TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
KEBERHASILAN PETER


__ADS_3

William telah meninggalkan kantornya karena ia rasa pekerjaannya telah selesai ia telah sampai di villa mewah miliknya ia ingin bertemu dengan keluarganya, sesampainya disana ia langsung masuk menemui mereka ia mendapati kakeknya sedang asik menonton sebuah acara komedi di televisi saking asiknya Zeus tidak mengetahui kedatangannya, William yang melihat itu teringat masa lalunya sewaktu kecil ia biasa menemani orang tua itu menonton tv dan acara komedi adalah acara favorit mereka berdua sewaktu itu.


" Lagi nonton apa kek kayaknya seru banget." Ucap William mengagetkan kakeknya yang sedang asik menonton televisi.


" Oh ini kakek lagi nonton acara komedi kesukaan kakek, acara ini sangat lucu kakek sangat suka dengan pemeran utamanya." Jawab Zeus dengan tertawa.


William duduk bersama kakeknya dan ikut nonton bersama dengannya memang benar acara komedi ini sangat lucu bahkan William mulai menikmati acara itu, saat sedang asik menonton televisi seorang pelayan datang menghampiri mereka dan menawarkan sesuatu kepada William.


" Tuan muda apa anda ingin sesuatu." Tanya pelayan dengan hormat.


" Tidak perlu kau bisa kembali bekerja." Jawab William dengan tersenyum.


Setelah pelayan pergi meninggalkan mereka William menyerahkan sebuah undangan kepada Zeus itu adalah undangan pelelangan barang antik yang akan diadakan besok oleh empat keluarga penjual barang antik, Zeus mengambil undangan itu dan langsung membacanya ia langsung merasa sangat senang ketika William menyerahkan undangan itu baginya barang antik adalah salah satu hobinya ketika mulai menikmati masa tuanya.


"Nak apa kau berencana mengajak kakek untuk pergi ke acara ini." Tanya Zeus dengan senang.


" Iya kek aku ingin mengajak kakek ikut bersamaku." Jawab William dengan tersenyum.


" Hahahaha kakek senang bisa pergi ke tempat pelelangan barang antik bersamamu lagi, dulu waktu kau masih kecil kakek sering membawamu ke acara seperti ini bahkan saking seringnya semua orang yang ada disana mengenalmu." Ucap Zeus dengan tersenyum.


" Kakek benar, besok aku akan kesini kita akan berangkat bersama menuju tempat penyelenggaraan pelelangan barang antik." Ucap William dengan santai.


" Baiklah besok kakek akan menunggumu." Ucap Zeus dengan tertawa.


" Ayah dan yang lainnya kemana mengapa mereka tidak ada disini." Tanya William dengan santai.


" Ayahmu dan yang lainnya sedang berada di kamar mereka masing-masing sedangkan kakakmu ia sedang ada rapat dengan beberapa dewan direksi perusahaannya." Jawab Zeus kembali fokus menyaksikan acara kesukaannya.


Olivia adalah perempuan yang sangat cantik dan pintar ia menjabat sebagai direktur keuangan di Alexander Group selain itu ia juga mengurus perusahaan fashion, kosmetik, kecantikan wanita milik Elizabeth, perusahaan kosmetik milik Elizabeth sangat terkenal di kalangan masyarakat mulai dari selebriti dunia hingga putri dari keluarga kaya, salah satu produk yang diminati banyak orang yaitu Scarlett beauty care yaitu satu set produk kecantikan wajah harga satu setnya dua juta dolar dan juga hanya ada seratus buah di dunia.


Perusahaan kecantikan milik Elizabeth bernama Elizabeth Group ia membangun perusahaan itu sebelum ia menikah dengan Wayne Alexander, sebagai anak perempuan satu-satunya Olivia dipercaya untuk mengurus perusahaan miliknya ia juga mengurus beberapa anak perusahaan dari Alexander Group.


William naik keatas dan langsung pergi menuju menemui ibunya ia mendapati ibunya sedang berbaring di atas tempat tidur sambil memainkan handphonenya, William masuk dan langsung berbaring di samping wanita yang telah melahirkannya itu ia memeluk ibunya dengan manja.


" Apa kau sudah pulang dari kantor." Tanya Elizabeth sambil fokus menatap handphonenya.


" Sebenarnya ini belum jam pulang tetapi karena pekerjaan ku sudah selesai aku memutuskan untuk kesini menjenguk kalian." Jawab William dengan tersenyum.


"Kau memang berbeda dengan ayahmu, kalau ayahmu ia tidak akan pulang jika semua karyawannya belum meninggalkan kantor karena ia tidak ingin menunjukkan contoh yang buruk kepada semua karyawannya." Ucap Elizabeth dengan tersenyum.


"Aku juga sudah meminta Quinton dan juga asistenku bahwa aku harus pulang deluan." Jawab William dengan santai.

__ADS_1


" Oh iya tadi kakakmu mencari mu katanya ada sesuatu yang perlu ia bicarakan denganmu." Ucap Elizabeth dengan tersenyum.


" Terus dimana kak Olivia, tadi aku ke kamarnya tetapi ia tidak ada." Ucap William dengan santai.


" Ia sedang berada di ruangan kerja mu, ia meminjam komputer mu untuk melakukan rapat dengan dewan direksi Elizabeth Group." Jawab Elizabeth yang sudah berdiri bersiap mandi.


" Baiklah aku akan menemuinya terlebih dahulu sebelum pulang ke apartemen." Ucap William dengan tersenyum sambil meninggalkan kamar Elizabeth.


Sesampainya di depan ruangan kerjanya William langsung masuk kedalam ia mendapati Olivia sudah selesai dengan kerjaannya Olivia yang melihat William segera menyuruhnya untuk duduk, William duduk di depan kakaknya itu dan mulai membuka pembicaraan dengan kakaknya itu.


" Kata mom kakak ingin bicara denganku, kalau boleh tahu ini soal apa." Tanya William dengan tersenyum.


" Dik kau harus kembali mengurus perusahaan mu sendiri bagaimanapun itu adalah perusahaan mu sendiri usaha yang kau bangun dengan keringat mu sendiri." Ucap Olivia dengan dingin.


"Kak bukannya ada mereka yang sudah aku percayakan untuk mengurus perusahaan itu sendiri." Jawab William dengan santai.


" William biarpun bagaimana mereka hanyalah tangan kananmu, walaupun semua orang tahu mereka adalah CEO dari perusahaan itu tetapi bagi mereka kau adalah pemilik perusahaan itu mereka memerlukan mu sebagai CEO sebenarnya." Ucap Olivia mencoba menasehati adiknya itu.


"Nanti aku pikirkan tentang ini, saat ini aku ingin fokus membuka cabang perusahaan ku yang ada di kota Brawer." Ucap William dengan sedikit sedih karena ia sudah meninggalkan perusahaan itu terlalu lama.


" Dulu ketika kau dinyatakan meninggal dunia mereka sangat merasa kehilangan dirimu bagi mereka kau sudah seperti malaikat yang telah memberikan hidup kedua bagi mereka, apa lagi Ray ia sudah menganggap mu sebagai kakaknya sendiri ia berjanji di batu nisan mu bahwa ia akan membawa perusahaan mu menuju kejayaannya.


" Pasti kakak akan membantu mu biarpun bagaimana kau adalah adikku." Jawab Olivia dengan tersenyum.


Hanya William dan juga keluarganya yang bisa membuat wanita sedingin salju itu tersenyum dengan manis.


" Aku ingin kakak menghubungi mereka suruh mereka untuk datang ke kota ini." Ucap William dengan tersenyum.


" Mengapa tidak kau sendiri saja yang menghubungi mereka." Tanya Olivia dengan tersenyum.


" Tidak apa-apa aku hanya ingin membuat kejutan bagi mereka." Ucap William dengan tersenyum.


" Baiklah kakak akan membantu mu, oh iya apa kau ingat dengan tambang emas yang telah kau beli lima tahun yang lalu, sekarang tambang itu sudah ada kemajuan bahkan harga emasnya Sangat bagus." Ucap Olivia dengan tersenyum.


" Tentu saja kak dulu aku membeli saham tambang emas itu sebanyak tujuh puluh persen , bahkan dulu ayah sempat melarangnya untuk membeli saham tambang itu." Ucap William dengan santai.


" Nanti Kakak akan menghubungi salah satu dari mereka untuk menyampaikan pesan mu kepada mereka, sudah dulu kakak ingin mandi dulu." Ucap Olivia sambil berjalan meninggalkan William.


Kita kembali ke beberapa tahun yang lalu William yang masih berusia sepuluh tahun menemukan enam orang anak yang hampir mati kelaparan, empat diantaranya pria dan dua orang wanita, anak-anak itu ada yang seumuran dengan William dan beberapa diantaranya beda dua tahun dengannya William membawa anak anak itu ke rumah pribadinya dan menyuruh mereka untuk tinggal disini, William juga menyekolahkan mereka dengan baik hingga mereka tumbuh menjadi dewasa.


Setelah William berumur dua puluh tahun ia membangun enam perusahaan yang bergerak di bidang yang berbeda-beda ada di bidang real estate, kontruksi bangunan, entertainment, agen properti, textile industry, dan perusahaan keamanan, setelah perusahaannya berdiri ia menyerahkannya kepada keenam anak itu sebagai wakil CEO nya hanya dalam kurun waktu enam bulan keenam perusahaan ini berjalan dengan baik tidak ada yang tahu siapa CEO dari keenam perusahaan ini, menurut rumor yang beredar pemilik ke-enam perusahaan ini adalah seorang pria tua tetapi ada satu lagi yang mengatakan bahwa pemilik ke-enam perusahaan ini adalah seorang pria muda.

__ADS_1


William dikenal dengan julukan sang pangeran bisnis yang diberikan oleh beberapa keluarga kelas atas tidak ada yang tahu bahwa William adalah pemilik ke-enam perusahaan itu hanya orang orang dekatnya saja yang mengetahui hal ini, enam perusahaan ini bernama perusahaan real estate bernama Sky Corporation dipimpin oleh Ray White, perusahaan konstruksi bangunan Regency Enterprise dipimpin oleh Travis Lane, perusahaan entertainment bernama Platinum entertainment dipimpin oleh Rachel Weisz, perusahaan textile industries bernama Snow industries dipimpin oleh Sahir Khan seorang pria keturunan India dan juga Nordik.


Perusahaan agen properti bernama Emerald Group dipimpin oleh Natalia Trey sedangkan yang terakhir sebuah perusahaan keamanan bernama Red Dragon dipimpin oleh Henry Ford, kekayaan mereka berenam hampir setara dengan keluarga kelas satu kota Adenville diantara keenam perusahaan ini Sky Corporation perusahaan yang paling banyak dibicarakan belakangan ini karena mereka banyak bekerja sama dengan keluarga terkaya di dunia maupun di negara Nordik.


Jika Don Albert sebagai tangan kiri dari William Ray White dianggap sebagai tangan kanannya ia sangat pintar dalam segi bisnis dan juga sistem peretasan walaupun tidak sehebat Peter dalam melakukan hal itu tetapi kemampuannya hampir sama Dengan Peter.


Setelah selesai berbicara dengan kakaknya ia pamit kepada keluarganya yang lainnya setelah selesai ia langsung pergi menuju halaman villa William masuk kedalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan villa mewah miliknya, ketika William telah keluar dari pintu gerbang ia melihat sebuah mobil Toyota Alphard berwarna hitam memasuki villa miliknya karena ia harus pulang ia pun melajukan mobilnya, sementara di Neptunus aula para pelayan milik empat keluarga sedang sibuk mendekor bagian dalam gedung itu sebuah karpet merah di gelar di setiap lantai aula bahkan setiap tiang dihiasi dengan pita berwarna emas seorang pemuda sedang berdiri memantau pekerjaan mereka.


Ia adalah salah satu anak muda dari keluarga Mose ia bernama Seon Mose keponakan dari kepala keluarga Mose dari wajahnya anak ini sangat sombong dan angkuh selain Seon ada juga tiga dua pemuda lainnya, mereka sama seperti Seon mereka juga generasi muda dari dua keluarga lainnya Waren Green, dan juga Glenn Morningstar putra dari kepala keluarga Morningstar, keluarga Morningstar berada diurutan kedua dalam bisnis barang antik hal ini yang membuat Glenn sangat arogan kepada siapa saja termasuk kepada Seon dan Waren.


Saat mereka bertiga sedang sibuk mengawasi pekerja seorang pemuda dengan jas berwarna merah tua datang menghampiri mereka pemuda ini seumuran dengan mereka, pemuda ini memiliki tubuh yang tinggi dan kurus dan kulit putih bersih ia memiliki lesung pipi diwajahnya dan mata berwarna hitam pekat ia berjalan menghampiri Glenn dan yang lainnya, Glenn dan teman temannya yang melihat pemuda ini segera berjalan menghampirinya dan langsung menyapanya.


" Selamat sore tuan Muda Duarte, apa ada yang bisa kami bantu." Ucap mereka bertiga secara bersamaan.


" Tidak perlu aku kemari untuk mengantikan ayah dan juga kakakku untuk mengecek semuanya." Jawab Duarte dengan tersenyum.


Pemuda ini bernama Duarte Lington anak angkat dari Digo Lington Duarte mempunyai enam KTV di kota berilon selain itu ia juga orang yang dipercaya Digo untuk mengecek setiap barang antik yang akan datang dari luar negeri maupun yang akan dikirim ke berbagai tempat, walaupun ia cuma anak angkat tetapi Digo dan keluarga Lington tidak pernah membedakannya dengan anak mereka yang lainnya Duarte juga dipercaya sebagai ajudan pribadi milik kakak perempuannya


" Tuan muda Duarte baru saja saya memesan sebuah Wine kualitas premium dari heaven springs, apakah anda mau menikmatinya bersama kami." Ucap Seon dengan tersenyum.


" Baiklah aku akan minum bersama kalian." Jawab Duarte dengan tersenyum.


Sementara di villa mewah milik William mobil Toyota Alphard yang tadi sempat dilihat oleh William telah sampai di halaman villa seorang pria turun dan membukakan pintu penumpang seorang wanita turun dari mobilnya dan ternyata itu adalah Amanda, Amanda kemari untuk bertemu dengan Sebastian dan istrinya Camellia ia diundang oleh Sebastian untuk makan malam bersama dengan seluruh keluarga Alexander selain itu ia ingin bekerjasama dengan Olivia untuk menjadi brand ambassador untuk produk kecantikan milik keluarga.


" Terimakasih aku ingin masuk kau boleh pulang sekarang juga." Ucap Amanda dengan tersenyum.


" Apakah anda yakin nona muda, tuan besar Lewis menyuruh saya untuk selalu bersama anda." Ucap sopir Amanda dengan tersenyum.


" Kau tenang saja kakekku tidak akan memarahi anda jika anda memberi tahu kepadanya bahwa aku sedang makan malam bersama keluarga Alexander." Jawab Amanda dengan tersenyum..


" Baik nona saya izin pulang." Ucap sopir Amanda dengan hormat.


Setelah sopirnya pergi meninggalkan villa Keluarga Alexander Amanda berjalan menuju pintu villa yang sangat besar pintu itu terbuat dari kayu Lexington legacy yang sangat mahal dan juga mewah, Amanda menekan bel yang ada di sebelah kiri pintu tidak sampai lima menit seorang pelayan datang membukakan pelayan itu seorang wanita muda ia sangat cantik dan juga ramah.


" Apakah paman Sebastian dan juga bibi Camellia ada." Tanya Amanda dengan tersenyum.


" Apakah anda nona muda dari keluarga Lewis tuan Sebastian sudah memberi tahu kami bahwa Anda akan datang, silahkan masuk nona Lewis." Ucap pelayan dengan nada yang sangat ramah.


" Terimakasih." Jawab Amanda dan langsung masuk kedalam.


Sementara di Phoenix comporation Quinton, Peter, dan juga Clara sedang bersiap untuk pulang sedangkan Andy dan yang lainnya mereka telah pulang deluan, Peter menyuruh mereka berdua pulang terlebih dahulu karena ia harus pergi menemui William ia ingin menyerahkan data kebusukan perusahaan keluarga Jean, Quinton dan Clara pulang bersama sedangkan Peter ia langsung pergi menuju tempat William.

__ADS_1


__ADS_2