
saat waktu sudah menunjukkan jam istirahat William bersiap siap untuk pergi ke diamond surface ia berencana makan disana dan sekalian ada yang perlu ia bahas bersama Freedy, saat sedang memakai jasnya pintu ruangan diketuk oleh seseorang William menyuruhnya masuk dan ternyata itu adalah Leny Lyndon.
" apa kau mau pergi." tanya Leny dengan tersenyum.
" iya aku ada urusan memangnya ada apa apa ada sesuatu yang bermasalah." tanya William dengan tersenyum.
" tidak ada William sebenarnya hari ini jadwal dimana karyawan menerima gaji mereka apa kau ingin memberikan gaji mereka hari ini juga." tanya Leny dengan tersenyum.
" tentu saja kita tidak boleh menunda gaji mereka kita tidak tahu mereka membutuhkan uang atau tidak." jawab William dengan santai.
Leny yang mendengar itu merasa kagum dengan William ia tidak sangka William mementingkan karyawan nya sampai seperti ini, William mengambil telepon yang ada dimeja kerjanya dan langsung menghubungi Aurora agar menyuruh kepala HRD datang keruangan nya sekarang juga, beberapa saat kemudian seorang wanita cantik datang memasuki ruangan ia adalah Alma Baker, ia belum lama diterima di perusahaan.
" halo CEO ada apa anda memanggil ku kemari." tanya Alma dengan sopan.
" Leny aku ingin lihat laporan keuangan beberapa bulan belakangan ini." ucap William dengan tersenyum.
" baik CEO, ini adalah laporan keuangan beberapa bulan belakangan ini, beberapa bulan belakangan ini kita mendapatkan keuntungan lebih kita selama lima bulan kita mendapatkan penghasilan sebanyak lima ratus miliar dolar, dan kebanyakan kita mendapatkan penghasilan setelah anda mengambil alih perusahaan ini." ucap Leny dengan sopan.
" bagus Leny berikan tiga ratus miliar kepada Alma sedangkan sisanya transfer ke rekening pribadi kantor, Alma aku ingin kau memberikan gaji perusahaan sekarang juga tambahkan gaji mereka sebanyak tiga puluh persen katakan kepada mereka untuk bekerja lebih keras." ucap William sambil meninggalkan ruangan.
William berjalan menuju depan kantor ketika keluar dari pintu perusahaan Peter, Andy dan juga Derby telah kembali dari rumah keluarga Wilson beberapa saat kemudian beberapa mobil juga datang mobil yang paling depan adalah mobil Quinton sedangkan dibelakang nya itu adalah mobil milik anak buah Richard yang ditugaskan untuk mengawal Quinton.
" aku pergi dulu kalian boleh istirahat." ucap William dengan tersenyum.
" baik kak." balas Peter dengan tersenyum.
William masuk kedalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan perusahaan ia tidak lupa menghubungi Freedy agar menyiapkan makanan untuknya, tidak lama setelah itu Freddy pun membalasnya, beberapa saat kemudian William sampai di diamond surface William memberikan kunci mobil kepada petugas valet dan langsung masuk kedalam semua penjaga dan juga staf membungkuk ketika melihat William, mereka sudah diberi tahu oleh Freddy untuk menghormati William alasan Freedy karena William adalah tangan kanannya.
seorang wanita membawa William menuju lantai delapan puluh di sebuah restoran France yang nantinya akan menjadi tempat dimana ulang tahun istrinya, disana sudah ada Freddy yang berdiri menunggu William ketika sampai di restoran wanita itu pergi meninggalkan mereka Freddy pun membungkuk kepada William.
" maaf tuan muda aku tidak bisa menjemput Anda." ucap Freddy dengan hormat.
" tidak apa-apa mari kita makan." ucap William dengan tersenyum.
sementara di Adenville di perusahaan utama keluarga Alexander Wayne dan juga keenam adiknya sedang rapat dengan beberapa kolega bisnis mereka, saat sedang melakukan rapat seorang wanita datang menghampiri Wayne ia segera berbisik di telinga Wayne.
" tuan Alexander di ruangan anda ada nyonya besar menunggu anda." ucap wanita itu sedikit keras.
" baik katakan padanya aku akan menemuinya, Sebastian ambil alih rapat kakak ipar mu ada disini ia ingin menemui ku." ucap Wayne dengan tegas.
" baik kak akan aku pastikan rapat berjalan dengan lancar." ucap Sebastian dengan dingin.
Wayne pun pergi meninggalkan ruangan rapat ia berjalan menuju lift dan langsung menekan lantai paling atas sesampainya di ruangannya sudah ada Elizabeth yang sedang menunggunya.
" ada apa sayang mengapa kau kemari tanpa menghubungi ku." tanya Wayne dengan dingin.
" besok aku ingin pergi ke berilon aku rindu dengan anak kita." jawab Elizabeth dengan tersenyum.
" tidak bisa lain hari William pasti sedang sibuk mengurus perusahaannya lagipula ia baru menjabat ." tanya Wayne dengan dingin.
__ADS_1
" sayang aku kangen dengannya apa aku tidak boleh menemui anakku." ucap Elizabeth dengan sedikit emosi.
Wayne yang mengerti Sifat istrinya hanya bisa mengalah dengannya ia pun menghubungi Olivia yang saat ini sedang berada di ruangan nya, beberapa saat kemudian Olivia datang keruangan ayahnya.
" ada apa ayah memanggil ku." tanya Olivia dengan tersenyum.
" aku ingin besok kau pergi menemani ibumu pergi ke berilon ayah juga akan meminta paman Julian untuk ikut dengan kalian." jawab Wayne dengan dingin.
" baik yah aku akan pergi bersama ibu, aku juga berencana akan pergi kesana untuk membawakan pesanan William ia memintaku untuk mencarikan kado untuk istrinya." jawab Olivia dengan senang.
" apakah istrinya ulang tahun mengapa ia tidak memberi tahu ibu dan ayah." ucap Elizabeth dengan sedikit marah kepada William.
" ternyata begitu baiklah ayah juga akan kesana mungkin ayah harus menyelesaikan beberapa urusan penting baru ayah akan menyusul kalian." ucap Wayne dengan dingin.
" apa perlu kita memberi tahu William agar ia menjemput kita besok di bandar." tanya Elizabeth dengan tersenyum.
" aku rasa tidak usah jika ia mengetahui kalian akan datang ia akan melarang kalian untuk datang karena ia tidak ingin istrinya mengetahui identitas asli William." ucap Wayne dengan tegas.
setelah itu mereka bertiga pergi makan siang bersama, sementara William ia sudah selesai makan saat ini ia sedang berbicara dengan Freedy.
" apa kau sudah mendapatkan informasi tentang ayah mertuaku dan juga keluarga Wilson." tanya William dengan santai.
" maaf tuan aku belum mendapatkan informasi itu aku sudah meminta bantuan dengan semua juru bicara keluarga Alexander di setiap negara Nordik dan juga di dunia tetapi aku belum mendapatkan kabar dari mereka." jawab Freddy dengan sedikit sedih ia takut William akan kecewa dengannya.
" tidak perlu minta maaf aku juga tidak sedang terburu-buru." balas William sambil menawarkan rokok kepada Freddy.
mereka berdua pun merokok bersama setelah selesai merokok William pamit untuk kembali ke perusahaan, sebelum kembali ke perusahaan ia menanyakan tentang dealer mobil kepada Freddy, Freddy menyalakan nya untuk pergi ke distrik otomotif yang terletak di sebelah barat kota berilon disana adalah tempat berkumpulnya semua dealer mobil dan juga motor mulai dari Rolls Royce , Buggati, Lamborghini dan juga yang lainnya, William langsung pergi meninggalkan hotel menuju kantor.
" halo tuan Niel saat ini aku sedang mengikuti mobil milik William." ucap burke dengan sopan.
" baik ikuti dia jika kau bisa membunuhnya maka aku akan memberimu hadiah." jawab Niel dengan tenang.
" Baik tuan akan aku lakukan sekarang juga." ucap burke dengan senang.
setelah itu Niel mematikan handphone nya Stuart yang penasaran bertanya kepada Niel." tuan muda Amstrong memangnya ada apa." tanya Stuart dengan tersenyum.
" burke sedang mengikuti William aku rasa ia akan memulai permainan ini." jawab Niel dengan dingin.
" tuan muda Amstrong tenang saja burke dan anak buahnya pasti bisa membunuh orang itu dengan muda bahkan aku rasa burke akan menyiksa orang yang bernama William itu." timpal Eren dengan tersenyum.
Niel yang mendengar itu langsung berjalan menuju Eren ia menepuk pipi Eren dengan lembut tatapan mata Niel bagaikan harimau yang sedang mengincar mangsanya, bahkan Eren sampai ketakutan melihat mata Niel ia hanya berani menundukkan kepalanya agar ia tidak melihat mata Niel.
" Eren William bukan orang sembarangan bahkan para gangster yang ada di Adenville menyebutnya sebagai iblis keluarga Alexander, bahkan dulu saat Keluargaku menghadapinya kami hanya bisa mundur tetapi aku berbeda aku pernah bertarung dengannya tetapi hasilnya seri." ucap Niel dengan dingin.
" tuan muda Amstrong bukannya semua keluarga terkaya di negara Nordik tidak ada yang mengetahui dirimu." tanya Stuart dengan sedikit penasaran.
" kau benar dulu ketika kami bertarung ia hanya mengetahui bahwa aku adalah salah satu anak buah keluarga Amstrong karena aku melarang siapapun untuk membocorkan indentitas ku." jawab Niel dengan dingin.
Eren yang tanpa sadar bertanya kepada Niel siapa sebenarnya William." tuan muda Amstrong sebenarnya siapa orang yang bernama William ini apakah ia sehebat itu sampai bisa disegani oleh kalian keluarga terkaya nomor tiga di negara Nordik." tanya Eren dengan gugup.
__ADS_1
"belum saatnya kau tahu bahkan kau tidak pantas mengetahui orang itu, percaya padaku burke horse pasti akan mati ditangan orang itu.." ucap Niel dengan dingin.
William telah sampai di perusahaan langsung pergi menuju ruangan nya ia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karena makan siang sementara keluarga Wilson masih sibuk memikirkan cara untuk keluar dari situasi ini saat Semua orang sedang memikirkan cara tiba tiba kakek wilson berdiri ia seperti mengingat sesuatu yang penting."
" ayah ada apa mengapa wajah ayah menjadi seperti ini." tanya Hendrik dengan penasaran.
" Hendrik sebenarnya masih ada harta yang disimpan oleh ibu tiri mu sebenarnya ini semua hanyalah sebagian kecil dari hartanya tetapi sayang ayah tidak mengetahui dimana harta itu berada." jawab kakek wilson dengan sedikit serius.
" apa ayah tahu siapa yang mengetahui lokasi Harta itu." tanya Hendrik dengan senang.
" itu masalahnya ayah tidak tahu dimana lokasinya orang yang mengetahui lokasi Harta itu hanyalah mantan pengacara ibu tiri mu ayah tidak mengetahui siapa orang ini bahkan ayah tidak mengetahui namanya." jawab kakek wilson dengan sedikit sedih.
" ayah hanya ada satu cara untuk menyelamatkan perusahaan kita yaitu menjual sebagian saham perusahaan kepada orang lain ayah tenang saja aku akan mencari orang yang ingin membeli sebagian saham kita aku akan, setelah kita mendapatkan harta yang ayah maksud kita akan kembali membeli saham itu." ucap Hendrik dengan serius.
kakek Wilson yang mendengar itu menjadi kaget dengan ide anak kesayangannya itu." nanti ayah pikiran tentang caramu itu ayah lelah ayah mau istirahat dulu." ucap kakek wilson dengan dingin.
waktu berlalu begitu cepat William yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya sampai tidak sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam semua karyawan telah pulang sedangkan di perusahaan tinggal William dan juga adik dan juga tema temannya, Quinton masuk membawakan secangkir kopi untuk William.
" kak ini aku buatkan kopi." ucap Quinton dengan tersenyum.
" terimakasih kalian boleh pulang aku masih harus mengecek beberapa proyek yang akan berjalan." ucap William dengan santai.
" baik kak kami pamit pulang kakak jangan terlalu memaksakan diri." ucap Quinton dengan tersenyum.
" sebentar lagi aku juga akan pulang kalian pulang deluan saja." ucap William dengan dingin.
" baik kak." jawab Quinton setelah itu meninggalkan ruangan William.
Quinton segera pergi meninggalkan perusahaan bersama Clara, Peter, Andy dan juga yang lainnya mereka pulang menggunakan mobil masing masing kecuali Leny ia bersama Edy, setelah sampai di villa ternyata disana sudah ada Freedy yang menunggu Quinton, Peter, dan Clara mereka ngobrol di ruang keluarga di lantai atas.
" ada apa Paman Freddy kemari apa ada sesuatu yang yang paman ingin kerjakan." tanya Clara dengan tersenyum.
Freddy hanya mengeluarkan handphone nya dan melemparkannya ke atas meja." Quinton, Clara, Peter ini bibi Elizabeth bibi dan juga Olivia akan kesana besok kami ingin kalian ikut bersama Freddy untuk menjemput kami."
" bibi Elizabeth memangnya ada urusan apa bibi kemari." tanya Peter dengan penasaran.
" tidak ada urusan apa apa bibi hanya rindu kepada William bibi mohon jangan beri tahu ini kepada kakak kalian." ucap Elizabeth dengan tegas.
" tapi BI kakak akan tahu tentang ini ia akan curiga jika kami bertiga tidak ada di perusahaan besok pagi." ucap Quinton dengan tersenyum.
" bibi tahu anggap saja ini kejutan untuknya, sudah dulu bibi harus menyiapkan keperluan bibi." ucap Elizabeth dengan senang.
" maaf tuan muda Peter, tuan muda Quinton, nyonya Clara apa perlu aku menjemput kalian besok pagi." tanya Freddy dengan tersenyum.
" tidak perlu paman paman cukup sediakan saja mobil untuk bibi Elizabeth dan juga kak Olivia." jawab Quinton dengan tersenyum.
" untuk urusan mobil aku sudah menyiapkan nya sebelum kemari tuan Sebastian menyuruh ku untuk menyiapkan sebuah mobil Lexus LS, karena nyonya besar hanya nyaman menggunakan Lexus." ucap Freddy dengan sopan.
" paman benar bibi Elizabeth hanya suka mengendarai mobil Lexus bahkan di Adenville Hanya keluarga Alexander yang berhak memili mobil Lexus, bahkan di China keluarga bibi Elizabeth juga menggunakan mobil Lexus bahkan mereka juga menerapkan peraturan yang sama dengan kota berilon." ucap Clara dengan tersenyum.
__ADS_1
" kalau begitu saya pamit dulu sampai ketemu besok." ucap Freddy sambil berdiri dari tempat duduknya.
Freddy pun pergi meninggalkan villa Keluarga Alexander sedangkan William ia baru selesai dengan pekerjaannya saat ini kantor sangat sepi hanya ada beberapa penjaga di depan pintu masuk perusahaan, William segera pergi meninggalkan kantornya menggunakan mobil bantley miliknya, belum lama meninggalkan kantor sebuah mobil Mercedes Benz datang menabrak mobil milik William, William terkejut melihat ini ia langsung turun dari mobil nya William memperhatikan bahwa mobil tidak terlalu parah tetapi mobil yang menabraknya mengalami masalah serius bemper depan sangat parah, William merasa aneh bagaimana mungkin mobilnya tidak mengalami rusak parah sedangkan mobil yang menabraknya mengalami rusak parah.