
Di villa mewah milik Keluarga Wilson kakek Wilson sedang berada di kamarnya ia duduk di kursi kerjanya kondisi kakek Wilson sangat memprihatikan ia nampak kurus dan juga nampak lebih tua sepuluh tahun dari sebelumnya, sementara kakek Wilson berada di dalam kamar Hendrik bersama yang lainnya sedang duduk di ruang tamu sambil membahas nasib mereka semua jika Freddy mengetahui bahwa benar saham tujuh puluh persen yang telah mereka jual adalah saham milik Jacob maka mereka akan bersiap siap untuk pergi meninggalkan kota ini selamanya.
Karena mereka takut Freddy akan menyuruh anak buahnya untuk membunuh mereka semua karena telah menjual saham milik Jacob kepadanya , sementara di Diamond surface Freddy sedang makan sore bersama anak angkatnya karena ada urusan yang harus ia kerjakan ia mengundurnya menjadi sore hari, Frank yang baru datang bersama dengan asisten pribadinya langsung pergi menuju ruangan yang telah dipesan oleh Freddy, disana sudah ada ketiga saudara angkatnya yang telah duduk bersama Freedy Frank yang datang langsung membungkuk di hadapan Freddy.
" Maaf ayah aku terlambat." Ucap Frank dengan hormat.
" Tidak apa-apa silahkan duduk Frank." Ucap Freddy dengan dingin.
Seorang pria yang nampak lebih tua dari Frank sedang menatap Frank dengan dingin ia adalah Stanley More ia adalah kakak kedua dari Frank, ia sangat iri kepada Frank karena Freedy selalu mempercayai Frank lebih darinya, di sebelah kanan Freedy ada seorang wanita cantik yang berumur tiga puluh tahun wanita ini memilki Kepri yang dingin dan juga elegan, ia adalah Stella More Kakak pertama dari Frank walaupun ia memiliki kepribadian yang dingin tetapi ia sangat dekat dan sangat menyayangi Frank seperti adik kandungnya, dan disebelah Frank ia adalah Verlin More anak terakhir dari Freddy sama seperti Stella Verlin juga dekat sekali dengan Frank.
Mereka berempat mempunyai pekerjaan masing-masing Stella mempunyai beberapa tokoh kosmetik dan juga toko pakaian buatannya sendiri di seluruh kota berilon bahkan ia juga berencana untuk membuka cabang di berbagai kota lainnya, Stenley ia mempunyai sebuah toko barang antik yang cukup terkenal di kota berilon, Frank ia sebenarnya memiliki sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penjualan furniture rumah tangga, sedangkan Verlin ia mempunyai beberapa toko emas dan juga jasa asuransi bahkan selain itu ia juga seorang gangster yang cukup disegani oleh orang-orang walaupun tidak sekenal empat raja dunia bawah.
Sementara di Malik company Tood Jean keluar dari ruangan bersama Bolton mereka pamit kedepan untuk menelpon seseorang untuk mengirimkan uang yang akan mereka gunakan untuk membeli Malik Corporation, sesampainya di depan Tood langsung mengeluarkan handphone nya dan langsung menghubungi ayahnya Byron Jean wakil presiden Jean industri perusahaan utama milik keluarga Jean.
" Halo ada apa nak, apa kau sudah berhasil membeli perusahaan itu?." Tanya Byron dengan datar.
" Ayah aku butuh bantuan, keluarga Malik ingin menjual perusahaan itu dengan harga yang sangat tinggi." Jawab Tood Jean dengan kesal.
" Berapa yang mereka inginkan." Tanya Byron dengan penasaran.
" Satu triliun dolar itu adalah harga yang mereka inginkan." Jawab Tood Jean dengan sedikit takut.
Byron Jean yang mendengar satu triliun dolar langsung menjadi marah ia tidak menyangka bahwa keluarga Malik sedang mempermainkannya.
" Siapa yang memberi harga setinggi itu." Tanya Byron dengan dingin.
" Orang kepercayaan Quinton Alexander, ia yang memberikan harga setinggi ini." Ucap Tood dengan dingin.
Byron yang mendengar nama Quinton langsung terkejut ia tidak menyangka anak dari musuhnya ketika SMA berani mempersulit anak satu satunya, Billy dan juga Byron adalah satu kuliah dahulu di Adenville bahkan mereka sering bersaing mendapatkan nilai terbaik di waktu kuliah jaman itu.
" Baiklah ayah akan mentransfer uang kepada Bolton sekarang juga, tetapi kau harus ingat untuk memastikan perusahaan itu cocok atau tidak." Ucap Byron Jean dengan dingin.
Setelah menutup telepon ia menyuruh salah satu sekertaris nya untuk pergi mentransfer uang kepada Bolton, setelah menunggu selama setengah jam akhirnya yang yang dikirim ayahnya telah masuk di rekening yang dipegang oleh Bolton, mereka berdua masuk kedalam dan langsung kembali duduk.
" Baiklah aku akan membelinya dengan harga yang kalian inginkan." Ucap Tood Jean dengan dingin.
Setelah mendengar perkataan Tood Jean William menyuruh Kurt Schneider untuk masuk kedalam sekarang juga, tadi malam William sudah menghubungi Kurt untuk membuat surat pembelian perusahaan bahkan ia juga sudah mengatur harga yang ia tawarkan hari ini, tidak sampai lima belas menit Kurt telah masuk kedalam ruangan ia menggenakan jas berwarna hitam di sisi sebelah kiri jas terdapat sebuah id pengacara miliknya ia maju dan menyerahkan map berwarna merah kepada William.
__ADS_1
" Tuan Tood Jean ini adalah dokumen yang perlu anda tandatangani, setelah anda menandatangani surat ini maka Malik Corporation akan menjadi milik anda." Ucap William dengan tersenyum.
" Bolton pergilah ke bank terdekat kirimkan uangnya sekarang, setelah itu aku akan menandatangani surat ini." Ucap Tood Jean dengan sedikit sombong.
" Baik tuan muda Tood aku akan mengajak Aiden untuk menemaniku ke bank." Ucap Bolton dengan hormat.
Sementara itu di Phoenix comporation Peter sedang duduk di kursi kerjanya ia sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya saat sedang asik melihat-lihat dokumen proyek yang sedang berjalan handphone miliknya berdering itu adalah panggilan dari Amanda, awalnya Peter tidak ingin mengangkat telepon darinya tetapi yang ia takutkan Amanda akan menghubungi ayahnya untuk memaksanya mengangkat telepon darinya, Peter yang tidak punya pilihan lain segera mengangkat telepon dari Amanda terdengar suara merdu dari ujung telepon.
" Halo kak Peter aku sudah memesan satu ruangan di Heaven springs, malam ini jam tujuh kau harus menjemputku di apartemen ku, jika tidak aku akan memberi tahu Chelsea tentang rahasia kalian." Ucap Amanda dengan sedikit mengancam Peter.
" Kau tenang saja aku akan datang menjemputmu, sudah dulu aku lagi sibuk jika urusan pekerjaan ku sudah selesai aku akan kembali menelpon mu." Jawab Peter dengan acuh tak acuh sambil mematikan handphone nya.
Ada beberapa proyek kerjasama yang sedang berjalan salah satunya adalah dengan BYD otomatis untuk membangun sebuah pabrik mobil di kota berilon, dan juga beberapa proyek yang sedang berjalan bahkan proyek pembangunan perumahan mewah yang sempat di pegang oleh Chelsea masih berlanjut saat ini tetapi William menyerahkan ini kepada perusahaan barunya yang dipimpin oleh Frank, pabrik mobil milik BYD otomatis saat ini sudah berjalan dua puluh persen William mengerahkan empat ratus tenaga kerja untuk membangun pabrik itu dalam kurun waktu dua tahun, orang yang mengawasi pembangunan adalah Andy dan juga Derby karena mereka berdua adalah orang yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan pabrik.
Setelah menunggu sekitar setengah jam handphone William berdering itu adalah pemberitahuan dari bank anastesi kalau ada uang masuk kedalam rekening pribadi miliknya, William memberi tahu Tood bahwa uangnya telah masuk jadi William menyuruhnya untuk segera menandatangani dokumen yang telah ia siapkan Tood segera membuka map dan langsung menandatangani dokumen itu tanpa membacanya sama sekali, Tood menyerahkan dokumen itu kepada Zayn Malik untuk ia tanda tangan karena ia adalah pemilik perusahaan sebelum ia membelinya darinya setelah Zayn Malik menandatangani surat itu Quinton juga menandatangani surat sebagai perwakilan dari William karena William adalah pemilik dari empat puluh persen saham perusahaan saat itu.
Tood berdiri dan langsung pamit kepada Quinton dan juga Zayn Malik ia harus pulang ke Amber secepatnya karena besok adalah hari ulang tahun pamannya yaitu Drake Jean setelah Tood meninggalkan mereka William mengeluarkan handphone untuk menghubungi Richard, saat ini Richard dan Jhon baru sampai di Heaven springs mereka berdua tidak tidur semalaman karena harus memantau orang yang telah mengawasi William dan juga keluarganya Richard duduk di sofa yang terletak di ruangannya saat akan membuka bir yang ada ditangannya handphonenya berdering itu adalah panggilan dari William.
" Halo tuan muda ada yang bisa saya bantu." Tanya Richard yang langsung berdiri dari sofa.
" Aku ingin kalian berempat menemui ku sekarang juga di Phoenix comporation, ada hal yang perlu aku bicarakan dengan kalian." Ucap William dengan dingin.
Setelah menghubungi Richard William mengajak Quinton untuk kembali ke kantor karena ada yang perlu ia bicarakan dengan Aurora, ini mengenai gedung yang akan William sewa di kota Brawer ketika mereka akan pergi meninggalkan ruangan Zayn Malik berdiri dan langsung bertanya kepada William.
" Tuan muda Alexander apa rencana anda selanjutnya, apa perlu aku menyuruh beberapa anak buahku untuk membantu Anda." Tanya Zayn Malik dengan sopan.
" Tidak perlu, mulai sekarang serahkan urusan ini kepadaku." Jawab William sambil berjalan meninggalkan mereka.
William dan Quinton pergi meninggalkan perusahaan keluarga Malik diperjalanan menuju kantor William menghubungi Freddy, saat ini Freedy sudah selesai makan siang bersama dengan anak angkatnya, Freddy yang sedang bersiap untuk pulang ke rumahnya dikejutkan dengan teleponnya yang berdering Freedy yang melihat nama William segera mengangkat teleponnya.
" Halo aku ingin kau ke Phoenix comporation sekarang juga ada sesuatu yang perlu aku bicarakan denganmu." Perintah William kepada nya.
" Baik tuan muda saya akan kesana sekarang juga." Ucap Freddy dengan hormat.
Freedy keluar dari diamond surface di depannya sudah ada sopir kepercayaannya yang sudah menunggunya Freddy masuk kedalam RollsRoyce Pantom berwarna hitam miliknya.
" Apa kita akan pulang sekarang juga tuan." Tanya sopirnya dengan hormat.
__ADS_1
" Kita ke Phoenix comporation sekarang juga." Jawab Freddy dengan dingin.
Setelah menerima jawaban dari Freedy sopir langsung menancap gas meninggalkan hotel sementara William dan juga Quinton telah sampai di Phoenix comporation didepan ia bertemu dengan Andy dan juga Derby yang baru kembali dari tempat pembangunan pabrik yang akan digunakan sebagai pabrik oleh Wang Chuanfu, William pergi menuju ruangannya dan langsung menghubungi Aurora agar menemuinya sekarang juga tidak sampai lima menit Aurora masuk menemuinya.
" Bagaimana apa kau sudah mendapatkan apa yang aku minta." Tanya William dengan santai.
" Sudah CEO kita hanya perlu mengecek gedung itu, apa CEO ingin aku pergi mengeceknya besok." Jawab Aurora sekaligus bertanya kepada William.
" Baiklah aku serahkan kepadamu, aku akan meminta seseorang untuk menemanimu besok." Ucap William dengan tersenyum.
Setelah mendapatkan informasi dari Aurora William menyuruhnya untuk kembali melakukan pekerjaannya beberapa saat kemudian Freddy telah sampai di Phoenix comporation ia bertemu dengan Quinton yang telah menunggunya di depan gedung, mereka berdua langsung pergi menuju ruangan William Quinton mengetuk pintu dan langsung izin masuk kepada William mereka berdua masuk dan langsung menemui William.
" Freddy silahkan duduk, Quinton hubungi Peter suruh ia kesini sekarang juga." ucap William sekaligus memberikan perintah kepada Quinton.
Quinton mengeluarkan handphone nya dan langsung menghubungi Peter William duduk di sambil mengeluarkan sebatang rokoknya William membakar rokoknya, sementara di depan empat raja dunia bawah sudah sampai di depan gedung Phoenix comporation semua orang yang melihat kedatangan mereka seketika menjadi takut Richard yang berada paling depan segera memimpin mereka berjalan menuju meja resepsionis, sementara Peter ia telah sampai di ruangan William dan langsung bergabung duduk bersama mereka telepon genggam di meja kerja William berdering Quinton segera berdiri dan langsung mengangkat telepon di meja William.
" Halo ada apa, saat ini CEO sedang ada tamu jika ada yang ingin bertemu bilang CEO sedang sibuk." Ucap Quinton dengan dingin.
" Maaf pak Quinton saat ini didepan ada tuan Richard beserta tiga raja dunia bawah, mereka ingin bertemu dengan CEO, katanya mereka sudah buat janji dengan CEO." Jawab petugas resepsionis dengan sopan.
" Oh memang benar CEO sudah buat janji dengan mereka, bawa mereka kesini sekarang juga." Perintah Quinton kepada resepsionis itu.
Tidak sampai setengah jam mereka berempat datang bersama dengan petugas resepsionis Quinton menyuruh petugas resepsionis untuk meninggalkan mereka, Quinton juga menyuruhnya untuk membawakan beberapa botol minuman untuk mereka minum William mematikan rokoknya dan langsung mulai berbicara kepada mereka.
"Freddy aku ingin kau membawa empat raja dunia bawah untuk menjemput Tood Jean di Bandara ketika ia akan pergi meninggalkan kota ini, perintahkan Beberapa anak buahmu untuk memantau di sekitar bandara beritahu kepada mereka jika Tood Jean telah sampai di bandara segera laporkan kepadamu." Ucap William dengan dingin.
" Baik tuan muda saya akan meminta anak buahku untuk berjaga di bandara sekarang juga." Ucap Freddy sambil mengeluarkan handphonenya dan langsung menghubungi seseorang." Aku ingin kau pergi ke bandara sekarang juga jika Tood Jean sudah sampai disana hubungi aku." Ucap Freddy dengan dingin, Freddy juga menghubungi asistennya yang berada di hotel untuk mengecek keberadaan Tood Jean apakah ia sudah check out sekarang.
"Halo aku ingin kau pergi ke bagian resepsionis untuk mengecek kamar yang ditempati oleh Tood Jean apakah ia sudah melakukan check out sekarang." Ucap Freddy dengan dingin.
" Baik tuan saya akan segera kesana sekarang juga." Jawab seorang pria dengan hormat dari ujung telepon" tuan More saat ini Tood Jean belum melakukan check out, mungkin saat ini ia sedang berada di luar." Sambung pria itu dengan nafas yang agak cepat.
" Jika ia sudah meninggalkan hotel hubungi aku secepatnya." Perintah Freedy dengan dingin.
Setelah menyuruh anak buahnya untuk memantau di sekitar bandara dan juga memastikan Tood Jean belum melakukan check out ia segera melaporkan semuanya kepada William.
" Tuan muda saya sudah menyuruh beberapa anak buahku untuk berjaga di sekitar bandara dan juga saya baru saja menyuruh asisten saya untuk mengecek kamar yang ditempati oleh Tood Jean apakah ia sudah melakukan check out atau tidak, ternyata ia belum melakukan check out berarti ia masih berada di kota ini saat ini " Ucap Freddy dengan hormat.
__ADS_1
" Bagus kau memang bisa diandalkan untuk soal beginian, hubungi pihak bandara tanyakan jam berapa jet pribadi milik keluarga Jean akan meninggalkan bandara." Ucap William kepada Freddy.
Freddy segera menghubungi pihak bandara dan menanyakan soal keberangkatan Tood Jean tenyata Tood Jean akan meninggalkan kota ini pada jam delapan malam, William menyuruh Freddy untuk menyuruh pihak bandara untuk menunda keberangkatan Tood Jean jika mereka menolak William akan mencabut hak lisensi penerbangan semua pilot yang bekerja di bawah kendali keluarga Jean, bahkan William Freedy juga mengatakan akan membuat Bandara itu ditutup oleh pemerintah sekarang juga.