TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
WILLIAM VS TUJUH BERSAUDARA


__ADS_3

" apakah kau mencintai salah satu dari mereka." Tanya Peter dengan dingin.


Amanda hanya diam mendengar pertanyaan Peter ia ingin berkata kepada Peter bahwa ia tidak mencintai salah satu dari mereka berdua, orang yang ia cintai adalah Peter lelaki yang telah merebut hatinya sedari kecil Peter yang tidak mendengar jawaban dari Amanda kembali berkata kepadanya.


"Jika kau tidak menjawab berarti aku anggap kau mencintai salah satu dari mereka berdua." Ucap Peter dengan dingin dan ingin pergi meninggalkan Amanda.


Tetapi sebelum ia meninggalkan Amanda sebuah tangan memeluknya dengan erat dari belakang ternyata itu adalah Amanda yang mulai menangis sambil memeluknya.


" Aku tidak mencintai mereka berdua orang yang aku cintai adalah kau Peter Alexander, aku mohon jangan tinggalkan aku." Ucap Amanda dengan menangis.


Peter berbalik dan langsung memeluk Amanda cukup lama mereka berpelukan hingga tangisan Amanda mereda Peter mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan langsung menghapus sisa air mata yang ada di wajah indah Amanda.


"Aku takkan membiarkan mu menderita aku akan pergi menemui keluarga mu dan melamar kau di depan mereka." Ucap Peter dengan dingin.


Amanda sangat bahagia mendengar perkataan Peter ia kembali memeluk Peter dengan erat cukup lama mereka berpelukan hingga sebuah suara batuk mengagetkan mereka berdua, dan Ternyata dibelakang mereka ada Quinton yang sedari tadi menyaksikan adegan romantis mereka Quinton tersenyum menatap mereka berdua.


"Apakah semua orang yang sedang jatuh cinta seperti itu hingga merasa dunia milik mereka berdua." Ucap Quinton dengan tersenyum.


" Dasar pengganggu sebaiknya kau pergi tinggalkan kami berdua." Ucap Peter dengan kesal.


" Baiklah aku masuk kedalam." Jawab Quinton dengan tersenyum.


"Aku akan melamar mu tetapi dengan satu syarat." Ucap Peter dengan dingin.


" Apa syaratnya jika aku sanggup akan aku lakukan." Ucap Amanda dengan sedikit kecewa.


" Setelah aku melamar mu aku akan memberi mu waktu empat bulan jika dalam empat bulan kau bisa membuatku jatuh cinta kepadamu aku akan melanjutkan hubungan kita, tetapi jika kau gagal aku akan membatalkan pertunangan kita tetapi kau tenang saja aku akan tetap menjadi pelindung mu selama kau bisa menemukan seseorang yang bisa membuat aku hilang dari hatimu." Ucap Peter dengan dingin.


Amanda sempat berpikir tetapi setelah ia yakin dengan keputusannya ia pun memutuskan untuk setuju, Peter menyerahkan sebuah surat dan menyuruh Amanda menandatangani surat itu setelah ditandatangani oleh Amanda Peter menyimpan surat itu di balik blazer nya, saat William telah selesai dengan data rahasia perusahaan keluarga Jean ia meletakkan laptopnya di atas meja ia mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.


" Halo aku ingin kau menyiapkan surat untukku, untuk isinya aku akan mengirimkannya melalui SMS." Ucap William dengan santai.


" Baik tuan muda saya akan menyuruh asisten saya untuk menyiapkannya, kalau boleh tahu kapan anda memerlukannya." Ucap pria sekaligus bertanya kepada William.


" Besok aku ingin kau menyiapkannya besok, kita akan bertemu di diamond surface." Jawab William dengan berwibawa.


" Baik tuan muda saya akan menemui anda besok pagi di diamond surface." Ucap pria itu dengan hormat.


Setelah mematikan handphonenya William bersandar di ujung tempat tidur sebuah suara memanggilnya dari luar itu adalah suara istrinya, Chelsea memanggil William keluar karena ada yang ingin ayahnya bicarakan dengannya William segera pergi menemui istrinya dan juga ayah mertuanya, sesampainya disana ia mendapati Chelsea dan juga Jasmine sedang asik menonton serial drama di televisi sedangkan ayah mertuanya sedang asik menikmati secangkir kopi buatan Erina.


" Apa ayah ingin bicara denganku." Tanya William dengan tersenyum.

__ADS_1


" Oh iya ayah ingin bicara denganmu sebentar, silahkan duduk." Jawab Jacob sambil mempersilahkan William duduk.


William duduk di depan ayah mertuanya itu Jacob meletakkan cangkir kopinya di meja bundar kecil yang ada disebelahnya dan mulai membuka pembicaraan dengan suara kecil, ia takut kedua anaknya akan tahu identitas asli menantunya jadi ia berbicara seperti orang yang sedang berbisik.


"Nak ayah sudah memutuskan kapan ayah akan pergi memulai pelatihan CEO, ayah memutuskan untuk pergi setelah acara ulang tahun istrimu, ayah tidak bisa melewatkan acara itu karena hari ulang tahun Chelsea bertepatan dengan hari pernikahan kalian berdua." Ucap Jacob dengan pelan.


" Baiklah aku akan mengatur segala keperluan ayah selama di Adenville dan aku akan meminta salah satu orang kepercayaan ku untuk mengurus ayah selama disana." Jawab William dengan tersenyum.


" terimakasih nak kau memang menantu yang sangat baik,Apa kau sudah menyiapkan hadiah untuk istrimu." Tanya Jacob dengan tersenyum.


" Ayah tenang saja aku tidak mungkin melupakan momen yang sangat berharga bagi kami berdua, aku sudah menyiapkan sebuah hadiah kepadanya." Jawab William dengan santai.


" Bagus ayah yakin istrimu pasti sangat bahagia mempunyai suami seperti dirimu." Ucap Jacob dengan bangga.


" Terimakasih yah, aku izin ke kamar dulu hari ini aku banyak kerjaan jadi aku merasa sangat kelelahan." Ucap William pamit kepada mereka bertiga.


Sesampainya di kamar William langsung tidur hingga suara telepon membangunkan dirinya ia bangun dan langsung mengangkat teleponnya.


" Halo ada apa ini masih jam tiga pagi apa ada sesuatu yang ingin kau laporkan." Ucap William dengan dingin sambil menatap Chelsea yang sedang tertidur pulas.


" Tuan muda maaf mengganggu waktu anda, saat ini saya, Jhon dan beberapa pasukan terbaik saya sedang menuju ke motel tempat tujuh bersaudara milik keluarga Jean menginap, apa anda yang ingin anda tambahkan." Ucap Freddy dengan hormat.


" Tuan muda saat ini saya dan Jhon sedang berada tidak jauh dari lokasi anda, saya akan meminta Jhon untuk menuju ketempat anda untuk menjemput anda." Jawab Freddy dengan hormat.


" Baik aku tunggu kalian disini." Ucap William dan langsung bangkit dari tempat tidurnya.


William mengganti pakaiannya ia menggenakan sebuah tutlle neck berwarna hitam dan juga sebuah jaket kulit berwarna hitam William juga mengenakan celana jeans berwarna hitam dan juga sepatu boots berwarna hitam, setelah selesai mengganti pakaiannya ia pergi meninggalkan unit apartemen dengan pelan-pelan karena ia tidak ingin membangunkan siapa saja William berjalan keluar dan didepan gedung apartemen sudah ada mobil RollsRoyce Pantom berwarna hitam milik Freddy, William masuk kedalam mobil dan langsung menyuruh Jhon meninggalkan apartemen.


Didalam mobil William sangat terlihat gagah dan berwibawa dengan pakaian yang ia kenakan dan ditambah dengan kacamata hitam ia seperti seorang mafia muda yang sangat kuat, William mengeluarkan pistol miliknya dari belakang punggungnya ia mengisi amunisi dan kembali meletakkannya di belakang punggungnya Freddy dan Jhon Hart seperti melihat seseorang yang berbeda.


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam mereka akhirnya tiba di sebuah motel sederhana setelah mereka tiba disebuah tempat yang sudah diatur oleh Freddy seseorang datang menghampiri mereka, pria itu membawa sebuah laptop alienware dan langsung menyerahkannya kepada Freddy.


" Tuan More saya telah berhasil meretas sistem kamera pengawas saya berhasil menemukan kamar yang mereka tempati, ada tiga kamar yang mereka sewa untuk menjadi basecamp mereka ini adalah rekaman kamera pengawas yang ada didepan ketiga kamar yang mereka tempati. Ucap pria itu dengan hormat.


Freddy menyerahkan laptop itu kepada William yang sedang duduk dengan cool didalam mobil William mengambil laptop itu dan mulai memperhatikan rekaman itu, dengan kaki yang ditumpukkan di atas kaki lainnya ia mengamati laptop itu setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul tiga empat lima ia menyuruh Jhon untuk memasuki motel dengan seluruh pasukan khusus milik Freddy.


" Jhon bawa semua pasukan khusus kedalam motel kepung semua pintu masuk dan blokir setiap lorong yang menuju ke kamar itu, jika ada seseorang yang bertanya katakan saja bahwa ada beberapa kelompok sindikat pengedar organ manusia yang ada dikamar itu, sedangkan Freddy aku ingin kau menemui pemilik motel ini ajak ia bekerjasama dengan kita jika ia bisa menghapus rekaman kamera pengawas saat kita melumpuhkan mereka dan mau menutup mulutnya rapat-rapat berikan ia uang sebanyak dua puluh juta dolar jika ia menolaknya maka buat ia tutup mulut selama lamanya." Ucap William dengan dingin.


" Siap tuan muda, semuanya ikuti aku sesuai perintah tuan muda, jika terjadi masalah aku tidak akan mengampuni nyawa kalian." Ucap Jhon dengan dingin.


Jhon dan puluhan pasukan khusus milik Freddy masuk kedalam motel dengan cepat semua jalan masuk dan keluar langsung diblokir oleh mereka lorong yang menuju kamar dengan cepat di palang oleh lima orang pasukan khusus, setelah berhasil menjalankan perintah pertama Jhon segera menghubungi William untuk bertanya apa yang perlu mereka lakukan selanjutnya William berkata ia akan yang akan pergi menemui mereka sedangkan yang lainnya tetap sesuai dengan arahannya.

__ADS_1


Walaupun ini hanya motel kecil tetapi gedung yang mereka tempati masih terlihat baru motel ini memiliki lima lantai, empat lantai digunakan sebagai kamar tidur sedangkan lantai dasar digunakan sebagai tempat fasilitas seperti restoran, cafe, dan juga ada tempat hiburan seperti karaoke dan juga mandi air panas, William dan Freddy pergi menuju lantai lima disana sudah ada lima orang yang telah berjaga di depan lift setelah mendapatkan lokasi kamar tempat tujuh bersaudara menginap William pergi menuju kamar itu.


Disalah satu kamar tujuh bersaudara sedang membahas strategi mereka salah satu pria sedang mengarahkan mereka untuk bertindak sesuai arahannya, pria ini berusia empat puluh tahun ia memiliki tubuh tinggi badan besar dan kekar jika dilihat ia adalah pemimpin dari kelompok ini menurut informasi pria ini sangat kuat, ia pandai dalam segala jenis senjata dan juga seorang yang pintar dalam soal strategi sedangkan enam yang lainnya mereka memiliki masing-masing kelebihan.


Adik kedua adalah seorang sniper, orang ketiga ia ahli dalam pertarungan jarak dekat dan ahli dalam menggunakan pisau, orang keempat ia ahli dalam beladiri tangan kosong, orang kelima ia ahli dalam pembuatan bahan peledak, orang keenam ia ahli dalam penyamaran, dan orang ketujuh ia ahli dalam peretasan sistem, Dimata orang awam mereka adalah seorang profesional tetapi dimata William dan juga beberapa keluarga kaya lainnya mereka hanyalah orang biasa yang sedang bermain main dengan dunia pembunuh bayaran.


" Besok malam kita akan membunuh target kita, aku ingin target mati besok malam." Ucap pemimpin tujuh bersaudara dengan dingin.


Mereka berenam mengangguk dengan wajah yang sangat dingin saat mereka ingin mempersiapkan senjata mereka pintu kamar diketuk oleh seseorang.


" Itu mungkin pelayan yang datang membawakan beberapa botol wine yang telah aku pesan." Ucap adik terakhir dengan tersenyum sambil berjalan menuju pintu kamar.


Untuk memastikan kalau itu adalah seorang pelayan ia mengintip melalui lubang pintu ia melihat William sedang berdiri di depan pintu kamar mereka, ia berpikir kalau William seorang pelayan tetapi setelah melihat pakaian yang dikenakan William ia pun menjadi ragu dan langsung bertanya kepada William.


" Siapa kau aku rasa kau bukan pelayan yang datang membawakan pesanan ku." Ucap pria itu dengan dingin.


William langsung menendang pintu kamar mereka hingga jatuh menimpanya dan langsung menginjak pintu itu hingga bolong dan mengenai muka adik terakhir, kelima bersaudara lainya yang melihat itu langsung maju menyerang William aura membunuh merembes keluar dari tubuh mereka dan langsung menyerang William secara bersamaan, William menendang mereka semua menggunakan kaki kanannya hingga menyebabkan mereka terpental ke belakang dan menabrak dinding dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidung mereka.


Kakak pertama yang melihat itu langsung mengerutkan keningnya wajahnya berubah menjadi dingin dan menatap William dengan tatapan yang sangat tajam ia maju dan langsung berseru kepada William.


" Nak kau memiliki keberanian untuk menyerang kami secara terbuka, awalnya aku berpikir untuk membunuhmu besok malam tetapi karena kau sendiri yang datang kepada kami untuk menyerahkan nyawamu maka aku akan membunuhmu malam ini juga." Ucap pemimpin tujuh bersaudara dengan dingin.


Dengan sangat cepat William telah berada di depannya dan langsung memukulnya dengan sangat cepat dan keras hingga membuatnya mengalami nasib yang sama dengan kelima adiknya, William berjalan menuju pria itu dengan santai kelima adiknya yang melihat William Berjalan menuju kakak mereka segera mengeluarkan pistol dari belakang punggung mereka dan langsung mengarahkannya kepada William, William tidak memperdulikan mereka ia tetap berjalan menuju pemimpin mereka, kakak pertama yang melihat William sudah didepannya ingin mengeluarkan pistol dari belakang punggungnya tetapi William mengetahui niatnya dengan cepat sebuah tamparan keras melayang di wajahnya.


PLAK!.


" kau ingin membunuhku dengan kekuatan mu yang belum ada apa-apanya ini." Ucap William dengan dingin.


"PLAK!.


"Kalian tidak mendengarkan peringatan yang telah aku berikan." Ucap William dengan dingin dan terus menamparnya tanpa emosi.


" Hentikan jika tidak aku akan menghancurkan kepalamu." Ucap adik terakhir dengan dingin.


Tetapi belum sempat ia menarik pelatuknya sebuah tangan besar datang dari belakang mencengkeram erat lehernya dan langsung mematahkan lehernya dengan satu tangan, enam saudaranya yang melihat itu langsung terkejut mereka semua tidak menyangka bahwa adik ketujuh mati dengan cara yang sangat mengenaskan, saat mereka belum sadar dari keterkejutan mereka tiga puluh pasukan khusus datang dari luar jendela dan langsung meringkus mereka semua William mengeluarkan pistolnya dan langsung menembak kakak pertama tepat di jantungnya hingga membuatnya mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


Kelima bersaudara terkejut melihat kakak pertama mereka mati dengan muda ditangan William setelah membunuh kakak pertama William menembaki mereka berlima tepat di jantung yang membuat mereka mati, William berjalan menuju Jhon yang sedang berjaga di depan pintu dan langsung berkata kepadanya.


" Potong kepala mereka bertujuh dan kirimkan ketujuh kepala mereka kepada keluarga Jean, selipkan sebuah surat untuk menyiapkan satu kuburan untuk satu anggota keluarga Jean." Ucap William dengan dingin.


" Baik tuan." Ucap Jhon dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2