
William telah selesai minum bersama Julian ia berencana kembali ke kantor sekarang juga William berjalan menuju depan villa ia masuk kedalam mobil dan langsung pergi meninggalkan villa, ketika pergi meninggalkan villa Elizabeth sudah bangun dari tidurnya ia pergi kedepan disana sudah ada guru Julian bersama beberapa anak buahnya.
" tadi William kemari tetapi karena ia mendapati kalian berdua sedang tidur nyenyak jadi ia kembali ke kantor." ucap Julian dengan tersenyum.
" mengapa ia tidak membangunkan ku." tanya Elizabeth dengan sedikit kecewa.
" kau tahu William jika ia melihat kau sedang tertidur mana tega ia membangunkan mu." jawab Julian dengan tersenyum.
sementara William yang masih dalam perjalanan menerima telepon dari Zayn Malik William segera mengangkat telepon nya.
" halo tuan Malik ada apa." tanya William dengan santai.
" tuan muda Alexander apa tuan muda sedang sibuk." tanya Zayn Malik dengan sopan.
" saat ini aku sedang berada di jalan, memangnya ada apa."
" tuan muda ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan anda."
" baiklah kau bisa ke perusahaan ku sekarang juga aku tunggu kau di sana."
" baik tuan muda aku akan kesana sekarang juga."
William penasaran apa yang ingin Zayn Malik bicarakan dengannya ia rasa ini masih ada hubungannya dengan Bian Jean dan juga keluarga Smith, bahkan ia rasa ini lebih buruk dari Bian Jean mungkin saja Todd jean yang akan datang mengancam keluarga Malik, William telah sampai di Phoenix comporation ia langsung pergi menuju ruangan nya, beberapa saat kemudian Zayn Malik beserta beberapa keluarga Malik yang lainnya datang Aurora yang mendapat informasi dari penjaga di bawah segera melaporkan kepada William.
" CEO dibawah ada keluarga Malik apa tuan yang memanggil mereka kemari." tanya Aurora dengan hormat.
" iya aku yang memanggil mereka kemari, suruh penjaga membawa mereka keruangan ku sekarang juga, aku ingin kau memanggil Quinton, dan juga Peter Kesini." ucap William sambil memberikan perintah kepada Aurora.
" baik CEO." jawab Aurora dengan tersenyum.
beberapa saat kemudian Zayn Malik beserta keluarga Malik yang lainnya telah masuk keruangan William tidak lama setelah itu Quinton dan juga Peter masuk bersamaan kedalam ruangan William, William mempersilahkan keluarga Malik untuk duduk sedangkan Quinton dan Peter mereka berdiri di belakang William, keluarga Malik yang datang ada enam yaitu Zayn Malik beserta kedua anaknya, Graham Malik, seorang wanita berusia empat puluh tahun dan juga dua orang anak muda yang seumuran dengan Clara.
" tuan Malik apa yang ingin anda bicarakan." tanya William dengan tersenyum.
" tuan muda beberapa jam yang lalu istriku mendapatkan kiriman sebuah kepala babi hutan yang bermandikan darah, bukan hanya itu anak perempuan ku mendapatkan SMS ancaman mereka mengatakan bahwa kami harus menjual perusahaan kontruksi milik kami jika tidak salah satu dari anggota keluarga kami akan mati besok." ucap Zayn dengan panik.
William, Quinton, dan juga Peter yang mendengar itu merasa bahwa ini adalah perbuatan Bian Jean beserta anak buahnya.
" tuan Malik aku rasa ini adalah perbuatan Bian Jean beserta keluarga Smith, anda tenang saja aku akan membantu Anda menyelesaikan masalah ini." ucap William dengan tersenyum.
"tuan muda Alexander benar aku juga berpikiran seperti itu, keluarga kami tidak memiliki musuh di kota ini jangankan musuh bahkan mereka tidak akan berani menyerang keluarga kami." ucap Zayn Malik dengan senang.
William segera menyuruh Zayn Malik' untuk menghubungi Bian Jean William mempunyai sebuah rencana, ia ingin Bian memanggil Tood Jean ke kota ini ia ingin melihat seperti apa Todd Jean, sampai ia berani memulai konflik dengannya, setelah panggilan terhubung Zayn Malik segera berbicara terlebih dahulu.
" halo Bian Jean ini aku Zayn Malik." ucap Zayn Malik dengan dingin.
" ternyata anda tuan Malik pertama." ucap bian dengan tersenyum.
__ADS_1
" tidak perlu basa basi aku mau menjual perusahaan ku tetapi aku ingin tood Jean yang datang ke perusahaan ku jika tidak aku tidak mau menjual perusahaan itu kepadanya." ucap Zayn Malik dengan dingin.
" tuan Malik tuan muda kedua sedang sibuk jadi aku akan mewakilinya kesana besok pagi." jawab Bian dengan tersenyum.
" apa kau tidak mendengar perkataan ku barusan aku ingin Tood Jean bukan pelayan seperti mu." bentak Zayn Malik dengan dingin.
Bian yang mendengar penghinaan zayn Malik seketika ingin membunuh Zayn Malik sekarang juga tetapi ia tidak bisa melakukan ini jika Zayn Malik mati maka keluarga Malik tidak akan menjual perusahaan mereka, jadi ia hanya bisa menahan emosinya.
" tuan Malik aku akan memberi tahu tuan Jean kedua." ucap bian dengan ragu.
setelah itu Bian mematikan panggilan dari Zayn Malik setelah mematikan handphone nya ia langsung menghubungi Tood Jean.
" halo bagaimana apa kau berhasil." tanya Tood Jean dengan sombong.
" tuan jean kedua tuan Malik bersedia menjual perusahaan mereka tetapi dengan sebuah syarat anda sendiri yang harus datang ke perusahaan mereka jika tidak mereka tidak akan menjual perusahaan itu." jawab Bian dengan takut.
" orang tua itu ia mau mempermainkan ku baiklah aku akan kesana tetapi aku belum bisa sekarang aku akan kesana mungkin dua hari lagi aku harus menemani kakak pertama untuk mengurus sesuatu." jawab Tood Jean dengan sedikit jengkel.
kembali ke tempat William Zayn Malik menjadi penasaran apa rencana William tetapi ia tidak berani bertanya kepada William, untung saja ada Quinton yang langsung bertanya kepada William.
" kak apa rencana mu mengapa kau menginginkan Tood Jean datang kesini." tanya Quinton dengan penasaran.
" kalian lihat saja sendiri apa yang akan terjadi, tuan Malik kalian tenang saja aku akan menyuruh Pablo untuk berjaga di villa kalian mulai sekarang, aku juga akan memintanya untuk menugaskan setiap anak buahnya untuk menjaga kalian secara diam-diam." ucap William dengan tersenyum.
" terima kasih tuan muda." ucap Zayn Malik dengan tersenyum.
" mengapa wajahmu terlihat jelek seperti itu, apa sedang terjadi sesuatu dengan perusahaan mu." tanya Damian dengan tersenyum.
Tood Jean adalah anak dari Byron Jean ia adalah adik ketiga Drake Jean, keluarga Jean dikenal sebagai keluarga yang sangat ahli dalam dunia kontruksi, walaupun tidak sebesar keluarga lainnya tetapi mereka sangat populer di kalangan masyarakat negara Nordik, Tood memiliki beberapa perusahaan dan juga pabrik bahan bangunan ia adalah lulusan terbaik teknik arsitektur di universitas Nasional Singapura ia lulusan S2 di sana.
" aku harus ke berilon keluarga Malik ingin menjual perusahaan mereka tetapi aku harus ada disana sebagai orang yang membeli perusahaan itu." jawab Tood Jean dengan jengkel.
Damian yang mendengar perkataan adik sepupunya hanya bisa tersenyum, Damian adalah cucu tertua di keluarga Jean bahkan ia digadang gadang sebagai orang yang bisa membawa keluarga Jean menuju puncak Piramida negara Nordik bahkan dunia, walaupun ia tidak banyak bicara tetapi ia sangat licik dan juga pandai memanipulasinya orang lain, sampah itu William dan juga tuan muda lainnya sangat berhati-hati dengan Damian.
waktu berlalu begitu cepat sampai sampai waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore William telah selesai dengan kerjaannya ia segera pergi meninggalkan ruangannya, ia berencana untuk pulang cepat karena ia berencana untuk makan malam di rumah bersama istrinya William pergi meninggalkan kantor, sementara Adrian Taylor ia sedang bersiap-siap untuk berangkat ke China malam ini Adrian menggenakan setelan serba hitam saat selesai memasang dasinya orang yang tadi berwajah Chinese datang menghampirinya.
"bos aku sudah menyuruh semua pasukan kita untuk berangkat ke China malam ini, dan untuk pasukan yang ada dinordik mereka sudah sampai di kota berilon saat ini mereka sedang melacak keberadaan William dan juga keluarganya." ucap kung law dengan dingin.
Kung law adalah anak angkat dari Adrian ia dulu dibesarkan di kamp pembunuh bayaran paling ditakuti di negara China, Adrian menemukannya dan mengangkat nya sebagai anaknya dan ia juga mengangkat nya sebagai orang yang paling ia percaya.
" bagus siapkan mobil aku akan ke bandara sekarang juga." ucap Adrian dengan dingin.
" bos apa kita perlu mengirimkan beberapa squad tentara bayaran kita dan juga beberapa kelompok pembunuh bayaran kita." tanya law dengan dingin.
" tidak perlu aku rasa ini sudah lebih dari cukup." jawab Adrian dengan tersenyum.
" baiklah bos." jawab law dengan santai.
__ADS_1
" ayo kita berangkat." ucap Adrian sambil berjalan menuju pintu.
didepan sudah ada lusinan Mobil Mercedes Benz G Class berwarna hitam pekat dan di depan pintu sudah ada mobil RollsRoyce Pantom berwarna hitam milik Adrian, Adrian dan juga kung law masuk kedalam mobil setelah mereka masuk rombongan pergi meninggalkan villa mewah milik Adrian, didalam mobil RollsRoyce ada empat orang yang duduk di dalamnya di sebelah sopir ada seorang pria bule berambut cokelat dan bermata coklat ia adalah asisten pribadi Adrian selama di kantor ia orang kepercayaan kedua setelah kung law.
" Earnest aku ingin aku mengurus perusahaan selama aku pergi, aku ingin kau memantau beberapa keluarga yang ada di pihak kita." ucap Adrian dengan dingin.
" baik tuan Taylor." jawab Earnest dengan tersenyum.
Earnest adalah keturunan dari keluarga Elliott keluarga ini adalah salah satu keluarga terkaya dari enam keluarga terkaya di Amerika, keluarga Elliott adalah keluarga terkaya di wilayah Phoenix Arizona Amerika serikat, keluarga ini dulu adalah rekan bisnis dari Hermes Taylor ketika Adrian yang memegang perusahaan yang ada di Amerika mereka menjadi pelayan bagi Adrian, karena mereka takut Adrian akan melenyapkan mereka dari dunia ini.
beberapa saat kemudian rombongan Adrian telah sampai di bandara Minneapolis saint Paul internasional airport, Adrian, kung law dan juga dua belas letnan mereka pergi menuju pesawat pribadi milik Adrian pesawat ini sangat besar dan dilengkapi dengan fasilitas lengkap, pesawat ini bisa menampung 10 sampai 15 orang didalam nya dan itu belum termasuk pilot pribadi dan juga pramugari pribadi milik Adrian.
setelah Adrian dan juga pengawalnya masuk kedalam pesawat Adrian langsung menyuruh pilot untuk berangkat sekarang juga, sementara William ia telah sampai di apartemen milik Richard saat ini ia sedang makan malam bersama istri dan juga yang lainnya, setelah selesai makan ia membersihkan meja makan dan juga mencuci piring kotor, saat sedang mencuci piring handphone miliknya berdering itu adalah panggilan dari Freddy.
" halo Freddy ada apa." tanya William dengan santai.
" tuan muda aku sudah menemukan orang yang sering bertemu dengan ibu ayah mertua Anda, nampaknya orang ini adalah pengacara nyonya Wilson ia bernama Faramond Nixon." jawab Freddy dengan hormat.
" bagus cari tahu dimana orang ini tinggal kita akan menemuinya." ucap William dengan tersenyum.
" aku sudah mendapatkan informasi tentang orang ini ia sudah tidak berada di kota ini sekarang ia Linda ke kota Amber." ucap Freddy dengan hormat.
" bagus, suruh beberapa orang kepercayaan kita yang ada di kota Amber untuk mencari orang ini awasi dia." ucap William dengan dingin.
" baik tuan muda." ucap Freddy dengan hormat.
" baiklah sudah dulu aku ingin istirahat." ucap Chelsea sambil mematikan handphone nya.
setelah selesai dengan pekerjaannya ia langsung pergi menuju kamarnya di kamar ia mendapati Chelsea sedang sibuk dengan layar laptopnya, William yang penasaran bertanya kepadanya apa yang sedang ia lihat di laptopnya.
" sayang sedang apa kau." tanya William dengan tersenyum.
" aku ingin mencari pekerjaan baru, aku merasa bosan jika di rumah terus, lagipula aku tidak ingin merepotkan mu terus." ucap Chelsea dengan sedikit sedih.
" dasar bodoh aku suamimu kau tidak merepotkan ku sama sekali, sudah menjadi kewajiban ku untuk membahagiakan kalian semua." jawab William dengan tersenyum.
setelah lama mencari lowongan pekerjaan Chelsea mendapati sebuah lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan bernama Green nice company sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan properti dan juga real estate, Chelsea merasa senang ia segera menyiapkan beberapa dokumen yang perlu ia siapkan, William yang melihat Chelsea sangat senang ia tidak berani melarang istrinya untuk bekerja justru ia berencana akan membantu istrinya untuk diterima di perusahaan itu, ia segera pergi keluar untuk menghubungi Aurora untuk mencari tahu tentang perusahaan ini.
" halo Aurora aku ingin kau mencari tahu tentang Gren nice company." ucap William dengan santai.
" tuan Gren nice company adalah perusahaan kecil yang bergerak di bidang penjualan properti dan juga real estate, perusahaan ini adalah klien kita mereka akan menjalin kontak dengan perusahaan kita karena saat ini mereka sedang kekurangan modal maka itu mereka mengajukan kontrak kerja sama dengan kita." ucap Aurora dengan sopan.
" siapa pemilik perusahaan ini." tanya William dengan dingin.
" pemilik perusahaan ini adalah Jill Scott dan juga istrinya Lark Zouch mereka adalah pasangan suami istri yang berasal dari kota Sandberg, mereka sudah lama tinggal di kota." ucap Aurora dengan tersenyum.
" baiklah kalau begitu cukup dulu." jawab William dengan tersenyum.
__ADS_1
setelah selesai menghubungi Aurora William kembali masuk ke kamarnya ia mendapati Chelsea sedang sibuk menyiapkan dokumen yang harus ia bawa besok, William berencana akan mengantarkannya kesana besok pagi karena ia takutkan sesuatu akan menimpa istri tercintanya ini.