
William beserta keluarga nya telah memasuki ruangan VVIP heaven spring didalam sudah tersaji beberapa jenis makanan mulai dari makanan dari berbagai negara di sebuah meja bundar otomatis meja itu akan berputar secara otomatis jadi para pelanggan tidak perlu berdiri untuk mengambil makanan, ada juga beberapa botol wine edisi terbatas Richard sengaja mengeluarkan ini untuk menyambut kedatangan nyonya besar dan juga yang lainnya.
mereka mulai makan dan saling mengobrol satu sama lain, Elizabeth sangat terkejut dengan rasa bebek Peking buatan heaven spring bahkan ia mengatakan bahwa bebek disini adalah bebek terenak yang pernah ia makan seumur hidup, ia juga memakan dim sum udang dan ia juga menyukainya, sedangkan Olivia ia sama seperti ibunya ia menyukai ramen buatan heaven spring.
" dik makanan disini sungguh luar biasa apa kau bisa menyuruh owner restoran ini untuk membuka cabang di Adenville aku rasa jika ia membuka restoran disana restorannya pasti ramai, kakak akan menyuruh ayah untuk memberikan modal kepadanya." ucap Olivia dengan senang.
William yang melihat kakaknya sesenang ini langsung menghubungi Richard." halo dimana kau aku ingin kau ke tempatku sekarang." ucap William dengan santai.
" baik tuan kebetulan sekali saat ini aku sedang berada di depan pintu ruangan VVIP." jawab Richard dengan hormat.
Richard masuk dan langsung berjalan menuju William." ada apa tuan memanggilku apa masakan kami kurang enak atau ada yang kurang biar aku menyiapkan apa yang kurang." tanya Richard dengan serius.
" paman masakan restoran mu sangat enak aku sangat menyukai ramen dan juga chicken katsu buatan restoran paman." ucap Olivia dengan tersenyum.
" terimakasih nyonya muda aku sangat senang jika anda dan keluarga anda menyukai masakan kami." ucap Richard dengan tersenyum.
" Tuan Marx jika aku ingin anda membuka cabang anda di Adenville aku sangat menyukai bebek Peking dan juga dim Sum buatan kalian jika untuk dana kalian tidak perlu khawatir aku akan menjadi investor untuk kalian." ucap Elizabeth dengan tersenyum.
Richard yang mendengar tawaran itu langsung segera menyetujui permintaan Elizabeth.
" baik nyonya besar aku mau jika itu bisa membuat ibu tuan muda senang aku akan melakukan nya." jawab Richard dengan senang.
" Richard kau bisa berangkat kapan saja ke Adenville aku akan menyuruh seseorang untuk menjemput mu di bandara internasional Adenville, oh iya aku juga kau ingin membuka cabang di diamond surface." ucap William dengan tersenyum.
" baik tuan muda malam ini aku akan berangkat ke Adenville aku juga akan menyuruh Jhon asisten ku untuk mengurus cabang yang ada di diamond surface." ucap Richard Marx dengan tersenyum, Richard sudah lama ingin membuka cabang di Adenville dan juga diamond surface tetapi ia belum mempunyai dana yang cukup untuk memulainya.
" baiklah kau bisa pergi sekarang juga." ucap William dengan santai.
" baik tuan muda aku izin pergi menuju ruangan ku ." ucap Richard dengan tersenyum.
sementara di luar heaven spring Niel dan juga anak juga ternyata ada disana Niel ingin makan disana karena ia sangat menyukai Anggur Chianti dari Tuscany ia juga sangat menyukai spaghetti bolognese buatan heaven spring, Niel tidak mengetahui kalau William dan juga keluarganya sedang berada di ruangan VVIP, Eren sudah memesan ruangan gold untuk mereka ruangan gold berada di bawah ruangan diamond sedangkan ruangan VVIP adalah ruangan tertinggi di heaven spring hanya beberapa orang yang bisa menjadi pelanggan VVIP.
Richard yang sudah berada di ruangan nya langsung duduk di sebelah Jhon ia melihat jari kelingking Jhon yang sudah hilang, Richard segera bertanya kepada adik angkatnya itu.
" kenapa dengan jari kelingking mu dik." tanya Richard dengan tegas.
" ini semua karena anak dari Fraser, semalam ia meminta ku untuk menghajar orang yang telah memukuli nya tetapi aku tidak tahu kalau orang yang memukulinya adalah tuan muda." jawab Jhon dengan dingin.
Richard terkejut mendengar perkataan adiknya ia tidak menyangka bahwa Jhon orang yang paling royal akan mendapatkan hukuman dari tuan muda mereka." jadi tuan muda menyuruhmu untuk memotong jari kelingking mu." tanya Richard dengan serius.
" iya kak untung saja tuan muda masih memaafkan ku jika tidak aku tidak tahu seperti apa nasib ku hari ini." jawab Jhon dengan tersenyum.
" untunglah aku ingin kau juga memutuskan hubungan mu dengan keluarga Horse." perintah Richard kepada adiknya.
" kakak tenang saja aku sudah memutuskan hubungan dengan mereka." jawab Jhon dengan santai.
Niel beserta anak buahnya berjalan menuju pintu masuk heaven spring tetapi mereka dihentikan oleh salah satu anak buah Richard.
" maaf tuan saat ini restoran sedang tutup didalam sedang ada tamu terhormat, jadi bos kami menutup restoran sementara waktu." ucap anak buah Jhon dengan tersenyum.
" apa mengapa kalian baru memberi tahu aku sekarang aku sudah memesan satu ruangan gold dari semalam." ucap Eren dengan marah.
" maaf tuan tamu ini baru datang tadi pagi jadi tuan Richard mengosongkan restoran demi kenyamanan tamu tersebut." jawab anak buah John dengan dingin.
" kau pikir aku perduli, aku ingin kau memanggil bos mu sekarang juga jika tidak aku akan menyuruh anak buahku untuk menghancurkan restoran ini." ucap Eren dengan mengintimidasi semua anak buah Jhon.
__ADS_1
Eren memang orang yang sangat sombong bahkan dulu ketika Stuart masih menjadi raja dunia bawah ia banyak menggunakan nama Stuart untuk mengintimidasi orang lain, bahkan ia pernah menampar salah satu pelayan di bar milik Pablo hingga pelayan wanita itu menjadi geger otak karena tamparan Eren, Pablo yang tidak terima dengan perlakuan Stuart kepada karyawan nya ingin membunuh Eren tetapi Pablo tidak bisa karena Stuart adalah orang yang paling dipercaya Freddy saat itu, hingga masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan Stuart menyuruh Eren untuk memberikan kompensasi kepada wanita itu.
tetapi Eren tidak memberikan kompensasi sama sekali bahkan ia menyuruh seseorang untuk membunuh wanita itu beserta keluarganya, Stuart tidak mengetahui hal itu tetapi Pablo mengetahui hal itu hingga membuat Pablo sangat membenci Eren.
" maaf tuan bos Jhon Dan juga tuan Richard sedang melayani tamu tersebut." ucap anak buah John dengan tersenyum.
Niel yang mendengar perkataan pria itu merasa penasaran dengan tamu tersebut ia segera mengeluarkan handphone nya dan menghubungi Stuart." halo Stuart aku ingin kau mencari tahu siapa saja orang yang datang ke kota ini pada pagi hari ini." ucap Niel dengan dingin.
" baik tuan akan aku lakukan perintah anda." ucap Stuart dengan hormat.
setelah itu Stuart menghubungi salah satu orang kepercayaannya yang ahli dalam bidang meretas situs web apapun, beberapa saat kemudian ia mendapati pesan dari anak buahnya sebuah daftar nama tentang orang yang datang tadi pagi, mulai dari kelas ekonomi hingga first Class tetapi tidak ada nama yang mencurigakan, Stuart segera menghubungi Niel.
" halo tuan nampaknya tamu orang yang anda cari bukan orang sembarangan nampaknya ia menaiki pesawat pribadi atau helikopter pribadi." ucap Stuart dengan dingin.
" baiklah aku mengerti." jawab Niel dengan santai.
" hei apa kalian tuli aku ingin kalian menelpon bos kalian." perintah Eren dengan dingin.
salah satu anak buah Jhon segera menghubungi Jhon ia tahu kalau Eren bukan orang biasa mereka tahu ketika Stuart menghilang dari kota berilon Eren yang mengambil alih kelompok milik Stuart, tetapi Eren belum pantas menjadi empat raja dunia bawah, Een berencana untuk membunuh Pablo agar ia bisa mengambil alih tahtanya tetapi itu tidak mungkin karena Pablo memiliki banyak pasukan di belakangnya.
" halo ada apa." tanya Jhon dengan dingin.
" tuan didepan ada tuan Eren ia mencoba masuk karena ia tidak terima kerena dilarang makan di restoran saat ini bahkan ia mengancam akan menghancurkan restoran ini." ucap anak buahnya dengan dingin.
" tunggu aku didepan aku akan kesana." ucap Jhon setelah itu ia mematikan teleponnya.
" mau kemana kau." tanya Richard dengan serius.
" kak didepan ada Eren ia tidak terima dengan perlakuan restoran kakak bahkan ia mengancam akan menghancurkan restoran kakak." jawab Jhon sambil berjalan menuju pintu keluar.
Richard yang mendengar penjelasan adiknya segera mengikuti adiknya ia penasaran dewa mana yang memberikan keberanian untuk Eren sehingga ia berani menghancurkan restoran nya, beberapa saat kemudian Jhon dan Richard keluar dari heaven spring Eren yang melihat mereka langsung maju dan menatap mereka dengan dingin.
" Eren jaga ucapan mu terhadap kakakku jika tidak aku akan memotong lidah mu." ucap Jhon dengan dingin.
" sebaiknya kau diam aku tidak ada urusan denganmu." bentak Eren Kepada Jhon.
tetapi setelah ia menyelesaikan kalimatnya tangan Jhon sudah mendarat di wajahnya sehingga membuat Eren meronta kesakitan.
" ahhh apa yang kau lakukan terhadap wajahku." ucap Eren dengan marah.
" sudah aku peringatkan kau untuk jaga ucapan mu." ucap Jhon dengan dingin.
Eren berdiri dan melayangkan tinjunya kepada Jhon tetapi dengan mudah Jhon menangkis serangan itu dengan tangan kirinya dengan tangan kananya Jhon melayangkan tamparan nya ke pipi kanan Eren tetapi sebuah tangan menghentikan tamparan Jhon, itu adalah tangan Niel Niel memandang Jhon dengan tersenyum.
" maafkan kelakuan pelayan ku kami akan meninggalkan tempat ini ." ucap Niel dengan dingin.
" kau pikir aku akan membiarkan anak ini pergi begitu saja setelah ia berkata sombong kepada kakakku." balas Jhon dengan dingin.
Niel yang terbawa suasana langsung mengangkat kaki kanannya dengan cepat ia menendang kepala Jhon tetapi untung saja dengan cepat Jhon menangkis tendangan itu, Richard yang menyaksikan gerakan Niel terkejut ia tidak menyangka bahwa orang ini bisa melakukan tendangan seperti itu jika Jhon terkena serangan itu bisa saja ia akan koma dalam waktu yang lama.
" maaf aku terbawa suasana, Eren kita pergi." ucap Niel dengan dingin.
" tapi tuan mengapa tuan tidak membunuhnya sekarang juga." ucap Eren tetapi belum sempat menyelesaikan kalimatnya sebuah tamparan keras melayang di pipi kirinya.
"apa kau mau membantah perintah ku." ucap Niel dengan dingin bahkan Niel menatapnya dengan tatapan yang haus akan darah.
__ADS_1
" baik tuan." jawab Eren dengan ketakutan bahkan ia hampir saja ngompol di celana.
Niel dan pasukannya pergi Jhon yang terdiam melihat mereka segera tersadar kembali.
" kakak apa kakak lihat serangan barusan, itu adalah gerakan tingkat tinggi taekwondo." ucap Jhon dengan dingin.
" kau benar nampaknya orang ini sangat berbahaya, jika serangannya tadi mengenai kepala mu mungkin kau sudah koma dalam jangka panjang." ucap Richard dengan dingin.
William dan yang lainnya telah selesai makan mereka mendapati Jhon dan juga Richard sedang berada di depan, William yang melihat ekspresi wajah mereka yang sangat serius segera menghampiri mereka.
" ada apa mengapa wajah kalian seperti itu." tanya William dengan tersenyum.
" tuan muda ada sesuatu yang ingin kami bicarakan dengan anda." ucap Jhon dengan tersenyum.
" baiklah kita bicara dimana." tanya William dengan tersenyum.
"di ruangan ku saja tuan muda." jawab Richard dengan serius.
" baiklah kita kesana." jawab William sambil berjalan dengan mereka.
" nak kau mau kemana." tanya Elizabeth dengan tersenyum.
" aku ada urusan kalian pulang saja deluan." jawab William dengan tersenyum sambil meninggalkan mereka.
beberapa saat kemudian mereka sampai di ruangan Richard." tuan muda tadi ada Eren mantan orang kepercayaan Stuart mantan raja dunia bawah, tetapi anehnya nampaknya ia bersama seseorang yang kami tidak kenal orang ini sangat kuat Bahkan ia sempat menyerang Jhon dengan sebuah tendangan taekwondo tingkat tinggi." ucap Richard dengan serius.
" apa kau baik-baik saja bagaimana ciri ciri orang itu." tanya William dengan dingin.
" maaf tuan orang itu memakai topi vedora dan juga kacamata hitam jadi kami tidak bisa mengenali wajahnya." jawab Jhon dengan dingin.
" baiklah kalian harus hati hati aku rasa ini ada hubungannya denganku." ucap William dengan dingin sambil meminum segelas wine yang sudah dituangkan oleh Jhon.
" tuan muda apa maksud tuan muda memangnya apa yang terjadi." tanya Richard dengan serius.
" beberapa hari yang lalu ketika aku mengantarkan paman Jhonatan dan juga Don Lee aku tidak sengaja menabrak seseorang dan orang itu berbisik ke telinga ku ia mengetahui identitas asli ku." jawab William dengan dingin.
" jadi seperti itu." jawab Jhon dengan serius.
" aku sudah menyuruh Pablo untuk mencari tahu orang itu tetapi ia hanya mendapatkan inisial Mr N, aku ingin kalian membantunya mencari orang itu." perintah William kepada mereka berdua.
" baik tuan." jawab mereka berdua secara bersamaan.
beberapa saat kemudian handphone William berdering itu adalah panggilan dari ibunya." halo William dimana kau ibu dan yang lainnya sedang menunggumu di depan restoran." tanya Elizabeth dengan ramah.
" baik Bu tunggu aku di depan, aku pergi dulu kalian berdua sebaiknya tetap di sini." ucap William sambil mematikan handphone nya.
William berjalan menuju depan benar di depan sudah ada mobil mereka yang sedang menunggunya tanpa pikir panjang William masuk ke dalam mobil setelah itu ia memberi perintah kepada Freddy untuk pergi meninggalkan heaven spring, William bertanya kepada ibu dan juga kakaknya.
" Bu, kak mau kemana kita selanjutnya, jika kalian ingin kembali ke villa aku ingin pergi ke kantor ada urusan yang harus aku kerjakan." tanya William dengan tersenyum.
" nak ibu ingin pergi memeriksa heaven theme park, bisakah kau menemaniku kesana." tanya Elizabeth dengan tersenyum.
" baiklah aku akan menemani ibu dan juga kakak." ucap William dengan tersenyum.
"Freddy bawah kami ke heaven theme park." perintah Elizabeth dengan tegas.
__ADS_1
" baik nyonya besar kita akan kesana." jawab Freddy dengan hormat.
William juga mengirimkan pesan kepada Peter agar mereka juga mengikuti mereka pergi kesana, tidak lupa ia mengirimkan pesan kepada istrinya tercinta bahwa ia akan pulang terlambat sama seperti hari sebelumnya, beberapa saat kemudian pesan dari Chelsea masuk ia mengatakan jangan terlalu memaksakan diri.