
dirumah keluarga Alexander Wayne dengan adik adiknya sedang rapat, Wayne ingin Billy mengizinkan Quinton ikut bersama mereka , setelah dibujuk ratusan kali oleh sang kakak Billy pun setuju.
" terimakasih Billy kau telah mengizinkan Quinton ikut bersama William." kata Wayne dengan tertawa.
" tentu saja aku setuju, kau mengancam ku jika aku tidak mengizinkan Quinton pergi kau akan berhenti menjadi kepala keluarga." ucap Billy dalam hati.
biarpun bagaimana Billy Takut kakanya berhenti menjadi kepala keluarga Alexander, karena jika semua orang tau bisa bisa keluarga Alexander akan diserang oleh 9 keluarga terkaya di negara Nordik, bahkan dunia .
William bersama yang lainnya telah kembali ke rumah keluarga Alexander, mereka langsung menuju ke ruang keluarga, saat mereka sampai semua orang sudah bubar karena sudah jam 11 malam, Billy langsung memanggil Quinton ke dalam kamarnya.
" nak ayah ingin kau ikut bersama William, biarpun bagaimana ia adalah kakak tertua mu." ucap Billy dengan sedih.
" apa ayah serius." tanya Quinton dengan bingung.
" ayah serius jaga William dan juga kedua adikmu." jawab Billy sambil memeluk anak laki laki satu satunya.
ketika itu Quinton keluar dengan senang, bahkan Peter bingung mengapa orang ini se senang ini, William sudah tau apa jawabannya.
" kak Quinton mengapa kau se senang ini , apa kau menang lotre." tanya Peter dengan tersenyum.
" ayah ku mengizinkan ku ikut bersama kalian." jawab Quinton dengan senang.
" bagus lah, aku ingin tidur besok aku harus pulang ke berilon.
keesokan paginya Wiliam bersiap siap untuk menuju bandara saat ini ia sedang berpamitan dengan kedua orang tuanya, dan keluarga nya , Elizabeth tiada henti menangis karena ia tidak ingin berpisah dengan anak kesayangannya.
" nak apa kau yakin meninggalkan ibumu, mengapa kau tidak membawa istri mu tinggal bersama kita disini." kata Elizabeth sambil menangis.
" ibu aku ingin sekali membawa nya kemari, tetapi bagaimana dengan perusahaan ku, aku tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama." jawab William dengan tersenyum.
"sayang biarkan dia pergi anak kita sudah besar, lagi pula jika kau kangen dengannya kau bisa mengunjungi nya bersama Olivia." ucap Wayne dengan tersenyum.
" baiklah tapi kau harus sering menghubungi ibu." jawab Elizabeth dengan tegas.
" baik Bu aku janji." Jawab Elizabeth dengan tersenyum.
setelah itu William berpamitan dengan keluarga lainnya, William, Peter , Quinton , dan juga Clara, pergi menuju bandara internasional Adenville mereka diantar oleh Sebastian dan juga Wayne , tidak lama setelah itu sebuah nomor tidak dikenal menghubungi Peter.
" halo adikmu bersama kami, jika kau ingin dia selamat kirim uang sebesar 10 miliar dolar, jika tidak aku akan membunuh adikmu.," ucap seseorang dengan dingin.
" halo siapa kau, jangan sakiti adik ku aku janji akan membawakan uangnya." ucap Peter dengan gemetar.
" Peter ada apa, mengapa kau menjadi marah siapa orang yang menelpon mu." tanya William dengan penasaran.
Peter menendang menendang kursi tamu yang ada di depan nya hingga membentuk bengkok, Peter marah dan Langsung menelpon semua bawahan nya.
" Diana diculik dan mereka meminta uang tebusan sebesar 10 miliar dolar." ucap Peter dengan marah.
mereka semua menjadi marah terutama Sebastian biarpun bagaimana Diana adalah anaknya, ia sangat menyayangi Diana. William yang mendengar ini langsung pergi menuju tempat parkir mobil, Wayne dan yang lainnya mengejar William.
" kak kau mau kemana, kita tidak tau dimana mereka berada." ucap Peter dengan marah.
" berikan handphone mu, aku akan menghubungi mereka, Quinton, Clara kalian pergi deluan aku titip Andy Murray dengan kalian." ucap William dengan dingin.
" baik kak percaya kan padaku." ucap Quinton dengan pasrah, sebenarnya ia ingin pergi bersama mereka tetapi ini
" Peter ikut dengan ku , biarkan masalah ini aku dan Peter yang menangani aku ingin kakek dan yang lainnya jangan sampai tau." ucap William sambil menuju mobil Mercedes Benz Maybach milik Sebastian, setelah itu ia dan Peter pergi meninggalkan bandara.
" halo ini aku William kakak pertama Diana , dimana kalian aku akan membawakan uangnya, tapi tolong jangan sakiti adikku." ucap William dengan dingin.
" baik akan aku kirimkan alamatnya." kata pria itu dengan tertawa.
__ADS_1
" Peter hubungi Albert, suruh mereka berempat menuju tempat itu, ini adalah area abu abu , kita tidak memiliki kekuasaan disini." ucap William dengan dingin
" baik kak ." jawab Peter dengan tegas.
William mengambil handphone nya dan menghubungi Leny Lyndon.
" halo Leny apakah aku bisa meminta nomor kakak pertama mu. " tanya William dengan dingin.
" memangnya ada apa William mengapa kau meminta nomor kakakku." tanya Leny dengan penasaran.
" Diana telah diculik aku ingin meminta bantuan kakakmu ." Jawab William dengan tersenyum.
" apa bukannya Diana Putri paman Sebastian mengapa bisa ia diculik , baik aku akan mengirimkan nomor kakak ku." Jawab Leny dengan terkejut.
setelah menerima nomor David Lyndon, David Lyndon adalah salah satu polisi muda berbakat ia mampu menjadi orang nomor dua di kepolisian Adenville, setelah itu ia menghubungi Jenifer Lopes .
" halo Jenifer apa kau sedang sibuk , jika tidak bisa kau sediakan uang sebesar 10 miliar dolar untuk ku ." tanya William dengan tersenyum.
" memang nya ada apa Will mengapa kau ingin uang sebanyak itu." tanya Jenifer dengan penasaran.
" Diana diculik mereka meminta tebusan sebesar 10 miliar dolar." jawab William dengan dingin.
" baiklah kebetulan sekali aku sedang berada di bank saat ini." jawab Jenifer dengan gugup.
keluarga Lopez dulu merupakan keluarga ke tujuh terkaya di kota Adenville mereka mengelola perbankan negara, karena perusahaan mereka semakin maju mereka menjadi keluarga ke sepuluh terkaya di negara Nordik , mereka masih tetap mengelola perbankan negara, bahkan saat ini mereka mempunyai bank sendiri di beberapa kota di negara Nordik dan luar negeri.
setelah itu William langsung pergi menuju bank setelah sampai ia langsung masuk dan pergi menemui Jenifer, saat ini Jenifer sedang sibuk memasukan uang ke dalam tas hitam besar, bahkan sampai butuh 10 tas hitam besar.
" apakah uangnya sudah siap ." tanya William dengan dingin.
" sudah uangnya sudah siap, kau bisa membawanya sekarang."
" baiklah ini kartu kredit ku kau bisa ambil uang nya." kata William sambil menyerahkan kartu kredit hitam kepada Jenifer.
" akhirnya kalian sampai juga." ucap pria tinggi dan berambut pirang.
" tidak usah basa-basi dimana adikku, ini uang yang kalian minta lepaskan adikku." ucap William dengan dingin.
tidak lama setelah itu Diana datang bersama tiga orang pria berbadan besar, salah satu dari mereka adalah pemimpin mereka William kenal dengan orang ini, ia adalah Dave Koz ia pernah bertarung dengan William lima tahun yang lalu, bahkan jika tidak kebaikan William ia sudah mati di tangan William.
Dave Koz Sangat membenci William bahkan ia sangat marah ketika tau William telah meninggal, karena ia tidak ingin William mati ditangan orang lain, ia ingin William mati ditangan nya.
" ternyata kau masih hidup, baguslah dengan begitu aku bisa membunuhmu dengan tanganku." ucap Dave Koz dengan dingin.
" aku pikir siapa ternyata hanyalah teman lama." ucap William dengan tersenyum.
" serahkan uang nya dan pergi dari sini." ucap pria bertato kepada wiliam dengan tersenyum.
" baiklah, tetapi lepaskan dulu adikku." ucap William dengan santai.
" lepaskan dia." ucap Dave Koz dengan dingin.
" baik bos." jawab pria bertato dengan tegas.
setelah Diana lepas ia langsung berlari kepada Peter dan juga William, William yang melihat Diana baik baik saja, ia pun lega dan langsung melemparkan uang nya kepada Dave Koz, setelah itu ia menyuruh Peter membawa Diana pergi dari tempat itu.
" Peter bawa Diana pergi." ucap William dengan dingin sambil menyerahkan kunci mobil kepada Peter.
" tapi kak bagaimana dengan mu, aku tidak bisa meninggalkan mu disini sendirian." jawab Peter dengan gugup.
" kau tenang saja aku akan baik baik saja." jawab William dengan tersenyum.
__ADS_1
setelah itu Peter membawa Diana pergi dari tempat itu, setelah keluar dari rumah tua itu, Peter langsung membawa Diana menjauh menggunakan mobil, Peter menghubungi Albert agar tetap berjaga di situ.
" Dave Koz aku beri waktu lima menit untuk berlutut dan memberi tahu siapa yang menyuruh mu." ucap William dengan dingin.
" kau pikir kau siapa berani nya menyuruh kami berlutut." ucap pria bertato dengan marah sambil menuju William.
belum sempat ia mendekati William, William sudah menendang nya hingga terhempas ke belakang, tidak hanya sampai disitu William juga maju dan mematahkan tangan pria itu, bahkan sampai tulang pria itu hancur.
" aku memberikan kalian kesempatan tetapi kalian menolaknya, berarti kalian lebih memilih mati." ucap William sambil mengeluarkan aura membunuh.
Dave yang dari tadi berdiri tegak tiba tiba jatuh ke tanah, William yang mendekati nya langsung bertanya siapa yang telah menyuruh mereka.
" baik William aku akan memberi tahu mu, aku disuruh oleh Liam Neeson ia yang meminta ku untuk menculik adikmu." ucap Dave sambil berlutut.
" baiklah , karena kau sudah memberitahu ku aku akan melepaskanmu." ucap William dengan dingin.
setelah itu William menghubungi Peter ia bertanya soal Liam Payne apa ia mengenalnya, tetapi sayang William tidak mengenalnya, setelah itu William bertanya kepada Diana apa ia mengenal Liam Payne.
Diana mengenalnya Liam Payne adalah teman kuliah Diana, ia mengejar ngejar Diana karena ia mencintai Diana , tetapi sayang Diana tidak mencintai nya Diana menolak nya ketika ia menyatakan cinta kepada Diana .
William langsung menghubungi Albert ia ingin Liam Payne di bawah kehadapan nya sekarang juga, Liam Payne yang sedang menunggu di kampus tiba tiba di culik oleh anak buah Don Albert, bahkan ia sempat di hajar hingga pingsan.
" bos kami sudah membawanya." ucap anak buah Don Albert.
" baik ayo kita bawa dia ke tempat tuan muda." kata Don Albert dengan tenang.
setelah itu Don Albert masuk bersama dengan yang lainnya, ia membawa Liam Payne yang sedang di kurung di dalam tas hitam besar, William langsung menyuruh untuk mengeluarkan nya ia tidak ingin Liam Payne mati begitu saja.
setelah di buka William menyuruh Albert untuk membangunkannya , Albert langsung menyuruh anak buahnya untuk menyiram nya dengan bensin, setelah bangun Liam Payne kaget karena William sudah berada tepat di depan nya.
" apa kau yang telah menyuruh mereka untuk menculik adikku." kata William dengan tersenyum.
" kau mungkin salah orang, aku tidak pernah menyuruh mereka menculik seseorang, bahkan aku tidak kenal dengan mereka." ucap Liam dengan sombongnya.
"Albert buat dia mengeluarkan 12 teriakan." ucap William dengan dingin.
"baik tuan." jawab Albert dengan tersenyum dingin kepada Liam.
setelah itu Albert maju dan mematahkan jari jempol Liam setelah itu terdengar teriakan kesakitan dari mulut nya, Albert meraih jari kelingking Liam dan langsung mematahkan nya dengan keras, belum selesai Albert Meraih jari tengahnya dan langsung mematahkan nya dengan semangat kali ini teriakan Liam semakin keras terdengar.
" bisakah kau diam, jika tidak aku akan merobek mulutmu." ucap Albert dengan marah.
Liam hanya bisa diam dan menutup mulutnya, ia takut Albert akan merobek mulutnya, Albert meraih jari telunjuk nya dan langsung mematahkan nya, setelah itu ia meraih jari manis nya dan langsung mematahkan nya.setelah itu Albert meraih pergelangan tangan nya dan langsung mematahkan nya.
"cukup, apa kau masih ingin berbohong kepada ku , jika iya aku akan mematahkan tangan kiri mu dan juga jari jari mu." ucap William dengan tersenyum.
"kau tidak bisa berbuat seperti ini kepada ku, aku akan memberi tahu ini kepada ayahku, dan ayahku akan meminta keluarga Robinson untuk membunuh mu" ucap Liam dengan marah.
keluarga Robinson adalah keluarga terkaya ke enam di negara Nordik, bahkan mereka keluarga paling menentang keluarga Alexander, walaupun keluarga Amstrong adalah rival keluarga Alexander tetapi mereka masih menghormati keluarga Alexander.
" Albert patahkan lagi tangan kiri nya dan juga jari jari nya." ucap William dengan dingin.
" baik bos." jawab Albert sambil membungkuk.
setelah itu Albert mematahkan tangan dan juga jari jari nya, setelah itu William bersiap untuk mematahkan kedua kakinya, Liam langsung panik dan langsung ingin memberi tahu William semuanya.
" baik aku mengakui nya, aku memang menyuruh mereka untuk menculik adikmu, itu semua karena adikmu ia berani menolak ku kalian hanya dari keluarga miskin beraninya kalian menolak ku dan bahkan adikmu beraninya menggunakan nama Alexander." ucap Liam dengan marah kepada William.
" apa kau pikir adikku tidak pantas memakai nama Alexander." ucap William dengan memandang jijik kepadanya.
" tentu saja Keluarga Alexander adalah keluarga terkaya di dunia ini, kalian parah sampah beraninya memakai nama itu." ucap Liam dengan tersenyum.
__ADS_1
" biar aku beritahu kau sesuatu, kami adalah keluarga Alexander, aku adalah tuan muda keluarga Alexander hari ini aku akan membunuhmu dan juga keluarga mu ." ucap William sambil tersenyum kepadanya.
setelah itu William menyuruh Albert untuk membunuhnya bahkan William meminta Albert untuk mengirimkan nya kerumah keluarganya, setelah itu bunuh mereka semua dan bakar rumah mereka.