
setelah itu mereka sampai di sebuah taman yang indah, ada sebuah bangunan yang didesain khusus untuk bersantai di atas sebuah kolam ikan koi Jepang, setelah sampai William langsung duduk, tetapi mereka berempat tidak berani duduk.
" tuan Malik, tuan Filan, tuan Lington, dan tuan Yun mengapa kalian berdiri ayo duduk." ucap William dengan tersenyum.
setelah itu mereka berempat duduk disebuah meja bundar, seorang pelayan menuangkan teh kedalam cangkir mereka, William mulai meminum tehnya, setelah itu tuan Filan memulai pembicaraan.
" tuan muda lusa adalah acara perkumpulan pasar bisnis kota berilon, apa tuan Malik kedua sudah mengundang anda, ucap Shane Filan dengan sopan.
" aku sudah menerima undangan nya, lusa aku akan datang bersama kedua adikku, aku dengar akan ada perkumpulan donatur kota berilon, apa kalian juga salah satu dari donatur." tanya William dengan membakar rokok.
" tentu saja tuan muda, biarpun bagaimana ini adalah kota kelahiran kami mana mungkin kami membiarkan kami tidak membantu kota ini." ucap Stephen Yun dengan tersenyum.
" bagus aku juga berencana untuk menjadi donatur terbesar kota ini, apa kah kalian bisa membantu ku." tanya William dengan tersenyum.
" tentu saja tuan muda, aku akan menelpon adikku agar datang kesini untuk bertemu dengan mu tuan muda." jawab Zeyn Malik sambil menghubungi adiknya.
setelah beberapa saat seorang pria yang terlihat tidak terlalu tua datang dan langsung bergabung dengan mereka.
" kak ada apa kakak memanggil ku, apa terjadi sesuatu lagi terhadap kakak ipar." tanya pria itu dengan khawatir.
" tidak ada apa apa, Graham pekenalkan ini tuan muda Alexander, dia ingin menjadi donatur kota ini." ucap Zeyn dengan tersenyum.
" halo tuan muda Alexander saya Graham Malik adik dari tuan Malik, saya adalah gubernur kota berilon." ucap Graham Dengan tersenyum.
" baiklah, aku ingin menginvestasikan 100 miliar dolar untuk kota ini, aku ingin kota ini maju, aku ingin uang itu diberikan untuk pendidikan, kedokteran, kepolisian, dan juga yang lain lain, aku ingin kota ini menjadi kota maju mau dari segi pendidikan dan segi bisnis." ucap William dengan tersenyum.
" baik tuan, anda tenang saja aku janji aku akan menjalankan tugas ku." ucap Graham Dengan sopan.
setelah itu William pergi dari vila keluarga Malik, karena malam nanti ia ada janji dengan Chelsea untuk makan malam bersama Quinton, mereka makan di hotel keluarga Alexander, Freddy sudah menyiapkan ruangan VVIP untuk mereka karena Freedy tidak ingin William sampai terganggu dengan pengunjung lainnya, saat sedang dalam perjalanan pulang Chelsea menelponnya.
" halo sayang apa kau sudah ingin dijemput." ucap William dengan tersenyum.
" sayang tidak perlu, aku sudah dirumah tadi tuan Quinton mengantar kan aku pulang." ucap Chelsea dengan tersenyum.
" baiklah sebentar lagi aku pulang." jawab William dengan santai.
setelah itu William sampai di rumah, ia langsung masuk ke kamar ia melihat Chelsea sedang menyiapkan baju untuk mereka, Chelsea memilih kan jas berwarna putih untuk William, setelah selesai menyiapkan pakaian mereka Chelsea langsung pergi menuju kamar mandi, saat sedang berbaring di tempat tidur handphone William berbunyi itu adalah panggilan dari Freddy yang untuk memberi tahu bahwa persiapan telah selesai.
" sayang mengapa kau belum siap siap sebentar lagi kita akan berangkat." ucap Chelsea mengagetkan William.
" baiklah aku mandi dulu." jawab William dengan tersenyum.
setelah selesai mandi William langsung menggenakan kemeja hidup dan dasi berwarna hitam, setelah itu Chelsea memakai kan jas milik William, mereka langsung pergi menuju ruang keluarga untuk berpamitan kepada kedua orang tua Chelsea.
" ibu, ayah kami berdua pergi dulu, kami ada janji dengan tuan muda Quinton." ucap Chelsea dengan tersenyum.
" baiklah hati hati di jalan, William jangan laju laju bawah mobil nya." ucap Jacob dengan tegas.
" baik yah." jawab William dengan santai.
__ADS_1
setelah itu mereka pergi meninggalkannya rumah menuju hotel diamond Surface. setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam mereka sampai di hotel itu, Chelsea nampak sangat senang bisa makan disini, biarpun bagaimana ini adalah hotel termewah dan terbesar di kota berilon.
" ayo sayang kita masuk." ucap William sambil menggandeng tangan istrinya.
mereka langsung berjalan masuk ke dalam hotel, petugas keamanan sudah mengenal William, karena Freedy sudah memperkenalkan William adalah bos mereka, setelah itu mereka naik kelantai 80 untuk makan malam dengan Quinton, disana sudah ada Quinton, Peter, dan juga Clara.
" selamat datang tuan William dan nyonya Chelsea." ucap Quinton dengan tersenyum.
" terimakasih tuan muda Quinton karena sudah mengundang kami untuk makan malam." ucap William dengan tersenyum.
Peter yang melihat itu ingin sekali tertawa, tetapi ia menahan nya ia takut kakaknya akan memarahinya, setelah itu mereka duduk dan menikmati makanan pembuka.
" tuan William, nyonya Chelsea, pekenalkan ini adikku namanya Peter Alexander." ucap Quinton dengan tersenyum.
" halo tuan muda Peter senang bertemu dengan mu." ucap Chelsea dengan tersenyum.
" sama sama aku juga senang bertemu kalian." ucap Peter dengan santai.
setelah itu mereka berlima makan dan minum bersama sambil bercerita tentang pekerjaan, Peter yang dari tadi diam saja diam diam memfoto Chelsea dan mengirimkannya ke Olivia.
" tuan William apa pekerjaan anda." tanya Peter dengan tersenyum.
" oh aku bekerja di perusahaan milik temanku, aku menjadi tangan kanannya."jawab William dengan tersenyum kepada Peter.
" ternyata rumor tentang menantu sampah itu salah, aku pikir kau tidak memiliki pekerjaan." Jawab Peter dengan tertawa.
" dulu memang aku tidak mempunyai pekerjaan, untung aku bertemu dengan teman lamaku jadi dia memberikan aku pekerjaan." ucap William dengan santai.
" perusahaan ini masih baru jadi kami belum menemukan nama yang pas, jika kami sudah menamainya aku akan memberi tahu kalian." ucap William dengan santai.
setelah itu mereka berlima selesai makan malam, Quinton menawarkan tumpangan kepada mereka, tetapi William menolak ia membawa mobil sendiri, setelah itu Quinton, Peter, dan Clara pulang menggunakan mobil RollsRoyce phantom, William dan Chelsea pergi menuju mobil mereka.
keesokan paginya William sedang sibuk di rumah, saat ini William sedang mengerjakan pekerjaan rumah seperti mengepel lantai, menyapu lantai, membersihkan kamar mandi, dan juga memberikan kamar tidur mereka, setelah bekerja Dari pagi hingga menjelang siang hari ia pun beristirahat di kamar, saat sedang beristirahat Aurora menelpon nya.
" halo CEO saat ini di kantor ada pak gubernur dan juga beberapa pejabat kota berilon." ucap Aurora dengan sopan.
" baiklah tunggu aku di kantor, layani mereka dengan baik." ucap William dengan santai.
setelah itu William berangkat menuju perusahaan, ia tau kalau saat ini Quinton dan Peter sedang berada di proyek pembangunan, sesampainya di sana ia langsung pergi keruangan nya, ia meminta Aurora untuk membawa mereka keruangan nya.
" maaf menunggu lama tuan Graham, sesuai janji saya saya akan menginvestasikan 100 miliar kepada kota berilon." ucap William dengan tersenyum.
" tuan muda Alexander, pekenalkan ini adalah wakil saya. ucap Graham Dengan sopan.
" halo tuan muda Alexander, pekenalkan nama saya Dery Khor saya adalah wakil gubernur kota berilon" ucap Dery dengan sopan.
" baiklah, Aurora siapkan ambilkan cek dan tulis seratus miliar dan serahkan padaku." ucap William dengan tersenyum.
setelah itu Aurora mengambil kertas cek, dan memberikan nya kepada William, setelah itu William menulis seratus miliar di atas cek kosong, William menyerahkan, William juga berpesan kepada mereka agar jangan memberi tahu siapa pun soal identitasnya., William juga ingin bertemu dengan beberapa orang yang bertanggung jawab dengan sistem pendidikan, kedokteran, keamanan, perbankan, dan lain lain.
__ADS_1
setelah itu gubernur dan wakil gubernur pergi meninggalkan William, saat sedang memandang langit dari kaca ruangannya Bryan menghubungi nya.
"halo bos, aku sudah bertemu dengan orang yang dibilang Leo Amstrong kata orang itu ini mungkin salah satu orang China yang lari ke negara kita, aku sudah bertanya ke beberapa mantan tentara bayaran kata mereka banyak dari mereka yang pergi ke kota kota kecil, salah satu nya berilon." ucap Bryan dengan serius.
William yang mendengar ini langsung kaget, ia tidak menyangka bahwa mereka ada disini.
" baik Bryan terimakasih." ucap William dengan terburu-buru, setelah itu ia mematikan nya, ia menghubungi Richard Marx.
" Richard dimana kau, aku ingin bertemu ada hal penting yang harus kita bicarakan, kumpulkan mereka bertiga juga." ucap William dengan dingin.
setelah itu William melaju ke rumah Richard, sebuah rumah yang besar, rumah Richard bergaya Amerika klasik, setelah sampai ia langsung menemui Richard.
" bos ada apa, memangnya ada yang bisa saya bantu." tanya Richard dengan serius.
" kalian berempat cari setiap orang yang memiliki tato ini, bawah dia kehadapan ku hidup hidup." ucap William dengan dingin.
" baik bos, kami berempat akan mencarinya sampai ketemu." ucap mereka secara bersamaan.
" aku tunggu kabar dari kalian." ucap William sambil meninggalkan mereka.
William pulang ke rumah disana sudah ada Jacob dan Erina yang sedang membicarakan sesuatu, mereka membicarakan tentang reuni kampus mereka panitia reuni ingin semua membawa keluarga mereka ke acara reuni.
" dari mana kau nak, mari duduk ada yang ingin ayah bicarakan dengan mu." ucap Jacob dengan senang.
" ada apa yah, apa ada sesuatu yang membuat ayah senang." tanya William dengan tersenyum.
"nak kampus ayah dan ibu, akan mengadakan reuni Akbar jadi semua orang harus membawa keluarga mereka, ayah dan ibu ingin kau ikut bersama kami." ucap Jakob dengan tersenyum.
" baik yah, aku pasti ikut jika itu perintah ayah." ucap William dengan tersenyum.
setelah itu William langsung pergi menuju kamar ia berbaring di tempat tidur sampai tertidur pulas, saat sedang tertidur Chelsea membangunkan nya untuk menyuruh nya makan, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, ia pun langsung memakan makanan yang telah dibawakan istrinya.
" sayang, tuan Quinton mengajak aku untuk menghadiri acara perkumpulan para investor kota berilon." ucap Chelsea dengan senang.
"baguslah, kau bisa bertemu dengan orang orang hebat, siapa tahu mereka bisa mendapatkan investor mu nanti." ucap William dengan tersenyum.
" kau benar, belakangan ini aku memikirkan untuk membangun perusahaan sendiri, jika itu berhasil aku ingin merekrut mu menjadi karyawan pertamaku." ucap Chelsea dengan sedikit ragu.
" kau tenang saja aku akan bersedia, memang nya kau sudah mempunyai tabungan yang cukup." tanya William dengan santai.
" aku sudah mempunyai lima belas juta dolar, itu adalah hasil dari tabunganku dari menjadi kepala OB di Wilson compration." jawab Chelsea dengan sedikit sedih, ia tahu itu masih jauh dari cukup.
" kau tenang saja aku akan membantu mu, apa kau masih menyimpan kartu kredit yang waktu itu aku berikan, di dalam itu ada tiga puluh juta dolar, kau bisa menggunakan nya untuk menambah uang mu." ucap William dengan tersenyum.
" apa, dari mana uang sebanyak itu sayang, apa kau mengambil nya dari temanmu." kata Chelsea dengan tegas.
" itu adalah gaji ku selama tiga tahun kedepan, temanku adalah orang baik ia memberi ku gaji tinggi." ucap William dengan santai.
setelah itu Chelsea pun lega ia pikir suaminya mencuri uang itu, ternyata teman nya orang baik hati, Chelsea meminta William untuk memperkenalkan temannya kepada nya, ia ingin mengucapkan terima kasih kepada teman William, tetapi William berkata bahwa temannya sedang ke Amerika serikat untuk menemani ayahnya berobat di sana.
__ADS_1
setelah itu William pergi ke depan untuk merokok saat sedang ia menelpon Aurora untuk mencari sebuah gedung yang tidak dipakai, ia ingin membeli gedung itu untuk menjadi kan kantor baru, ia tidak ingin gedung yang terlalu besar dan tinggi, karena ia hanya akan mendirikan usaha kecil.