
William yang masih asik berbicara dengan keluarganya tidak merasa kalau saat ini waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, Freddy yang ada di belakangnya segera maju dan menghampiri William ia ingin pamit untuk kembali ke diamond surface karena ada sesuatu yang harus ia kerjakan disana.
" lord Alexander, tuan besar Alexander, tuan muda Alexander, saya pamit untuk kembali ke diamond surface ada sesuatu yang perlu saya kerjakan disana." ucap Freddy dengan hormat.
William melihat jam tangannya ia terkejut karena ia tidak merasakan waktu begitu cepat berlalu.
" baiklah kau boleh pergi, besok pagi kita bertemu di Phoenix comporation." ucap William dengan tersenyum.
" baik tuan muda aku akan menyiapkan semua keperluan anda." balas Freddy dengan hormat.
" Freddy terima kasih karena sudah membantu William di kota ini, aku akan memberikan bonus tambahan untukmu." ucap Zeus dengan tersenyum.
" sudah menjadi kewajiban saya melayani tuan muda Alexander, lord Alexander tidak perlu Rep seperti ini." ucap Freddy dengan membunuh kepada Zeus.
" sudahlah kau ambil saja kakekku tidak suka jika keinginannya di tolak oleh seseorang." ucap William dengan tersenyum.
" baiklah tuan muda aku akan menerimanya." ucap Freddy dengan hormat.
Freddy pun pergi meninggalkan villa mewah milik William, saat dalam perjalanan ia menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan helikopter untuk mereka pakai besok ke kota Brewer, belum lama Freedy pergi Jhon, Bellamy, dan juga Pablo masuk mereka juga ingin pamit pergi karena ada sesuatu yang perlu mereka kerjakan, karena mereka bertiga akan pergi menjemput Richard yang akan pulang dari Adenville malam ini.
" tuan muda kami bertiga izin pergi, sebentar lagi kak Richard akan datang kami izin untuk menjemputnya di bandara." ucap Jhon dengan tersenyum.
" baiklah kalian boleh pergi." ucap William dengan tersenyum.
setelah mereka bertiga pergi William juga berencana untuk pulang ke apartemen karena ia ingin mengecek keadaan istrinya, tetapi Wayne mengajak William keluar ada yang perlu ia bahas dengan anaknya itu, mereka berdua pergi ke kolam renang dilantai dasar disana ada sebuah gazebo kayu Lexington yang sangat mewah.
" ayah memangnya apa yang ingin ayah bahas dengan ku." tanya William sambil membakar rokoknya.
" William salah satu Intel yang ayah tugaskan untuk mencari tahu tentang kecelakaan yang menimpamu tiga tahun yang lalu telah berhasil menemukan sesuatu." jawab Wayne dengan serius.
William terkejut dengan perkataan ayahnya itu, ia tidak menyangka ayahnya juga sedang mencari tahu siapa dalang di balik kecelakaan tiga tahun yang lalu, mata William menjadi dingin ia langsung bertanya kepada ayahnya.
" apa yang mereka temukan." tanya William dengan dingin.
" mereka menduga pelaku semua ini adalah Adrian Taylor, ayah juga sempat merasa curiga kepadanya tetapi ayah tidak bisa mengatakan ini kepada ibumu, biarpun bagaimana Adrian adalah adiknya ayah tidak ingin membuat ibumu sedih." ucap Wayne dengan dingin.
" aku dan ibu juga merasa begitu paman Adrian pasti ingin menguasai seluruh aset kekayaaan milik keluarga Taylor, tetapi sayang walaupun ia berhasil menyingkirkan paman Jhonatan ia tidak akan bisa mendapatkan kekayaan keluarga Taylor sepeserpun." ucap William dengan dingin.
" apa kau yakin soal itu biarpun bagaimana Adrian adalah orang yang licik, ia pasti menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan keluarga Taylor." ucap Wayne dengan khawatir.
" ayah tenang saja mulai sekarang aku adalah kepala keluarga Taylor, semua kekayaan keluarga Taylor ada ditangan ku saat ini, jika memang paman Adrian adalah dalang dari semua ini aku akan mengambil apa yang telah ia miliki, aku akan membuatnya kehilangan segalanya bahkan aku akan mengambil semuanya, aku tidak akan menyisakan sepeserpun untuknya." ucap William dengan mata kosong dan juga aura yang sangat mendominasi.
Wayne yang melihat ini merasa kalau William bukan orang sembarangan bahkan jika ia bukan ayahnya, William akan menjadi musuh yang berbahaya baginya, tetapi di satu sisi Wayne bangga ia tidak menyangka William akan berkembang pesat seperti ini.
" bagaimana kabar istrimu, apa kau sudah memberitahu ia bahwa kau adalah anakku." tanya Wayne dengan tersenyum.
" aku juga berpikiran seperti itu, tetapi aku tidak tahu kapan waktu yang tepat." jawab William dengan tersenyum.
" sebaiknya secepatnya agar kau bisa menggantikan ayahmu ini sebagai kepala keluarga Alexander yang selanjutnya, jika kau sudah menjadi kepala keluarga Alexander ayah bisa menikmati masa tuaku sambil menjaga cucu darimu dan juga kakakmu." ucap Wayne dengan sedikit bercanda.
__ADS_1
William hanya bisa tersenyum mendengar perkataan ayahnya itu ia tidak pernah melihat ayahnya seperti ini lagi, William pamit kepada ayahnya untuk bergabung bersama yang lainnya didalam villa, sementara di apartemen Chelsea sedang kedatangan tamu yaitu beberapa sahabat baiknya, disana juga ada Ivory mereka mengobrol sambil bergosip ria satu sama lain beberapa saat kemudian William datang Chelsea yang melihat suaminya langsung berdiri dan menyambut kedatangan suaminya itu.
" apa kau sedang sibuk hari ini tumben kau pergi pagi sekali, dan pulang semalam ini." tanya Chelsea dengan tersenyum.
" aku tadi harus menemani temanku membahas tentang kontrak kerja sama dengan seseorang." jawab William dengan tersenyum.
" ternyata seperti itu, sebaiknya kau pergi mandi dan lalu makan." ucap Chelsea dengan tersenyum.
" aku sudah makan tadi bersama teman dan juga klien kami." jawab William dengan santai sambil meninggalkan mereka
William juga tidak lupa menyapa mereka sesampainya di kamar ia langsung mandi setelah mandi William pergi ke dapur, ia ingin membuat kopi untuk ia minum sambil merokok di balkon kamarnya, setelah selesai menuang secangkir kopi ia pergi ke kamar untuk menikmati secangkir kopi buatannya, sementara Freedy ia baru sampai di diamond surface karena ia harus pergi ke villanya untuk mengambil sesuatu yang ketinggalan, kebetulan sekali ia bertemu dengan Tood yang akan pergi ke suatu tempat.
" Tood menggenakan pakaian rapi sedangkan di belakangnya ada pengawal pribadi milik keluarga Jean yang siap menemaninya, Tood berencana akan pergi ke suatu tempat hiburan malam untuk minum minum sambil mencari beberapa wanita penghibur ia bawa pulang untuk ia nikmati seorang, di sebelahnya ada asisten pribadi milik ayahnya ia berusia sekitar empat puluh tahun memiliki badan yang tinggi dan kurus, ketika pengawal itu melihat Freedy yang baru turun dari mobilnya ia langsung memberi tahu Tood Jean.
" tuan muda itu adalah Freddy More manajer hotel ini." ucap asisten pribadi milik ayah Tood dengan tersenyum.
" ayo kita temui dia." ucap Tood dengan dingin sambil berjalan menghampiri Freedy.
Freddy yang melihat Tood menghampirinya ia berpura-pura tidak mengenal Tood sama sekali, karena ia tidak ingin menjalin hubungan dengan calon musuh tuannya.
" halo tuan More pekenalkan saya adalah Bolton Wanderers asisten pribadi milik tuan Byron Jean, dan orang disebelah saya adalah tuan muda kedua Jean." ucap Bolton dengan tersenyum.
" oh tuan Wanderers lama tidak berjumpa bagaimana kabarmu apa kau baik-baik saja." ucap Freddy dengan dingin.
sebagai seorang pelayan keluarga Alexander yang cukup dipercaya Freddy memang banyak bertemu dengan pelayan dan juga juru bicara dari keluarga kaya lainnya, Freedy memang sudah beberapa kali bertemu dengan Bolton dan juga Byron di beberapa tempat.
" halo tuan More saya adalah Tood Jean tuan muda kedua dari keluarga Jean." ucap Tood dengan tersenyum sombong.
" oh jadi kau tuan muda kedua keluarga Jean, aku tidak menyangka keluarga Jean mempunyai tuan muda yang berwajah jelek seperti anda, apakah anda anak dari Byron Jean aku tidak menyangka Byron mau mempunyai anak buruk rupa seperti anda." ucap Freddy dengan tersenyum.
Tood yang mendengar itu wajahnya berubah menjadi merah nampaknya ia akan marah kepada Freddy tetapi ia tidak bisa melakukan karena biarpun bagaimana ini adalah daerah milik Freddy, jika ia mencari gara-gara dengan Freddy bisa-bisa mereka akan dihabisi oleh Freddy, tanpa menunggu jawaban Tood Freddy pergi masuk kedalam hotel dan langsung pergi menuju ruangan nya.
" sial jika ini bukan tempatnya aku sudah menghabiskannya sekarang juga." ucap Tood dengan dingin.
beberapa saat kemudian Bian dan juga Aiden datang untuk menjemput mereka Tood bersama mereka pergi meninggalkan diamond surface, wajah Tood masih marah ia tidak terima dengan perlakuan Freddy kepadanya tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa ia tahu jika ia mencari masalah dengan Freddy maka ayahnya akan sangat marah kepadanya.
" Chelsea apa pekerjaan suamimu." tanya seorang wanita cantik di sebelah Ivory.
" suamiku bekerja di perusahaan sahabat, katanya perusahaan mereka bekerja di bidang jasa desain interior." ucap Chelsea dengan tersenyum.
" aku tidak menyangka bahwa William sekarang telah bekerja, setahuku ia hanyalah seorang pria yang tidak dapat diandalkan sama sekali." sambung salah satu wanita yang ada disana.
" kau tidak boleh berbicara seperti itu biarpun bagaimana William adalah suami Chelsea." ucap Ivory menasehati wanita itu.
" besok Amanda akan datang kemari, ia berencana akan bergabung dengan kita nanti di acara ulang tahun Chelsea." ucap salah satu dari mereka dengan semangat.
" betulkah itu aku tidak menyangka ia akan kembali besok biarpun bagaimana Amanda berasal dari salah satu keluarga terpandang di Monarki, bahkan keluarganya juga menempati posisi kedelapan sebagai keluarga terkaya di negara kita." ucap Chelsea dengan tersenyum.
Amanda adalah putri tertua dari keluarga Lewis keluarga terkaya kedelapan di negara Nordik, keluarga ini memang tinggal di kota Monarki mereka juga adalah rival bisnis dari keluarga Robinson, ayah Amanda putra kedua dari kakeknya ia menikah dengan seorang wanita cantik dari kota berilon, walaupun awalnya pernikahan itu ditentang oleh seluruh anggota keluarga Lewis tetapi ketika Amanda lahir seluruh keluarga merestui hubungan mereka.
__ADS_1
ayah Amanda adalah salah satu sahabat baik dari Sebastian Amanda dan ayahnya sering berkunjung ke kediaman keluarga Alexander ketika Amanda masih berusia lima tahun, bahkan Sebastian dan ayahnya berencana menjodohkan Peter dan juga Amanda tetapi Peter selalu menolak keinginan ayahnya itu karena ia tidak mencintai Amanda sama sekali, baginya Amanda hanyalah anak cengeng ketika mereka waktu kecil.
ketika Amanda tamat SMA ibunya menyuruhnya untuk melanjutkan pendidikan di kota berilon, karena ia ingin anaknya itu bisa hidup mandiri tanpa kehadiran kedua orangtuanya awalnya kakeknya menentang keputusan Amanda tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia tidak bisa menolong keinginan baik cucunya itu
" bagaimana kalau kita menjemputnya besok di bandara." ucap Ivory dengan senang.
" baiklah kita akan bertemu di bandara besok sore setelah itu kita akan makan malam bersama di suatu tempat, Chelsea apa kau bisa ikut bersama kami." tanya salah satu dari mereka, ia bernama Peggy Carter putri dari keluarga Carter.
keluarga Carter bukan keluarga kelas atas tetapi mereka adalah keluarga kelas dua di kota berilon, keluarga Carter lebih berkuasa di bandingkan dengan keluarga Wilson mereka mempunyai sebuah swalayan sedang di beberapa kota berilon.
" aku harus meminta izin kepada suamiku terlebih dahulu." ucap Chelsea dengan sedikit semangat, biarpun bagaimana Amanda adalah salah satu orang yang sangat dekat dengannya.
setelah selesai membahas rencana mereka besok beberapa dari mereka pergi pamit untuk pulang kepada Chelsea, hanya tersisa Ivory seorang diri disana ia sedang menunggu kakaknya untuk menjemputnya.
" apa kakakmu akan menjemputmu jika tidak aku akan menyuruh William untuk mengantarkan kamu pulang." tanya Chelsea dengan sedikit khawatir kepada Ivory.
" tidak perlu sebentar lagi kakakku akan datang menjemputku, aku sudah mengirimkan alamat apartemen mu kepadanya." jawab Ivory dengan tersenyum.
William turun dan mendapatkan teman teman istrinya sudah pulang beberapa, ketika melihat wajah Ivory William merasa wajahnya mirip dengan seseorang yang ia kenal, tetapi William tidak bisa mengenalnya, handphone Ivory berbunyi itu adalah pesan dari kakaknya.
" Chelsea aku pulang dulu jika kau ingin ikut besok hubungi aku, aku akan menjemputmu besok disini." ucap Ivory dengan tersenyum.
" baiklah terimakasih sudah datang menjengukku, sayang kau bisa mengantarkan Ivory kebawah." ucap Chelsea sekaligus bertanya kepada William yang sedang berada di dapur.
" tidak perlu repot-repot aku bisa pergi kebawah sendiri." ucap Ivory dengan sungkan.
" tidak apa-apa lagi pula kau adalah tamu istriku sekaligus sahabatnya." jawab William sambil berjalan menuju Chelsea.
" kalau begitu aku pergi dulu." ucap ivory dengan tersenyum.
William dan Ivory berjalan melewati beberapa unit apartemen mereka turun menggunakan lift, sesampainya di depan William melihat sebuah mobil range Rover Evoque yang nampak seperti ia kenal, seketika seorang pria berusia tiga puluh tahun turun dari dalam mobil, Ivory berjalan menghampiri pria itu dan langsung memanggilnya dengan sebutan kakak pria itu adalah Bellamy Blake salah satu dari empat raja dunia bawah.
William terkejut ia tidak menyangka Ivory adalah adik dari Bellamy ia tidak pernah mendengar tentang ini dari Ivory, pantas saja ivory tidak pernah takut dengan orang lain Bellamy memang masih muda ia menjadi raja dunia bawah sejak berusia dua puluh lima tahun ia adalah orang yang paling di percaya oleh Richard dan Jhon sebelum ia menjadi raja dunia bawah.
" apa kau sudah menemui temanmu yang sedang sakit." tanya Bellamy dengan dingin.
" sudah aku sudah menemuinya." jawab Ivory dengan tersenyum.
" kak pekenalkan ia adalah suami temanku." ucap Ivory sambil menunjuk William yang masih terkejut dengan semua ini.
Bellamy yang tidak melihat William sedari tadi seketika berbalik dan melihat William, ia terkejut tetapi William memberikan isyarat kepadanya agar tidak memberi tahu Ivory identitasnya, Bellamy mengerti dengan maksud William ia pun maju dan langsung menyapa William.
" halo saya adalah Bellamy Blake kakak Ivory blake." ucap Bellamy dengan memaksakan senyumannya.
" halo tuan Blake saya William suami teman adik anda." ucap William dengan tersenyum.
" kak ayo kita pulang aku sudah ngantuk banget." ucap Ivory sambil menguap.
" kami izin pergi tuan William." ucap Bellamy dengan hormat.
__ADS_1
" baik hati-hati di jalan." ucap William dengan tersenyum.
Bellamy dan ivory masuk kedalam mobil dan langsung pergi meninggalkan William seorang diri di depan apartemen, William masuk kedalam gedung apartemen dan langsung pergi menuju unit yang mereka tempati.