TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
KEGANASAN PETER


__ADS_3

William, ayahnya, dan juga pamannya Billy pergi ke sebuah ruangan khusus untuk membicarakan sesuatu yang penting disana juga ada Freedy yang di ajak oleh William dan juga Sebastian yang di ajak oleh Wayne, tujuan William adalah untuk meminta bantuan kepada ayahnya untuk memberi tahu istrinya tentang identitas aslinya, karena William tidak ingin terus berbohong kepada Chelsea hal yang paling dia tidak inginkan adalah Chelsea mengetahui identitas aslinya dari orang lain.


" Ayah aku ingin meminta bantuan kepada ayah aku rasa sudah saatnya istriku mengetahui identitas asli ku, aku tidak ingin ia mendengar ini dari orang lain apalagi ia sampai marah dan meninggalkan aku." ucap William dengan sedikit sedih.


Wayne yang mendengar perkataan anaknya itu merasakan hal yang sama seharusnya ini sudah saatnya untuk mengungkapkan identitas anaknya ini, dengan begitu ia bisa mewariskan semuanya kepada William tetapi ini belum saatnya apalagi jika ia pensiun dari jabatannya saat ini banyak keluarga lain yang akan menyerang keluarga Alexander, walaupun William pandai dan kuat tetapi ia tidak akan mampu melawan mereka jika mereka semua bekerjanya untuk menyerang William.


" Ayah rasa juga harus seperti itu, kau harus memberikan tahunya secepat mungkin." Ucap Wayne dengan tegas.


"Aku berencana akan memberi tahunya ketika hari ulang tahunnya nanti." Ucap William dengan tersenyum.


"Baguslah kalau begitu." Jawab Wayne dengan senang karena anaknya sudah mau terbuka kepada istrinya.


Sementara Peter dan juga yang lainnya telah selesai makan malam bersama saat ini ia sedang asik menyimak Amanda dan beberapa sahabat baiknya sedang asik mengobrol satu sama lain, Peter hanya bisa diam karena saat ini yang mereka bicarakan adalah urusan sesama wanita William hanya bisa minum beberapa gelas wine dan asik memainkan handphonenya, saat sedang asik melihat-lihat video di belanda Instagramnya beberapa kelompok pria datang menghampiri mereka.


Jika diperhatikan mereka bukan pengunjung restoran tetapi mereka adalah beberapa kelompok gangster yang ingin meminta uang kepada pemilik restoran ini, tetapi ketika mereka melihat ada tujuh wanita cantik yang sedang berkumpul di restoran itu jadi mereka mengubah tujuan mereka yaitu ingin bermain-main dengan para wanita cantik di depan mereka, wanita cantik yang mereka maksud adalah Chelsea dan juga teman temannya beberapa dari sahabat Chelsea mulai merasa tidak nyaman ketika salah satu dari mereka mulai memandanginya dengan wajah tersenyum mesum.


Tetapi Ivory berbeda ia adalah adik dari seorang raja dunia bawah ia tidak takut dengan gangster kecil seperti mereka, sedari kecil kakaknya sudah mengajarkan ia beberapa teknik beladiri seperti taekwondo, karate, dan juga judo bahkan ketika ia pergi belajar ke luar negeri ia juga mempelajari wing Chun dan juga kick boxing, salah satu dari gangster itu maju ia sangat tertarik dengan kecantikan Peggy Carter ia melihat Peggy dengan penuh hasrat karena Peggy adalah wanita yang cantik dengan badan yang lumayan seksi walaupun tidak seseksi Chelsea ataupun Amanda.


" Halo nyonya nampaknya kalian sedang berkumpul, bagaimana kalau kalian bergabung dengan kami aku janji aku dan teman-teman ku akan menemani kalian semua untuk minum bersama." Ucap salah satu dari mereka yang memiliki badan besar dan kepala botak, jika dilihat ia adalah pemimpin dari mereka.


Chelsea yang melihat teman temannya merasa mulai tidak nyaman segera berkata kepada pria botak itu." Maaf tuan saat ini kami sedang makan malam bersama dan lagi pula kita juga belum kenal satu sama lain." Ucap Chelsea dengan tersenyum.


**** pria itu berbalik menghadap kepada Chelsea ia tidak menyangka akan bertemu wanita secantik ini, bahkan semua anak buahnya yang melihat Chelsea seketika terpesona dengan kecantikan Chelsea bahkan mereka lelah memberikan sepuluh tahun mereka hanya untuk dapat bercinta dengan Chelsea.


" Nona cantik bagaimana kalau kita semua pindah ke hotel terdekat agar kita bisa mengenal satu sama lain." Ucap pria itu dengan senyum yang menjijikkan.


" Maaf tuan maksud anda apa, apa anda pikir kami wanita murahan yang bisa ditiduri oleh semua orang." Ucap Chelsea dengan sedikit marah.


" Nona cantik tidak perlu jual mahal sepeda ini, aku yakin kalian pasti akan menyukai permainan kita." Ucap pria itu dengan tersenyum diikuti oleh tawa dari semua anak buahnya.


Ivory yang tidak tahan dengan tindakan mereka segera berdiri dan langsung berbicara.


"Sebaiknya kalian semua pergi dari pada kalian semua berakhir dengan buruk malam ini." Ucap Ivory dengan dingin.


salah satu anak buah dari pria itu tidak terima dengan perkataan Ivory ia segera maju dan langsung memarahi Ivory.


" Hey wanita ****** kau pikir kau siapa Beraninya mengancam kami seperti itu apa kau tidak tahu siapa kami, kami adalah anak buah dari Stuart Mill penguasa daerah." Ucap pria itu dengan marah.


Mereka pikir setelah mereka menyebutkan nama Stuart Ivory akan takut justru tidak ia makin berani menantang mereka, pria botak yang melihat wajah Ivory segera mendapatkan ide jika ia bisa menakuti mereka dengan menggunakan nama bos nya maka mereka pasti bisa menikmati tubuh indah ke-tujuh wanita cantik ini.


" Apa kau dengar yang barusan dikatakan oleh anak buahku sebaiknya kalian ikuti kami dengan baik jika tidak aku akan memastikan kalian akan mati malam ini." Ucap pria botak dengan dingin.


" Stuart Mill bukannya dia mantan raja dunia bawah, jadi kalian anak buahnya." Ucap Peggy dengan takut di apa-apakan oleh mereka.


" Kau benar nona sebaiknya kau ikut kami atau kau tahu apa yang akan terjadi." Ucap pria itu dengan tersenyum.


Semua orang menjadi takut setelah mendengarkan perkataan Peggy karena dulu Stuart memang sangat ditakuti oleh semua orang, bahkan empat keluarga kelas atas harus hormat kepadanya tetapi ketika Stuart ketahuan menjalankan bisnis ilegal ia ditendang oleh Freedy dari kota berilon, bahkan ia tidak diperbolehkan untuk menginjakkan kaki di kota ini lagi Stuart pergi ke kota Amber untuk memulai kehidupan baru disana ia menjadi pendatang baru dan langsung banyak mendapatkan pengikut.


Sementara William ia telah selesai berbicara dengan ayahnya ia berencana untuk pulang karena mobilnya berada di kantor ia terpaksa menyuruh Freedy untuk menurunkannya di Phoenix comporation, mereka pergi meninggalkan villa mewah milik William dengan mobil milik Freedy saat di perjalanan Freddy memberi tahunya bahwa Frank ingin bertemu dengannya.

__ADS_1


" Tuan muda tadi Frank menghubungi ku ia ingin bertemu dengan tuan." Ucap Freddy dengan hormat.


" Baiklah beri tahu dia untuk bertemu besok di Phoenix comporation, saat ini aku sedang lelah." Ucap William dengan santai.


" Baiklah tuan akan aku sampaikan." Ucap Freddy dengan tersenyum.


William telah turun di depan Phoenix comporation ia langsung pergi menuju mobilnya sedari ada seseorang yang sedang menunggunya untuk keluar dari dalam kantor, William yang merasakan ada yang mengawasinya segera masuk kedalam mobil dan langsung pergi meninggalkan perusahaan memang benar itu adalah anak buah dari Adrian ketika William meninggalkan perusahaan mereka melaporkan kepada Adrian dan beberapa regu lainnya, ketika ia rasa aman William menurunkan kecepatan mobilnya setelah beberapa saat ia sampai di apartemen.


William hanya mendapati Jacob dan juga Erina di dalam apartemen sedangkan Chelsea ia saat ini sedang bersama Amanda dan yang lainnya, sedangkan Jasmine ia sedang kelima bersama beberapa teman sekolahnya kata Jacob mereka sedang pergi karaoke bersama, William masuk kedalam kamar dan Langsung membersihkan badannya setelah selesai membersihkan badannya ia menghubungi seseorang.


" Halo aku merasa ada yang sedang mengawasi ku saat ini, aku ingin kau menyangka mereka hidup hidup aku ingin tahu siapa yang menyuruh mereka." Perintah William kepada orang yang sedang ia telepon.


" Baik tuan muda aku dan Jhon akan pergi ke apartemen sekarang juga." Ucap pria itu yang ternyata adalah Richard.


" Baiklah tetapi ingat jangan sampai mereka mengetahui kehadiran kalian." Ucap William dengan dingin.


" Siap tuan muda." Jawab Richard dengan serius.


Setelah menutup teleponnya ia menggenakan pakaian santai setelah itu ia pergi ke jendela kamar dan mengecek keadaan melalui jendela kaca, apartemen Richard berada di lantai atas jadi ia bisa melihat orang yang mencurigakan dari atas, memang benar William melihat ada delapan orang sedang mengawasi apartemen dari bawah, saat sedang mengawasi handphone William berdering itu adalah panggilan dari Richard.


" Halo tuan saat ini saya dan juga Jhon sudah berada di depan gedung apartemen, saya melihat ada sepuluh orang pria sedang mengawasi apartemen saat ini." Ucap Richard dengan hormat.


" Awasi mereka kemanapun aku yakin masih ada beberapa dari mereka yang sedang berada di tempat berbeda." Perintah William kepada Richard dengan serius.


" Siap tuan saya akan menyuruh anak buahku untuk mengawasi mereka dua puluh empat jam." Jawab Richard dengan tegas.


" Satu lagi aku ingin kau menambahkan beberapa orang kepercayaan mu untuk mengawasi istriku, aku yakin saat ini mereka juga sedang mengawasi istriku." Tambah William dengan dingin.


Setelah selesai memberikan instruksi kepada Richard William pergi menemui Jacob dan juga Erina, ketika sampai William melihat wajah Erina yang hampa khawatir William yang penasaran segera bertanya kepada ibu mertuanya itu, sementara kembali ke Chelsea dan juga teman temannya mereka masih berdebat dengan para gangster yang sedang mengganggu mereka, saat ini para gangster itu mengajak mereka secara paksa Peter yang tidak tahan melihat semua ini mengambil sebotol wine yang ada di meja dan langsung menghantamkannya ke kepala salah satu dari mereka.


Pria yang terkena pukulan botol wine dari Peter langsung tersungkur di lantai sambil memegangi kepalanya yang mengeluarkan banyak darah, semua orang terkejut melihat itu mereka tidak menyangka bahwa ada seseorang yang berani menyerang salah satu dari mereka pemimpin mereka yang melihat Peter menyerang anak buahnya langsung menjadi marah ia menatap Peter dengan matanya yang sangat merah.


" Beraninya kau menyerang saudaraku, apa kau sudah bosan hidup!." Ucap pria itu dengan marah.


Peter yang mendengar perkataan pria itu hanya menghiraukan nya justru kali ini Peter maju dan langsung menampar pria itu dengan pinggul tangannya, terdengar suara tamparan yang sangat keras sampai-sampai pria itu terlempar beberapa meter ke belakang hingga menabrak tumpukan botol minuman keras.


" Kau terlalu banyak bicara, apa kau pikir aku perduli dengan semua omong kosong mu itu." Ucap Peter sambil berjalan menuju tumpukan botol minuman keras yang sudah berhamburan dimana mana.


Pria yang habis di tampar oleh Peter kembali berdiri dan langsung mengeluarkan sebuah pisau es dari saku jasnya, ia menodongkan pisau itu kearah Peter yang sedang berjalan mendekatinya ia yang melihat Peter tidak memperdulikan pisau yang ada di tangannya langsung berteriak kepada Peter sambil mengancam Peter dengan sangat marah.


" Berhenti jika tidak aku akan membunuhmu menggunakan pisau ini!." Ucap pria itu dengan dingin.


Peter tidak perduli dengan perkataan orang itu ia hanya tersenyum dingin kepada orang itu, Peter semakin mendekati pria itu semakin Peter mendekatinya orang itu mundur beberapa langkah dari Peter, ketika sudah dekat dengan cepat Peter meraih pergelangan tangannya dan langsung mematahkannya dengan mudah, tidak cukup sampai di situ Peter juga melayangkan tinjunya tepat di hidung pria itu sehingga tulang hidung pria itu patah dan mengeluarkan gumpalan darah segar.


Setelah meninju hidungnya Peter menendang perut pria itu hingga jatuh di lantai setelah itu Peter menginjak perutnya hingga ia meronta kesakitan sambil menyuruh semua anak buahnya untuk menyerang Peter, tetapi sebelum anak buahnya bergerak beberapa rombongan mobil range Rover Evoque berbaris di depan pintu restoran seorang pria keluar dari mobil paling depan, Ia adalah Bellamy Blake salah satu raja dunia bawah Bellamy menggenakan jas berwarna hitam dan dipadukan dengan kemeja berwarna putih dan juga kacamata hitam.


Di tangan kanannya ada sebatang rokok yang belum dibakar Bellamy berjalan masuk ke restoran dengan diikuti oleh puluhan anak buahnya di belakangnya, semua orang yang berada di dalam seketika menjadi terkejut dengan kehadiran Bellamy bahkan mereka tidak berani menatap Bellamy beserta anak buahnya yang sedang berjalan menuju meja Ivory dan juga teman temannya.


Ketika Peter melihat Bellamy ia langsung merasa heran ia tidak pernah memanggil mereka sama sekali, tetapi bagaimana mungkin mereka kesini tanpa ada yang memberi tahu ia sempat curiga kepada Chelsea, mungkin saja ia menghubungi William dan meminta bantuan kepada William, tetapi setelah melihat apa yang terjadi selanjutnya ia langsung merasa terkejut mendengar perkataan Bellamy.

__ADS_1


" Siapa di antara kalian yang mencoba mengganggu waktu adikku dan juga teman temannya sedang makan malam." Tanya Bellamy dengan keras tetapi dengan nada yang sangat mengintimidasi seseorang


Peter yang mendengar perkataan Bellamy langsung menjadi penasaran siapa adik dari Bellamy, tetapi ia langsung berkata kepada Bellamy depan nada dingin.


" Mereka yang sedang mengganggu waktu kami, Bellamy siapa orang yang kau maksud adikmu." Ucap Peter sekaligus bertanya kepada Bellamy.


Bellamy yang mendengar suara Peter langsung mencari asal suara itu, ketika ia melihat Peter ia langsung berjalan menuju Peter dan langsung membungkuk di depan Peter, ia tidak menyangka akan melihat Peter ada disini.


" Tuan muda Peter maaf tidak menyadari keberadaan anda." Ucap Bellamy dengan hormat.


" Angkat kepala mu Bellamy, siapa orang yang kau maksud adikmu, apakah mereka." Tanya Peter dengan dingin sambil menunjuk ke arah pria yang sudah tidak berdaya di hadapannya.


" Bukan tuan Peter, adikku adalah Ivory blake ia adalah adik kandungku." Jawab Bellamy sambil berjalan meninggalkan Ivory.


Peter terkejut pantas saja Ivory begitu berani menantang para gangster itu bahkan ia tidak takut dengan ancaman mereka, Ivory segera memperhatikan sikap kakaknya itu ia menjawab penasaran mengapa kakaknya begitu hormat di hadapan Peter.


" Kak apa kakak mengenal tuan Peter." Tanya ivory dengan sedikit penasaran.


" Ivory tuan Peter adalah rekan bisnis kakak, ia juga sering membantu kakak dan juga perusahaan kakak." Ucap Bellamy dengan tenang.


" Terima kasih atasan bantuan anda kepala kakakku." Ucap Ivory dengan hormat kepada Peter.


" Sama sama nyonya Ivory, Bellamy mereka adalah orang yang menggangu mereka kata salah satu dari mereka, mereka mengaku sebagai anak buah Stuart Mill." Ucap Peter dengan tegas kepada Bellamy.


Seketika Bellamy maju dan langsung menampar salah satu dari mereka setelah itu ia memerintahkan anak buahnya untuk memberi mereka pelajaran, beberapa anak buah Bellamy maju dan langsung menekan mereka semua kelantai salah satu anak buah Bellamy datang membawa sebuah kapak berukuran besar, ia tidak langsung mengeksekusi tetapi ia menunggu perintah dari Bellamy.


" Aku dengar kalian ingin bermain main dengan adikku dan juga teman-temannya, karena kalian suka bermain-main dengan wanita aku akan membuat kalian tidak akan bisa bermain-main dengan wanita, bawah mereka kebelakang potong alat kelamin mereka semua setelah itu buang mereka ke dalam hutan." Ucap Bellamy dengan dingin.


" Baik bos, kalian bawa mereka kebelakang secepatnya juga." Ucap pria yang memegang kapak di tangannya.


Anak buah Bellamy menyeret mereka kebelakang setelah itu terdengar suara jeritan kesakitan dari mereka, saat sedang diam handphone milik Chelsea berdering itu adalah panggilan dari suaminya.


" Halo sayang kau dimana, apa kau masih lama disana." Tanya William dengan santai.


" Aku masih disini di jaz resto, kayaknya sebentar lagi kami akan pulang." Jawab Chelsea dengan lembut.


" Apa kau ingin aku jemput, kebetulan sekali aku ingin menjemput Jasmine. "Tanya William kepada istrinya sambil memakai Jaket bomber berwarna putih.


" Ha memangnya kemana dia mengapa jam segini belum pulang." Jawab Chelsea sekaligus bertanya kepada William.


" Entahlah kata ibu ia ingin pergi kumpul dengan teman teman sekolahnya." Jawab William dengan santai.


" Baiklah kau sebaiknya pergi mencari anak itu, jika sudah ketemu bawa dia pulang." Ucap Chelsea sambil memerintah William.


" Kau tenang saja aku akan meminta beberapa temanku untuk mencarinya sekarang juga." Jawab William dengan santai.


Setelah selesai ia pergi keluar dan langsung pamit kepada Jacob dan Erina, Erina menyuruh William untuk mencari Jasmine karena ia khawatir terjadi sesuatu kepada anak keduanya itu, William telah meninggalkan apartemen ia mengirim pesan kepada Pablo dan juga Bellamy untuk menulusuri setiap tempat hiburan yang ada di setiap kota berilon, Tidak lupa juga ia mengirimkan foto Jasmine kepada mereka untuk mencarinya tidak sampai lima menit sebuah telepon masuk di handphone William.


" Halo tuan muda salah satu anak buahku menemukan adik ipar anda di sebuah tempat karaoke di heaven theme park, saat ini ia sedang bernyanyi bersama beberapa teman sekolahnya." Ucap Pablo dengan hormat.

__ADS_1


" Bagus awasi dia jangan sampai terjadi sesuatu kepadanya." Jawab William dengan dingin.


setelah selesai ia langsung menancap gas menuju heaven theme park.


__ADS_2