
Setelah selesai membahas tentang perusahaan dengan ayahnya William mengajak ayahnya dan juga yang lainnya untuk berkeliling melihat-lihat perusahaan, semua orang yang melewati mereka segera memberi hormat kepada mereka Wayne dan yang lainnya hanya tersenyum kepada mereka, setelah puas melihat-lihat perusahaan milik William Wayne pamit untuk pergi karena mereka ingin jalan-jalan mengitari kota berilon.
William mengantarkan mereka kedepan perusahaan disana sudah ada mobil milik mereka yang sudah disiapkan oleh petugas valet, setelah ayahnya dan juga yang lainnya pergi William mengeluarkan Handphonenya dan langsung menghubungi Aurora.
" Halo Aurora katakan kepada yang lainnya setelah Makan siang kita akan mengadakan rapat ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian." Ucap William dengan berwibawa.
"Baik CEO saya akan menyampaikannya kepada yang lainnya." Ucap Aurora dengan hormat.
"Aku ingin keluar sebentar jika ada yang mencari ku katakan saja kepadanya kalau aku sedang tidak berada di ruangan ku." Ucap William dengan santai dan langsung mematikan teleponnya.
Mobil milik William telah sampai di hadapannya seorang petugas valet datang menghampirinya dan langsung memberi hormat, William masuk kedalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan perusahaan miliknya Karena sebentar lagi jam makan siang ia berencana untuk makan siang bersama di apartemen bersama istrinya dan juga kedua mertuanya, sementara di tempat rahasia milik Adrian Elvin sedang melihat beberapa penembak jitu sedang latihan entah apa yang ia rencanakan sehingga ia mengunjungi tempat ini.
" Tuan muda pekenalkan ini adalah Russel Crowe salah satu penembak jitu terbaik milik kita." Ucap Storm dengan tersenyum.
" Senang bertemu dengan anda tuan muda Elvin pekenalkan nama saya Russel Crowe salah satu penembak jitu terbaik yang ada disini." Ucap Russel dengan hormat.
" Senang bertemu dengan anda tuan Crowe." Ucap Elvin dengan tersenyum.
" Tuan muda tugas apa yang ingin anda berikan kepadaku." Tanya Russel Crowe dengan hormat.
" Aku ingin kau menghabisi empat raja dunia bawah kota ini dan juga Freddy More." Jawab Elvin dengan dingin.
Semua orang yang ada disana terkejut dengan perintah dari Elvin mereka tidak menyangka Elvin akan memberikan tugas yang sangat susah kepada Russel, sebenarnya bagi Russel dan yang lainnya kalau hanya membunuh mereka itu mudah tetapi setelah itu mereka tidak akan bisa meninggalkan kota ini dengan mudah, karena anak buah empat raja dunia bawah dan juga Freddy tidak akan tinggal diam dengan kematian pemimpin mereka apalagi William dan juga keluarga Alexander mereka tidak akan tinggal diam melihat kematian salah satu orang kepercayaan mereka.
William akan menyuruh semua orang untuk memburu Russel mungkin yang lebih parahnya William akan menempatkan kepala Russel di daftar kepala termahal di dunia pembunuh bayaran negara Nordik bahkan seluruh dunia, Russel diam beberapa saat karena ia tidak ingin mengambil keputusan yang bisa membahayakan dirinya sendiri Elvin yang melihatnya seketika tersenyum dan maju menepuk pundaknya.
"Mengapa kau mampu menjalankan tugas dariku jika kau tidak mampu tidak apa-apa aku bisa mencari orang lain untuk menjalankan tugas ini." Ucap Elvin dengan senyum yang sedikit mengejek Russel.
" Tuan muda bukannya Russel tidak bisa tetapi anda tahu sendiri seberapa besar pengaruh Freddy dan empat raja dunia bawah di kota ini, jika mereka mati maka semua anak buah mereka akan memburunya Russel tidak akan bisa keluar dari kota ini karena anak buah mereka akan menjaga setiap jalan keluar dari kota ini, belum lagi jika ia tertangkap bisa bisa kita semua akan terkena dampaknya juga terutama anda dan juga ayah anda Keluarga Alexander tidak akan melepaskan kalian berdua." Jawab Storm dengan dingin.
"Kita tidak akan bisa membunuh William jika mereka masih ada didekat William karena mereka akan menjaga keselamatan William dua puluh empat jam, orang yang pertama mesti kita habisi adalah Freddy More karena ia adalah orang yang paling merepotkan saat ini." Ucap Elvin dengan dingin.
Russel yang sedari tadi diam segera angkat bicara." Baiklah tuan muda Elvin saya akan menghabisi mereka semua dimulai dari Freddy More." Ucap Russel Crowe dengan hormat.
"Sebenarnya kau tidak perlu menghabisi mereka cukup membuat mereka terbaring di ranjang rumah sakit saja aku rasa itu sudah cukup." Ucap Elvin dengan dingin.
" Baik tuan muda saya akan melakukan yang terbaik untuk anda." Ucap Russel Crowe dengan hormat.
"Aku ingin pergi dulu sebaiknya kau persiapkan dirimu, ingat aku tidak ingin ada kata gagal jika sampai itu terjadi aku akan membuatmu tidur untuk selamanya." Ucap Elvin dengan tatapan dingin dan langsung pergi meninggalkan mereka
__ADS_1
Sementara William ia telah sampai di apartemen setelah memarkirkan mobilnya ia masuk kedalam gedung apartemen dan langsung menuju ke unit apartemen yang mereka tempati, William masuk kedalam dan bertapa terkejutnya ia melihat beberapa anggota keluarga Wilson disana ada Hendrik Wilson beserta istri, Derryl Wilson, Angela Wilson, dan beberapa anggota keluarga Wilson lainnya, mereka duduk di sofa sedangkan Jacob Chelsea, dan juga Erina duduk di hadapan mereka mereka yang melihat kedatangan William segera merubah raut wajah mereka menjadi ramah.
" Mau apa kalian kesini." Tanya William dengan dingin.
Mereka tidak mendengarkan pertanyaan William dan hanya diam menatap Jacob dan keluarganya awalnya Jacob tidak ingin menerima kedatangan mereka tetapi karena mereka memaksa Jacob terpaksa membiarkan mereka masuk, Hendrik mengeluarkan sebuah undangan dari dalam kantong jasnya dan melemparkannya ke atas meja.
" Sebenarnya aku tidak ingin mengundang kalian untuk datang ke acara pelamaran putriku besok, tetapi karena kita masih mempunyai hubungan darah aku ingin kalian datang besok di acara putriku." Ucap Hendrik dengan dingin.
"Bukannya kalian sudah memutuskan hubungan keluarga antara kalian dan juga ayah mertuaku." Ucap William dengan santai.
" William sebaiknya kau diam ini masalah antara kami dan juga kakak tertua kami kau tidak punya hak untuk ikut campur dalam masalah ini." Ucap Hendrik dengan nada yang sedikit mengancam William.
" Maaf selagi aku masih menjadi suami dari Chelsea berarti aku masih punya hak untuk ikut campur dalam masalah kalian, kakak kalian adalah ayah mertuaku aku tidak suka melihat kalian memperlakukannya dengan sesuka kalian." Jawab William dengan dingin.
Derryl yang sudah tidak bisa menahan dirinya ia segera berdiri dan langsung berseru kepada William" William apa kau tidak mendengarkan perkataan ayahku sebaiknya kau diam jika kau tidak bisa diam aku yang akan membuatmu diam." Ucap Derryl dengan sombong.
William maju dan langsung menampar Derryl dengan santai yang mana dengan tamparan itu berhasil membuat Derryl jatuh kelantai.
"Kau pikir ini adalah rumah keluarga Wilson yang mana kau bisa berkata sombong kepadaku, apa kau lupa apa yang sudah aku lakukan kepadamu ketika kau mengusir kami dari keluarga Wilson." Ucap William dengan nada yang sangat dingin.
Semua orang yang ada disana kaget dengan apa yang telah William lakukan kepada Derryl Hendrik yang melihat anaknya di tampar oleh William segera maju dan ingin menampar wajah William, tetapi dengan cepat William meraih pergelangan tangan Hendrik Jacob yang melihat itu segera menyuruh William untuk berhenti bertindak kasar William menghempaskan tangan Hendrik dan langsung pergi menuju ayah mertuanya.
Setelah mendengarkan perkataan Jacob Hendrik mengajak seluruh keluarganya untuk pergi dari apartemen Derryl terus menatap William dengan mata yang sangat marah tetapi William tidak memperdulikannya, setelah semua orang pergi Jacob mengajak mereka semua untuk makan siang bersama Erina hari ini memasak banyak makanan kesukaan mereka, ada lobster laut berukuran besar ada daging sapi yang dibumbui saus tiram ada ayam yang dilumuri dengan saus asam manis dan beberapa hidangan lainnya William dan yang lainnya makan dengan lahap.
Setelah selesai menikmati makanan buatan ibu mertuanya William pergi ke ruang tamu untuk merokok ia membakar rokoknya sambil menyalakan televisi yang ada dihadapannya, saat ia sedang menonton televisi Chelsea datang menghampirinya dan langsung duduk di sebelahnya ia bersandar di pundak William dari ekspresi wajahnya ada sedikit kesedihan yang terlintas diwajahnya, William yang tidak ingin melihat istrinya bersedih segera mengelus rambut panjang istrinya dan memberikan sedikit kecupan di kening istrinya.
"Apa kau masih memikirkan kejadian tadi." Tanya William dengan lembut.
"Aku bukan memikirkan masalah tadi William, aku hanya memikirkan apa yang akan terjadi ketika kita hadir di acara pelamaran Angela." Jawab Chelsea dengan sedih.
"Apa yang perlu kita pikirkan nanti di acara itu." Ucap William dengan tersenyum.
"William sayang apa kau tidak merasa aneh atau curiga sedikitpun dengan semua ini mereka mengusir kita dari keluarga dan setelah itu mereka datang mengundang kita untuk datang di acara pelamaran Angela aku rasa mereka mempunyai niat buruk terhadap keluarga kita di acara itu apalagi di acara itu banyak keluarga kelas atas yang hadir di acara itu terutama keluarga Aiden dan juga ayahnya yang dimana ia Sangat menginginkan aku untuk menjadi istrinya." Jawab Chelsea dengan sedikit khawatir.
William tersenyum mendengar ucapan istrinya itu." Kau tenang saja selagi aku ada jangankan menyakiti kalian menyentuh kalian mereka tidak akan bisa." Ucap William dengan tersenyum.
Chelsea yang mendengar perkataan William langsung kembali tersenyum saat mereka sedang bercanda handphone William berbunyi itu adalah panggilan dari Aurora, William ingin mengangkat panggilan itu tetapi karena ada Chelsea di sampingnya ia terpaksa mematikan panggilan Aurora karena ia tidak ingin membuat Chelsea curiga, saat mereka berdua sedang asik bermesraan bel pintu apartemen ada yang menekan Chelsea izin untuk melihat siapa yang datang dan ternyata itu adalah Amanda dan juga Ivory yang ingin mengajaknya keluar jalan-jalan.
William yang mendengar suara Amanda dan juga Ivory segera pergi menuju kedepan untuk menyapa mereka William terpesona dengan kecantikan mereka, Amanda yang menggenakan kaos putih ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan juga celana jeans berwarna hitam yang memperlihatkan kaki jenjangnya dan dipadukan dengan sepatu high heel berwarna merah, sedangkan Ivory ia menggenakan kemeja putih slim fit yang dimana itu memperlihatkan lekuk tubuhnya dan juga celana kulit berwarna hitam yang sangat ketat yang membuat kaki jenjangnya terlihat ia juga menggenakan sepatu high heels yang lumayan tinggi.
__ADS_1
"Sayang aku kembali ke kantor dulu ada urusan yang perlu aku kerjakan." Ucap William sambil mengelus rambut panjang istrinya dengan lembut.
" Baiklah kau hati-hati dijalan, sayang aku izin keluar bersama mereka ya." Ucap Chelsea dengan tersenyum.
"Baiklah kau boleh pergi, kau bisa bawa ini jika kau ingin membeli sesuatu." Ucap William dengan tersenyum.
Awalnya Chelsea tidak ingin mengambil kartu ATM yang diberikan William tetapi William memaksanya mengambil kartu ATM itu.
"Mulai sekarang ini adalah milikmu sebagai suami sudah menjadi kewajiban ku memenuhi kebutuhan mu dan juga calon anak kita nanti." Ucap William dengan berbisik di telinga Chelsea yang membuat wajah Chelsea menjadi merah karena menahan malu.
William langsung pergi meninggalkan mereka ia berjalan menuju lobby apartemen ia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi Aurora kembali dengan cepat Aurora mengangkat teleponnya.
" Maaf tadi aku tidak mengangkat telepon mu karena saat itu aku sedang bersama istriku aku tidak ingin ia curiga denganku." Ucap William dengan santai.
" Tidak apa-apa CEO saya sudah memberi tahu seluruh petinggi perusahaan bahwa kita akan mengadakan rapat penting siang ini jam dua rapat akan dimulai CEO." Jawab Aurora dengan hormat.
"Masih ada tiga puluh menit aku akan kesana sekarang juga." Ucap William dengan santai.
Sementara di pusat kota berilon mobil yang ditumpangi Wayne dan juga keluarganya sedang berjalan menuju Heaven springs Olivia ingin sekali makan disana ia mengajak kedua orangtuanya untuk makan disana, didalam mobil Wayne sedang berbicara dengan seseorang melalui teleponnya cukup lama mereka berbicara melalui telepon hingga Wayne mengakhiri panggilannya ia meletakkan handphonenya di saku jasnya, ia kembali menikmati pemandangan kota berilon ia cukup kagum dengan keindahan kota ini walaupun tidak seindah kota lainnya tetapi kota berilon mempunyai udara yang cukup sejuk.
"Sayang bagaimana apa mereka bisa bertemu dengan William besok di perusahaan miliknya." Tanya Elizabeth dengan tersenyum.
"Kau tenang saja mereka mau membantu William dalam mengelola perusahaan miliknya biarpun bagaimana mereka sangat menghormati aku karena aku mereka bisa menjadi seperti ini." Ucap Wayne dengan serius.
"Kapan mereka akan kesini." Tanya Elizabeth dengan wajah yang cemas.
" Kebetulan sekali salah tiga dari mereka sedang berada di negara Nordik, setelah menyelesaikan pekerjaannya ia akan langsung terbang kesini mungkin malam ini mereka akan sampai di kota ini." Jawab Wayne dengan dingin.
"Baguslah kalau begitu." Ucap Elizabeth dengan lega.
Tidak terasa mereka telah sampai di depan Heaven springs Wayne dan keluarganya turun dan langsung masuk menuju dalam sedangkan Ethan ia memarkirkan mobilnya dan langsung pergi menyusul Wayne, didalam Heaven springs sudah sangat ramai banyak orang yang sedang makan siang bahkan banyak ruangan yang sudah di pesan mulai dari yang terendah hingga ruangan ekslusif, Wayne berjalan menuju meja resepsionis dan ingin memesan satu ruangan untuk mereka tempati wanita yang ada dimeja loby menanyakan kartu member milik Wayne tetapi karena ia tidak mempunyai nya ia tidak bisa memesan ruangan untuk mereka tempati.
" Apa aku bisa membuat kartu keanggotaan sekarang juga." Tanya Wayne dengan tersenyum.
" Bisa tuan anda bisa membuat kartu tingkat Bronze atau silver sekarang juga, untuk Bronze anda perlu membayar sepuluh juta sedangkan untuk kartu silver anda perlu membayar tiga puluh juta untuk pembuatannya." Ucap wanita itu dengan tersenyum.
"Bagaimana dengan kartu keanggotaan tertinggi berapa yang perlu aku keluarkan." Tanya Wayne dengan dingin.
" Maaf tuan jika untuk anggota member super VVIP anda tidak bisa membuatnya karena kartu itu hanya untuk orang yang dipilih oleh bos Richard." Jawab wanita itu dengan tersenyum.
__ADS_1