TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
ANCAMAN WILLIAM


__ADS_3

beberapa saat kemudian dokter keluar dari UGD William langsung berdiri dan langsung menanyakan kondisi Jacob, Chelsea Erina, dan juga Jasmine mereka juga bertanya hal yang sama, tetapi dokter menjelaskan bahwa Jacob sedang membutuhkan darah secepatnya.


" bagaimana kondisi ayah mertuaku, dia baik-baik saja kan." ucap William dengan panik.


" maaf tuan tuan Jacob sedang membutuhkan darah secepatnya, golongan darah tuan Jacob sangat langka golongan darah nya adalah O-." ucap dokter dengan serius.


Erina tahu kalau darah Jacob sangat langka, Chelsea dan Jasmine memiliki darah yang sama dengan ibunya yaitu darah AB+, sedangkan Stefan ia memiliki darah yang sama dengan Jacob, tetapi ia baru berusia sembilan tahun dokter tidak bisa membiarkan Stefan mendonorkan darah nya, William mempunyai darah A- ia tidak bisa mendonorkan darah nya, William segera berjalan meninggalkan mereka ia mengeluarkan handphone nya dan menelpon Richard.


" halo Richard aku ingin kau mencari orang yang memiliki darah O-, saat ini ayah mertua ku sedang membutuhkan darah, aku ingin kau mencari nya secepatnya." ucap William dengan dingin.


" baiklah tuan muda." ucap Richard dengan serius.


setelah itu William kembali ke tempat mereka, Richard yang masih berada di pembukaan pusat pembelanjaan dan taman hiburan milik William langsung memberi tahu yang lainnya, Clara yang mendengar ini langsung menyuruh mereka pergi kesana, kebetulan sekali Clara, dan Graham memiliki darah O, tanpa basa basi Richard langsung menghubungi William.


" halo tuan muda Nyonya Clara memiliki darah O, dan tuan Malik kedua juga memiliki darah yang sama." ucap Richard dengan serius.


" baiklah bawa mereka kemari." ucap William dengan dingin.


setelah itu mereka semua langsung pergi menuju rumah sakit, bahkan Jhonatan dan juga Don Lee juga ikut, saat sedang memikirkan kondisi suaminya handphone Erina berdering itu adalah panggilan dari tetangga nya Erina langsung mengangkat telepon.


" halo nyonya Wilson rumah anda telah terbakar habis, semua harta benda tidak ada yang tersisa." ucap wanita itu dengan kasihan.


seketika Erina pun langsung lemas, ia hampir saja pingsan mendengar kabar ini, untung saja William langsung menahan ibu mertuanya dengan cepat, Chelsea yang melihat ibunya langsung bertanya.


" ibu ada apa mengapa ibu menjadi shock ketika menerima telepon." tanya Chelsea dengan penasaran.


" rumah kita kebakaran." ucap Erina dengan meneteskan air mata.


William mendengar ini langsung merasa ada sesuatu yang aneh, ia rasa ini semua perbuatan mereka William langsung pergi tetapi Chelsea dan Erina menahannya.


" William hentikan, kita tidak bisa berbuat apa-apa." ucap Erina dengan memohon.


" ibu benar sayang aku tahu kau pasti marah dengan mereka, tetapi kita tidak bisa berbuat hal yang sama dengan mereka." ucap Chelsea meyakinkan William.


" ini pasti perbuatan mereka." ucap William dalam hati.


beberapa saat kemudian Richard dan yang lainnya datang, Chelsea kaget mengapa orang orang ini ada disini, Richard langsung menghampiri William, ia berkata sesuatu kepada William dengan berbisik.


" tuan muda baru saja anak buah ku melaporkan bahwa rumah anda telah dibakar seseorang." ucap Richard dengan serius.


William memberikan kode kepada Richard agar mengikuti Nya ke belakang." aku tahu ini pasti perbuatan mereka, Richard cari hotel terdekat dan bawa adik ipar ku kesana." kata William dengan dingin.


" baik tuan muda , kebetulan aku memiliki sebuah apartemen di dekat sini, aku akan mengantarkan Adik ipar mu kesana." ucap Richard dengan tegas.


beberapa saat kemudian Quinton dan yang lainnya menyusul mereka berdua, Clara langsung bertanya kepada William apa yang terjadi mengapa ayah mertua nya bisa masuk rumah sakit.


" ayah mertuaku di pukuli oleh keluarga wilson, bahkan mereka mengambil saham kerja sama dengan kita bukan hanya itu mereka juga mengusir kami dari keluarga wilson." ucap William sambil bersandar di dinding.


Quinton dan Peter yang mendengar ini langsung menjadi marah apa lagi ketika William memberi tahu bahwa ia dan Chelsea di usir dari keluarga wilson, tetapi William langsung menghentikan mereka, William menyuruh Clara untuk pergi keruang transfusi darah, ia menyuruh Peter menemani Clara, beberapa saat kemudian Graham dan salah satu putra nya datang dan langsung pergi mengikuti Peter ke tempat transfusi darah, William kembali ke tempat Chelsea dan ibu mertuanya berada keadaan mereka sangat memprihatikan apalagi Jasmine ia seperti trauma dengan kejadian barusan.


" sayang, ibu sebaiknya kalian pulang dan beristirahat biarkan aku yang menjaga ayah disini, jika ayah sudah sadar aku akan menjemput kalian kembali." ucap William dengan tersenyum pahit.


" kita mau pulang ke mana nak, rumah kita sudah habis terbakar." ucap Erina dengan sedih.

__ADS_1


" ibu tenang saja untuk sementara kalian akan tinggal di apartemen kantor, aku sudah meminta izin kepada temanku untuk meminjam fasilitas kantor." ucap William mencoba meyakinkan mereka.


" aku tidak ingin pergi aku ingin menunggu ayah sampai Sadar." ucap Chelsea dengan sedih.


" kau harus pergi biarpun bagaimana Jasmine membutuhkan mu, saat ini ia masih trauma dengan kejadian barusan, sedangkan Stefan ia pasti kelelahan." ucap William sambil mengelus kepala


Chelsea.


Chelsea merasa perkataan William benar jadi ia hanya bisa mengikuti kemauan suaminya, Chelsea mengajak mereka pergi sedangkan William ia tetap berada disana untuk memastikan ayah mertua nya baik-baik saja, Richard mengawal mereka pergi ke apartemen miliknya, William tidak ingin terjadi kejadian yang sama seperti barusan, beberapa saat kemudian Clara dan yang lainnya kembali, di belakang mereka ada seorang dokter yang menangani Jacob.


" bagaimana kondisi ayah mertuaku, apakah darah nya cukup." tanya William dengan panik.


" saat ini cukup tetapi untuk berjaga jaga kami masih membutuhkan lima kantong darah untuk terjadi hal yang tidak diinginkan." ucap dokter dengan serius.


" baguslah baiklah aku akan menyiapkannya secepatnya." ucap William dengan lega.


dokter pamit untuk memeriksa keadaan Jacob , sedangkan William ia menghubungi Freddy untuk mencari orang yang memiliki darah O- ia juga menghubungi Frank agar mencarinya juga, beberapa saat kemudian Richard, Bellamy, dan juga Jhon Hart datang menemui William sedangkan Pablo ia harus mengawal Jhonatan selama berada di kota berilon.


" Bellamy aku ingin kau menemani Clara untuk pergi mencari pakaian untuk istri dan keluarga nya, Quinton kau kembali ke kantor, sedangkan Peter aku ingin kalian mencari tahu tentang keluarga Smith aku penasaran siapa yang mendukung mereka, Jhon aku ingin kau berjaga disini jika terjadi sesuatu hubungi aku." ucap William dengan tegas.


" baik kak." ucap Quinton, Peter, dan Clara secara bersamaan.


"aku ingin kau pergi mengambil mobilku di Heaven theme park." ucap William dengan dingin.


" baik tuan." jawab Richard dengan hormat.


setelah itu mereka semua pergi meninggalkan rumah sakit di sana hanya tersisa Jhon Hart bersama beberapa anak buahnya, William sedang menuju rumah mereka sesampainya di sana William langsung mengecek beberapa CC TV di dekat rumah mereka, terlihat beberapa orang menggunakan masker, William memperhatikan salah satu dari mereka William mengenal orang ini yaitu derryl.


" ternyata benar ini perbuatan kalian." ucap William dalam hati.


" Markus Wilson keluar kau beraninya kau membakar rumah ayah mertuaku." ucap William dengan marah.


Markus dan yang lainnya mendengar suara William langsung menjadi marah dan segera menghampiri William, mereka semua berkumpul ingin sekali membunuh William.


" William jaga ucapan mu berani nya kau memanggil kakek dengan namanya." ucap Angela dengan sombong.


" dimana kakek mu, jangan pikir aku tidak berani membunuh kalian semua." ucap William dengan dingin.


" William mengapa kau kemari apa tidak jelas dengan ucapan ku barusan kalian bukan keluarga ku lagi." ucap Markus dengan marah.


William maju dan langsung menarik kerah baju kakek wilson hingga semua orang terkejut, mereka seperti melihat orang lain dalam tubuh William, mereka tidak menyangka bahwa orang yang selama ini diam ketika mereka rendah kan sekarang menjadi pemberani seperti ini, derryl maju dan langsung menarik tangan William tetapi William langsung menatap nya dengan dingin, hingga derryl langsung menjadi takut.


" kakek wilson aku akan memberi Keluarga mu satu kesempatan, siapapun disini yang mempunyai darah O- pergi ke rumah sakit dan donorkan darah kepada ayah mertuaku, jika tidak aku pastikan dalam tiga hari kalian semua akan berlutut di depan ayah mertuaku dan juga istriku." ucap William dengan tegas.


" kau pikir kau siapa, kau pikir kau orang yang paling berpengaruh di kota ini." ucap Angela dengan sombong.


semua anggota keluarga lain ikut menghina William, tetapi William menatap mereka semua dengan mata yang haus akan darah, William juga mengancam derryl untuk mengganti rugi atas rumah yang telah dia bakar, tetapi derryl tetap mempertahankan martabat nya, William pergi meninggalkan mereka dan langsung menghubungi Chelsea tetapi handphone Chelsea tidak aktif, ia juga mencoba menghubungi Jasmine tetapi hasilnya sama, ia langsung menghubungi Erina.


" halo Bu bagaimana keadaan kalian." tanya William dengan dingin.


" kami baik baik saja nak, saat ini Chelsea dan yang lainnya sedang tidur, nampaknya mereka masih trauma dengan kejadian barusan." ucap Erina dengan sedih.


" aku mencoba menghubungi Chelsea dan Jasmine tetapi handphone mereka tidak aktif, aku akan menyuruh seseorang untuk membawakan makanan untuk kalian, aku tahu saat ini kalian belum makan dari tadi siang." ucap William dengan sedikit tenang.

__ADS_1


" hp Jasmine di buang oleh orang yang menculik nya, sedangkan hp Jasmine jatuh entah dimana." jawab Erina dengan halus.


saat mereka sedang mengobrol lewat telepon bel pintu apartemen berbunyi, Erina langsung pergi untuk mengecek siapa yang datang, sedangkan William ia khawatir kalau itu adalah suruhan Derryl untuk menyakiti Chelsea dan yang lainnya, William langsung menyuruh Erina untuk melihat lewat monitor, karena pintu apartemen di lengkapi dengan sebuah kamera digital yang terhubung dengan sebuah monitor kecil di samping pintu.


" ibu sebaiknya cek lewat monitor di samping pintu, aku khawatir itu adalah orang suruhan Derryl untuk menyakiti kalian." ucap William dengan dingin.


mendengar ucapan William Erina Hanya mengangguk dan langsung melihat layar monitor, disana terlihat seorang wanita cantik dan juga beberapa pria berbadan besar Erina langsung memberi tahu William" nak didepan ada seseorang wanita dan beberapa pria berbadan besar." ucap Erina dengan takut.


William yang mendengar itu langsung menjadi lega ia tahu itu pasti Clara dan juga Bellamy yang datang membawa pakaian untuk mereka, William langsung memberi tahu William bahwa" ibu mereka adalah teman Chelsea, mereka tadi datang ke rumah sakit untuk menjenguk ayah tetapi karena mereka tidak mendapatkan kalian, aku menyuruh mereka untuk pergi ke apartemen." ucap William dengan santai.


Erina pun langsung membukakan pintu untuk mereka dan langsung menyambut mereka dengan baik, Clara masuk kedalam sedang kan Bellamy ia menunggu di depan pintu bersama anak buahnya, William telah sampai di rumah sakit di sana sudah ada Richard yang menunggu nya, william mengembalikan kunci mobil yang telah dia pakai untuk pergi menyelamatkan Chelsea dan keluarga nya kepada Richard.


" ini kunci mobil mu, maaf aku merusak nya ketika menyelamatkan istriku." ucap William dengan tersenyum.


" tidak apa-apa tuan muda, aku masih mempunyai beberapa mobil di rumah." ucap Richard dengan tersenyum.


" kalau begitu terimakasih Richard atas bantuan mu." jawab William dengan tulus.


Richard memanggil anak buahnya untuk membawa mobil nya ke bengkel untuk di perbaiki, sebenarnya mobil nya tidak terlalu rusak parah hanya bagian depan saja yang lecet karena di gunakan William untuk menabrak pagar rumah keluarga Wilson, mereka berdua kembali ke UGD, sesampainya di sana Jhon Hart, beberapa keluarga Malik, dan juga Paman Jhonatan dan Don Lee, Jhon langsung menghampiri William.


" tuan muda ayah mertua Anda sudah sadar, saat ini dokter sedang mencari anda untuk meminta persetujuan untuk memindahkan keruang rawat inap." ucap Jhon dengan tersenyum.


" baiklah kalian tunggu di sini aku akan pergi menemui dokter." ucap William dengan tersenyum.


William masuk kedalam ia mendapati Jacob sedang tertidur pulas, sedangkan dokter masih memeriksa seluruh tubuh nya " bagaimana kondisi ayah mertuaku." ucap William dengan pelan.


" dia baik-baik saja tuan, apakah anda Keluarga nya, kami memerlukan anda untuk meminta izin memindahkan pasien ke ruang rawat inap." ucap dokter dengan tersenyum.


" baiklah apakah aku bisa membayar biaya perawatan sekarang." tanya William dengan tersenyum.


" tidak perlu tuan, tuan Filan sudah membayar seluruh biaya perawatan ayah mertua Anda, jadi kami hanya menunggu anda untuk meminta persetujuan." ucap dokter dengan hormat." ucap dokter dengan tersenyum.


setelah itu Jacob langsung dipindahkan ke ruangan VVIP, ruangan ini sangat besar ada beberapa fasilitas di dalam nya, seperti TV lcd ukuran besar, kulkas besar, AC, dan sofa mewah, setelah itu William keluar untuk menemui yang lainnya, di depan sudah ada Shane Filan, Graham Malik beserta putra nya, Zayn Malik, Richard Marx, Bellamy, Jhon, Pablo, dan juga Jhonatan Taylor, dan juga Don Lee.


" tuan Filan Anda tidak perlu repot-repot menyiapkan semua ini." ucap William dengan tersenyum.


" tuan muda saya tidak merasa direpotkan sama sekali, kebetulan rumah sakit ini adalah milik keluarga Filan, jadi anggap saja ini sebagai hadiah dari saya." ucap Shane Filan dengan tersenyum.


" terimakasih tuan Filan." jawab William dengan tersenyum.


" tuan muda pekenalkan ini anak saya Kenny Malik." ucap Graham Dengan tersenyum.


" senang bertemu dengan mu tuan muda Kenny." ucap William dengan santai.


" sama-sama tuan muda aku juga merasa terhormat bisa bertemu dengan mu." jawab Kenny dengan tersenyum.


" tuan Jhonatan apa tuan bersedia makan malam bersama kami." ucap Zayn Malik dengan hormat.


" kebetulan saat ini aku belum makan baiklah aku akan menerimanya." ucap Jhonatan dengan tersenyum.


" Richard apa aku bisa memesan ruang diamond di imperial Springs." ucap Zayn dengan baik.


" baik tuan Malik aku akan meminta manajer ku untuk menyiapkan tempat untuk kalian." ucap Richard dengan hormat.

__ADS_1


imperial Springs adalah restoran milik Richard itu adalah salah satu restoran terbaik di kota berilon, dulu William dan keluarga istrinya pernah makan disana tetapi mereka hanya bisa menikmati makanan di lantai satu, restoran ini memiliki Lima lantai setiap lantai memiliki asies khusus, untuk lantai satu di buka untuk umum, sedangkan untuk lantai dua di untuk member kelas silver, untuk lantai tiga untuk member gold, untuk lantai empat untuk member platinum, dan untuk lantai terakhir untuk member diamond, untuk member diamond tidak sembarang orang yang bisa memesan nya karena ini untuk beberapa keluarga kelas atas, di kota berilon hanya empat Keluarga kelas atas dan tiga raja dunia bawah yang memiliki Askes untuk makan di ruangan ini.


__ADS_2