TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
PUJIAN WAYNE ALEXANDER


__ADS_3

Mobil milik Elvin berhenti di depan rumah kayu bergaya Amerika Elvin turun dari mobilnya ia disambut oleh beberapa orang yang telah menunggunya, Elvin merapikan jasnya dan berjalan kearah mereka dengan wajah yang sangat ramah semua orang yang menunggunya langsung membungkuk di depannya, salah satu orang yang ada disana maju menghampiri Elvin.


" Tuan muda Elvin senang bertemu dengan tuan, saya adalah Storm orang yang dipercaya tuan besar Adrian untuk memimpin pasukan yang akan menghabisi William Alexander." Ucap Storm dengan hormat.


" Tuan Storm senang bertemu dengan anda." Ucap Elvin dengan senyum yang sangat manis.


"Tuan muda Elvin mari silahkan masuk kedalam, saya sudah menyiapkan jamuan untuk tuan muda." Ucap Storm dengan tersenyum.


Storm dan ketiga orang kepercayaannya menuntut Elvin dan semua pengawal pribadinya masuk kedalam rumah kayu itu rumah ini terlihat minimalis ada beberapa ornamen khas dari Amerika yang sangat cocok dengan rumah ini, didalam rumah ini dilengkapi dengan furnitur yang sangat cocok dengan gaya rumah ini Adrian duduk di sebuah sofa di ruang tamu diikuti dengan Storm dan semua orang Adrian menatap sekeliling rumah itu ia merasa rumah ini sama seperti villa milik ayahnya yang terletak di pegunungan Texas.


Sementara William ia telah sampai di Phoenix comporation ia menyuruh petugas valet untuk memarkir mobil miliknya di basemen pribadi miliknya, William berjalan menuju ruangannya semua karyawan yang bertemu dengannya langsung membungkuk ketika berpapasan dengannya sesampainya di ruangannya ia langsung membuka jasnya dan meletakkannya di sandaran kursi kerjanya, ia duduk di kursi kerjanya dan langsung mengambil telepon genggam yang ada dimeja kerjanya dan langsung menghubungi Aurora untuk datang keruangan nya tidak sampai lima menit Aurora masuk dan langsung menghadap kepadanya.


" Duduk." Ucap William dengan wibawanya.


Aurora langsung duduk di hadapan William dan langsung bertanya kepada atasannya itu." Ada apa CEO memanggil saya apa ada yang perlu saya bantu." Tanya Aurora dengan hormat.


" Untuk perjalanan ke kota Brawer biar aku saja yang pergi sebaiknya kau tetap disini membantu Peter dan Clara dalam mengurus perusahaan, aku berencana akan mengajak Quinton pergi menemaniku kesana." Jawab William dengan santai.


" Baik CEO kalau begitu saya akan menyampaikan kepada para pekerja yang ada disana untuk menyambut Anda ketika disana, oh iya tuan muda saya sudah selesai melihat-lihat CV mereka semua dan nampaknya ada beberapa orang yang saya rasa berpotensi dalam pekerjaan yang mereka kosong saat ini." Ucap Aurora dengan sopan.


" Bagus bagaimana dengan wanita bernama Ivory apa ia salah satu dari mereka." Tanya William dengan santai.


" Tuan Ivory adalah yang terbaik di antara mereka ia memiliki CV yang sangat menarik dan bagus aku rasa ia cocok bekerja di perusahaan ini." Jawab Aurora dengan tersenyum.


" Aku ingin kau menghubunginya sekarang juga katakan kepadanya kalau ia diterima bekerja di perusahaan kita." Ucap William dengan santai.


"Baik CEO saya akan menghubungi nyonya Ivory setelah ini." Jawab Aurora dengan tersenyum.


Setelah selesai Aurora pamit untuk kembali bekerja sedangkan Wayne, Elizabeth, Olivia dan juga Ethan sedang dalam perjalanan menuju Phoenix comporation, awalnya Sebastian menyiapkan sebuah mobil RollsRoyce Pantom edisi terbatas milik William tetapi Wayne memilih sebuah mobil SUV keluaran terbaru dari Lexus, Lexus tidak kalah mewah dengan beberapa mobil mewah sekelas RollsRoyce, bantley, dan juga Mercedes-Benz tidak banyak orang kaya memilih mobil ini karena mereka hanya melihat RollsRoyce sebagai mobil termewah saat ini.


Sementara di ruangan bawah tanah diamond surface kondisi Tood Jean sangat memprihatikan sudah beberapa hari ini ia tidak makan makanan mewah yang ia inginkan, Freddy hanya memberikannya makan sebuah nasi yang hampir basi dan juga beberapa ikan yang hampir busuk awalnya ia menolaknya tetapi karena ia tidak mampu menahan laparnya terpaksa ia memakan makanan itu, walaupun rasanya ia ingin memuntahkan makanan itu kembali Tood berteriak meminta makan dan juga minum karena saat ini ia sudah sangat kelaparan dan kehausan.


Karena kondisinya sangat lemas ia tidak bisa berteriak sekencang-kencangnya sehingga tidak ada satupun orang yang mendengarkan teriakannya, Freddy yang melihat dari komputer miliknya segera menelpon salah satu anak buahnya yang sedang berjaga disana ia menyuruh anak buahnya untuk membawakan Tood makanan, tetapi hari ini Freddy menyuruhnya untuk menyiapkan sebuah makanan yang layak dimakan ia membawakan semangkok bubur panas dan juga sebuah teh hijau panas.


Anak buah Freddy membuka pintu sel tahanan ia masuk sambil membawa makanan dan juga minuman yang telah ia siapkan ia meletakkan makanan itu dan melepaskan rantai yang mengikat kedua tangan milik Tood, setelah melepaskannya ia menyuruh Tood untuk menghabiskan makanannya secepatnya anak buah Freddy duduk di sebuah kursi di hadapan Tood ia membakar sebatang rokok sambil mengawasi Tood agar Tood tidak berusaha melarikan diri dari William.


Sebatang rokok sudah mulai habis tetapi makanan Tood masih belum habis ia kembali membakar sebatang rokoknya dan kembali mengawasi Tood, Tood sangat lahap menyantap makanannya hari ini bahkan ia makan seperti orang yang sudah tidak makan beberapa hari ini bahkan anak buah Freddy merasa jijik kepadanya, setelah menghabiskan makanannya ia langsung meminum teh hijau yang sudah tidak panas setelah itu ia duduk sambil bersandar di tembok ruang tahanan.

__ADS_1


Setelah melihat Tood selesai makan ia kembali merantai tangan milik Tood dan membereskan perlengkapan makan milik Tood setelah selesai ia pergi meninggalkan ruangan tahanan, sementara William ia masih sibuk dengan pekerjaannya didepan Phoenix comporation Wayne dan yang lainnya telah sampai Ethan turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Wayne dan Elizabeth, Wayne bersama Elizabeth turun dari mobil semua orang yang ada disana langsung tertuju kepada mereka tidak ada yang mengenali mereka karena mereka berdua menggunakan sebuah kacamata hitam.


Olivia yang berada di kursi depan juga turun dari mobil ia berjalan menghampiri ayah dan juga ibunya sedangkan Ethan ia pergi ke basemen untuk memarkir mobil, Wayne dan yang lainnya berjalan menghampiri pintu masuk Phoenix comporation petugas yang melihat mereka segera maju untuk menahan mereka, karena peraturan perusahaan setiap tamu yang datang harus diperiksa dan ditanyakan tentang tujuan mereka lima orang petugas keamanan maju dan menahan Wayne beserta keluarganya.


" Maaf tuan karena ini adalah perintah dari CEO maka kami harus menjalankan pemeriksaan terhadap tuan dan juga nyonya." Ucap salah satu penjaga yang merupakan kepala keamanan.


"Baiklah kalian boleh memeriksa kami." Ucap Wayne dengan dingin.


Tiga orang petugas keamanan maju sambil membawa alat pendeteksi barang setelah tidak mendapatkan senjata tajam ataupun sesuatu yang berbahaya mereka kembali menjalankan tugas mereka.


" Maaf tuan dan nyonya kalau boleh tahu ada perlu apa kalian kesini, apakah kalian sudah membuat janji dengan CEO ataupun petinggi lainnya." Tanya kepala keamanan dengan tersenyum.


"Apakah saya perlu janji untuk menemui CEO kalian." Ucap Wayne dengan dingin dan balik bertanya kepada kepala keamanan.


"Tentu tuan CEO adalah orang yang sangat rendah hati ia tidak ingin sembarang orang mengetahui identitasnya, jadi jika anda ingin bertemu dengannya anda harus membuat janji terlebih dahulu.


Saat kepala keamanan sedang berbicara dengan Wayne Ethan telah kembali dari memarkirkan mobil ia sempat heran mengapa kakak iparnya belum juga masuk kedalam maka ia langsung maju kedepan.


" Ada apa ini mengapa kalian menahan kakak ipar ku." Tanya Ethan dengan dingin.


Kepala keamanan maju dan langsung mendekatkan alat pendeteksi barang yang ia genggam ke badan Ethan tetapi baru saja barang itu berada di bagian punggung Ethan alat itu langsung berbunyi, seketika keempat petugas keamanan maju dan langsung mengeledah Ethan dibelakang punggung Ethan ada sebuah pistol seketika Ethan ingin di lumpuhkan para petugas keamanan.


Tetapi belum sempat mereka menyentuh Ethan Sebuah suara menghentikan langkah mereka untung saja ada Andy Murray yang ingin pergi mengawasi pembangunan pabrik, Andy berjalan menuju mereka dan langsung membungkuk di hadapan Wayne dan juga Elizabeth.


" Maaf atas perlakuan mereka paman." Ucap Andy dengan hormat.


" Tidak apa-apa nak justru paman bangga dengan cara mereka bekerja jarang ada orang seperti mereka yang tetap memegang teguh prinsip perusahaan, biasanya petugas keamanan di perusahaan lain tidak akan menahan seseorang yang menggunakan pakaian mahal justru mereka membiarkan orang itu masuk tanpa melakukan pemeriksaan terhadap orang itu." Ucap Wayne dengan dingin sambil membuka kacamata hitamnya.


Seketika kelima penjaga itu langsung berlutut di hadapan Wayne mereka tidak menyangka bisa bertemu dengan tuan besar Alexander hari ini, mereka berlima mengeluarkan keringat dingin dari wajah mereka bahkan mereka sampai bersujud di hadapan Wayne agar tidak memecat mereka berlima.


"Berdirilah kalian tidak perlu seperti ini saya bangga dengan prinsip kerja kalian berdirilah, saya tidak akan mengadukan hal ini kepada anak saya justru saya akan meminta dia untuk menaikkan gaji setiap petugas keamanan." Ucap Wayne dengan tersenyum.


" Terima kasih tuan atas kebaikan anda kami berjanji akan selalu setia kepada tuan muda Alexander." Ucap mereka berlima secara bersamaan.


"Kalau begitu kami masuk dulu kalian lanjutkan pekerjaan kalian." Ucap Wayne dengan dingin.


"Silahkan tuan." Ucap kepala keamanan dengan hormat.

__ADS_1


Wayne, Elizabeth, Olivia, dan juga Ethan masuk kedalam perusahaan walaupun sudah dua bulan ia membeli perusahaan ini tetapi ini baru pertama kali ia menginjakkan kaki disini, walaupun kalah jauh dengan kemewahan Alexander Group Phoenix comporation tidak kalah mewah dengan perusahaan milik Wayne yang lainnya, sebelum berangkat menuju pembangunan pabrik Andy menghubungi Peter untuk menyambut Wayne di loby perusahaan.


Peter, Quinton, dan juga Clara turun untuk menyambut kedatangan Wayne mereka segera menyapa paman tertua mereka itu, Wayne bertanya dimana ruangan William Quinton pun membawa mereka menuju lantai paling atas yang dimana disitu hanya ada satu ruangan yaitu ruangan milik William William, dilantai delapan puluh enam hanya diisi dengan ruangan milik William selain itu lantai itu juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas pribadi seperti ruang tunggu, kamar tidur berukuran besar, kamar mandi pribadi yang dilengkapi dengan ruangan sauna, dan ada bar pribadi dan juga tempat makan pribadi, disan juga ada sebuah dapur yang dikhususkan untuk memasak makanan untuk William.


Sedangkan dilantai delapan puluh lima itu diisi ruangan kerja milik Quinton, Aurora, Peter, Clara dan satu ruangan rapat VVIP setelah mereka sampai dilantai delapan puluh enam Quinton menunjukkan satu ruangan yang pintunya terbuat dari kayu Lexington legacy dan juga gagang pintu yang terbuat dari emas murni lima puluh karat, Quinton izin kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya Wayne dan juga yang lainnya segera berjalan menuju pintu Ruangan kerja milik William.


Wayne mengetuk pintu ruangan itu dan langsung disambut dengan suara William yang mempersilahkan Wayne pun langsung masuk bersama yang lainnya, William yang melihat kedatangan mereka langsung berdiri dan menyambut mereka William tidak menyangka mereka akan datang mengunjunginya di kantor hari ini.


" Ayah mengapa tidak memberitahu ku terlebih dahulu, jika aku tahu kalian ingin kesini aku bisa menyuruh koki pribadiku untuk menyiapkan makanan kesukaan kalian." Ucap William dengan tersenyum.


"Apa perlu aku memberitahu mu kalau ayahmu ingin bertemu denganmu." Ucap Elizabeth sambil duduk di sebuah sofa mewah.


"Bagaimana dengan perkembangan perusahaan mu, apa terjadi masalah." Tanya Wayne dengan tersenyum.


" Akhir-akhir ini tidak ada masalah sedangkan perkembangan perusahaan sudah semakin meningkat, hanya saja ketika aku pertama kali menjabat sebagai CEO ada sebuah masalah kecil terjadi untung saja aku dan yang lainnya berhasil menyelesaikan masala itu." Jawab William dengan santai.


"Memangnya masalah apa yang terjadi dik." Tanya Olivia dengan tersenyum.


" Para petinggi perusahaan telah melakukan penggelapan uang sebanyak sepuluh miliar, untung saja Quinton berhasil mengetahui masalah ini secepatnya aku memecat mereka yang terlibat dalam kasus tersebut dan menyita seluruh aset kekayaan mereka." Jawab William dengan dingin.


" Siapa saja orang yang terlibat dalam kasus tersebut." Tanya Wayne dengan dingin.


" Para dewan direksi dan beberapa petinggi perusahaan lainnya." Jawab William dengan santai.


" Berarti saat ini kantor ini tidak memiliki dewan direksi." Tanya Elizabeth dengan wajah datarnya.


" Untuk sementara aku mengangkat Peter, Quinton, Clara, dan yang lainnya untuk mengisi kursi dewan direksi." Jawab William dengan tersenyum.


"Apa kau tidak ingin mencari beberapa orang yang cocok untuk mengisi kursi dewan direksi, ayah rasa itu perlu." Ucap Wayne sekaligus bertanya kepada William.


" Untuk saat ini aku belum menemukan orang yang cocok untuk mengisi kursi dewan direksi, saat ini aku masih percaya kepada Peter dan yang lainnya, tetapi jika ayah mempunyai beberapa orang yang ayah percaya untuk mengisi kursi dewan direksi aku akan menyerahkannya kepada ayah." Jawab William dengan tersenyum.


" Ayah mempunyai enam orang yang bisa kau andalkan untuk mengisi kursi dewan direksi hari ini ayah akan menyuruh mereka untuk berangkat kesini sekarang juga." Ucap Wayne dengan serius.


"Baiklah yah aku akan mempercayakan kepada ayah untuk mengurus hal ini, aku juga berencana untuk mengubah jajaran petinggi perusahaan karena pada hari itu aku belum mengetahui kinerja kerja setiap karyawan perusahaan ini aku hanya menyerahkan jabatan penting kepada orang yang sudah lama aku kenal." Ucap William dengan tersenyum.


"Baiklah besok ayah akan hadir untuk membantumu dalam memilih setiap orang yang cocok untuk mengisi setiap jabatan penting dalam perusahaan ini." Ucap Wayne dengan dingin.

__ADS_1


__ADS_2