TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
BERAKHIRNYA SAM WANE


__ADS_3

disebuah rumah Sam sedang minum sendiri tiba tiba pintu rumah ditendang oleh Peter , Peter masuk bersama yang lainnya Peter menatap dingin kepada nya, Quinton maju dan menampar nya.


"PLAK!"


Quinton menendang nya dan juga mengambil sebotol minuman dan langsung menghancurkan nya di kepala Sam Wane.


" ahhh , tuan muda Quinton mengapa anda memukuli ku " tanya Sam Wane dengan takut.


" bawah dia." ucap Peter dengan dingin.


" baik kak Peter." jawab Albert sambil tersenyum.


saat ini William sedang di rumah sakit kota Adenville, ia membawa Andy ke bangsal keluarga Alexander, telepon dari Peter masuk William mengangkat nya.


" halo kak kami sudah menangkap nya." ucap Peter dengan senang.


" bawah dia ke rumah sakit , aku ingin dia minta maaf kepada sahabatku." jawab William dengan tersenyum.


setelah 15 menit Peter dengan yang lainnya datang dan langsung melemparkannya ke dalam ruangan Andy .


" William kau masih hidup, bagaimana bisa aku sudah menyuruh mereka membunuh mu." ucap Sam Wane dengan terkejut.


Quinton maju dan menginjak mukanya.


" Sam Wane sebenarnya aku tidak ingin memberitahu identitas Ku kepada mu karena kau hanya seorang sampah di mataku , tetapi karena aku tidak ingin kau mati penasaran maka aku akan memberi tahu mu, aku adalah William Alexander tuan muda keluarga Alexander." ucap William dengan dingin.


Sam yang masih terkejut tiba menjadi gugup dan ketakutan setengah mati, jika ia tau identitas William ia tidak akan menggangu nya.


" minta maaf kepada sahabatku sekarang juga." ucap William sambil memandang jijik kepadanya.


" Andy aku minta maaf aku tau aku salah tolong maafkan aku, tuan muda maafkan aku, aku hanyalah sampah yang tidak penting di matamu, tolong maafkan aku." ucap Sam sambil berlutut di depan William dan Andy Murray.


William mengeluarkan ponsel dan menelpon ayah Sam Wane , Adam Wane kepala keluarga Wane .


" halo tuan Wane , anak mu bersama ku, aku ingin tebusan sebesar 3 miliar dolar jika tidak anakmu akan mati." ucap William dengan dingin.


" APA!, dimana anakku jangan macam macam dengan anakku, aku tidak punya uang sebanyak itu ." ucap Adam Wane Dengan panik.


" aku beri waktu lima belas menit jika tidak aku akan mengirimkan mayat anakmu dalam Lima belas menit. " ucap William dengan dingin.


" baik akan aku transfer uang nya , tapi tolong jangan bunuh anakku." ucap Adam Wane sambil menangis."


saat ini uang Keluarga Wane tinggal 3 miliar , dan bahkan mereka masih memiliki utang kepada bank sebesar 5 miliar dolar, Adam segera mengirim uang ke nomor rekening yang dikirim William, itu adalah rekening milik Andy Murray.


" paman Wane terimakasih atas uang nya sebentar lagi aku akan mengirim anak anda kepada Anda. " ucap William dengan tersenyum.


" kalian bawah dia hancurkan kedua kaki dan tangannya, lalu buang dia ke depan rumah keluarga Wane." ucap William dengan dingin.


" baik kak ." ucap Albert dengan tersenyum.

__ADS_1


setelah lima belas menit Sam dibuang di depan rumah nya oleh anak buah Don Albert, Adam yang melihat anak satu-satunya seperti ini hanya bisa menangis dengan pasrah, tidak lama setelah itu pihak bank datang dan membagi utang keluarga Wane .


" Kakak apa kakak yakin melepaskan dia begitu saja ." ucap Peter dengan tersenyum.


" kalian berdua Tenang saja, aku. sudah menelpon pihak bank untuk datang ke rumah keluarga Wane untuk menagih utang mereka." ucap William dengan tersenyum.


saat Andy sedang mendengarkan pembicaraan mereka tiba tiba SMS banking masuk di handphone nya, Andy kaget karena uang yang masuk ke rekening nya.


" William apa kau memberikan nomor rekening ku kepada mereka." tanya Andy Murray dengan penasaran.


" iya , anggap saja itu uang kompensasi dari mereka." ucap William dengan tersenyum.


setelah beberapa saat Jenifer dan yang lainnya datang dan langsung khawatir dengan Andy Murray, mereka lega ternyata Andy tidak terlalu parah, William minta maaf karena mereka tidak bisa minum bersama.


" aku minta maaf karena kita tidak jadi minum bersama." kata William dengan tersenyum.


" William ini bukan salahmu ini karena aku, jika aku tidak diculik oleh bajingan itu kita pasti sudah minum bersama." kata Andy dengan bersalah.


" kalian tenang saja aku sudah menyuruh seseorang untuk membawakan minuman kemari, sebentar lagi mereka akan sampai." ucap Jenifer dengan tersenyum.


" baiklah, Peter, Quinton kalian boleh pulang, mungkin kalian sibuk ." ucap William kepada adik adiknya.


setelah itu William mengantar mereka ke depan rumah sakit , Peter dan Quinton berencana mengajar William minum bersama malam ini , mereka janjian jam 8 malam di bar milik Peter .


setelah itu William minum minum bertemu teman temannya , sekalian pamitan kepada mereka, William juga masih bertanya kepada mereka tentang tawaran William tempo hari.


" William selama ini kau sudah terlalu banyak membantu ku , setelah kau menyelamatkan ku tadi aku Andy Murray bersedia menjadi bawahan setia mu." ucap Andy dengan serius.


" William sebenarnya aku ingin bekerja dengan mu tetapi aku harus mengelola bisnis keluarga kami." jawab Jenifer dengan sedih.


" William aku dan Leny sudah memikirkan nya, kami bersedia untuk bekerja dengan mu , ayahku juga senang ketika dia tau aku bekerja di perusahaan mu."ucap Edy norton dengan tersenyum."


" William maaf bukannya aku ingin menolak nya tetapi saat ini , aku adalah tulang punggung keluarga, aku tidak bisa meninggalkan adik adikku sendirian di kota ini, jadi aku menolak tawaran mu." ucap Vin diesel dengan sedih.


Vin adalah anak yatim piatu ia bekerja siang dan malam hanya untuk membiayai sekolah adik adiknya, ia merupakan anak yang cukup pintar di kampus bahkan ia mendapatkan beasiswa dan juga tunjangan kampus.


" William aku pun sama, aku sama seperti Vin aku harus menjaga kedua orang tua ku mereka sudah tua , aku tidak bisa meningkatkan mereka." ucap Sasha grey dengan sedih.


Sasha grey berasal dari keluarga sederhana mereka tidak terlalu kaya , Sasha adalah lulusan terbaik di jurusan farmasi . saat ini ia sedang mencari pekerjaan.


" William aku bersedia ikut bersama mu , aku tidak mempunyai siapa punya di kota ini , jika bukan karena kau aku sudah mati 5 tahun yang lalu." ucap Derby Romero dengan senang.


Derby adalah sahabat William ketika masih kuliah ia , William, dan juga Andy adalah sahabat bahkan kemanapun William pergi mereka berdua selalu ada seperti penjaga William.


" baiklah kalau begitu terimakasih untuk kalian yang mau bekerja di perusahaan ku, dan untuk kau Jenifer tidak apa apa jika aku butuh sesuatu aku bisa menghubungi mu begitu juga kau kau bisa menghubungi ku jika kau butuh sesuatu, untuk kalian berdua aku tau tidak usah minta maaf." ucap William dengan tersenyum kepada mereka.


" oh iya Sasha apa kau tau Kobayashi farma ." tanya William dengan tersenyum.


" tentu saja William aku tau mereka adalah perusahaan asing 2 tahun yang lalu mereka memasuki pasar nordik dan mulai membangun perusahaan mereka, tapi aku baru saja mendengar nya bahwa mereka menjual perusahaan mereka kepada seseorang." jawab Sasha dengan senang.

__ADS_1


" aku ingin kau menjadi CEO di perusahaan itu, aku baru saja membeli perusahaan itu, karena aku tidak punya pengalaman di bidang farmasi maka aku ingin kau yang mengelilingi nya." jawab William dengan santai.


" apa kau serius William kau ingin aku yang memompa perusahaan itu."


" iya aku percaya pada mu, biarpun Bagaimana kau adalah lulusan terbaik di kampus." jawab William dengan santai.


" terima kasih William aku janji aku akan mengelola perusahaan dengan baik , aku takkan mengecewakan mu." ucap Sasha grey dengan tegas.


" Vin kau lulusan S1 bisnis manejemen, aku akan.meminta keluarga ku untuk mempekerjakan mu di salah satu perusahaan keluarga ku." jawab Aurora dengan tersenyum.


" kau juga bisa bekerja dengan ku." sambung Jenifer dengan senang.


" terimakasih William, mulai sekarang aku berjanji aku takkan mengecewakan mu." jawab Vin dengan senang.


" aku pergi dulu , Andy aku ingin memberikan sebagian kepada Vin biarpun bagaimana dia adalah teman kita , apa kau bisa memberikan sebagian kepada nya." tanya William sambil berbisik


" tentu saja bung , tanpa kau suruh aku berencana memberikan kepadanya biarpun bagaimana ini terlalu banyak , jadi aku akan memberi nya 1 miliar dolar, sedang kan satu miliar dolar aku akan memberikan nya kepada kedua orang tua ku.


" jawab Andy dengan berbisik.


" ok , aku akan kembali ke kota berilon besok , jika kalian bertiga punya waktu main mainlah kesana aku akan menyambut kalian, dan untuk kalian berlima jika kalian ingin berangkat bersama hubungi aku." kata William dengan tersenyum.


seketika William pergi meninggalkan rumah sakit, William pernah menemui Quinton, Peter , Clara dan yang lainnya William menuju bar milik Peter .


walaupun Peter tidak ingin mengelola perusahaan tetapi ia membangun beberapa usahanya sendiri, seperti bar , restoran , cafe , bahkan penginapan, ia juga mengelola beberapa hotel milik ayahnya.


saat ini Peter sedang berkumpul bersama saudara saudara nya, William masuk dan kan menuju mereka, mereka minum minuman sambil berbicara.


" kak aku sudah memutuskan untuk ikut dengan mu, ayahku dan juga ibuku sudah setuju, ayahku menyuruh ku untuk melindungi mu." ucap Peter dengan senang.


" baiklah aku memang membutuhkan mu ,bagaimana dengan Quinton, apa ia bersedia." tanya William dengan santai.


" sebenarnya ia mau tapi paman Billy belum mengijinkan nya , bagaimana kalau kita taruhan jikalau aku kalah aku akan mentraktir mu minum di suatu hari nanti, jika kau kalah maka sebaliknya." ucap Peter dengan tersenyum.


" ok aku yakin paman akan setuju." jawab Peter dengan tersenyum.


tidak lama setelah itu Quinton datang dan dia langsung bergabung bersama mereka, Clara juga ikut bergabung bersama.


" Quinton bagaimana apa kau sudah memikirkannya, Clara kau juga apa kalian berdua setuju." tanya William dengan santai.


" Kakak sebenarnya aku ingin ikut jika kalian berdua pergi maka siapa yang akan menemaniku, tidak mungkin Gerald dan Daniel mereka masih terlalu kecil." jawab Quinton dengan kesal.


" kalau begitu tunggu apa lagi besok kita akan pergi." balas Peter sambil tertawa.


" ayahku belum memutuskannya, ia bilang jika aku pergi siapa yang akan mengeluarkan perusahaan itu, kakak tau kan ayah dan yang lainnya sibuk dengan perusahaan mereka sendiri." jawab Quinton makin kesal.


" kalau aku ibuku sudah mengizinkannya ku , ia bilang aku harus membantu mu." jawab Clara dengan tersenyum.


bagus lah , Peter, Clara besok kita berangkat, sedangkan kau Quinton jika paman sudah mengizinkanmu kau bisa pergi kapan saja." kata wiliam dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2