
Peter telah sampai di rumah keluarga Alexander dan langsung pergi menemui pamannya Wayne Alexander.
" paman Wayne ada apa memanggil ku apakah ada yang harus saya kerjakan untuk anda. " tanya Peter dengan tegang.
" Peter besok bawah beberapa orang dan pergi ke bandara besok ayahmu dan juga seseorang akan pulang aku harap kau tidak pingsan bertemu dengan nya." jawab Wayne dengan bercanda.
" baik paman aku akan kesana memang nya siapa orang yang ayah bawah apakah aku mengenal nya. " tanya Peter dengan penasaran.
" William besok dia akan pulang, dia masih hidup. " jawab Wayne dengan senang.
" apa kak William masih hidup paman serius." tanya Peter dengan gagap, karena menurut polisi dan tim pencari orang hilang William telah meninggal karena di makan buaya di sungai .
" paman serius ingat jangan beritahu sembarang orang tentang ini , dan jangan beritahu bibimu dan juga adik adikmu yang lain anggap saja kejutan." jawab Wayne dengan tegas.
" baik paman " kata Peter dengan tersenyum.
keesokan paginya Wiliam pamit kepada Chelsea.
" sayang aku pergi dulu jaga dirimu baik-baik dan jangan terlalu lelah." kata wiliam kepada istrinya sambil menyerahkan kartu ATM yang dibuat Aurora kemarin.
" sayang apa ini. " tanya Chelsea dengan bingung.
" ini adalah kartu ATM mu ambil, pakai ini untuk kebutuhan kalian selama aku pergi ." jawab wiliam sambil menatap istrinya.
" berapa uang yang ada di dalam." tanya Chelsea dengan cemas ia takut William menyerahkan semua uang nya kepadanya.
" tidak banyak tapi cukup selama aku pergi , tenang saja aku sudah membuat kartu baru jadi aku bisa membawa beberapa uang. " kata wiliam dengan tersenyum.
setelah selesai pamitan wiliam pun langsung pergi ia tidak membawa mobil melainkan Sebastian menjemput nya .
" maf menunggu lama paman " kata William dengan tulus.
" tidak apa apa lagi pula pesawat masih mengisi bahan bakar . " jawab Sebastian.
mereka berangkat ke bandara sesampainya di bandara mereka langsung pergi ke waiting room pribadi milik keluarga Alexander di dalam terdapat sebuah ruangan buat santai seperti sofa ukuran besar televisi lcd ukuran besar" kulkas minuman dingin dari berbagai jenis minuman ada di dalam kulkas dan ada minuman biasa dan ada minuman beralkohol , ada sebuah bar pribadi beserta bartender pribadi dan pelayannya .
sambil menunggu pesawat William dan Sebastian sarapan pagi terlebih dahulu mereka makan pasta Italia .
" tuan muda dan tuan Sebastian pesawat sudah bisa berangkat . " kata seorang pramugari milik keluarga Alexander .
" baik kami kesana." jawab William dan langsung berjalan menuju jet pribadi nya.
ketika didalam pesawat ternyata di cukup besar jumlah maksimal penumpang sembilan orang.
bahkan di dalam tersedia bar pribadi dan pelayannya, Wiliam langsung meminta satu botol anggur untuk dia minum.
di bandara internasional Adenville Peter dengan beberapa anggota nya sedang menunggu wiliam dan ayahnya di waiting room pribadi keluarga Alexander , setelah menunggu cukup lama sebuah jet pribadi lepas landas di bandara internasional Adenville .
" kalian semua bentuk barisan ayahku dan juga kak William akan segera keluar." perintah Peter dengan tegas.
beberapa saat menunggu wiliam dan ayahnya keluar dari lorong bandara dan langsung berjalan menuju Peter wiliam memeluknya karena ia rindu dengan nya
" apa kabar bro sudah tiga tahun kita tidak bertemu."
__ADS_1
kata wiliam kepada Peter .
" aku baik baik saja kak ,kakak kemana saja mengapa tidak menghubungi ku ." kata Peter sambil menangis .
" nampaknya kau sudah menjadi lebih baik ." kata wiliam kepada Peter.
" kalian semua apa yang kalian tunggu cepat beri hormat kepada kak William. " marah Peter kepada mereka.
" selamat datang Don William ,dan selamat datang tuan Sebastian. " jawab mereka bersamaan.
setelah itu mereka pergi menuju rumah keluarga Alexander , William dan Sebastian berada di mobil Mercedes Benz Maybach milik Peter , setelah beberapa saat mereka sampai .
" kak wiliam semua orang sudah menunggu mu walaupun kedatangan mu masih dirahasiakan oleh paman Wayne tetapi paman menyuruh semua orang untuk berkumpul , bahkan kak Olivia dan guru Julian disuruh kembali kerumah tadi malam." jawab Peter dengan serius.
" kalau begitu mari kita masuk " jawab William dengan tersenyum.
Peter turun membukakan pintu untuk Wiliam dan juga ayahnya , wiliam langsung masuk ke dalam rumah ia mengingat masa kecilnya di rumah ini ,di dalam kamar Wayne sedang menenangkan istrinya Elizabeth Taylor ibu dari William Alexander.
" sayang mengapa kau mengadakan pesta keluarga bukan nya hari ini kita harus mencari mayat William" kata Elizabeth dengan sedih.
" ibu benar yah , kita seharusnya pergi mencari adik bukan malah mengadakan pesta." ucap Olivia kakak William .
" Ayah rasa tidak perlu " kata Wayne dengan santai .
tiba tiba pintu kamar mereka terbuka dan seorang siluet yang mereka kenal muncul dari balik pintu kamar mereka.
" aku pulang. " ucap wiliam dengan tersenyum .
seketika Elizabeth yang menangis langsung berjalan menuju william, Olivia yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat mencoba mencubit pipinya siapa tau ini hanya mimpi atau halusinasi nya.
" ibu , kakak ini aku William Alexander putra kalian." jawab William dengan tersenyum.
tiba tiba Olivia maju dan langsung menyerang William tetapi dengan mudah ditahan William, jika itu orang lain mungkin sudah kena dengan serangan itu.
" dari mana saja kau mengapa kau tidak pulang ke rumah, dan mengapa kau tidak memberi kabar ke kami apa kau tahu ibu hampir gila karena mu . " marah Olivia kepada William.
tetapi tidak lama kemudian ia langsung menangis dan memeluk adik kesayangannya, melihat hal itu Elizabeth langsung memeluk mereka berdua , melihat ini Wayne juga terharu akan semua ini dia pun memeluk mereka.
" dimana yang lainnya, dimana kakek dan juga guru Julian." tanya wiliam kepada mereka .
" mereka ada di belakang ayo kita kesana " ajak Elizabeth dengan tersenyum.
" kalian deluan saja aku ingin mandi dulu " jawab William dengan tersenyum .
" baiklah kami akan menunggu mu. " jawab Elizabeth karena tidak ingin berpisah dengan nya
Wiliam pergi menuju kamarnya ia pun merasa nostalgia dengan masa lalu nya Olivia datang dan menyerahkan satu setelan Prada berwarna putih, setelah itu William langsung mandi karena tadi pagi ia tidak sempat untuk mandi, setelah selesai wiliam menggunakan kemeja putih lengan panjang walaupun dilihat bisa saja tetapi sebenarnya Kemeja ini kemeja edisi terbatas bahkan hanya ada 100 buah di negara Nordik , celana setelan warna hitam, dasi merah putih dan jas putih yang pas di badannya tak lupa ia memakai. veast warna hitam, setelah selesai wiliam langsung pergi menuju ke kamar ayah dan ibu nya , Wayne memakai setelan serba hitam, Elizabeth menggunakan gaun warna putih , dan Olivia menggunakan gaun warna hitam.
"ayo kita pergi tidak baik membuat orang menunggu." jawab William dengan tersenyum.
" baiklah mari kita temui mereka. " balas Wayne dengan senang.
mereka pun menuju taman belakang rumah keluarga Alexander terdapat sebuah bangunan di kelilingi kaca , saat ini semua anggota keluarga Alexander sedang berkumpul ketika melihat William mereka langsung berjalan menujunya.
__ADS_1
" selamat kembali nak. " ucap Billy kepada keponakan nya
" William untunglah kau selamat . " bibi pikir kau sudah dimakan buaya. " ucap Natasha dengan tersenyum.
" William dari mana saja kau , kenapa kau tidak memberi kabar kepada kami." ucap Lincoln dengan marah.
" selamat datang kembali William. " ucap Sofia dan Felicia.
" maaf kan aku semuanya bukannya aku tidak ingin kembali tetapi aku harus mencari tau siapa pelakunya terlebih dahulu." ucap wiliam sambil tersenyum.
" sudah sudah mari kita makan nampaknya anak ini sudah lapar . " kata Zeus kepada mereka
setelah itu mereka makan makan dan juga minum bersama , wiliam, Wayne, Zeus , Billy, Lincoln Sebastian dan juga Peter . mereka duduk dalam satu meja sambil minum wine buatan France..
" ayah apakah ayah masih menyimpan handphone lamaku." tanya wiliam kepada ayahnya.
" ibumu yang menyimpan nya dia selalu melihat foto mu di handphone itu . " jawab Wayne dengan tersenyum.
" aku ingin menghubungi beberapa temanku, aku berencana mengajak mereka bekerja di perusahaan ku , aku juga berencana mengajak mu Peter bukan cuma kau tapi juga Quinton dan juga Clara ." jawab William dengan tersenyum.
" benarkah apa kak William serius . " tanya Peter dengan senang.
" tentu saja kapan aku berbohong kepada mu. " jawab wiliam sambil tertawa.
" Peter pergilah temani William , Billy bagaimana dengan Quinton apa kau mengizinkan nya ." tanya Wayne kepada adiknya.
" kakak saat ini Quinton merupakan CEO di salah satu perusahan real estate kita , tetapi aku akan bicara dengan nya , tapi kalau soal Clara kau tanyakan saja ke Natasha apa kah dia setuju." jawab Billy dengan tersenyum.
" kakak kalau aku mengizinkan Peter untuk ikut bersama William, lagi pula dia tidak mau mengelola salah satu perusahaan dia cuma menjadi salah satu jendral di organisasi. " jawab Sebastian dengan tegas.
" ayah bukannya aku tidak ingin tetapi tidak ada yang cocok denganku, ayah tau kan aku ini aku tidak terlalu percaya diri seperti kak William dan juga Quinton." jawab Peter sambil meminum segelas wine.
" Peter hubungi Tyson Lynch, Bryan Robson, roman Pearce dan Don Albert katakan pada mereka untuk datang ke sini. " minta William ke pada Peter .
mereka Berempat anak buah wiliam ketika masih menjadi jenderal organisasi black dragon, mereka selalu mengikuti William kemanapun, tapi setelah William menghilang mereka menjadi bawahan Peter karena tinggal Peter jendral yang paling dekat dengan mereka.
" baik kak. " jawab Peter sambil meminum wine
setelah 15 menit mereka datang dan langsung menemui William , mereka juga membawa beberapa orang kepercayaan mereka.
" apa kabar kalian apakah kalian baik baik saja ." tanya William kepada mereka.
" kami baik baik saja tuan , bagaiman kabar tuan apa tuan baik baik saja." tanya mereka sambil berlutut.
" aku Baik baik saja , aku ingin kalian mencari siapa pelaku kecelakaan 3 tahun yang lalu." perintah William kepada mereka.
" baik akan kami cari orang itu beraninya dia ingin membunuh Anda." jawab Don Albert dengan tegas,Don Albert adalah bos dari mereka berempat bahkan dia sudah bersama William sejak William umur 15 tahun.
setelah memberi perintah, William pergi menemui ibunya untuk meminta handphone nya yang dulu, ia juga meminta dompet dan juga kunci rumah pribadi nya.
" ibu aku ingin meminta handphone lamaku , dompet, dan juga kunci rumah ku , ada yang harus aku ambil dan juga aku hubungi." tanya William kepada ibunya .
" baik ikut ibu " jawab Elizabeth sambung berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
setelah mengambil handphone dan juga barang lainnya ia kembali ke tempat pesta keluarga Alexander, ia pun lanjut minum bersama keempat anak buahnya.