
Sesampainya di dalam kamar William mendapati Chelsea sedang menunggunya nampaknya ada sesuatu yang perlu ia bicarakan dengan William, William yang melihat Chelsea belum tidur langsung menghampirinya dan langsung duduk di samping istrinya itu.
" ada apa dari wajahmu ada sesuatu yang ingin kau katakan kepadaku." tanya William sambil membelai lembut rambut istrinya.
"sayang bolehkah aku pergi menjemput salah satu sahabatku besok." ucap Chelsea dengan memohon.
" memangnya kau sudah baikan." tanya William karena merasa khawatir kepada istrinya.
" aku sudah tidak apa-apa,lagi pula besok aku pergi bersama Ivory dan yang lainnya." jawab Chelsea dengan tersenyum.
" baiklah kau boleh pergi tetapi jika terjadi sesuatu hubungi aku." ucap William dengan santai.
"terima kasih sayang." ucap Chelsea dengan tersenyum bahagia.
"besok aku banyak kerjaan jadi mungkin aku pulang agak lama."ucap William dengan tersenyum.
" tidak apa-apa yang penting kau jangan terlalu memaksakan diri." jawab Chelsea dengan tersenyum.
" baiklah sebaiknya kita tidur." ucap William sambil berjalan mematikan lampu kamar.
keesokan paginya William telah sampai di Phoenix comporation ia langsung pergi menuju ruangannya, sesampainya di dalam ruangannya ia langsung menghubungi Aurora agar menemuinya sekarang juga, ia juga menghubungi Andy, Derby, Leny, dan juga Edy agar keruangan nya sekarang juga, beberapa saat kemudian mereka tiba Freddy juga datang untuk memberi tahu William bahwa semuanya telah siap.
" selamat pagi CEO ada yang bisa saya bantu." tanya Aurora dengan hormat.
"Aurora apa Quinton dan juga Peter masuk hari ini, jika tidak aku ingin kau mengambil alih perusahaan selama aku dan juga Quinton tidak ada di perusahaan." tanya William sekaligus memberikan perintah kepada Aurora.
"CEO mereka belum tiba, tetapi jika mereka tidak datang aku akan mengambil alih perusahaan selama anda dan juga adik anda tidak berada di perusahaan." ucap Aurora dengan hormat.
" Andy hari ini adalah hari dimana pembangunan pabrik mobil Wang Chuanfu, aku ingin kau pergi kesana mengawasi pembangunan pabrik, biarpun bagaimana semua pekerja adalah tanggung jawab kita." ucap William dengan berwibawa.
" baik bro aku akan kesana bersama Derby." ucap Andy dengan hormat.
" Freddy ayo kita berangkat, aku pergi dulu jika ada sesuatu yang perlu aku kerjakan kau bisa menghubungi ku kapan saja." ucap William dengan berwibawa.
Freddy dan juga William pergi menuju atas gedung disana sudah ada satu helikopter berukuran besar, helikopter ini bisa menampung lima sampai tujuh orang di dalamnya William dan juga Freddy naik dan langsung pergi meninggalkan gedung pencakar langit itu, William duduk dengan santai di atas helikopter ia melihat pemandangan kota berilon dari atas helikopter walaupun kota ini tidak besar tetapi pemandangan kota ini sangat, cantik dari ketinggian tujuh ribu meter di atas permukaan tanah.
tuan muda saya sudah menyuruh beberapa orang kepercayaan saya untuk menunggu kita disana, aku menyuruh mereka berangkat tadi malam untuk mempersiapkan segala keperluan kita ketika disana." ucap Freddy dengan hormat.
" bagus kau memang bisa diandalkan." ucap William dengan santai.
sementara di villa mewah milik William Sebastian sedang menelepon Seseorang dari nada bicara Sebastian nampaknya orang yang ia hubungi adalah salah satu temannya, ketika selesai Sebastian pergi keluar untuk mencari Peter ia mendapati Peter sedang duduk bersama Quinton dan juga Daniel.
" Peter ikut ayah ada sesuatu yang ingin ayah bicarakan denganmu." ucap Sebastian dengan dingin.
" baik ayah." jawab Peter dengan sopan.
mereka berdua pergi menuju kamar yang ditempati oleh Sebastian dan juga istrinya, di dalam sudah ada Audy, Diana, dan juga ibunya, Sebastian duduk di sebuah sofa dan menyuruh Peter untuk menutup pintu kamar.
__ADS_1
" ada apa ayah memanggil ku." tanya Peter dengan sopan.
" Peter sore ini Amanda akan datang ke kota ini, ayahnya bilang ia ingin menghadiri acara ulang tahun temannya, ayah ingin kau pergi ke bandara untuk menjemputnya." ucap Sebastian dengan dingin.
"bukannya dia adalah putri tertua dari keluarga Lewis, baiklah aku akan pergi menjemputnya." ucap Peter dengan sedikit malas.
" Peter kau harus menyambutnya dengan baik, biarpun bagaimana ia akan menjadi istrimu di masa depan, ayah sudah menjodohkan kalian berdua ketika kalian masih kecil." ucap Sebastian dengan tegas.
" ayah aku tidak mencintai Amanda sama sekali, aku juga belum ingin menikah saat ini karena aku harus melayani kak William dengan baik." ucap Peter dengan sedikit keras kepala.
" Peter sebaiknya kau ikuti keinginan ayahmu." ucap Camellia Palmer ibu dari Peter.
keluarga Palmer adalah keluarga kelas dua di kota West ham kota terbesar keenam di negara Nordik, keluarga Palmer adalah rekan bisnis lama dari keluarga Alexander mereka memiliki beberapa perusahaan di negara Nordik, keluarga ini menempati posisi ke dua puluh sebagai keluarga terkaya di negara Nordik, Camellia adalah anak pertama ia memiliki dua orang adik laki laki.
"baiklah aku akan melakukan yang terbaik untuk menjamu Amanda." ucap Peter sambil berjalan meninggalkan mereka.
Peter keluar dari kamar ayahnya dan langsung pergi menuju kamarnya ia berbaring di tempat tidur sambil memandang langit-langit kamarnya, sementara William ia telah sampai di kota Brewer helikopter sudah mendarat di sebuah bandara kecil kota Brewer di depan helikopter sudah ada sebuah mobil Toyota Alphard yang telah menunggu mereka, William dan Freedy turun dan langsung masuk kedalam mobil.
" tuan muda kita mau kemana terlebih dahulu." tanya Freedy dengan hormat.
" kita ke hotel terlebih dahulu, setelah itu kita akan mencari lokasi yang strategis untuk pembangunan perusahaan." ucap William dengan santai.
mereka pergi menuju sebuah hotel yang cukup sederhana William terkejut melihat kota ini, kota ini sangat sepi bahkan William dapat menghitung setiap warga lokal yang sedang beraktivitas, William merasa kasihan dengan warga kota ini, Freddy yang melihat William segera bertanya kepada William.
" tuan muda ada apa, mengapa wajah tuan muda nampak sedih." tanya Freedy dengan hormat.
" tuan muda menurut informasi yang aku dapatkan kota ini sangat dikuasai oleh beberapa gangster besar, para gangster ini mereka menyuap para petinggi kota ini agar mereka bisa bebas dari hukum." ucap Freddy dengan hormat.
"aku ingin kau mencari tahu tentang mereka, jika seperti ini terus kota ini benar-benar akan menjadi kota yang sangat terlambat untuk maju." ucap William dengan dingin.
" baik tuan muda." ucap Freddy dengan hormat.
William dan juga Freedy telah sampai di hotel walaupun hotel yang mereka tempati tidak semewah dengan hotel di luar sana, tetapi William sangat menyukai kebersihan hotel ini, William duduk di kursi sederhana Freedy menyajikan teh untuknya.
" tuan muda aku sudah menyuruh anak buahku mencari tahu tentang beberapa orang gangster berpengaruh di kota ini." ucap Freddy dengan hormat.
tidak sampai lima menit informasi yang Freedy inginkan telah datang, Freddy menyerahkan dokumen itu kepada William, William membuka dokumen itu dan ia mulai membacanya satu persatu, ternyata kota ini dikuasai oleh satu orang pemimpin gangster yang sangat ditakuti di kota ini, orang ini mempunyai beberapa bisnis ilegal seperti, pabrik narkoba, tempat prostitusi, penjualan anak-anak dan organ dalam manusia, dan juga penjualan senjata ilegal ke beberapa kelompok gangster di berbagai negara, pelanggan setianya berasal dari Thailand, Filipina, dan juga China.
pria ini bernama Cruise Dawson seorang pria berbadan besar dan juga di penuhi tato, setelah selesai membaca dokumen pria ini William mengajak Freddy untuk mencari tempat yang strategis untuk pembangunan anak perusahaannya di kota ini, hampir delapan puluh persen wilayah kota Brawer di miliki oleh Cruise bahkan hotel yang ditempati William saat ini adalah properti miliknya.
" tuan More kita kita akan kemana selanjutnya." tanya sopir dengan hormat.
"apa kau mengetahui sebuah tanah kosong atau sebuah gedung yang tidak terpakai aku ingin kau mengantarkan kami kesana." ucap William dengan santai.
"baik tuan aku akan mengantarkan anda ke tempat yang anda inginkan." ucap sopir itu dengan hormat.
Freddy menyuruh anak buahnya untuk mencarikan seorang warga lokal yang bisa menjadi sopir mereka selama mereka berada di Brawer, dalam perjalanan William bertanya kepada sopir tersebut.
__ADS_1
"apa kau orang asli sini." tanya William dengan santai.
" benar tuan saya menang orang asli sini, memangnya ada apa tuan." jawab sopir sambil bertanya balik kepada William.
"tidak ada apa-apa, aku ingin membangun perusahaan di kota ini maka itu aku meminta mu untuk membawakan kami kesebuah tanah atau sebuah gedung yang akan dijual." ucap William dengan tersenyum.
" tuan jika Anda mencari tanah atau sebuah gedung yang ingin dijual anda sebaiknya datang kepada lord Dawson ia adalah penguasa kota ini, ia mempunyai banyak properti di kota ini jika anda mau saya bisa mengantarkan anda ke villa milik lord Dawson sekarang juga." ucap sopir itu dengan tersenyum.
"oh yah apa orang yang kau sebut sebagai lord Dawson sangat berpengaruh di kota ini." tanya William dengan penasaran.
" benar tuan ia adalah orang yang paling ditakuti di kota ini bahkan beberapa pejabat kota ini merupakan kali tangannya." jawab sopir dengan tersenyum.
" baiklah kau bisa mengantarkan kami kesana sekarang juga, aku ingin bertemu dengan lord Dawson siapa tahu ia mempunyai barang yang aku inginkan." ucap William dengan santai.
beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah rumah mewah milik Cruise Dawson sebuah rumah tua tetapi terlihat mewah, rumah ini dijaga beberapa orang kepercayaan miliknya lengkap dengan senjata ditangan mereka, William dan juga Freedy turun dari mobil beberapa pria datang mendekati mereka untuk bertanya kepada mereka.
" maaf apa kalian sudah membuat janji dengan lord Dawson." tanya salah satu dari mereka dengan dingin.
" belum kami belum membuat janji dengan lord Dawson." jawab William dengan santai
" maaf tuan jika boleh tahu ada urusan apa tuan kesini." tanya pria itu dengan dingin.
" ada urusan bisnis yang perlu aku bicarakan dengan lord Dawson." jawab William dengan santai.
pria yang sedari tadi bertanya kepada William segera mengeluarkan alat komunikasi ia berbicara dengan hormat dengan seseorang Melalui alat itu, setelah selesai ia menyuruh kedua temannya untuk memeriksa tubuh William dan juga Freedy karena mereka takut William membawa sebuah senjata api untuk mengancam keselamatan bos mereka, setelah di rasa aman pria itu membawa William dan juga Freedy menuju dalam rumah William menyuruh sopir untuk tetap menunggunya di dalam mobil.
William dan juga Freedy masuk kedalam sebuah ruangan yang sangat mewah, walaupun rumah ini terlihat tua di luar tetapi di dalam interiornya sangat mewah dan juga megah, setelah sampai William di suruh duduk pria itu pergi meninggalkan mereka William dan juga Freedy duduk di sebuah sofa mewah, beberapa saat kemudian seorang pria berbadan besar turun dari sebuah tangga pria ini menggenakan jas yang sangat pas dengan badannya ia memasang wajah datar dan juga mata yang Dingin..
William merasakan orang ini biasa-biasa saja ia merasa jika orang tidak bisa dibandingkan dengan Richard ataupun Jhon Hart, William penasaran mengapa orang ini sangat ditakuti di kota ini.
" maaf membuat kalian menunggu, apa ada sesuatu yang bisa aku bantu." ucap Cruise Dawson dengan dingin.
" maaf mengganggu waktu Anda tuan, pekenalkan saya William, dan ini bos saya Freedy More rencana kami bertemu anda karena kami mencari sebuah gedung atau tanah yang sedang di jual, menurut informasi orang yang kami temui mereka menyarankan kami untuk datang ke orang yang tepat yaitu anda tuan Dawson." jawab William dengan tersenyum.
" kalian memang datang ke orang yang tepat, beberapa bulan yang lalu ada seorang pria berasal dari China yang membeli salah satu pabrik kosong milikku ia berencana membuka pabrik mobil di kota ini." ucap Cruise Dawson dengan tersenyum.
" apa tuan Dawson mempunyai tanah atau gedung yang ingin anda jual, jika ada kami akan membelinya." ucap William dengan santai.
" tentu saja ada tuan William." jawab Cruise dengan tersenyum.
" baguslah kalau begitu, apa kami bisa melihatnya sekarang juga." tanya William dengan tersenyum.
"tentu saja bisa ayo kita pergi, aku akan membawa kalian menuju tempat itu." ucap Cruise mengajak William dan juga Freddy untuk pergi mengikuti dia.
William, Freddy, dan juga Cruise Dawson pergi menuju depan, didepan sudah ada mobil milik Cruise yang telah menunggunya sebuah mobil RollsRoyce ghost berwarna hitam, penjaga membukakan pintu untuk mereka Freedy duduk di belakang bersama Cruise sedangkan William ia didepan bersama sopir Cruise, setelah mereka semua sudah masuk sopir menancap gas meninggalkan rumah.
sementara Peter ia telah bersiap siap untuk pergi menjemput Amanda di bandara, ia menggenakan jas berwarna coklat tua dan juga kemeja hitam, Peter masuk kedalam mobil Audi R8 spider berwarna hitam miliknya, setelah itu ia pun pergi menancap gas menuju bandara ketika di gerbang villa ia bertemu dengan Quinton yang baru kembali dari suatu tempat bersama dengan adiknya Stephanie, Quinton yang penasaran kepada Peter segera bertanya kepada Peter tetapi ia tidak menghiraukan pertanyaan Quinton.
__ADS_1
beberapa saat kemudian Peter sampai di bandara ia langsung pergi menuju cafe, ia memesan sebuah cafe latte untuk menunggu kedatangan Amanda ketika sedang asik menunggu ia melihat Chelsea sedang bersama beberapa orang temannya, Peter tidak perduli karena setahunya Chelsea sudah dijaga oleh beberapa anak buah John dan juga Richard, jadi ia membakar rokoknya sambil menikmati cafe dan juga beberapa potong donat kesukaannya.