
Di Phoenix comporation di sebuah ruangan tunggu Quinton sedang duduk di sebuah sofa di depannya ada Elvin yang sedang menunggu William di belakangnya ada beberapa orang kepercayaan milik Adrian yang ditugaskan untuk menjaga Elvin selama di Beliron, Quinton memang tidak mengenal Elvin karena ini adalah pertemuan kedua mereka suasana dalam ruangan menjadi canggung hingga kedatangan Aurora membuat suasana kembali tenang Aurora berjalan menuju Quinton dan langsung duduk di sebelah Quinton.
" Maaf tuan bisa kami tahu siapa nama anda karena CEO tidak ingin bertemu dengan sembarang orang ia tidak ingin identitasnya diketahui oleh orang lain kecuali keluarga dan juga kerabatnya." Ucap Aurora dengan tersenyum.
Elvin yang mendengar penjelasan Aurora langsung memberi tahu namanya sambil memandang jam Richard Mille miliknya.
" Beritahu kepada CEO kalian aku adalah sepupunya dari Amerika ia pasti tahu siapa namaku." Ucap Elvin Tersenyum sambil menatap Aurora dan juga Quinton.
Quinton yang sedari tadi diam segera angkat bicara." Baiklah biar aku yang menghubungi CEO tetapi jika kakakku tidak mengenalmu maka aku akan menendang kalian semua dari sini." Ucap Quinton dengan dingin sambil mengeluarkan handphonenya.
William yang sudah setengah perjalanan menuju apartemen melihat handphonenya menyala ia melihat nama Quinton dan langsung mengangkat telepon.
" Halo bos ada apa." Jawab Quinton dengan tersenyum.
Quinton yang mengerti dengan maksud kakaknya langsung berkata kepada William.
" Kak kata orang ini ia adalah sepupumu dari Amerika bahkan ia juga mengatakan kau pasti tahu siapa dia." Ucap Quinton dengan dingin.
William terkejut mendengar perkataan Quinton ia langsung turun dari mobil dan langsung pergi menuju depan mobil, setelah sampai sorot matanya langsung menjadi dingin bahkan ekspresi wajahnya juga berubah menjadi dingin bagaikan iblis.
" Elvin untuk apa ia kesini katakan kepadanya, aku akan menemuinya bawah ia ke ruangan ku." Ucap William dengan dingin.
" Kak apa ia Elvin anak dari pamanmu Adrian Taylor, aku tidak menyangka dia sudah berubah ." Ucap Quinton dengan terkejut.
" Kau benar hati-hati dengannya ia bukan orang yang bisa dianggap remeh." Ucap William dengan dingin.
" Baik kak." Jawab Quinton dengan dingin.
Setelah menutup panggilannya ia kembali kedalam mobil setelah itu ia langsung menancap gas menuju apartemen Quinton yang telah selesai menghubungi William langsung menyuruh Aurora.
"Bawah dia keruangan kak William dia adalah Elvin Taylor adik sepupu dari CEO." Ucap Quinton dengan tersenyum.
" Baik tuan Quinton, tuan Elvin silahkan ikuti saya." Ucap Aurora dengan hormat.
Sementara di China Adrian sedang menuju ke Taylor Group ia berniat ingin memulai perang dengan Jhonatan ia rasa ini sudah waktunya untuk merebut aset keluarga Taylor, sementara di Taylor Group Jhonatan sedang berada di ruangannya disana juga ada Don Lee, Zang jiangwu, Zeki, dan kedua adiknya mereka sedang membicarakan tentang rencana Adrian, tidak lama kemudian Adrian sampai di depan Taylor Group ia dan juga Law masuk kedalam dan langsung pergi menuju lift setelah sampai di lantai yang mereka tuju mereka langsung pergi menuju ruangan Jhonatan.
Adrian memasang ekspresi wajah yang sangat dingin dan juga sorot mata yang sangat tajam dan juga dingin semua orang yang melihatnya langsung memberi hormat kepadanya, ia sampai di depan ruangan Jhonatan dan langsung mengetuk pintu ruangan itu Jhonatan yang tidak mengetahui kedatangannya langsung menyuruhnya masuk.
Adrian dan juga Law masuk kedalam ruangan seketika semua orang yang ada disana terkejut melihat kedatangan mereka apalagi Zeki dan juga Ivan mereka hampir tidak bisa menahan emosi mereka, untung saja Margaretha mengingatkan mereka untuk tidak berbuat sesuatu yang dapat merugikan ayah mereka sedangkan Jhonatan, Don Lee, Margaretha, dan juga Zang Jiangwu hanya memasang ekspresi seperti tidak terjadi apa-apa.
" Oh nampaknya kalian sedang berkumpul maaf mengganggu waktu kalian." Ucap Adrian dengan tersenyum.
"Lama tidak berjumpa Adrian bagaimana kabarmu." Tanya Don Lee dengan santai.
" Master Lee lama tidak berjumpa, aku baik-baik saja bagaimana denganmu master Lee." Jawab Adrian sambil bertanya kepada Don Lee.
Jhonatan berjalan menuju jendela kaca ruangannya ia menghadap ke arah kaca dan langsung berkata kepada Adrian.
__ADS_1
" Tumben kau kesini ada perlu apa kau menemaniku dan mengapa kau tidak meminta izin kepadaku terlebih dahulu." Tanya Jhonatan dengan dingin.
" Tidak ada perlu apa-apa, apa perlu aku meminta izin untuk bertemu dengan kakakku sendiri aku rasa itu semua tidak perlu." Jawab Adrian dengan dingin sambil duduk di sebuah sofa yang habis di duduki oleh Jhonatan.
" Itu perlu aku adalah kepala keluarga Taylor jika aku sedang sibuk itu sama saja kau mengganggu waktuku, apalagi saat ini adalah jam kantor kau bisa menggangu jam kerja kantor." Ucap Jhonatan dengan serius.
Adrian tersenyum mendengar perkataan Jhonatan Ivan yang melihat itu hanya bisa diam menahan amarahnya ia tidak terima kalau Adrian tidak menghargai ayahnya, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak ayahnya kecewa dengan sikapnya ia segera menenangkan dirinya sambil membakar rokoknya sedangkan Zeki ia terus menatap Law dengan tatapan yang sangat mencurigai.
"Memang benar kakak adalah kepala keluarga Taylor tetapi sebentar lagi aku akan menggantikan posisi mu itu." Ucap Adrian dengan tersenyum.
Jhonatan yang mendengar perkataan Adrian langsung berbalik dan langsung menggebrak meja kerjanya ia tidak menyangka Adrian akan mengatakan hal seperti ini, semua orang terkejut melihat itu apa lagi ketiga anaknya mereka tidak pernah melihat ayahnya sampai semarah ini kepada seseorang.
" Adrian kita berdua hanyalah anak angkat dari lord Taylor semua kekayaan keluarga Taylor adalah milik cucu satu satunya yaitu William Alexander, jika kau berani menyentuh kekayaan keluarga Taylor aku pastikan kau tidak akan merasakan sesuatu yang lebih buruk dari kematian." Ucap Jhonatan dengan dingin tetapi dengan nada yang sangat mengancam.
" William masih terlalu kecil untuk mewarisi kekayaan ayah bagiku ia tidak pantas mendapatkan ini semua, dan satu lagi kak kau jangan pernah mengancam ku karena aku paling benci jika ada seseorang yang berani mengancam diriku." Ucap Adrian sambil mengancam balik Jhonatan
" Memangnya kenapa kalau aku mengancam mu apa kau pikir aku takut dengan mu, ingat aku masih menghargai dirimu sebagai adik angkatku jika tidak aku sudah lama menyuruh seseorang untuk membunuhmu." Balas Jhonatan dengan serius.
Law yang tidak terima ayah angkatnya dihina oleh Jhonatan segera ingin mengambil pistolnya yang terletak di belakang punggungnya tetapi niatnya diketahui oleh Don Lee dan juga yang lainnya, Don Lee dengan sigapnya segera mengambil pistolnya deluan dan mengarahkannya ke kepala Law aura pembunuh merembes keluar dari tubuh Don Lee, semua orang yang ada disana mengeluarkan keringat dingin karena aura pembunuh yang sangat kuat bahkan Law hampir pingsan ketika merasakannya Adrian tidak menyangka jika orang tua ini masih sangat kuat walaupun di usianya yang sudah sangat tua.
"Apa kau ingin main-main anak muda, apa kau ingin menembakkan peluru mu kepada tuan besar Taylor." Ucap Don Lee dengan dingin.
" Law turunkan senjata mu kau tidak akan bisa melawannya walaupun ada seratus orang seperti mu kau tetap tidak akan bisa mengalahkan orang ini." Ucap Adrian dengan dingin.
" Kau dengar apa ya Dikatakan bos mu, cepat turunkan senjata mu atau tidak peluru ku akan menembus otakmu." Ucap Jhonatan dengan nada yang sangat mengintimidasi Law.
" Cepat turunkan senjata mu."bentak Don Lee dengan keras.
William tidak tahu apa tujuan Elvin datang ke kota ini ia rasa Elvin datang kesini untuk menghadapinya secara langsung atas perintah dari Adrian setelah sampai di depan pintu tanpa pikir panjang William langsung masuk kedalam, didalam ruangan sudah ada Elvin dan beberapa orang yang mengawalnya William merasakan mereka bukan orang biasa ada aura pembunuh yang terpancar dari wajah mereka Elvin yang melihat William segera berdiri dan langsung berjalan menuju William, setelah sampai di hadapan William ia langsung memeluk William sedangkan William menunjukkan ekspresi datar tanpa emosi setelah selesai Elvin menatap William dengan senyum yang sangat manis.
William menatap Elvin dan langsung berkata kepada semua orang." Semua orang bisa pergi aku ingin bicara berdua dengannya." Ucap William kepada semua orang yang ada disana.
" Maaf tuan kami tidak bisa meninggalkan tuan muda Elvin seorang diri berada disini, kami takut terjadi sesuatu kepada tuan muda Elvin jika itu terjadi tuan besar Adrian akan membunuh kami semua." Ucap salah satu dari mereka dengan dingin.
Elvin tersenyum dan langsung berkata." Tidak apa-apa kalian boleh pergi dia tidak akan menyakiti ku karena dia adalah saudara ku." Ucap Elvin dengan tersenyum.
" Tapi tuan muda tuan besar sudah memerintahkan hal ini kepada kami." Ucap pria yang berdiri di belakang Elvin.
" Baik tuan kami akan pergi tetapi kami akan berjaga didepan pintu, jika terjadi sesuatu segera berteriak agar kami dapat masuk dan membantu Anda." Ucap pria itu dengan hormat.
Setelah semua orang keluar dari dalam ruangan William duduk di sofa mewah miliknya ia juga menyuruh Elvin untuk duduk kembali di tempatnya, William menatapnya dengan sorot matanya yang sangat tajam dan dingin dan langsung kembali bertanya kepadanya.
" Apa tujuanmu kesini." Tanya William dengan dingin.
"Aku kesini karena ingin bertemu denganmu,dan juga ingin bertemu dengan bibi Elizabeth." Jawab Elvin dengan santai.
"Saat ini aku sedang sibuk jika ada sesuatu yang ingin kau bicarakan kita bisa bertemu nanti malam di tempat yang akan aku siapkan." Ucap William dengan dingin.
__ADS_1
" Aku dengar kau sudah menikah di kota ini aku jadi penasaran secantik apa wanita yang bisa membuatmu jatuh cinta dengannya, aku juga tidak sabar bermain dengannya.
William yang mendengar Elvin menyinggung tentang istrinya langsung maju dan mencengkeram erat lehernya tetapi Elvin ia hanya tersenyum melihat reaksi William, William menatap Elvin dengan dingin dan ekspresi wajah yang sangat marah ia tidak akan membiarkan Elvin menyakiti Chelsea.
" Jika kau berani menyentuh istriku aku jamin kau dan juga semua orang yang dekat denganmu akan merasakan sesuatu yang sangat buruk!." Ucap William dengan dingin.
" Hahahaha seperti biasa kau memang tidak bisa diam jika seseorang mengancam seseorang yang sangat berarti bagimu!." Ucap Elvin dengan tersenyum.
" Jangan main-main denganku kau tahu sendiri bagaimana aku jika aku marah!." Ucap William dengan dingin.
Elvin berdiri sambil merapikan kerah kemejanya setelah itu ia menatap William dengan tersenyum jahat.
" Justru aku penasaran semarah apa kau kalau aku menyakiti orang yang kau sayangi." Ucap Elvin dengan mata yang sangat tajam.
Setelah mengucapkan itu ia pun keluar dan pergi meninggalkan Phoenix comporation bersama pengawalnya sementara William ia menendang meja yang ada dihadapannya hingga hancur berkeping-keping, Aurora yang berada di ruangan sebelah bisa mendengar bunyi meja yang jatuh dengan cepat ia pun keruangan William ia terkejut melihat meja kaca yang sudah hancur berkeping-keping, sementara William ia hanya duduk diam dengan ekspresi wajah yang sangat dingin bagaikan iblis Aurora berjalan menuju meja kerja William dan menelpon seseorang setelah sepuluh menit menunggu seorang OB datang membersihkan kekacauan itu.
Aurora yang melihat William seperti itu dengan ragu bertanya." CEO apa anda baik-baik saja apa perlu aku memesankan sesuatu untuk Anda." Tanya Aurora dengan sopan.
"Aku baik-baik saja kau bisa pergi kembali bekerja." Jawab William dengan dingin.
Aurora pergi meninggalkan ruangan William disana tersisa William dan juga tiga petugas kebersihan setelah selesai membersihkan ruangan William mereka pamit kembali ketempat mereka, William hanya diam sambil membakar rokoknya ia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi Freddy setelah panggilannya diangkat oleh Freddy ia langsung bertanya kepadanya.
" Dimana kau aku ingin menemui mu." Ucap William dengan dingin.
" Tuan muda saat ini saya sedang berada di diamond surface." Jawab Freddy dengan hormat.
" Baiklah tunggu aku disana." Ucap William dengan dingin dan langsung pergi meninggalkan ruangannya.
William telah sampai di lantai dasar ketika ingin keluar dari lift ia melihat seseorang yang nampak familiar baginya setelah dilihat lebih jelas ternyata orang itu adalah Angela Wilson, Derryl Wilson, Hendrik Wilson, dan juga istrinya, setelah mereka pergi William pergi menuju meja resepsionis dan langsung bertanya kepada wanita yang sedang berjaga.
"Bukannya mereka dari keluarga Wilson mau apa mereka kesini." Tanya William dengan santai.
" CEO mereka kesini ingin memberikan ini kepada anda, ini adalah undangan pertunangan Angela Wilson dan Kent Malik." Ucap perempuan itu dengan hormat.
" Singkirkan undangan itu aku tidak ingin melihat undangan itu di atas meja kerja ku." Ucap William dengan dingin.
" Baik CEO." Ucap wanita itu dengan hormat dan langsung membuang undangan Angela ke tong sampah terdekat.
William berjalan menuju mobilnya dan langsung pergi meninggalkan gedung pencakar langit itu dengan cepat ia masih kepikiran dengan perkataan Elvin barusan ia yakin itu bukan gertakan belaka ia harus melindungi orang-orang yang ia sayangi, setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit ia sampai di depan pintu diamond surface seorang penjaga yang sudah mengenalnya segera membukakan pintu mobilnya dan langsung masuk kedalam menemui Freddy.
William telah sampai di ruangan Freddy dan langsung duduk di sofa mewah yang ada diruangan Freddy ia melihat ada undangan yang sama seperti yang ada di meja resepsionis kantornya, Freddy yang melihat William memandang undangan itu segera bertanya kepada William.
" Tuan muda itu adalah undangan dari keluarga Wilson beberapa jam yang lalu Hendrik Wilson dan keluarganya datang mengantarkan undangan itu, jika tuan muda tidak ingin aku menghadiri acara itu aku tidak akan pergi ke acara itu." Ucap Freddy dengan hormat.
" Jangan kau harus datang ke acara itu, jika kau tidak datang maka apa yang akan dikatakan oleh orang lain." Jawab William dengan tersenyum.
"Baik tuan muda saya akan datang ke acara itu, apa tuan muda juga akan datang kesana." Jawab Freddy sekaligus bertanya kepada William.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan datang aku ingin melihat bagaimana ekspresi mereka ketika acara yang mereka nantikan berantakan karena mereka telah menendang kami dari keluarga itu terutama aku ingin melihat wajah putus asa dari wanita jahat itu." Ucap William dengan tersenyum jahat sedangkan wanita jahat yang ia maksud adalah Angela Wilson.
Maaf ya min baru upload Minggu ini soalnya lagi ada urusan penting jadi upload nya jarang :)