
William berdiri dari duduknya dan langsung berjabat tangan dengan Wang Chuanfu.
" tuan Wang selamat datang." ucap William dengan tersenyum.
" terima kasih tuan William."balas Wang dengan tersenyum.
"silahkan duduk." ucap William dengan tersenyum.
Wang duduk didepan William sedangkan adiknya ia duduk disebelah Wang mereka Wang mulai membuka pembicaraan, Wang Chuanfu berencana membangun pabrik mobil di kota berilon ia membutuhkan bantuan dari Phoenix comporation untuk menyediakan pekerja dan juga bahan bangunan, biarpun bagaimana Phoenix comporation adalah perusahaan yang bergerak di bidang apa saja.
" tuan William tujuan saya bertemu dengan anda adalah saya ingin membangun perusahaan di kota ini jadi saya membutuhkan bantuan anda untuk menyediakan pekerja dan juga bahan bangunan." ucap Wang Chuanfu dengan tersenyum.
" tuan Wang mengapa anda ingin membuka pabrik di kota ini mengapa anda tidak membuka pabrik di kota besar lainnya." tanya William dengan tersenyum.
" tuan William sebenarnya saya sudah mempunyai tiga pabrik di negara Nordik satu pabrik saya terletak di Adenville, pabrik yang kedua terletak di kota Monarki, sedangkan pabrik saya yang terakhir itu terletak di kota Brewer." jawab Wang Chuanfu dengan tersenyum.
" jadi seperti itu tuan Wang, baiklah saya akan membantu tuan Wang karena tuan Wang berasal dari China." ucap William dengan tersenyum.
" terima kasih tuan muda." ucap Wang dengan tersenyum.
setelah selesai membahas bisnis mereka makan bertiga makan bersama sedangkan Freddy ia harus pergi ke Wilson compration untuk membeli tujuh puluh persen saham mereka, setelah selesai makan William pamit pergi karena ia harus pergi ke kantor, Wang dan juga adiknya mengantarkan William menuju pintu keluar hotel disana ada mobil milik William yang telah diantarkan oleh petugas valet.
William pergi meninggalkan hotel dan langsung menuju Phoenix comporation saat diperjalanan William menghubungi Quinton.
" halo bagaimana apa perwakilan dari Era Pasifik sudah ada." tanya William dengan santai.
" tadi mereka sempat menghubungi kita Mereka kata mereka akan datang dua jam lagi." jawab Quinton dengan tersenyum.
" baguslah kita berdua akan menemui mereka." ucap William dengan santai.
" oke kak." jawab Quinton dengan tersenyum.
beberapa saat kemudian William sampai di Phoenix comporation ia langsung pergi menuju ruangan nya sesampainya di ruangannya ia menelpon Aurora menyuruh Aurora untuk datang keruangan nya.
" selamat pagi CEO ada yang bisa saya bantu." tanya Aurora dengan sopan.
" aku ingin kau mencari seseorang untuk mengurus proyek dengan Wang Chuanfu, selain itu aku ingin kau mencari tahu tentang kota Brewer." perintah William kepada Aurora.
" baik CEO aku akan mencari seseorang yang bisa di andalkan untuk mengurus proyek ini, CEO siang ini adalah interview beberapa orang pelamar apa CEO ingin melihat calon pekerja kita." jawab Aurora sambil bertanya kepada William.
William kembali teringat dengan ivory yang melamar di perusahaan milik nya." aku ingin kau menerima seseorang yang bernama ivory tempatkan ia sebagai manajer pabrik." ucap William dengan tersenyum.
" baik CEO sesuai keinginan anda." jawab Aurora dengan tersenyum.
" kau boleh pergi." ucap William kepada Aurora.
Aurora keluar dari ruangan William dan langsung pergi menuju ruangan nya kembali, sementara di villa tersembunyi milik Stuart Niel sedang berlatih menembak menggunakan sniper ia membidik sebuah anjing yang berjarak sekitar seratus meter dari villa, ketika ia rasa target sembilan puluh sembilan persen mengenai tembakan nya iapun melepaskan peluru, peluru melaju dengan cepat mengenai kepala anjing liar tersebut, seketika anjing itu mati dengan kondisi kepala berlubang.
" Stuart siapkan mobil aku ingin pergi jalan-jalan." perintah Niel yang membersihkan peredam sniper.
" baik tuan muda Amstrong." ucap Stuart dengan hormat.
Niel memakai jasnya dan juga kacamata hitam setelah selesai memakai jasnya ia pun pergi berjalan bersama Stuart menuju mobil, kali ini Stuart ikut bersama Niel sedangkan Eren ia duduk di kursi depan di samping sopir, mobil melaju perlahan meninggalkan villa milik Stuart.
" tuan muda anda mau kemana." tanya Stuart dengan hormat.
" aku ingin pergi ke heaven theme park bawa aku kesana." perintah Niel dengan dingin.
sedangkan di Phoenix comporation Quinton sedang pergi menuju ruangan ia mendapati William sedang duduk sambil memandang langit kota berilon, William memang sangat suka memandang langit bahkan sejak kecil ia sering tidur sambil memandang langit di taman belakang villa milik keluarga Alexander.
__ADS_1
" kak perwakilan dari Era Pasifik telah datang saat ini mereka sudah menunggu mu di ruang rapat." ucap Quinton dengan hormat.
" baiklah mari kita kesana." ucap William sambil berdiri.
mereka berdua pergi menuju ruangan rapat disana sudah ada beberapa pra dan juga wanita, Quinton membukakan pintu ruangan dan mempersilahkan William masuk terlebih dahulu, William masuk dan langsung duduk di kursi utama sedangkan Quinton ia duduk di sebelah kanan William.
" ada yang bisa saya bantu tuan tuan." tanya William dengan tersenyum.
" tuan kami kesini karena perintah dari tuan Lincoln Alexander untuk bertemu dengan tuan muda Alexander." jawab pria berbadan gemuk, ia bernama Bond Hop calon direktur di kota berilon.
" jadi kalian kesini karena perintah dari pamanku." jawab William dengan tersenyum.
seketika semua orang yang mendengar perkataan William langsung berdiri mereka semua membungkuk seratus delapan puluh derajat kepada William dan juga Quinton.
" maaf tidak kesopanan kami tuan muda Alexander." ucap mereka secara bersamaan.
" tidak apa-apa silahkan duduk." jawab William dengan santai.
Bond Hop yang paling senior di antara mereka memulai pembicaraan, sebenarnya tujuan mereka kesini untuk meminta bantuan Phoenix comporation untuk menyewakan salah satu properti mereka untuk mereka jadilah sebagai kantor mereka.
" tuan muda Alexander alasan kami datang kesini adalah untuk menyewa salah satu gedung yang tidak terpakai milik kalian." ucap Bond Hop dengan tersenyum.
"paman Lincoln sudah mengatakan ini kepada ku." ucap William dengan santai.
" terima kasih tuan muda Alexander." jawab Bond Hop dengan senang.
saat mereka sedang mengobrol handphone milik Quinton berbunyi itu adalah panggilan dari Lincoln Alexander Quinton segera mengangkat telepon nya.
" halo Quinton apa kakakmu sedang bersamamu paman mencoba menghubungi nya tetapi ia tidak mengangkat nya sama sekali." tanya Lincoln dengan santai.
" paman Lincoln saat ini kak William sedang meeting dengan salah satu anak perusahaan paman." jawab Quinton dengan santai.
Quinton menyerahkan handphone kepada William.
" halo paman ada apa." tanya William dengan tersenyum.
" William Karena berilon adalah wilayah Phoenix comporation paman ingin kau memasukan mereka kedalam anak group Phoenix comporation, paman ingin kau mengelola perusahaan itu dengan baik." ucap Lincoln dengan santai.
" paman aku tidak keberatan jika paman ingin masuk kedalam pasar bisnis di kota berilon lagi pula disini masih kekurangan perusahaan di bidang elektronik." jawab William dengan tersenyum.
" paman juga dengar seperti itu biarpun bagaimana kota itu adalah salah satu dari tiga kota paling kecil di negara Nordik, tetapi belakangan ini kota itu meningkat pesat menjadi salah satu kota maju di negara Nordik." ucap Lincoln dengan santai.
" paman tenang saja aku akan membantu perusahaan paman untuk berkembang di kota berilon." jawab William dengan tersenyum.
" terima kasih nak, kalau begitu sampai di sini dulu paman harus pergi menemui seseorang." jawab Lincoln dengan senang.
setelah selesai berbicara dengan Lincoln melalui telepon William menyuruh Quinton untuk menghubungi Aurora karena handphone nya tertinggal di ruangan nya, Quinton telah menyuruh Aurora ke ruang rapat tidak sampai lima menit suro sampai.
" ada apa CEO apa ada yang bisa saya bantu." tanya Aurora dengan sopan.
" Aurora aku ingin kau mencarikan salah satu gedung untuk perusahaan Era Pasifik." perintah William kepada nya.
" tuan muda kita mempunyai banyak properti di kota ini salah satunya adalah Malenium tower itu adalah gedung tertinggi dan terbesar kedua setelah diamond surface di kota ini." jawab Aurora dengan tersenyum.
" baiklah aku ingin kau menyiapkan lima lantai untuk mereka." ucap William dengan dingin.
" baik tuan muda aku akan memberikan lantai empat puluh sampai lantai empat lima kepada mereka." jawab Aurora dengan tersenyum.
Malenium tower berada di daerah pertengahan kota berilon gedung ini mempunyai tujuh puluh lima lantai gedung ini diisi beberapa kantor ternama salah satunya adalah firma hukum Baker McKenzie, firma hukum terbaik di dunia dan juga negara Nordik, Kurt Schneider adalah salah satu pengacara yang bekerja di firma hukum ini ia juga menjadi pimpinan di kota berilon.
__ADS_1
setelah semuanya selesai para perwakilan dari Era Pasifik telah pergi meninggalkan Phoenix comporation sedangkan William ia kembali ke ruangan nya, sedangkan di Wilson compration Freddy telah berada di ruangan rapat Wilson compration, disana sudah ada dewan direksi dari Wilson compration sedangkan kakek wilson dan juga anak anaknya belum keliatan batang hidungnya.
" dimana tuan Wilson suruh dia datang kemari." tanya Freddy sekaligus memerintahkan asisten dari Kakek Wilson,
saat ini kakek wilson sedang berada di villa miliknya ia sedang berkumpul bersama semua keluarganya saat sedang asik berbicara handphone milik kakek wilson berbunyi itu adalah panggilan dari asistennya yang ada di kantor.
" halo tuan wilson saat ini di perusahaan sedang terjadi sesuatu." ucap seorang pria paruh baya bernama Collis Moses asisten Markus Wilson.
" ada apa Collis apa yang sedang terjadi." tanya kakek Wilson dengan khawatir.
" sebaiknya anda kesini sekarang juga aku tidak bisa menjelaskan nya melalui telepon." jawab Collis dengan takut.
" baik tunggu aku disana." jawab kakek wilson dengan khawatir.
Hendrik yang melihat wajah ayahnya yang sangat khawatir seketika menjadi penasaran kakek wilson buru-buru pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya setelah selesai mengganti pakaian ia turun kebawah.
" yah ada apa mengapa wajah aya menjadi sangat tegang seperti ini." tanya Hendrik dengan penasaran.
" Hendrik sebaiknya kau ikut ayah kekantor saat ini di kantor sedang terjadi sesuatu." jawab kakek wilson dengan panik.
" apa memangnya apa yang sedang terjadi disana, baiklah aku akan ikut dengan ayah." jawab Hendrik dengan panik.
yang mereka takuti itu adalah pihak bank yang datang menyita perusahaan mereka atau itu adalah pihak dari Phoenix comporation untuk menagih utang mereka, kakek wilson dan juga Hendrik langsung pergi menuju perusahaan mereka bukan hanya mereka tetapi semua keluarga lainnya juga mengikuti mereka dari belakang, karena mereka menjadi penasaran apa yang sedang terjadi di perusahaan saat ini.
William sedang duduk sambil merokok di ruangannya ia bertanya kepada Freddy melalui aplikasi WhatsApp.
[bagaimana apa kau sudah melakukan perintah ku.]
[saat ini saya sudah berada di wilson comporation tetapi aku tidak melihat wajah kakek tua itu dan juga keluarganya.]
[lakukan sesuai perintah ku tetapi aku ingin kau tidak memberi tahu dulu bahwa CEO baru mereka adalah ayah mertuaku.]
[baik tuan muda.]
beberapa saat kemudian kakek wilson beserta keluarganya telah sampai di perusahaan mereka kakek wilson telah disambut oleh Collins tetapi Collins menyarankannya untuk segera pergi ke ruang rapat, mereka semua pergi menuju ruang rapat sesampainya di sana mereka terkejut karena disana sudah ada Freddy More juru bicara keluarga Alexander sekaligus orang paling ditakuti di kota berilon.
" silahkan duduk tuan Wilson." ucap Freddy dengan dingin.
kakek Wilson beserta Hendrik dan juga kedua adiknya duduk di kursi rapat, seorang wanita cantik maju kehadapan Freddy ia memberikan sebuah dokumen tentang pengalihan tujuh puluh persen saham perusahaan kepada Jacob.
sebenarnya kakek wilson hanya memiliki tujuh puluh persen saham di perusahaan tersebut karena dulu ibu Jacob memberikan tiga puluh persen saham kepada para dewan direksi perusahaan sebagai tanda terimakasih, kakek wilson, Hendrik dan juga kedua adiknya belum mengetahui tentang ini, sedangkan saham yang telah ia berikan kepada anak anaknya itu masih atas nama kakek wilson.
" aku mendengar kalian ingin menjual saham kalian aku berencana ingin membeli saham kalian." ucap Freedy dengan tersenyum.
" tuan Freddy benar kami berencana menjual tiga puluh persen saham milik kami, seharga seratus lima puluh miliar dolar apa tuan Freddy berminat ingin membeli saham perusahaan kami." jawab Kakek Wilson sekaligus bertanya kepada Freddy dengan sedikit canggung.
"aku kesini atas perintah tuan muda Alexander untuk membeli tujuh puluh persen saham perusahaan kalian, tuan muda Alexander akan membelinya seharga seratus miliar dolar." ucap Freddy sambil menyerahkan dokumen yang sudah ia siapkan.
seketika semua orang terkejut mendengar perkataan Freddy dengan harga seperti itu mana mungkin mereka mau menjualnya, derryl yang tidak bisa menahan diri langsung berbicara kepada Freddy.
" tuan Freddy bukannya aku ingin melawan anda tetapi harga yang anda tawarkan tidak sama dengan nilai saham perusahaan kami, bahkan jangankan membeli tujuh puluh persen tiga puluh persen saja anda tidak akan mendapatkan dengan harga seperti itu." ucap derryl dengan sedikit emosi.
Freddy yang dari tadi diam seketika menatap derryl dengan dingin dan lalu berkata." apa kalian gila menjual saham tiga puluh persen seharga seratus lima puluh miliar dolar, apa kalian lupa perusahaan kalian akan bangkrut tidak mungkin bukan untuk perusahaan yang mau bangkrut menjual tiga puluh persen saham seharga seperti yang kalian tawarkan." bentak Freddy dengan dingin.
seketika semua keluarga Wilson terdiam mendengar perkataan Freddy memang benar saat ini perusahaan mereka akan bangkrut sebentar lagi.
"kalian semua apa kalian mau bekerja dengan perusahaan yang akan bangkrut." tanya Freddy kepada dewan direksi.
semua dewan direksi terdiam mendengar pertanyaan Freddy.
__ADS_1