TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
HANCURNYA KELUARGA PAYNE


__ADS_3

Saat ini di bandara kota berilon Quinton dan Clara telah sampai di kota berilon mereka keluar dari bandara, Freddy yang telah dari tadi menunggu mereka langsung menyambut mereka dengan tersenyum.


" selamat datang tuan muda Quinton dan nyonya muda Clara, di mana tuan muda wiliam." tanya Freddy dengan tersenyum.


" oh saat ini kakak kami sedang ada urusan mendadak di Adenville, kami berdua di suruh datang deluan olehnya." jawab Clara dengan tersenyum.


" baiklah kalau begitu mari ikuti saya, tuan William sudah menyuruh saya untuk membawa kalian ke villa tuan muda." jawab Freddy dengan membungkuk.


setelah itu Freddy membawa mereka ke sebuah Lexus LS berwarna hitam, mereka pergi menuju vila keluarga Alexander, rencana nya William ingin mereka tinggal di villa mewah yang dekat kota tetapi karena takut terjadi apa apa William membawa mereka ke vila yang agak jauh dari keramaian.


setelah William menyelesaikan Liam Payne, ia menghampiri Dave Koz, ia tidak membunuh nya tetapi ia mengangkat Dave menjadi anggota nya, mulai sekarang daerah abu abu menjadi kekuasaan black dragon, William berencana membangun sebuah markas disana ia menyuruh Albert untuk memantau pembangunan markas itu, setelah itu William langsung pergi menuju tempat Peter dan Diana berada, setelah berjalan beberapa saat Chelsea menelponnya.


" halo sayang apa kau sudah di bandara, jika sudah aku akan pergi menjemput mu." ucap Chelsea dengan manja


" sayang aku minta maaf aku lupa menghubungi mu , ada urusan mendadak jadi aku akan disini untuk beberapa hari mungkin 3 hari lagi aku akan pulang." ucap William dengan sedih.


" aku pikir kau sudah pulang." ucap Chelsea dengan sedikit kecewa.


" tapi aku janji aku akan pulang lusa , aku janji aku akan membawakan oleh oleh untuk kalian semua, bagaimana urusanmu." tanya William dengan tersenyum.


" nona young kata aku bisa membawa kontrak kerja sama besok, kata nona young tuan muda Alexander ingin bertemu dengan ku besok." ucap Chelsea dengan senang.


" baguslah, aku rasa kau harus hati hati aku rasa kakek wilson tidak akan tinggal diam mungkin dia akan mengambil kontrak kerja sama." ucap William dengan santai.


" baik aku tau." ucap Chelsea dengan tersenyum.


" kalau begitu cukup dulu aku akan menghubungi mu lagi ketika pekerjaan ku sudah selesai." ucap William dengan tersenyum.


setelah itu William langsung pergi ia melihat mobil Peter tidak jauh dari tempat itu, ia pun langsung pergi menuju mobil ketika sampai ia melihat Diana yang sedang tertidur pulas mungkin ia agak trauma dengan kejadian tadi, Peter yang melihat William baik baik saja ia pun lega mereka langsung pergi menuju rumah keluarga Alexander, sesampainya di sana semua orang sudah menunggu mereka.


"Diana apa kau baik-baik saja, siapa yang berani menculik mu." tanya Olivia dengan cemas.


" aku baik baik saja kak, untung saja kak William dan kak Peter datang menyelamatkan ku." ucap Diana sambil menangis.


"syukurlah, lain kali kau harus hati hati jangan sampai ini terulang lagi." ucap Zeus dengan lega.


"kalau begitu aku dan Peter pergi dulu kami harus mengembalikan uang 10 miliar ke bank." ucap William dengan tersenyum.


setelah itu William dan Peter langsung pergi menuju bank, karena masalah sudah selesai William berencana untuk mengembalikan uang itu ke rekening nya, setelah sampai William langsung meminta Jenifer untuk mengurus nya, William juga menghubungi Quinton untuk mengambil alih perusahaan untuk 3 hari ke depan.


" kak apa yang harus kita lakukan, apa kita akan kembali ke berilon sekarang juga." tanya Peter dengan tersenyum.

__ADS_1


" tidak ada urusan penting yang harus kita selesaikan dulu." ucap William dengan dingin.


" apa itu bukannya Diana sudah aman." tanya Peter dengan penasaran.


"keluarga Payne mereka belum selesai nanti malam aku akan membunuh mereka semua." ucap William dengan dingin.


" baik kak." jawab Peter dengan tersenyum.


ketika malam hari keluarga Payne mendapatkan kiriman peti mati dari William, saat ini William, Albert, dan Peter sedang berkumpul di luar, ayah Liam yang menerima peti mati itu merasa bingung karena ia tidak memesan nya, sesaat kemudian Jasmine ia bertanya kepada semua penghuni rumah apakah ada di antara mereka yang memesan peti mati, saat mereka semua masih bingung dengan semua ini sekolompok pria berbadan besar dan berpakaian setelan hitam memasuki rumah keluarga Payne.


"siapa kalian beraninya kalian masuk ke rumah kami tanpa izin dariku, apa kalian tidak tau kami adalah keluarga Payne kerabat keluarga Robinson." tanya pria paruh baya dengan marah, ia adalah Charles Payne ayah Liam Payne.


tiba-tiba semua orang membukakan jalan untuk Tyson Lynch, roman Pearce, dan juga Bryan Robson,. Tyson Lynch maju dan langsung memandang mereka semua dengan dingin, setelah itu William, Peter , dan juga Don Albert masuk William duduk di sebuah kursi kayu jati dan langsung berkata.


" tuan Payne apa kau sudah membuka hadiah dariku, ini adalah hadiah spesial dariku aku harap kau senang menerimanya.' ucap William dengan tersenyum kepada mereka.


" siapa kau, apa maksudmu memberikan hadiah seperti ini." ucap Charles Payne dengan dingin.


" perkenalkan namaku William aku bukan siapa siapa." ucap William dengan tersenyum.


" bawah hadiah mu pergi dari sini, atau tidak aku akan membunuhmu." ucap Charles dengan marah.


" nampaknya kau hanya menilai buku dari sampulnya, Tyson buka peti itu dan tunjukkan hadiah kita kepada mereka.


setelah itu Tyson membuka hadiah itu , ketika peti mati terbuka semua keluarga Payne kaget dengan isi hadiahnya, Charles Payne yang sedang marah langsung menangis sejadi jadinya karena isi hadiahnya adalah anak semata wayangnya Liam Payne yang sudah mati dengan mengenaskan, ia langsung marah dan langsung mengancam William.


"sialan kau apa yang sudah kau lakukan kepada anakku, kau akan menyesal telah berbuat seperti ini kepada kami, aku akan menghubungi keluarga Robinson untuk membunuhmu." ucap Charles dengan marah sambil menangis.


" kau ingin meminta keluarga Robinson untuk membunuhku, hahaha Peter hubungi keluarga Robinson aku ingin tau apakah mereka akan membunuhku." ucap William dengan dingin.


" kau pikir kau siapa kau pikir keluarga Robinson akan takut padamu." ucap pria berusia 27 tahun dengan sombongnya.


seketika Bryan Robson maju dan langsung menampar nya, Bryan adalah mantan tentara bayaran dulu ketika masih menjadi tentara bayaran ia sering melakukan pembunuhan, perampokan, penculikan petinggi negara negara besar, bahkan ia ditakuti oleh tim delta force Amerika serikat, tetapi karena suatu masalah ia bertemu dengan William Alexander William menolong nya dan mengangkat nya menjadi saudara William.


"PLAK, jaga ucapan mu terhadap kakakku jika tidak aku akan membunuhmu." ucap Bryan dengan marah .


" cukup Bryan, baiklah kalau begitu aku beri kalian waktu 5 menit hubungi Keluarga Robinson atau tidak kalian semua akan berakhir sama dengan Liam Payne." ucap William dengan dingin kepada mereka.


setelah itu Charles menghubungi Roy Robinson, terdengar suara pria dengan tegas di telepon, William mengenal suara itu itu adalah Roy Robinson adalah kepala keluarga Robinson William pernah bersitegang dengan nya lima tahun yang lalu karena mereka menentang perintah Wayne Alexander, jika bukan karena ayahnya William sudah menghabisi nyawa nya.


" halo tuan Robinson aku minta pertolongan mu anak semata wayang ku telah dibunuh oleh seseorang." ucap Charles dengan menangis, belum sempat ia selesai berbicara wiliam sudah mengambil handphone nya.

__ADS_1


" halo paman Roy apa Paman Masih ingat dengan suara ini, jika paman lupa aku akan membunuhmu." ucap William dengan dingin.


" kau jangan jangan kau adalah orang itu.," ucap Roy dengan kaget.


" nampaknya kau masih memiliki ingatan yang bagus paman, jika tidak aku sudah menyuruh seseorang untuk menghabisi mu." ucap William dengan tersenyum.


" Tentu saja William aku masih ingat dengan mu, lama tidak berjumpa paman dengar dari juru bicara keluarga Robinson kau masih hidup, kapan kapan main main lah kerumah paman." ucap Roy dengan tersenyum, ia dan William sudah berbicara seperti teman memang keluarga Robinson sering menentang keputusan ayah William tetapi biar bagaimanapun Roy sangat menghormati Wayne Alexander.


keluarga Robinson memang tidak tinggal di kota Adenville, mereka tinggal di kota Monarki kota terbesar ketiga di negara Nordik, mereka adalah keluarga terkaya pertama di kota itu bahkan 5 keluarga kelas atas di kota itu sebagian kerabat dari mereka, selain keluarga Robinson masih ada satu lagi Keluarga terkaya di negara Nordik yang tinggal di kota itu keluarga Robinson menempati posisi kelima terkaya di negara Nordik.


Seketika keluarga Payne terkejut mendengar percakapan William dengan Roy Robinson bahkan Roy harus mendengarkan ucapan William dengan patuh, seperti anak SD yang patuh terhadap ayahnya.


" oh iya paman apakah betul keluarga Payne adalah kerabat kalian." tanya William dengan tersenyum.


" mereka hanyalah mantan budak dari leluhur kami, mereka tidak ada hubungan dengan kami." ucap Roy dengan tertawa.


" bagus kalau begitu aku bisa membunuh mereka semua." ucap William dengan dingin.


" memang nya kenapa kau bertanya seperti itu nak, apa mereka berbuat sesuatu kepadamu." tanya Roy dengan marah.


" apa Paman mendengar jika Diana telah diculik, Liam Payne adalah pelakunya ia meminta seorang gangster untuk menculiknya." ucap William dengan dingin


" APA! ucap Roy dengan terkejut, brengsek , Charles mulai sekarang kau ku pecat, dan mulai hari ini keluarga Payne bukan lagi kerabat keluarga Robinson." ucap Roy dengan marah.


Charles berusaha meraih telepon nya dan langsung memohon kepada Roy agar jangan memecatnya, ia tidak ingin hidup miskin ia lebih memilih mati daripada menjadi pengemis, tetapi Charles tidak peduli ia langsung mematikan telepon nya dan langsung menghubungi juru bicara keluarga Robinson, agar datang kerumah keluarga Payne.


" anakmu telah menculik adikku, jadi aku akan melakukan hal yang sama kepada kalian." ucap William dengan dingin, wiliam meraih sebuah pistol di belakang punggung nya dan langsung menembak kaki Charles, setelah itu William menembak kaki semua anggota keluarga laki laki Charles.


" Door, Door , door ." bunyi suara tembakan yang dilapisi dengan peredam.


" arghhhh, kakiku, kakiku." ucap Charles sambil menangis kesakitan.


" Albert habisi mereka semua, setelah itu bakar mereka hidup hidup, perempuan dan juga anak dibawah umur bawah mereka ke rumah. pribadiku." ucap William dengan dingin.


" baik bos , Tyson Bryan, roman, mari kita bersenang-senang sudah lama kita tidak melakukan ini.' ucap Albert dengan tersenyum.


setelah itu William langsung pergi meninggalkan rumah keluarga Payne, belum sempat keluar dari rumah Charles bertanya siapa William mengapa ia mendominasi orang orang bahkan keluarga Robinson harus takut dengannya.


" baiklah aku akan memberi tahu mu aku tidak ingin kau mati dengan penasaran, namaku adalah William Alexander, dan dia adalah adikku Peter Alexander." jawab William dengan dingin.


William dengan Peter keluar dari rumah Charles seketika suara tembakan berbunyi dalam rumah, Albert dan yang lainnya keluar, Albert juga membawa beberapa orang perempuan dan juga anak dibawah umur dan juga remaja dari laki laki hingga perempuan, setelah itu Albert membakar rumah keluarga Payne api menjalar dengan cepat, perempuan dan juga anak anak keluarga Payne menangis mereka tidak sangka akan seperti ini.

__ADS_1


" Albert bawah mereka ke rumah pribadi ku, setelah itu cari sebuah tambang batu bara suruh semua anak Laki-laki mereka yang di atas tujuh belas tahun untuk bekerja di sana, dan untuk para ibu ibu tua bawah mereka ke area abu abu suruh mereka memasakkan para pekerja disana, dan untuk anak perempuan yang masih remaja, bawah mereka ke rumah pribadi ku suruh Mereka bekerja sepanjang hari disana, untuk yang di bawah umur bawah mereka ke panti asuhan sebelum itu cuci otak mereka agar mereka lupa siapa mereka sebenarnya setelah itu berikan identitas baru kepada mereka, jika mereka membocorkan ini kepada siapa saja bunuh mereka seperti bagaimana suami mereka mati." ucap William kepada Peter sambil menjauh.


__ADS_2