
di vila baru keluarga Wilson kakek wilson sangat marah dengan sikap William tadi, bahkan semua orang yang ada disana juga kena imbas dari kemarahan kakek wilson.
" ayah, ayah jangan marah-marah seperti ini, jika ayah sakit nanti kami bisa sedih." ucap tanya dengan tersenyum.
" bagaimana ayah tidak marah, orang tidak berguna itu mengacaukan rencana kami." ucap kakek wilson dengan mata melotot kepada tanya.
" ayah tenang saja besok kita akan kerumah kakak untuk membicarakan tentang ini." ucap Hendrik meyakinkan ayahnya.
" Hendrik kau tahu sendiri kakakmu dia tidak akan setuju dengan ini." ucap kakek wilson dengan cemas.
" kakek, ayah kalian berdua tidak perlu khawatir aku punya rencana untuk masalah ini." ucap derryl dengan tersenyum.
" apa rencana mu nak." tanya Hendrik dengan bangga.
" katakan saja kepada paman bahwa jika mereka setuju kita akan memberikan 50 persen saham perusahaan kepada paman." jawab derryl dengan tersenyum.
" derryl apa kau gila kakek tersebut tidak setuju dengan rencana mu." ucap kakek wilson dengan marah.
"kakek mu benar kita tidak bisa memberikan saham kepada orang tidak berguna itu." ucap Hendrik dengan terkejut.
" ayah, dan kakek tenang saja itu hanya pura-pura, aku punya seorang teman yang seorang pengacara aku akan menyuruh dia untuk membuat surat perjanjian palsu." ucap derryl dengan tersenyum.
" apa kau yakin, bagaimana jika mereka menuntut kita ke pengadilan bisa bisa kita semua masuk penjara." ucap kakek wilson dengan kaget.
" kakek tenang saja, temanku adalah seorang pengacara hebat, bahkan kepolisian harus menuruti perintah temanku.," ucap derryl dengan bangga.
" baiklah besok kita akan kesana, derryl kau pergi temui temanmu, dan bawa dia besok bersama kita." ucap kakek wilson dengan tersenyum.
" ayah bagaimana jika kakak menolak semua ini, ayah tahu kan kakak dia sangat menyayangi anak-anaknya." tanya Lula wilson dengan tersenyum .
" bibi tenang saja manusia mana yang tidak mau dengan uang, bahkan orang bodoh pun tahu mana yang harus dia pilih." ucap derryl dengan senang.
" kau memang cucu kesayanganku, tidak sia-sia aku memanjakan mu." ucap kakek wilson dengan bangga.
setelah itu derryl pergi menemui temannya disebuah klub, ia sudah membuat janji dengan temannya, sesampainya di sana ternyata bukan hanya temanya saja yang datang tetapi ayah temannya juga datang, setelah itu derryl duduk bersama mereka di sebuah ruangan pribadi.
" lama tidak berjumpa bro Gareth Evans." ucap derryl dengan tersenyum.
" lama juga tidak berjumpa bro derryl, pekenalkan ini ayahku Heller Evans." ucap Gareth dengan tersenyum.
" lama tidak berjumpa tuan Evans aku sudah banyak mendengar tentang anda, anda adalah salah satu pengacara terbaik di kota ini, bahkan anda pernah menjadi pengacara keluarga Malik." ucap derryl dengan tersenyum.
" kau terlalu banyak memiliki ku tuan derryl, ada apa tuan derryl ingin bertemu dengan kami." ucap Heller dengan tersenyum.
" aku ingin meminta bantuan kalian, apa kalian bisa membuat kan aku surat perjanjian palsu untuk ku." kata derryl sambil menyerahkan sebuah amplop.
" tuan derryl tidak usah sungkan sungkan, biarpun bagaimana tuan derryl adalah sahabat anakku." ucap Heller sambil memasukkan amplop itu.
" itu belum semuanya didalamnya amplop itu ada delapan ratus ribu dolar, jika kalian berhasil aku akan menambahkan nya sebanyak satu juta dolar." ucap derryl dengan tersenyum.
" baiklah tuan derryl besok akan aku antar kan, kepada anda." ucap Heller dengan tersenyum.
" besok kita akan ketemu di tempat yang aku kirim kan, aku ingin kalian berdua datang agar lebih dipercaya."ucap derryl sambil meninggalkan!! mereka.
keesokan paginya di rumah William sedang sibuk bermain dengan Stefan, sedangkan Chelsea, Jasmine, dan Erina sedang menonton TV, Jacob yang dari tadi sedang sibuk dengan sesuatu dia meja makan, saat mereka sedang sibuk tiba tiba bel rumah berbunyi.
" Jasmine tolong lihat siapa yang datang." ucap Jacob kepada anaknya.
" baik yah." balas Jasmine dengan tersenyum.
Jasmine pun pergi membukakan pintu !rumah mereka, Jasmine terkejut karena yang datang adalah kakeknya, beserta paman dan juga keluarga lainnya.
" apakah ayah mu ada, panggil dia bilang kakek ingin bertemu dengan nya." ucap kakek wilson sambil berjalan masuk.
Jasmine pun langsung lari kedalam untuk memberi tahu yang lainnya, Jasmine seperti seseorang yang melihat setan, karena tidak seperti biasanya kakeknya datang kerumah mereka.
" ayah didepan ada kakek, kakek ingin bertemu dengan ayah." ucap Jasmine dengan gugup.
__ADS_1
seketika Jacob dan Erina langsung pergi menuju depan untuk menemui kakek wilson, disana kakek wilson sedang duduk di sofa, dan disampingnya sudah ada dua orang yang Jacob tidak kenal, itu adalah Heller Evans, dan anaknya Gareth Evans.
" Jasmine bawa Stefan ke atas, sayang ayo kita kedepan menemui mereka, aku takut terjadi sesuatu kepada ayah dan ibu." ucap William dengan dingin.
" baik kak." ucap Jasmine sambil mengendong Stefan.
setelah itu William dan Chelsea pergi ke depan, William melihat bahwa kakek wilson datang dengan pasukan lengkap.
" kebetulan kau juga disini Chelsea mari duduk bersama kami." ucap kakek wilson dengan tegas.
setelah itu Chelsea langsung duduk di samping ayahnya, William hanya berdiam diri di belakang karena ia yakin bahwa mereka kesini untuk merencanakan niat jahat mereka.
" Jacob ayah ingin kau menikahkan Chelsea dengan tuan muda Smith, karena saat ini keuangan perusahaan sedang memburuk, Hanya keluarga Smith yang bisa membantu kita." ucap kakek wilson dengan tersenyum.
Wilson diam karena pernyataan kakeknya, kemudian ia berkata" ayah Chelsea sudah menikah, dan bagaimana mungkin ia meninggalkan suaminya." jawab Jacob dengan tenang.
" kau bisa menyuruh mereka bercerai, aku akan membuat kompensasi kepada orang itu, terserah dia mau sebanyak apa uang yang dia inginkan." ucap kakek wilson dengan tegas.
" maaf ayah aku tidak bisa mengamati keputusan, silahkan ayah tanyakan kepada mereka." ucap Jacob dengan tegas.
" William kau tulis berapa uang yang kau inginkan aku akan memberikan nya kepada mu, tetapi ingat kau harus menceraikan cucuku." ucap kakek wilson dengan dingin.
" maaf kek aku tidak mau berpisah dengan William, biarpun bagaimana ia adalah suamiku." ucap Chelsea dengan sedikit keras.
William maju dan langsung mengambil cek kosong yang ada di meja, Chelsea yang melihat itu merasa sedikit kecewa karena orang yang dia pertahankan Malah mau menerima tawaran kakeknya, William langsung menulis angka di kertas itu.
" ini yang aku mau." ucap William dengan tersenyum.
kakek wilson mengambil cek itu dan langsung melihat jumlah yang William tuliskan, seketika wajah kakek wilson menjadi marah ia langsung melemparkan kertas itu ke meja dan langsung memarahi William.
" brengsek apa kau ingin memeras ku, mana mungkin aku sanggup membayar uang yang kau inginkan." ucap kakek wilson dengan marah sambil menunjuk muka William.
seketika semua orang menjadi kaget Chelsea langsung mengambil cek itu dan langsung melihat jumlah nya, Chelsea kaget karena jumlah yang William tuliskan adalah seratus triliun dolar, bahkan jika kakek wilson bekerja seumur hidup tidak akan mampu membayar itu.
" mengapa kakek wilson menjadi marah, kakek wilson yang meminta ku untuk menulis kan biaya yang aku inginkan, itu adalah harga untuk istriku yang cantik ini." ucap William dengan tersenyum.
anggota keluarga wilson yang mendengar ini menjadi marah kepada William, mereka mengutuk William dengan marah, Jacob yang melihat William di perlukan seperti ini langsung berteriak marah.
" Jacob jika kau menikahkan Chelsea dengan tujuan tuan muda Smith, ayah akan memberikan limapuluh persen saham perusahaan kepada mu." ucap Hendrik Wilson tersenyum.
seketika Heller dan Gareth maju dan langsung menyerahkan surat penyerahan kepada Jacob, William langsung maju dan mengambil surat itu dari Jacob.
" ayah ini surat palsu, sebaiknya ayah jangan tertipu dengan trik muslihat mereka." ucap William dengan tersenyum.
" hey William kau tahu apa tentang hukum, kau hanyalah orang luar jadi jangan ikut campur." ucap derryl dengan mengancam.
William maju dan mulai menghampiri derryl dan langsung berkata." bagaimana jika surat ini palsu apa kau mau taruhan dengan ku, jika ini asli aku akan menjadi anjing mu seumur hidup ku, tetapi jika ini palsu kau yang menjadi anjing ku seumur hidup." ucap William dengan tersenyum kepada derryl.
" hahahaha baiklah mari kita lihat apa kau bisa membuktikan semuanya." ucap derryl dengan sombong.
William langsung mengeluarkan handphone nya dan mulai menelpon Freddy more.
" halo paman apa kau bisa ke rumahku, aku ingin paman membawa pengacara kemari, aku tunggu Lima menit." ucap William dengan tersenyum.
" baik tuan muda, aku akan kesana membawa pengacara keluarga Alexander yang ada disini." ucap Freddy dengan hormat.
setelah itu William juga mengirim pesan kepada Richard Marx untuk datang kemari membawa beberapa anak buahnya.
" baiklah kita tunggu Lima menit seseorang akan datang untuk membuktikan surat ini." ucap William dengan santai.
semua keluarga wilson hanya tertawa mendengar ucapan William, Chelsea, Jacob dan Erina mencoba mengingat kan William tentang taruhan itu.
" ayah ibu, sayang tenang saja aku akan membuktikan bahwa surat ini memang palsu." ucap William dengan tersenyum.
beberapa saat kemudian Freddy datang bersama Beberapa orang bodyguard nya disampingnya ada seorang pria paruh baya, Freddy dan pria paruh baya itu langsung mengetuk pintu.
" permisi apakah tuan William ada." ucap Freddy dengan sopan.
__ADS_1
William langsung membukakan pintu, dan seketika semua orang kaget karena juru bicara keluarga Alexander datang kerumah Jacob, bukan hanya itu pengacara terbaik kota berilon juga datang ia adalah Kurt Schneider Ketua pengacara kota berilon, selain itu ia juga merupakan ketua jaksa kota berilon.
" maaf tuan Will kami terlambat, apa yang bisa saya bantu." ucap Freddy dengan sopan.
" paman Freddy aku ingin paman memeriksa surat ini, apa ini surat asli atau palsu." jawab William dengan tersenyum.
" baik tuan biarkan saya periksa." jawab Kurt Schneider. dengan hormat.
setelah itu Kurt memeriksa surat itu, derryl dan yang lainnya tidak percaya bahwa William bisa kenal dengan Freddy more, derryl merasa takut jika itu ketahuan maka ia akan menjadi anjing William.
" siapa yang membuat surat ini." tanya Kurt dengan dingin.
" aku rasa mereka berdua." ucap William sambil menunjuk Heller dan anaknya.
" Heller apa kau yang membuat surat ini." tanya Kurt dengan dingin.
" iya tuan Kurt aku yang membuat nya." jawab Heller dengan tersenyum.
seketika Kurt maju dan langsung menampar Heller hingga tersungkur di lantai, ia terus memukuli Heller dengan kejam.
" beraninya kau menipu tuan William, apa kau cari mati Heller mulai sekarang aku akan mencabut lisensi pengacara mu, bukan hanya itu aku akan menyita seluruh kekayaan keluarga mu." ucap Kurt dengan marah.
" cukup, siapa yang menyuruh kalian untuk menipu ayah mertua ku." tanya William dengan tersenyum dingin kepada mereka.
" ampun tuan, Kami hanya dibayar oleh tuan derryl dia meminta kami untuk menipu ayah mertua mu." ucap Gareth Evans dengan marah sambil menunggu derryl.
" terimakasih atas informasinya, derryl karena aku menang dalam taruhan ini maka aku memintamu untuk menggonggong dan berlutut kepada Ku." ucap William dengan dingin.
" William bisa kau lupakan tentang taruhan kita, biarpun bagaimana aku adalah saudara ipar mu." ucap derryl sambil memohon kepada William.
" sejak kapan kau menganggap ku sebagai saudara ipar mu." tanya William dengan dingin.
perkataan william membuat kaki derryl menjadi lemas, derryl terjatuh ke lantai dan mulai memohon kepada William, Hendrik yang melihat itu langsung memohon kepada William agar anaknya tidak menjadi anjing William.
" sekali lagi aku ucapkan berlutut dan menggonggong kepada ku." ucap William dengan dingin.
" William apa kau tega membiarkan saudara mu berlutut kepada mu." ucap kakek wilson dengan tersenyum.
" sejak kapan kalian menganggap ku sebagai saudara kalian, aku bukan saudara, apa kalian pernah memperlakukan aku dengan baik." tanya William dengan menatap mereka.
" William kami mohon, bahkan aku rela memberikan mu uang asal jangan menjadi kan anakku anjing mu." ucap Hendrik dengan memohon.
" aku tidak butuh uang mu, aku ingin sesuatu yang lebih penting dari uang." ucap William dengan tersenyum.
" baiklah terserah kau aku akan memberi kan apapun itu." ucap Hendrik dengan senang.
" paman aku dengar kau mempunyai saham tiga puluh persen di perusahaan." tanya William dengan tersenyum.
" kau benar aku memang mempunyai saham di perusahaan." jawab Hendrik dengan bingung.
" aku ingin kau memberikan itu kepada ayah mertuaku, selain itu aku ingin kau memundurkan diri dari jabatan mu sebagai wakil CEO Wilson compration dan menyerahkan itu kepada ayah mertuaku, dan aku ingin saham itu ditambah dua puluh persen." ucap William dengan tersenyum kepada mereka.
seketika Hendrik langsung lemas mendengar perkataan William , kakek wilson hanya bisa diam mendengarkan permintaan William, seketika kakek wilson menolak permintaan William.
" baiklah jika kakek menolak, tapi jangan salah kan aku jika berbuat sedikit keterlaluan." ucap William mengeluarkan ponsel.
" bawa anak buah mu masuk." ucap William dengan dingin .
seketika sekolompok pria berbaju hitam masuk kedalam rumah William, mereka adalah gangster masing masing dari mereka mengeluarkan aura haus darah, seorang pria masuk ke dalam rumah dan semua orang berpakaian hitam langsung membungkuk kepada orang ini, ia adalah Richard Marx pemimpin dunia bawah.
" tuan William apa ada yang perlu aku lakukan." tanya Richard Marx dengan hormat.
" Richard aku dengar kau mempunyai pertenakan serigala, apa kau bisa melatih anjing baruku agar dia mau menuruti perintah ku." ucap William dengan tersenyum.
" Tentu saja tuan, aku akan melatih nya hingga menjadi penurut, memang nya dimana anjingnya." tanya Richard dengan serius.
" ada di depanku, dia adalah anjing jenis baru." ucap William sambil memandang jijik kepada derryl.
__ADS_1
" William aku mohon jangan seperti ini." ucap derryl dengan menangis.
" tunggu sebentar aku akan menyerahkan lima puluh persen saham perusahaan kepada Jacob." ucap kakek wilson dengan putus asa, biarpun bagaimana derryl adalah cucu kesayangannya ia tidak ingin derryl menjadi budak orang lain.