TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
KELUAR DARI KELUARGA WILSON


__ADS_3

" William paman ingin kau juga hadir di pembukaan pusat pembelanjaan itu, acara nya akan dilaksanakan besok pagi hari." ucap Jhonatan sambil memeluk William.


" paman tenang saja aku akan kesana besok, aku juga akan mengundang beberapa orang untuk menghadiri acara itu." ucap William sambil berpamitan dengan pamannya.


sebelum William pergi ia memastikan keselamatan pamannya ia tidak ingin paman yang di sayangi ibunya meninggal di kota ini, ia menyuruh Pablo untuk berjaga jika ada yang mencurigakan segera laporkan kepada nya, William pergi meninggalkan hotel ia tidak membawa mobil ia hanya menggunakan taksi untuk pulang, ia takut istrinya akan curiga kepadanya, setelah sampai di rumah William langsung menuju kamar ia mendapati Chelsea sedang sibuk dengan laporan keuangan perusahaan wilson.


" sedang apa kau sayang." tanya William sambil memeluk istrinya dari belakang.


" akhir akhir ini perusahaan mengalami penurunan keuangan, bahkan kami harus mencari beberapa investor untuk perusahaan." ucap Chelsea dengan sedikit pusing.


William yang mendengar nya hanya bisa tersenyum melihat Chelsea ia segera berkata bahwa perusahaan nya sedang mencari mitra bisnis siapa tahu mereka cocok, jika bukan karena Chelsea William tidak ingin membantu keluarga Wilson karena bagi William mereka pantas mendapatkan ini.


" kebetulan sekali perusahaan ku mencari mitra bisnis siapa tahu kita bisa bekerja sama." ucap William dengan santai.


" serius memangnya perusahaan mu bekerja di bidang apa." tanya Chelsea dengan tersenyum.


" perusahaan kami bekerja di bidang jasa desain interior aku yakin Kita bisa bekerja sama." jawab William dengan tersenyum.


setelah mereka berbicara mereka bersiap siap untuk tidur, keesokan paginya William sudah berangkat menuju pembukaan mall milik keluarga Taylor, sesampainya di sana William langsung bertemu dengan Jhonatan dan Don Lee William sudah mengirimkan pesan kepada empat keluarga kelas atas kota berilon untuk menghadiri acara pembukaan mall baru miliknya.


di rumah keluarga Wilson derryl sedang menunggu mereka, mereka datang dan langsung menuju ruangan di mana derryl berada, derryl segera memberi kan foto Jasmine dan Stevan, setelah menerima foto mereka pergi menuju sekolah Jasmine, mereka menunggu waktu yang tepat untuk melakukan tugas mereka, ketika merasa waktu yang tepat mereka mulai beraksi mereka memasuki sekolah Jasmine dan langsung menodongkan senjata kepada satpam sekolah, ketika satpam membukakan pintu mereka langsung melumpuhkan satpam dengan memukul pelipis dengan gagang pistol.


mereka masuk kedalam dan mencari di setiap kelas, Jasmine sedang berada di kelas dan sedang mengikuti mata pelajaran mereka masuk kedalam kelas dan langsung menyandra beberapa siswa, mereka melihat Jasmine sedang bersembunyi di bawah meja dan langsung menangkap nya, mereka juga menangkap beberapa siswi untuk di jadikan sandera.


" siapa kalian lepaskan aku." ucap Jasmine dengan menangis.


" sebaiknya kau diam atau kami membunuh mu." ucap salah satu dari mereka.


Jasmine hanya bisa diam mendengar ancaman orang ini, ia takut mereka akan menghabisi nya setelah menangkap Jasmine mereka pergi meninggalkan sekolah, semua guru hanya bisa diam karena mereka takut para sandera akan dilukai, mereka pergi menuju rumah keluarga Wilson, para sandera yang lainnya di lepaskan di pinggir jalan, sedang kan di tempat lain Erina dan Stefan sedang dalam perjalanan pulang tiba-tiba sebuah mobil menghentikan mereka, beberapa pria turun dari mobil menggunakan masker mereka langsung masuk ke taksi Erina dan langsung menculik Stefan.


" lepaskan anak ku." ucap Erina dengan tegas.


seketika seseorang memukul belakang Erina hingga Erina pun pingsan, mereka pergi membawa Erina yang sedang terbaring pingsan,, sedangkan Jacob saat ini sedang menuju rumah keluarga Wilson untuk menyerahkan surat penyerahan lima puluh persen saham perusahaan kepada nya William dan Chelsea tidak bisa menemaninya sedangkan Erina dia harus menjemput Stefan di sekolah, ia juga tidak ingin merepotkan mereka jadi ia memilih untuk pergi sendiri ke rumah keluarga Wilson ia yakin ayah dan saudaranya tidak akan berani menyakiti dia.


Jacob sudah sampai di rumah keluarga Wilson ia segera pergi menemui ayahnya, Jacob tidak merasa ada yang aneh dengan mereka seorang pelayan mengantar Jacob menuju ruang keluarga, di sana sudah ada ayahnya, Hendrik beserta istrinya, Lula beserta suami dan anak-anaknya, dan Tanya dan suaminya, mereka menyambut Jacob dengan ramah bahkan mereka menjamu nya dengan baik.


saat ini William sedang makan bersama pamannya, Don Lee, empat raja dunia bawah, empat keluarga kelas atas kota berilon, dan juga ada Clara Peter, dan Quinton, mereka sedang makan di sebuah restoran, sedangkan Chelsea ia sedang berada di perusahaan Chelsea menerima telepon dari kakeknya untuk menyuruh nya ke villa, Chelsea segera pergi ke villa kakeknya dan ketika dia sampai di sana ia melihat ayahnya sedang mengobrol dengan kakeknya Chelsea pun menghampiri ayahnya.


" akhirnya kau datang juga Chelsea." ucap Derryl dengan tersenyum.


Chelsea tidak menggubris nya dan segera pergi ketempat ayahnya, beberapa saat kemudian beberapa orang masuk dan mulai mengepung Jacob dan Chelsea, Jacob yang melihat ini menjadi heran mengapa orang orang ini bisa masuk kedalam rumah, mereka adalah gangster sewaan derryl dan beberapa bawahan keluarga Smith dan Wilson, seketika Stefan dan Jasmine di bawah masuk ke dalam mereka dalam kondisi terikat.


" kakek apa apaan ini mengapa adik-adik ku terikat seperti ini." tanya Chelsea dengan bingung.


derryl maju dan langsung menampar Chelsea dengan keras hingga Chelsea hampir saja pingsan karena tamparan itu, Jacob yang melihat itu langsung menjadi marah ia tidak pernah menampar anaknya tetapi derryl sudah berani menampar anaknya, tetapi belum sempat Jacob menampar derryl Hendrik sudah deluan memukul nya hingga terjatuh.


" Chelsea tanda tangan surat ini." ucap Markus dengan dingin sambil melemparkan sebuah surat kepada Chelsea.


Chelsea melihat surat itu dan ia pun terkejut, surat itu adalah surat penyerahan enam puluh persen saham kerjasama dengan Phoenix comporation, seketika wajah Chelsea menjadi dingin ia tidak sangka bahwa kakeknya sangat tergila-gila dengan harta.


" Chelsea jika kau tidak menandatangani surat perjanjian itu, aku akan memerintahkan mereka untuk memperkosa Jasmine dan membunuhnya." ucap derryl dengan tersenyum jahat.

__ADS_1


" kalian memang gila di mata kalian hanya harta, ayah apa kau tidak menganggap kami ini keluarga mu, sehingga kau tega melakukan ini kepada kami." ucap Jacob dengan marah.


" hahahaha, Jacob kau pikir aku Sudi menganggap mu kakakku, jika bukan karena saham enam puluh persen di tangan Chelsea kami sudah lama mengusir mu dari rumah ini." ucap Hendrik dengan sombong.


kakek Wilson yang melihat ini hanya bisa diam, sebenarnya ia tidak tega membiarkan Jacob di perlakukan seperti ini tetapi hatinya sudah di buta kan oleh harta kakek Wilson segera berkata" Chelsea kakek memberikan mu satu pilihan, ceraikan William dan menikahlah dengan tuan muda Smith dan serahkan saham kerja sama itu kepada kakek." ucap kakek Wilson dengan dingin.


seketika suara langkah kaki terdengar itu adalah Aiden Smith dan ayahnya, mereka datang karena ingin menikmati tubuh indah Chelsea, mereka berdua langsung duduk di sebuah sofa dan langsung menatap Chelsea dengan nakal.


" Chelsea kakek sudah memberikan mu satu kesempatan, orang bodoh pun pasti tahu mana yang harus dia pilih." ucap Tanya dengan angkuhnya.


" Chelsea ayah percaya padamu apa pun yang kau lakukan ayah yakin itu yang terbaik untuk kita." ucap Jacob dengan tegas.


Hendrik yang melihat hal ini langsung memerintahkan anggotanya untuk mematahkan kaki Jacob, seorang pria maju membawa pemukul baseball dan langsung menghantamkan nya ke kaki kiri Jacob, seketika Jacob berteriak kesakitan, Chelsea yang melihat ini langsung menandatangani surat itu tanpa lama, seketika semua keluarga Wilson tertawa melihat itu akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.


" bos bagaimana dengan wanita tua itu apa perlu kami menyingkirkan nya, jika disingkirkan terlalu sayang ia masih keliatan cantik bagaimana kalau kami bermain sebentar dengan nya." ucap salah satu pria kepada Derryl dengan tersenyum.


" terserah kalian kalian boleh lakukan apa saja kepadanya, bukan hanya dia tetapi kalian juga bisa melakukan apa saja kepada gadis ini." ucap derryl dengan dingin.


wanita yang mereka maksud adalah Erina saat ini Erina sedang pingsa di kamar, jadi mereka tidak membawa nya kehadapan Jacob, Aiden maju dan segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa Chelsea menuju kamarnya ia ingin menikmati tubuh indah Chelsea secepatnya, beberapa pria maju memegangi Chelsea dan membawa nya menuju kamar.


sedangkan di kamar Erina sudah bangun dari pingsannya, ia segera mencari anaknya ia keluar dengan mengendap ngendap, ia melihat Chelsea, dan juga kedua anaknya sedang terikat ia juga melihat suaminya yang sedang terluka akibat pukulan dari anak buah Hendrik , ia tidak sangka bahwa keluarga suaminya akan berbuat hal Keji seperti ini, ia segera menghubungi William.


" halo Bu ada apa ." tanya William dengan santai.


" halo nak cepat ke villa keluarga Wilson, saat ini ayahmu sedang di pukuli oleh anak buah Hendrik dan istrimu di paksa melayani tuan muda Smith, bukan hanya itu mereka juga akan memperkosa Jasmine dan membunuh Stefan." ucap Erina dengan panik.


William yang mendengar ini seketika mengeluarkan aura yang ingin membunuh, semua orang menjadi kaget dengan ekspresi William, William Langsung pergi meninggalkan mereka, William merasa bersalah karena tidak bisa melindungi mereka, seharusnya ia tidak meliburkan penjagaan, Quinton dan Peter yang melihat ini langsung mengejar William, begitu juga dengan empat raja dunia bawah.


" kak ada apa mengapa kau menjadi marah seperti ini." tanya Quinton dengan khawatir.


" baik tuan." jawab Richard dengan gugup.


seketika Richard datang dengan sebuah mobil range Rover, tanpa basa-basi William langsung pergi meninggalkan mereka ia tancap gas menuju rumah keluarga Wilson, dalam pikirannya jika terjadi sesuatu kepada Chelsea dan yang lainnya maka ia akan menghancurkan keluarga Wilson hingga ke akar-akarnya, William melaju dengan kecepatan tinggi ia tidak perduli dengan orang disekitar.


di rumah keluarga Wilson Jacob sedang di pukuli oleh beberapa orang, bahkan mereka tetap memukuli nya walaupun sudah pingsan, Erina, dan Stefan yang melihat ini hanya bisa menangis, tanpa di duga Stefan datang menggigit kaki derryl, tetapi derryl menendang nya hingga terlempar ke belakang.


William telah sampai di rumah keluarga Wilson, penjaga menghubungi derryl untuk memberi tahu bahwa William telah sampai, derryl menyuruh nya untuk tidak membukakan pintu gerbang untuk William tetapi William menabrak pintu gerbang hingga hancur, William langsung menancap gas menuju dalam di dalam sudah ada beberapa orang yang menunggu William.


" menyingkir." ucap William dengan dingin.


mereka tidak menghiraukan peringatan William seketika William menghajar mereka hingga mati, pintu rumah ditendang oleh William dan langsung pergi menuju ruang keluarga di depan pintu ruang keluarga ada beberapa gangster begitu pun di belakang pintu, tetapi William dengan cepat melumpuhkan mereka William menendang salah satu pria hingga menembus pintu ruang keluarga, William melihat Jacob yang sudah terbaring tak berdaya di tengah ia segera menghampiri Jacob.


" ayah bertahan lah." ucap William dengan dingin.


" William sebaiknya kau bawa orang ini pergi dari sini." ucap derryl dengan menatap jijik kepadanya.


" apa kau yang melakukan ini." tanya William dengan dingin.


" jika aku memang nya kenapa." balas derryl dengan sombong.


tanpa berkata lagi William langsung memukulnya hingga terjatuh, tidak cukup sampai di situ William menginjak mukanya hingga hancur, Hendrik yang melihat itu menjadi marah ia segera maju dan ingin menampar William, tetapi William lebih deluan menendang nya hingga terlempar jauh ke belakang.

__ADS_1


" William lepaskan derryl dia bisa mati." ucap Kakek Wilson dengan panik.


" kau pikir aku perduli tua bangka, kalian telah membuat ku marah hari ini ." ucap William sambil menatap dingin kepada kakek wilson.


untung saja suara teriakan Chelsea menyadarkan William, William segera berjalan menuju kakek wilson dan langsung bertanya di mana Chelsea dan Jasmine.


" di mana istriku dan juga adik ipar ku." tanya William sambil mencengkram leher kakek wilson.


kakek wilson hanya bisa ketakutan melihat perubahan William, ia tidak sangka William bisa semarah ini, ia segera menenangkan pikirannya dan langsung menjawab pertanyaan William.


" mereka berdua ada di kamar." jawab kakek wilson dengan gugupnya.


William langsung menampar nya dengan keras hingga kakek wilson tersungkur, derryl berusaha bangkit dan langsung mengambil pistol ia menodongkan pistol ke kepala William.


" jika kau bergerak aku akan menghancurkan kepala mu." ucap derryl dengan sombong.


tetapi William dengan cepat merebut pistol itu dan langsung menembak kaki derryl.


" DOR !, kau memang anjing yang tidak penurut jika aku tau ini akan terjadi aku akan membunuhmu waktu itu." ucap William sambil berjalan menuju tempat istrinya berada.


saat ini di sebuah kamar Chelsea masih mencoba meloloskan diri dari Aiden tetapi ia tidak memiliki banyak kekuatan saat dirinya mulai pasrah pintu kamar ditendang oleh seseorang, Chelsea merasa senang karena itu adalah William Aiden terkejut karena hal ini ia memerintahkan anak buahnya untuk menghajar William, tetapi belum sempat mereka menyentuh William mereka sudah jatuh ke lantai, William maju dan Langsung menghajar Aiden William mematahkan tangannya, dan menendang ayahnya hingga pingsan.


William membawa Chelsea keluar dari kamar dan menyuruh nya untuk membawa ibu dan juga Stefan, sedangkan William ia pergi ke kamar sebelah untuk menyelamatkan Jasmine yang sedang di sekap oleh beberapa gangster suruhan Derryl, saat mereka ingin memperkosa Jasmine William masuk dan langsung melumpuhkan mereka semua.


" Jasmine kau baik-baik saja." tanya William dengan khawatir.


" aku baik baik saja kak." ucap Jasmine dengan takut.


" sekarang pergi bersama kak Chelsea tinggalkan rumah ini." ucap William sambil tersenyum.


William membawa Jasmine keluar dari kamar, seketika Chelsea berteriak dengan keras di ruang keluarga, William langsung menuju kesana ia mendapati Angela yang sedang bertengkar dengan Chelsea, Angela mengambil kunci mobil milik Chelsea karena baginya kunci mobil itu sekarang miliknya, seketika William datang dan langsung menghentikan mereka.


" bawa ibu dan adik adik pergi, sedangkan ayah serahkan padaku." ucap William dengan dingin.


" tetapi kunci mobil ada di tangan Angela." ucap Chelsea dengan panik.


" serahkan kunci mobil istriku." ucap William dengan dingin.


" kunci mobil istrimu, mulai sekarang ini adalah milikku." ucap Chelsea dengan sombong.


William langsung menampar Angela hingga terjatuh, William menatap gadis itu seakan ingin membunuh nya, William mengangkat kepalanya dan menatap nya dengan dingin.


" kau pikir kau siapa Beraninya mengambil hak milik orang lain." ucap William dengan dingin.


William mengambil kunci mobil itu dan menyerahkan nya kepada Chelsea, William mengangkat Jacob ke mobil karena saat ini kondisi Jacob sangat memprihatikan ia mengeluarkan banyak darah dari tubuh nya, sebelum William dan yang lainnya meninggalkan rumah kakek Wilson dan juga Aiden mengancam mereka.


" William mulai sekarang kalian bukan bagian dari keluarga Wilson, apapun yang terjadi kepada Kalian itu bukan urusan kami aku tidak ingin kalian menyandang nama Wilson di belakang nama kalian." ucap kakek Wilson.


sedangkan Aiden ia yang belum bicara sudah di peringatkan oleh William.


" Aiden kau pikir kalian keluarga Smith bisa melakukan seenaknya di kota ini, aku sudah memperingatkan mu beberapa hari yang lalu bahwa aku William tidak takut dengan siapa saja." ucap William dengan dingin.

__ADS_1


" dan untuk kalian keluarga Wilson aku pastikan kalian akan berlutut di depan istriku suatu hari nanti." ucap William sambil memasuki mobil.


seketika William meninggalkan rumah itu ia langsung tancap gas menuju rumah sakit, beberapa saat kemudian William sampai di rumah sakit ia langsung membawa Jacob menuju UGD, beberapa saat kemudian Chelsea dan yang lainnya sampai, Erina langsung bertanya bagaimana kondisi Jacob, William hanya bisa terdiam dengan pertanyaan ibu mertuanya


__ADS_2