TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
1 TRILIUN DOLAR


__ADS_3

Setelah selesai menikmati mobil barunya William menyimpan mobil itu di basemen kantornya setelah itu ia pergi mengambil belanjaannya di bagasi mobil lamanya, ia kembali ke depan di sana masih ada Frank dan juga asistennya yang masih menunggunya Frank yang melihat William kembali langsung pamit kepada William untuk pergi ke diamond surface karena ia harus makan siang bersama dengan ayah angkatnya dan juga saudara angkatnya.


"Bro aku harus pergi dulu, saat ini ayah sedang mengadakan makan siang bersama dengan kami anak anaknya." Ucap Frank dengan tersenyum.


" Baiklah kau boleh pergi, maaf aku belum bisa memberikanmu hadiah." Ucap William dengan tersenyum.


" Tidak apa-apa bro lagi pula kau sudah banyak membantu ku dan juga ayah Freddy." Jawab Frank sambil tersenyum.


Setelah Frank pergi meninggalkan perusahaan miliknya William kembali keruangan nya ia harus mengecek beberapa perusahaan yang ingin bekerjasama dengannya, William kembali melakukan pekerjaannya hingga ia tidak sadar jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang, William menghubungi Quinton agar mereka berangkat sekarang juga setelah menghubungi Quinton ia mengganti pakaiannya dengan pakaian baru ia beli tadi pagi setelah selesai mengganti pakaiannya Quinton masuk dan mengajaknya untuk berangkat sekarang juga Quinton terkejut dengan penampilan William saat ini jadi ia langsung bertanya kepada William mengapa ia berpakaian seperti ini.


" Kak mengapa kau berpakaian seperti ini, bukannya kita mau bertemu dengan tuan Malik dan juga Todd Jean." Tanya Quinton dengan penasaran.


" Tidak kenapa aku hanya tidak ingin Todd Jean mengetahui identitas asli ku." Ucap William dengan tersenyum.


" Baiklah kak jika itu mau mu." Ucap Quinton dengan tersenyum.


" Ayo kita pergi." Ucap William dengan tersenyum.


William dan Quinton pergi menuju depan disana sudah ada mobil McLaren Sena berwarna oranye yang sudah menunggu mereka, itu adalah mobil milik Quinton ketika mereka ingin pergi meninggalkan kantor Peter dan Clara juga keluar dari dalam kantor William yang melihat mereka langsung menyapa mereka berdua.


" Kalian mau kemana." Tanya William dengan santai.


" Tidak mau kemana mana kita hanya melihat kalian berdua yang ingin pergi meninggalkan kantor." Jawab Peter dengan tersenyum.


" Sebaiknya kalian berdua tetap di kantor aku dan Quinton harus bertemu dengan seseorang." Ucap William dengan santai.


" Memangnya kalian ingin bertemu siapa kak." Tanya Clara dengan penasaran.


" Kami ingin bertemu tuan Malik pertama dan juga Todd Jean ada sesuatu yang perlu kami bahas." Ucap William dengan tersenyum.


"Kak aku ikut." Ucap Peter dengan khawatir kepada mereka.


" Kalian berdua tetap disini, biarkan aku dan Quinton yang pergi menemui mereka." Ucap William sambil mengajak Quinton pergi.


William dan Quinton masuk kedalam mobil dan langsung pergi meninggalkan Phoenix comporation didalam perjalanan William hanya diam melihat keluar jendela, sementara Tood Jean ia telah bersiap siap untuk berangkat menuju perusahaan Malik company perusahaan utama milik keluarga Malik yang bergerak di bidang real estate, Malik company adalah perusahaan real estate terbesar kedua di kota berilon setelah Phoenix comporation Tood Jean masuk kedalam mobil RollsRoyce Pantom berwarna biru milik keluarga Smith.


Tood Jean terlihat tampanmenggenakan jas berwarna merah maroon dan juga kemeja berwarna hitam dipadukan dengan sepatu Gucci berwarna hitam dan juga kacamata berbingkai kecil, didalam mobil ada Aiden, back, dan juga Bian Smith dan juga asisten pribadi ayahnya, Aiden yang membawa mobil hanya bisa diam tanpa banyak bertanya kepada Tood Jean karena saat ini suasana hati Tood sangat tidak baik ia habis bertengkar dengan wanita yang ia bawa dari kota Amber .


Quinton dan William telah sampai di depan Malik company mereka langsung masuk menuju bagian resepsionis semua orang yang ada disana menatap William dengan pandangan jijik karena mereka melihat pakaian yang dikenakan William bukan pakaian mahal dan juga bermerek seperti Quinton, tetapi mereka tidak berani memarahi William karena mereka mengenal siapa Quinton William langsung bertanya kepada wanita yang ada di resepsionis dengan tersenyum ramah.


" Apakah tuan Malik ada aku ingin bertemu dengannya." Ucap William dengan santai.


" Maaf tuan apakah anda sudah membuat janji dengan tuan Malik." Jawab wanita itu sekalian bertanya kepada William.

__ADS_1


Quinton yang berada di belakang William segera maju dan langsung berkata kepada wanita itu.


" Beritahu tuan Malik tuan Quinton Alexander ingin bertemu dengannya." Ucap Quinton dengan dingin.


Seketika resepsionis itu langsung mengambil telepon genggam yang berada di hadapannya ketika panggilan terhubung ia langsung menyampaikan apa yang dikatakan Quinton, setelah panggilan berakhir ia langsung membungkuk dan meminta maaf kepada William dan juga Quinton ia langsung membawa mereka ke ruangan Zayn Malik yang berada di lantai paling atas, Malik company memang tidak setinggi Phoenix comporation ataupun diamond surface mereka memiliki empat puluh lima lantai.


Setelah sampai di depan ruangan wanita itu mengetuk pintu ruangan ada suara pria dari dalam ruangan yang menyuruh mereka untuk masuk, William dan yang lainnya masuk kedalam di dalam sudah ada Zayn Malik, beserta kedua anaknya, dan juga beberapa anggota keluarga Malik setelah William dan Quinton masuk Zayn Malik menyuruh wanita itu untuk pergi meninggalkan mereka, setelah wanita itu pergi William duduk di sebuah sofa mewah ia bersandar dan mengangkat satu kakinya di atas kaki lainnya.


" Apakah mereka belum datang." Tanya William dengan dingin.


" Mereka masih dalam perjalanan tuan muda, paling sebentar lagi mereka sampai." Jawab Zayn Malik dengan sopan.


" Aku ingin kalian merahasiakan identitas ku kepada mereka, dan beri tahu kepada penjaga di depan untuk tidak membiarkan keluarga Smith masuk menemui kita, karena biarpun bagaimana Aiden mengenal keluarga Wilson dan juga istriku aku tidak ingin ia menceritakan ini kepada mereka, dan beritahu kepada Tood kalau aku hanyalah sopir dari Quinton." Ucap William dengan dingin.


" Baik tuan muda." Ucap Zayn Malik dengan membungkuk.


William mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya di depan mereka ia juga menikmati segelas wine yang dituangkan Quinton kedalam gelas, setelah bosan menunggu telepon genggam di meja kerja Zayn Malik berbunyi ia langsung mengangkat telepon nya itu adalah panggilan dari resepsionis yang tadi ia memberi tahu bahwa Tood Jean beserta rombongannya telah sampai, setelah menutup panggilan ia menghubungi kepala securyty untuk menahan Keluarga Smith.


" Stede aku ingin kau menahan Keluarga Smith untuk masuk kedalam ruangan ku, katakan kepada mereka bahwa tuan muda Quinton tidak ingin bertemu dengannya, jika mereka memaksa katakan kepada mereka bahwa tuan muda Quinton tidak akan menjual saham perusahaan nya kepada mereka." Ucap Zayn Malik dengan dingin.


" Baik tuan saya akan membawa anak buah saya untuk menahan mereka di depan ruangan anda." Ucap Stede dengan hormat.


Stede Bros adalah kepala penjaga di Malik company ia sudah lama mengikuti Zayn Malik bahkan sejak pertama kali perusahaan ini di bangun Stede sudah bekerja disini sebagai penjaga biasa, saat Todd Jean beserta rombongannya sudah dekat dengan ruangan kerja Zayn Malik Stede dengan puluhan anak buahnya sudah menunggunya Tood yang melihat mereka langsung menegur mereka dengan kesal.


" Apa yang kalian lakukan beraninya kalian menghalangi jalanku." Ucap Tood dengan kesal.


Tood Jean yang mendengar nama Quinton seketika menjadi marah ia tidak menyangka bahwa Quinton akan ikut campur dengan urusan ini, tetapi ia tidak berani bertindak inplusif ia menyuruh ayah dan anak itu untuk menunggunya di bawah, ayah dan anak itu hanya bisa menuruti kemauan Tood Jean setelah itu Tood Jean Bian Jean dan juga asisten pribadi milik Byron Jean pergi meninggalkan ayah dan anak itu tanpa memperdulikan mereka, Aiden dan juga ayahnya pergi kebawah untuk memesan kopi di restoran perusahaan Malik ekspresi wajah Aiden sangatlah jelek ia tidak menyangka bahwa Quinton Alexander tidak ingin bertemu dengannya.


Sementara Tood Jean, Bolton, dan juga Bian mereka telah masuk kedalam ruangan Zayn Malik semua orang yang ada disana hanya duduk diam tidak memperdulikan kedatangan mereka, awalnya Tood ingin marah kepada mereka tetapi karena disana ada Quinton ia hanya bisa memendam kemarahannya itu William yang duduk sambil mengangkang kakinya hanya asik meminum segelas wine yang ada ditangannya, Tood yang melihat William yang menggenakan pakaian murahan langsung bertanya kepada mereka.


" Maaf tuan Malik siapa gembel ini, mengapa ia dibiarkan berada disini dan duduk di kursi yang sama dengan kalian.," Ucap Tood dengan nada mengejek William.


Quinton yang mendengar pertanyaan Tood segera menjawabnya dengan tersenyum.


" Maaf tuan muda Tood dia adalah sopirku, aku yang menyuruhnya untuk menemaniku Kesini." Jawab Quinton dengan tersenyum.


" Oh ternyata hanya seorang sopir, minggir sopir seperti mu tidak pantas duduk di sofa mewah seperti ini." Ucap Tood dengan dingin.


" Oh jadi tuan muda Tood ingin duduk disini, baiklah aku akan menyingkir." Ucap William dengan santai.


William berdiri dan langsung berpindah tempat di sebelah Quinton dan juga Zayn Malik ia duduk ditengah mereka berdua, Tood yang melihat itu langsung menegurnya dengan dingin karena bagi Tood seorang sopir tidak pantas berada di ruangan yang sama dengan mereka.


" Hey sebaiknya kau kembali ke mobil orang seperti mu tidak pantas berada disini." Ucap Tood dengan dingin.

__ADS_1


" Maaf tuan muda Tood anda tidak mempunyai hak untuk menegurku." Ucap William dengan santai sambil menuangkan wine kedalam gelasnya.


" Tuan muda Tood aku menyuruhnya untuk menemaniku disini karena selain menjadi sopirku ia juga adalah tangan kananku." Ucap Quinton dengan sudah sedikit emosi karena biarpun bagaimana William adalah kakaknya ia tidak suka seseorang menghinanya di hadapannya.


" Apa tuan muda Quinton sudah mulai gila mengapa anda mau mempekerjakan seorang gembel sepertinya." Ucap Tood Jean dengan sedikit mengejek Quinton dan juga William.


Zayn Malik yang sudah mulai terlihat gelisah dengan kelakuan Tood Jean segera langsung berbicara kepada mereka.


" Tuan muda Tood tuan Quinton adalah pemilik dari empat puluh persen saham perusahaan Malik Corporation, jadi jaga sikap anda kepadanya." Ucap Zayn Malik dengan dingin.


Tood Jean terkejut mendengar perkataan Zayn Malik ia tidak menyangka bahwa Quinton Alexander adalah pemilik dari empat puluh persen saham perusahaan yang ingin ia beli, ia segera menenangkan diri dan langsung bertanya kepada intinya.


" Tidak usah basa-basi berapa harga yang kalian tawarkan kepada kami." Tanya Tood Jean dengan sedikit arogan.


" Tuan William aku serahkan padamu tentang semuanya." Ucap Quinton dengan tersenyum.


Todd yang mendengar perkataan Quinton segera mengangkat alisnya ia tidak mengerti maksud perkataan Quinton, jadi ia segera bertanya kepada Quinton apa maksud dengan omongannya barusan.


" Tuan Quinton Alexander apa aku tidak salah dengar, mengapa anda menyerahkan urusan ini kepadanya." Tanya Tood dengan tersenyum.


" Apa kau tidak paham dengan perkataan ku barusan aku menyerahkan semuanya kepada tuan William, jika anda keberatan aku tidak jadi menjual sahamku kepadamu." Jawab Quinton dengan dingin.


Todd hanya bisa diam mendengar perkataan Quinton ia tidak mau gagal kembali mendapatkan perusahaan yang selama ini ia inginkan, William meminum segelas wine dan langsung mulai berbicara kepada Tood Jean.


" Tuan muda Tood berapa harga yang ingin anda tawarkan kepada kami." Tanya William dengan tersenyum.


" Aku akan membelinya seharga delapan puluh miliar dolar." Jawab Tood Jean dengan sedikit sombong.


" Maaf tuan muda Tood harga yang anda tawarkan terlalu rendah, penghasilan perusahaan belakangan ini sangat tinggi dari harga yang anda tawarkan, kami tidak bisa melepaskannya dengan harga yang anda tawarkan saat ini." Jawab William sambil membakar rokoknya.


" Jadi berapa harga yang kalian inginkan." Tanya Tood Jean dengan sedikit arogan.


William meminum wine sambil menaikkan satu jarinya Tood Jean dan juga yang lainnya berpikir kalau William menjualnya seharga seratus miliar dolar, Tood Jean tersenyum sombong dan mulai meminum wine yang ada dihadapannya ia berpikir bahwa William adalah orang yang tidak mengerti apa-apa tentang urusan seperti ini.


" Jadi kalian menginginkan seratus miliar dolar, baiklah akan aku berikan kepada kalian." Ucap Tood dengan tersenyum.


" Tuan Tood Jean anda salah bukan seratus miliar yang kami tawarkan tetapi satu triliun dolar." Ucap William dengan tersenyum kepada Tood Jean.


Tood Jean yang mendengar harga yang ditawarkan William tidak masuk akal segera berdiri dan menunjuk William ia langsung meluapkan amarahnya kepada William.


" Apa kau sedang merampok kami jika kau menginginkan uang sebanyak itu sebaiknya kau pergi merampok bank." Ucap Tood Jean dengan emosi.


" Tuan muda Tood benar bagaimana mungkin sebuah perusahaan kecil seperti ini dihargai semahal ini, apa kau sedang mempermainkan kami anak muda." Ucap Bolton Wanderers yang sedari tadi diam karena tidak ingin membuat Tood marah.

__ADS_1


" Harga yang kami tawarkan memang begini Malik Corporation adalah perusahaan terbesar ketiga setelah Phoenix comporation dan juga Malik company, tuan muda Quinton membeli empat puluh persen saham seharga lima ratus milliar dollar dan juga penghasilan perusahaan belakangan ini mencapai delapan ratus miliar dolar tahun ini, jika kami menjual perusahaan seharga seratus miliar dolar kepada kalian maka kami akan dianggap orang bodoh oleh seluruh pengusaha lokal di kota ini." Ucap William dengan tersenyum.


Walaupun Tood berasal dari keluarga Jean keluarga yang mempunyai aset sebanyak lima belas triliun dolar tetapi bagi Tood uang sebanyak ia tidak punya, ia hanya mempunyai tiga ratus miliar di ATM pribadi miliknya walaupun ayahnya memberikan uang kepadanya tetapi itu hanya sebanyak dua ratus miliar dolar untuk ia gunakan untuk membeli Malik Corporation , jika ia gagal mendapatkan perusahaan ini ia akan menjadi bahan tertawaan para saudara saudaranya ketika ulang tahun Drake Jean Tood mulai mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya hampir saja menembus telapak tangannya.


__ADS_2