
Richard menghubungi manajernya dan langsung menyuruh mereka menyiapkan ruangan diamond, setelah itu ia memberi tahu kepada Zayn Malik bahwa ia sudah memesannya, Zayn juga mengajak Shane Filan, dan empat raja dunia bawah ia juga mengajak William tetapi William menolaknya karena ia harus menjaga ayah mertuanya, mereka semua langsung meninggalkan William sebelum mereka pergi William menyuruh Pablo untuk mencari pemimpin gangster yang telah menculik Jasmine dan Stefan.
" ada apa tuan muda." tanya Pablo dengan hormat.
" Pablo aku ingin kau mencari orang yang telah menculik adik ipar ku, bawah mereka ke pertenakan serigala milik Richard." jawab William dengan dingin.
" baik tuan muda aku akan mencari orang itu sampai ketemu." jawab Pablo dengan senang.
" sebaiknya kau suruh anak buah mu, kau pergilah makan bersama mereka." ucap William sambil menepuk pundaknya.
" baik tuan kalau begitu saya pamit dulu." jawab Pablo dengan hormat.
setelah itu ia pergi menyusul mereka sedangkan William ia pergi ke depan rumah sakit untuk merokok, ia sudah meminta suster untuk menjaga ayahnya sebentar, saat sedang merokok ia mengirim pesan ke pada Quinton, Clara, dan juga Peter untuk bergabung bersama Zayn Malik di restoran milik Richard ia juga menghubungi Andy untuk mengajak teman-teman nya untuk kesana, karena semenjak mereka ada disini William tidak pernah mengajak mereka pergi bersama.
setelah selesai merokok William kembali ke ruangan Jacob di rawat, ia mendapati perawat sedang menyiapkan makanan untuk Jacob, setelah selesai menyiapkan makanan suster pamit untuk kembali bekerja, William melepas jas dan dasi nya ia langsung berbaring di sofa saat ini jam menunjukkan pukul setengah delapan malam, karena Marasa terlalu capek William tertidur sebentar hingga suara gelas jatuh membangunkannya, ternyata Jacob berusaha mengambil gelas ia tidak ingin membangunkan William yang sedang tertidur pulas.
William yang melihat Jacob langsung berdiri dan memanggil suster membawakan kembali air minum, suster datang membawa air minum dan langsung kembali bekerja, William segera membantu Jacob untuk bangun dari tempat tidur untuk minum setelah selesai meminum air Jacob kembali berbaring di tempat tidur dan langsung meneteskan air mata.
" maafkan ayah nak ayah sudah mengacaukan apa yang telah kau perbuat untuk kita, jika saja ayah bisa melawan mereka ini semua tidak akan terjadi kepada kita." ucap Jacob dengan sedih.
" ini semua bukan salah ayah jika saja aku pergi bersama kalian mungkin aku bisa membantu Kalian." ucap William dengan santai.
" sekarang kita tidak memiliki apa-apa, ayahku mengusir ku dari keluarga bahkan mereka juga mengambil apa yang menjadi milik Chelsea." ucap Jacob dengan sedih .
" ayah tenang saja mulai sekarang aku akan menjadi kan kalian orang yang paling disegani di kota ini, Keluarga wilson pasti akan datang kepada kalian untuk memohon ampun kepada kita." ucap William dengan tersenyum.
Jacob yang mendengar perkataan William merasa bahwa William tidak main-main dengan itu, tanpa sadar ia langsung bertanya kepada William.
" William bagaimana kau akan melakukan itu." tanya Jacob dengan serius.
William langsung menuju jendela ia merasa kalau Jacob bisa menjaga rahasia ini, William menarik nafas panjang dan langsung berkata kepada Jacob.
" ayah apakah ayah bisa menjaga rahasia ini." ucap William dengan serius.
" memangnya apa yang ingin kau beri tahu kepada ayah." tanya Jacob dengan penasaran.
" aku ingin ayah berjanji dulu kepada ku." jawab William dengan serius.
" baiklah ayah berjanji akan menjaga rahasia mu." jawab Jacob dengan yakin.
" sebenarnya aku adalah tuan muda Keluarga Alexander, sedangkan Phoenix comporation itu adalah perusahaan ku." jawab William dengan serius.
Jacob yang mendengar ini menjadi kaget dengan apa yang William katakan, jika ia mendengar dari nada bicara William ia sedang tidak bercanda, Jacob langsung bertanya kepada William.
" William apa kau serius dengan perkataan mu Barusan, Jika kau tuan muda Alexander terus orang yang bernama Quinton Alexander itu siapa." tanya Jacob dengan tegas.
" ayahku Wayne Alexander kepala keluarga Alexander saat ini, memiliki seorang adik yaitu Billy Alexander Quinton adalah anak dari pamanku, ia adalah adik sepupu ku, dulu ketika aku mengalami kecelakaan dan dikira meninggal oleh mereka menyerahkan gelar tuan muda kepadanya, tetapi ketika mereka mengetahui aku masih hidup mereka menyerahkan kembali itu kepadaku, aku tidak bercanda dengan ucapan ku ayah." jawab William dengan serius.
" kau benar ayah pernah membaca berita tentang kecelakaan putra Wayne Alexander, seluruh saluran TV menayangkan berita itu, terus selama ini kau yang membantu Chelsea untuk mendapatkan kerja sama itu, ayah tidak sangka ternyata aku memiliki menantu hebat." ucap Jacob sambil tertawa.
__ADS_1
" ayah aku ingin ayah merahasiakan ini kepada Chelsea dan ibu." kata William dengan tersenyum.
" kau tenang saja ayah pasti menjaga rahasia mu." ucap Jacob dengan tegas.
William merasa lega ternyata ayah mertuanya bisa menjaga rahasia, saat sedang memandang indah nya kota berilon di malam hari, pertanyaan Jacob membuat William kaget.
" terus kapan kau akan merahasiakan identitas mu." tanya Jacob dengan serius.
" tunggu sampai saatnya aku akan memberi tahu nya tentang ini, dan tunggu juga sampai Keluarga wilson Sadar bahwa orang yang mereka anggap tidak berguna adalah orang yang bisa menghancurkan mereka." jawab William dengan dingin.
" jika itu keinginan mu ayah bisa berbuat apa." jawab Jacob dengan sedikit khawatir, biarpun bagaimana Markus tetap ayahnya dan juga itu masih keluarganya.
tanpa di duga Erina beserta anak-anaknya masuk kedalam dan langsung memeluk Jacob, mereka merasa khawatir dengan kondisi Jacob tetapi ketika melihat Jacob yang sudah sadar mereka merasa lega.
" sayang apa kau baik-baik saja." tanya Erina dengan khawatir.
" aku baik baik saja sayang untung saja William di sini menemani ku." Jawab Jacob dengan tersenyum.
sedangkan William ia merasa khawatir kalau Chelsea mengetahui identitas nya, ia segera bertanya kepada Chelsea." sayang apa Kalian sudah lama sampai di sini." tanya William dengan santai.
" sebenarnya kami sudah dari tadi berada di ruang UGD karena beberapa suster yang tadi siang sudah pulang, sedangkan yang didepan mereka baru datang tadi jam tujuh." jawab Chelsea dengan senang ayahnya sudah sadar.
William langsung lega dengan jawaban Chelsea, Erina menyuruh William untuk mandi karena ia menyuruh Chelsea untuk membawakan baju ganti untuk suaminya, setelah selesai mandi Erina sudah menyiapkan makanan untuk William William langsung makan dengan lahap karena dari tadi ia belum mengisi perut nya, setelah selesai makan ia pamit untuk keluar sebentar Chelsea pun mengantar nya sampai di depan pintu.
" sayang apa kita tidak apa apa menggunakan fasilitas kantor mu begitu saja." tanya Chelsea dengan khawatir.
" tidak apa-apa kau tenang saja temanku adalah orang baik." jawab William sambil mencium istrinya.
" baiklah, kau tidak perlu mengantarku sampai di depan rumah sakit cukup di sini saja." ucap William dengan tersenyum.
setelah itu William pergi meninggalkan rumah sakit ia menghubungi Richard apakah mereka masih di sana jika ia ingin kesana untuk minum beberapa botol anggur, ternyata ia mereka masih disana, William langsung masuk ke dalam mobil dan langsung pergi menuju imperial springs, Karena jarak rumah sakit dan imperial springs tidak terlalu jauh, William sampai di sana dengan cepat, ia langsung pergi menuju ke dalam, saat hendak menuju ruang diamond seorang pria gemuk menggunakan jas menghadang William.
" hey apa kau tidak tahu kalau di dalam adalah ruang diamond." ucap pria itu sambil memandang rendah William, ia memandang rendah William karena William tidak memakai satu pun barang mahal.
" justru aku tahu kalau itu adalah ruang diamond, aku memang mau kesana untuk bertemu seseorang." jawab William dengan acuh tak acuh
" kau pikir kau bisa membodohi ku." ucap pria itu dengan sombong.
" kau pikir aku tukang bohong, aku memang sudah membuat janji dengan seseorang di dalam." jawab William dengan santai.
" sebaiknya kau pergi atau aku akan memanggil penjaga untuk mematahkan kakimu." ucap pria itu dengan marah.
" tetapi maaf aku sedang terburu-buru." ucap William mencoba meninggalkan Pria itu.
pria itu menjadi semakin marah ia segera memanggil penjaga di depan untuk menangkap William, beberapa Pria datang mengepung William salah satu dari mereka segera berkata.
" manajer Becky apa yang sedang terjadi." tanya pria itu dengan sopan.
" baguslah kau ada disini orang ini mencoba masuk ke dalam ruang diamond, aku ingin kau membawanya pergi dari sini." ucap Becky dengan sombong.
__ADS_1
pria itu adalah Nicky Ton kepala keamanan di imperial springs, ia langsung memerintahkan anak buahnya untuk menangkap William dan menyeretnya keluar dari sini.
" jadi kau seorang manajer pantas saja kau bersikap sombong, sebaiknya kau minta maaf kepada ku atau aku akan membuat mu menderita selama sisa hidup mu." ucap William sambil mengeluarkan handphone nya.
seketika mereka semua tertawa mendengar ucapan William, hanya Nicky saja yang diam mendengar ucapan William.
" kau pikir kau bisa mengancam ku apa kau tidak tahu aku adalah orang kepercayaan tuan Richard untuk mengelola restorannya, apa kau tahu bos ku tidak aku orang bodoh sepertimu tidak tahu siapa bos ku, biar ku beri tahu bos ku adalah pemimpin dari empat raja dunia bawah." ucap Becky dengan semakin sombong.
William langsung menghubungi Richard" sebaiknya kau tidak menyesal dengan pilihan mu, halo aku beri waktu lima menit untuk mu datang ke depan, saat ini aku sedang di tahan oleh anak buah mu." ucap William dengan dingin.
" hi kau pikir dengan berpura-pura menelpon seseorang seperti itu aku akan takut padamu." ucap Becky dengan jijik.
Richard yang mendengar nada bicara William langsung menjadi ketakutan dan marah, Bellamy, Jhon, dan juga Pablo yang ada di dekatnya menjadi kaget dengan ekspresi wajah Richard, tidak seperti biasanya Richard seperti ini Pablo yang penasaran langsung bertanya.
" ada apa bro mengapa wajah mu menjadi seperti ini." tanya Pablo dengan penasaran.
Richard tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan mereka, saat ini ia takut William akan membunuhnya, ia juga lupa mengapa ia tidak menunggu William di depan, Richard berlari dengan terburu-buru semua orang yang menyaksikan itu langsung kaget tidak biasanya Richard yang di kenal dingin kepada orang lain bisa menjadi ketakutan seperti ini, Jhon yang penasaran mengikuti Richard ia takut terjadi apa-apa dengan kakak angkat nya itu.
Jhon adalah anak yang hidup seorang diri dari kecil ia sudah merasakan kejamnya dunia bawah, ketika dia berumur tiga belas tahun Richard menemukan nya di bawah jembatan kota berilon, Richard yang saat itu berusia lima belas tahun mengajaknya untuk tinggal bersama, Richard juga sama dari kecil ia tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua, ia di angkat menjadi anak oleh salah satu pemimpin dunia bawah kota berilon, dan di ajari cara bertahan hidup.
di depan para keamanan mencoba menyeret William keluar mereka menggunakan baton stik, tetapi ketika mereka ingin menyerang William Sebuah suara keras menghentikan mereka, itu adalah Richard dan juga Jhon Hart, Becky yang melihat Richard langsung menghampiri nya dan langsung berkata.
" bos orang ini mencoba masuk dan ingin mengacaukan acara di dalam." ucap Becky dengan tersenyum.
tetapi Richard hanya menghiraukan nya dan langsung pergi menuju William Richard dan Jhon langsung berlutut dengan hormat, tetapi William memberi kode agar identitas nya tetap aman, Richard dan Jhon langsung sadar dan langsung berdiri Richard langsung memandang bawahan nya dengan dingin dan sambil berkata.
" siapa yang berani menyentuh tamuku." tanya Richard dengan serius.
seketika para keamanan memandang Becky dengan melotot, mereka tidak sangka bahwa Becky hampir saja membawa mereka menuju kematian, Jhon dan Richard yang melihat mereka langsung menatap dingin kepada Becky, Jhon langsung maju dan langsung menampar nya.
" brengsek berani nya kau ingin mengusir tamu kakakku, apa kau pikir karena jabatan mu sebagai manajer kau bisa mengusir pengunjung yang menurut mu tidak memiliki uang." ucap Jhon dengan marah.
Richard maju dan langsung menendang nya hingga mengeluarkan seonggok darah, Richard berkata dengan nada dingin kepada nya" sejak kapan kau yang membuat aturan disini, sudah aku bilang kepada kalian siapapun yang datang layani mereka dengan baik." ucap Richard dengan marah.
" bos aku pikir kau salah orang dia hanya seorang pengemis mengapa kau memperlakukan nya seperti raja." ucap Becky sambil menangis.
" kau pikir aku sudah rabun sehingga tidak bisa melihat dengan jelas, dia adalah William tamu yang aku undang, mulai hari ini kau aku pecat jangan pernah tunjukkan wajah mu didepan ku lagi, jika aku melihat wajah mu di tempat manapun aku akan membunuhmu." ucap Richard dengan serius
" Richard aku rasa hukuman itu masih terlalu ringan." ucap William dengan dingin.
" tuan William benar jadi apa yang tuan ingin berikan kepada sampah ini." tanya Richard dengan hormat.
" jika kau hanya memecat nya ia akan mencari pekerjaan di tempat lain, aku ingin kau membuat satu kakinya menjadi pincang selama nya setelah itu buang dia di gunung terjauh dari kota bukan hanya terjauh cari juga gunung yang belum pernah dikunjungi oleh wisatawan dan juga para pendaki, jika dia berani meninggalkan gunung buatkan daftar hitam dunia bawah taruh kepalanya seharga 100 juta dolar." ucap William dengan dingin.
" tuan muda sangat pintar tenang saja kak biar aku yang mengurus orang ini, aku juga akan mencari gunung yang banyak di tinggali binatang buas." ucap Jhon dengan tersenyum.
" baiklah Jhon aku serahkan padamu, tuan bagaimana dengan mereka." tanya Richard dengan menatap penjaga nya dengan dingin.
" biarkan mereka aku rasa mereka terpaksa melakukan ini, naikkan gaji mereka dan berikan mereka tunjangan, terutama dia." ucap William dengan tersenyum.
__ADS_1
orang yang William maksud Nicky walaupun ia sempat meremehkan William tetapi William tetap membela nya didepan bos nya, Nicky segera berlutut dan langsung meminta maaf kepada William, tetapi William hanya tersenyum dan meninggalkan nya di belakang..