji dengan tuan Malik." ucap penjaga dengan dingin.
" aku diundang oleh tuan Lington untuk minum teh bersama mereka." ucap William dengan tersenyum.
" hahahaha, tuan disini bukan panggung komedi, jika anda ini melawak bukan disini tempatnya." jawab penjaga dengan dingin.
" baiklah, jangan salahkan aku jika kalian kehilangan pekerjaan kalian." ucap William sambil menelpon Digo Lington.
" halo tuan Lington apa anda sedang bersama tuan Malik, saat ini aku didepan penjaga melarang ku masuk bahkan mereka mengusir ku, aku beri tuan Malik waktu lima menit untuk datang menemui ku, jika tidak jangan salahkan aku jika keluarga Malik menghilang dari kota ini." ucap William dengan dingin.
hey kau pikir kau siapa berani nya menyuruh tuan kami datang menemui mu." ucap penjaga dengan Sombong.
Lington yang mendengar itu, langsung melaporkan ini ke tuan Zeyn Malik, mereka berempat langsung lari menuju William dengan tergesa gesa , sesampainya disana mereka langsung berlutut di depan William, Zeyn yang sedang berlutut langsung berdiri dan menampar kedua penjaga itu dengan cepat.
" mulai sekarang kalian aku pecat, pergi dari rumah ku sekarang juga." ucap Zeyn dengan marah.
" tapi tuan, dia hanya seorang pemuda biasa mengapa anda berlutut di depan gelandangan seperti dia." ucap penjaga dengan takut.
" bodoh, sudah berapa kali aku bilang kepada kalian maupun itu siapa tidak semestinya kalian mengusir nya, lapor ke aku dulu, pergi sekarang juga atau aku memerintahkan penjaga yang lainnya memukuli kalian hingga mati." ucap Zeyn dengan marah, bahkan sampai marahnya ia ingin menelan mereka hidup hidup.
setelah itu kedua penjaga itu pergi dengan sedih, William sudah berpesan kepada mereka agar tidak membocorkan indentitas aslinya, mereka berlima menuju taman belakang untuk meminum teh hijau dari China.
__ADS_1